ホーム / Romansa / Menantang Kasta / Siapa Yang Siap?

共有

Siapa Yang Siap?

作者: Erna Azura
last update 公開日: 2026-05-28 13:59:00

Satria benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya.

Setelah hari pertama—dia ikut Bapak keliling kebun dari pagi sampai menjelang magrib.

Mengecek kualitas paprika.

Mengecek lettuce.

Mengecek tomat cherry.

Mencatat suhu penyimpanan.

Mempelajari pengemasan langsung dari petani.

Hari kedua—dia pergi lagi.

Kali ini sampai ke Ciwidey.

Mencari stroberi kualitas premium.

Hari ketiga—Satria sibuk di gudang.

Menguji packaging.

Menghitung ketaha
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (13)
goodnovel comment avatar
Ratna i
duuuh jadi ikutan seneng , kaluna exited banget ya
goodnovel comment avatar
kartiwie yanie
satu bab lagiii aja kak,lagi mau ngelunjak nih m author ny soal nya seneng gitu baca ny jg klo luna satria bahagia tuh....
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Nah bener kan , daripada kerja sama orang lain lbh baik buka usaha sendiri , jadi CEO perusahaan sendiri & dari hasil perkebunan sendiri , bener2 rejekinya baby
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Menantang Kasta   Siapa Yang Siap?

    Satria benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya.Setelah hari pertama—dia ikut Bapak keliling kebun dari pagi sampai menjelang magrib.Mengecek kualitas paprika.Mengecek lettuce.Mengecek tomat cherry.Mencatat suhu penyimpanan.Mempelajari pengemasan langsung dari petani.Hari kedua—dia pergi lagi.Kali ini sampai ke Ciwidey.Mencari stroberi kualitas premium.Hari ketiga—Satria sibuk di gudang.Menguji packaging.Menghitung ketahanan produk.Mencoba simulasi pengiriman.Dan setiap malam—pria itu kembali duduk di depan laptop sampai larut.Kaluna yang biasanya selalu ditemani jadi mulai merasa sepi.Bahkan kadang—Satria tertidur duluan di depan laptop sebelum sempat mengobrol dengannya.Namun Kaluna tidak marah.Dia hanya rindu.Siang itu—Kaluna sedang duduk sendirian di ruang tengah sambil mengupas jeruk ketika Ibu mendekat.“Bosen ya?”Kaluna mendongak lalu tersenyum kecil. “

  • Menantang Kasta   Yakin Akan Berhasil

    Kesibukan sudah terjadi sejak pagi bahkan sebelum matahari benar-benar muncul.Kabut Lembang masih turun tipis.Udara dingin menusuk sampai membuat ujung hidung Kaluna memerah.Tidak seperti di dalam kamar—suasana justru terasa hangat.Satria sedang memakai jaket hitam tebal sambil mengecek ulang daftar pengiriman di tabletnya.Beberapa nama sayur dan buah tersusun rapi lengkap dengan berat, suhu penyimpanan, dan estimasi shelf life.Kaluna bersandar di kepala ranjang sambil memperhatikan suaminya sejak tadi.Dan entah kenapa—semakin melihat Satria bekerja keras seperti itu, semakin besar rasa cintanya.“Sayang.”“Hm?” Satria masih fokus pada layar.Kaluna mengerucutkan bibir.“Kamu beberapa hari ini ganteng banget.”Satria langsung menoleh lalu terkekeh kecil.“Loh?”“Iya.” Kaluna mengangguk serius. “Aura suksesnya pekat banget.”Satria tertawa pelan, dia bangkit lalu menghampiri ranjang.Tangannya otom

  • Menantang Kasta   Tidak Pernah Sendirian

    Namun meski suasana meeting mulai berubah positif—Satria belum benar-benar bisa bernapas lega.Karena dia tahu—dunia bisnis sebesar Alterio Corp tidak mungkin mengambil keputusan hanya berdasarkan presentasi.Dan dugaan Satria ternyata benar.Salah satu pria berusia sekitar lima puluh tahunan yang sejak tadi lebih banyak diam akhirnya membuka suara. “We’re impressed.”Satria mengangguk sopan. “Thank you.”Pria itu melanjutkan sambil menyilangkan jemarinya di depan wajah.“But for this scale of partnership…” Ia menjeda. “…we need proof.”Kaluna menegakkan punggungnya.Sedangkan ekspresi Satria tetap tenang.Pria asing kembali bicara. “We need product samples.”Slide presentasi berhenti.Seluruh peserta meeting kini benar-benar fokus pada Satria.Direktur purchasing ikut menimpali.“Fresh produce samples, Packaging quality. Temperature resistance. Storage durability. And consistency.”Satria mendengarkan semuanya tanpa memotong sedikit pun.Lalu perlahan—pria itu mengangg

