Share

Syah

Penulis: Erna Azura
last update Tanggal publikasi: 2026-04-09 21:32:00

Dua mobil melaju keluar dari rumah.

Mobil sport milik Davanka yang sudah dihias bunga menjadi pusat perhatian.

Zyandru duduk di balik kemudi dan Kaluna di sampingnya.

Kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan.

Gugup.

Semua terasa begitu cepat, padahal Kaluna merasa baru kemarin Satria menjemputnya di NewYork setelah dia mengalami patah hati yang besar oleh Brian.

Dan kini, Kaluna sudah melupakan sakit itu. Satria berhasil menyembuhkannya.

Beberapa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (17)
goodnovel comment avatar
rianur378
congratulation Kaluna Satria,,,samawa dan bahagia sampai selama-lamanya
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Wah selamat ya buat Satria & Kaluna , sdh sah menjadi suami istri , semoga berbahagia selamanya , harus saling sayang , saling mengerti & saling support.. Eh ngomong2 pasti Author dah nyiapin kisah baru nih..eng ing eng...Zyandru & Ratu , semangat nulisnya ya Thor ..
goodnovel comment avatar
eLLy aprilia
Yeayy kana is the best lahh sesuai prediksi pasti yg bantuin kana. Kana, kasih aja satria pegang infinity corp dah makin maju nantii
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 3

    Seminggu setelah percakapan di ruang kerja itu, sebuah mobil hitam perlahan memasuki gerbang perkebunan teh yang selama bertahun-tahun dikenal warga sebagai milik keluarga Deni.Hamparan daun teh yang hijau mengilap membentang sejauh mata memandang, mengikuti lekuk bukit yang bergelombang. Para pemetik teh sudah mulai bekerja sejak matahari belum benar-benar tinggi. Keranjang rotan tergantung di punggung mereka, sementara jemari-jemari terampil memetik pucuk-pucuk muda yang nantinya akan menjadi teh berkualitas premium.Hari itu suasana terasa sedikit berbeda.Bukan karena panen.Melainkan karena sejak pagi seluruh mandor diminta berkumpul di halaman kantor lama.Mereka diberi tahu akan ada “pemilik” yang datang.***Mobil berhenti tepat di depan bangunan administrasi.Seorang sopir bergegas turun membukakan pintu belakang.Sepasang heels berwarna nude menyentuh tanah lebih dulu.Disusul sosok perempuan yang selama ini hanya dikenal

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 2

    Siang itu, matahari Lembang bersinar sedikit lebih hangat.Kabut yang sejak pagi menyelimuti perbukitan perlahan menghilang, digantikan langit biru yang begitu jernih.Di halaman rumah, Arutala dan Arunika baru saja selesai bermain gelembung sabun bersama kedua nanny.Suara tawa mereka sesekali terdengar sampai ke dalam rumah.Kaluna yang sedang berada di dapur menoleh ke arah jam dinding.Pukul dua belas lewat lima menit.Sudah hampir waktunya Satria pulang.Sejak memiliki rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor, Satria memang hampir selalu menyempatkan pulang untuk makan siang.Katanya, makanan rumah tidak pernah bisa dikalahkan restoran mana pun.Kaluna tersenyum sendiri mengingat ucapan suaminya.Tangannya kembali sibuk menyusun hidangan di atas meja makan.Hari ini tidak ada menu mewah.Hanya makanan kesukaan Satria.Nasi hangat.Sayur asem.Ayam goreng lengkuas.Tempe mendoan.Sambal dadak.Dan ikan nila goreng yang baru diangkat beberapa menit lalu.Kaluna

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 1

    Waktu tidak pernah benar-benar berhenti.Ia terus berjalan, membawa manusia bertumbuh bersama segala cerita yang mereka miliki.Begitu pula dengan kehidupan Satria.Laki-laki yang dahulu hanya seorang mahasiswa sederhana dari desa, pernah ditolak, diremehkan, bahkan dijadikan bahan tertawaan karena dianggap tidak memiliki masa depan—kini justru menjadi salah satu pengusaha muda yang namanya mulai diperhitungkan di industri agribisnis Indonesia.Namun anehnya, ada satu hal yang tidak pernah berubah.Setiap pagi, sebelum memasuki ruang rapat ataupun menandatangani kontrak bernilai miliaran rupiah, Satria selalu memulai harinya dengan berjalan menyusuri gudang dan menyapa para petani.Seolah-olah dia takut melupakan dari mana semuanya bermula.Karena bagi Satria, awal mula kesuksesannya bukan dari jabatan sebagai sekretaris dari AG Group namun sebagai petani.***Kabut Lembang pagi itu turun sedikit lebih tebal dibanding biasanya.Udara masih terasa dingin ketika sebuah mobil d