  • Menantang Kasta   Rezeki Anak

    Pagi itu—Satria terlihat jauh lebih sibuk dibanding biasanya.Laptop menyala sejak subuh.Tablet penuh catatan.Beberapa file proposal tercetak rapi di atas meja.Dan di sampingnya—ada secangkir kopi yang mulai dingin karena tidak disentuh sama sekali.Hari ini adalah hari penentuan.Hari di mana proposal bisnis yang dia buat selama berhari-hari akan dipresentasikan di hadapan pihak Alterio Corp regional Amerika dan Asia.Jika mereka setuju—maka hidupnya mungkin benar-benar akan berubah.Dan sekarang—untuk pertama kalinya setelah sekian lama—Satria kembali merasakan tekanan besar itu.Tekanan yang dulu biasa dia hadapi saat masih bekerja di AG Group.Bedanya dulu dia hanya mempertaruhkan karier.Sekarang dia mempertaruhkan masa depan istri dan anaknya.Menjelang malam—udara Lembang semakin dingin.Kabut mulai turun di luar jendela.Rumah sudah lebih sepi dari tadi siang.Ibu masuk kamar lebih cepat, katanya beliau akan membantu Satria melalui jalur langit.Bapak bahkan

  • Menantang Kasta   Berjuang Untuk Anak Dan Istri

    Sejak kabar bahagia itu muncul—suasana rumah berubah menjadi jauh lebih ramai.Ibu beberapa kali menangis sendiri sambil tersenyum.Bapak berkali-kali mengucap syukur.Ratu bahkan sudah sibuk searching nama bayi padahal usia kandungan Kaluna saja belum jelas berapa minggu.Sedangkan Satria masih terlalu diam.Kaluna yang paling mengenalnya tentu sadar.Pria itu bahagia. Tampak bahagia.Namun di balik sorot mata hangatnya—ada ketakutan besar yang sedang dia sembunyikan.Dan Kaluna tahu persis ketakutan itu berasal dari mana.Kehamilan ektopik sebelumnya masih membekas.Terlalu sulit dilupakan. Siang harinya—mereka memutuskan pergi ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kandungan Kaluna.“Aku ikut!” seru Ratu cepat.“Enggak usah.”Satria menjawab tegas sambil mengambil kunci mobil.Ratu mengerucutkan bibir.“Iiih jahat.”Kaluna tertawa kecil. “Doain aja ya.”Ratu akhirnya mengangguk pasrah.

  • Menantang Kasta   Kabar Bahagia

    Perjalanan pulang menuju Bandung terasa jauh lebih tenang.Kaluna tertidur di bahu Satria hampir sepanjang penerbangan.Sementara Satria hanya diam menatap keluar jendela kecil pesawat.Langit sore perlahan berubah jingga.Dan setelah sekian lama—dadanya terasa sedikit lebih ringan.Tentang ayah Kama.Tentang pekerjaan.Tentang harga dirinya.Entah kenapa … semua mulai terasa menemukan jalan.***Udara dingin Lembang langsung menyambut ketika mobil yang Satria kemudikan berhenti di depan rumah.Belum sempat Satria turun dengan sempurna—pintu rumah sudah terbuka lebih dulu.“Lunaaa!”Ibu keluar sambil tersenyum lebar.Bahkan celemek masaknya masih menempel di tubuh.Kaluna langsung tertawa kecil.“Buuuu….”Mereka berpelukan hangat.“Aku bawa oleh-oleh untuk Ibu, ayah dan Ratu.” Kaluna mengangkat paperbag di tangannya.“Waa … jadi ngerepotin.” Ibu tampak berbinar.“Enggak lah, ‘kan buat mertua kesayangan.”Sementara bapak menyusul keluar rumah sambil dengan sarung y

  • Menantang Kasta   Benaknya Dipenuhi Satria

    Kaluna terbangun dari tidurnya yang nyenyak, tidak ada lagi begadang, pikirannya sudah tenang sekarang setelah dia memenangkan tender dari klien Jepang.Punggungnya menegak, mengangkat kedua tangan meregangkan tubuh.Dia lantas turun ke lantai satu setelah mencuci wajah.Weekend di mansion Gunad

  • Menantang Kasta   Merasa Hidup Lagi

    Ruang rapat lantai dua puluh satu terasa lebih dingin dari biasanya.Empat perwakilan perusahaan Jepang duduk dengan postur tegak, tablet dan dokumen terbuka rapi di depan mereka. Para direksi anak perusahaan AG Group yang Kaluna pimpin terlihat duduk di sisi lain meja panjang, tegang namun

  • Menantang Kasta   Akan Selalu Ada

    Ruang rawat VIP itu sunyi.Kaluna tertidur setelah infus bekerja.Satria duduk di sofa dekat jendela. Laptop terbuka. Slide presentasi terpampang.Ia memeriksa ulang angka.Mengoreksi tata bahasa.Menandai potensi pertanyaan yang mungkin muncul dari klien Jepang.Sesekali ia melirik ke arah r

  • Menantang Kasta   Bentakan Karena Cemas

    Presentasi dengan klien besar dari Jepang tinggal hitungan hari. Ruang CEO berubah seperti markas perang.Meja panjang penuh dengan berkas, grafik, catatan tangan, sticky notes warna-warni, dan iPad yang tidak pernah benar-benar mati.Kaluna sedang berdiri di depan layar proyektor, mengulang s

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status