  • Menantang Kasta   Kenangan

    Pesta yang sejak pagi dipenuhi suara tawa perlahan kehilangan riuhnya. Anak-anak mulai kelelahan. Beberapa tertidur di stroller. Sebagian lagi masih bertahan bermain gelembung sabun sambil menggenggam balon hadiah. Para tamu satu per satu berpamitan. Jangan tanya apakah Ivander datang karena Noorin sudah tidak mau terlibat apapun dengan keluarga Satria Suara klakson mobil bergantian terdengar dari halaman depan. Band yang sejak siang memainkan lagu-lagu ceria kini beralih membawakan lagu akustik dengan tempo yang jauh lebih pelan. Matahari mulai turun di balik perbukitan Lembang. Langit berubah jingga. Semburat cahaya sore menyentuh kaca-kaca besar rumah Satria hingga bangunan itu terlihat hangat. Kaluna baru saja mengantar tamu terakhir ketika akhirnya mengembuskan napas panjang. “Akhirnya beres juga pestanya ….” Satria yang sedang menggendo

  • Menantang Kasta   Akhirnya Pulang

    Hari itu datang lebih cepat daripada yang pernah Satria bayangkan.Genap satu tahun sejak dua tangisan kecil memenuhi ruang operasi dan mengubah seluruh hidupnya.Satu tahun sejak Arutala dan Arunika hadir membawa kebahagiaan yang bahkan tidak pernah berani dia impikan.***Matahari bahkan belum benar-benar terbit ketika halaman rumah sudah dipenuhi aktivitas.Beberapa truk vendor memasuki gerbang secara bergantian.Petugas dekorasi mondar-mandir membawa rangka besi, rangkaian balon, papan kayu hingga pot-pot bunga.Kaluna berdiri di balkon kamar utama sambil memeluk secangkir cokelat hangat.Di sampingnya, Satria baru selesai mengenakan jam tangan.Tatapan mereka sama-sama tertuju ke halaman depan.“Ramai banget ya,” gumam Kaluna.Satria tersenyum kecil.“Kamu sendiri yang bilang ulang tahun pertama cuma sekali.”Kaluna mengangguk pelan. “Iya sih .…”Dia menoleh ke arah suaminya.“Aku ingin nanti kalau Tala

  • Menantang Kasta   Menjalani Kebahagiaan

    Pagi itu, matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika rumah kembali hidup.Bukan karena alarm.Bukan pula karena suara telepon Satria dengan pihak Alterio Corp.Melainkan karena suara seseorang yang sedang mengoceh dari balik baby monitor.“Babababa…”Disusul suara lain yang tidak mau kalah.“Aaaa… daaa…”Kaluna yang masih memejamkan mata menarik selimut sampai ke dagu. “Sayaaang ….” Suara itu lirih. “Bentar lagi….”Satria yang sebenarnya yang sudah bangun sedari tadi hanya tersenyum kecil.Dia melirik jam digital di atas nakas.Pukul 05.12.Adzan Subuh baru saja selesai beberapa menit lalu.“Bangun yuk?” ajaknya pelan.Kaluna menggeleng tanpa membuka mata. “Enggak ah, masih ngantuk ….”Satria terkekeh.“Mereka udah manggilin kita?” Satria mengendik ke baby monitor.“Minta tolong Nanny saja ….” Kaluna malah memeluk Satria erat.Satria tertawa pelan, membalas pelukan itu.“Kasian mereka laper,” kata Satria.“Masih ada ASI cadangan di frezer … Nanny pasti sudah kas

  • Menantang Kasta   Hidup Yang Penuh Warna

    Ketika hari hampir sore, mereka sudah berada di pusat perbelanjaan.Ratu dan kedua sahabatnya berjalan masuk ke salah satu toko branded.Tas-tas mahal tersusun rapi.Sepatu elegan berjejer.Nabila sudah mulai deg-degan.“Ra… kita cuma liat-liat ‘kan?”Ratu mengambil satu tas.Menatapnya.“L

  • Menantang Kasta   Berjuang Bersama

    Malam kembali turun di pulau itu.Langit terbentang luas, dihiasi bintang yang tampak lebih dekat dari biasanya. Suara ombak bergulung pelan, seperti irama yang menenangkan jiwa.Di dalam cottage—lampu temaram menyala lembut.Kaluna berdiri di dekat jendela, mengenakan gaun tidur tipis berwarna

  • Menantang Kasta   Tidak Mau Mengalah

    Pagi itu terasa berbeda.Bukan hanya karena udara Bandung yang sejuk, atau karena semalam yang tidak biasa.Tapi karena ada sesuatu yang berubah—halus, nyaris tak terlihat, tapi nyata.Ratu keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang jauh lebih segar.Rambutnya kering rapi,

  • Menantang Kasta   Tidak Ingin Menolak

    Pagi datang perlahan, membawa cahaya lembut yang menyelinap dari balik tirai jendela besar.Sinar itu jatuh tepat di atas ranjang.Dan di sanalah—dua orang berbeda jenis kelamin yang sedang berpelukan kemudian terbangun hampir bersamaan.Ratu mengerjap pelan.Zyandru menarik n

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status