Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 2035 Dewi Racun

Share

Bab 2035 Dewi Racun

Author: Sarjana
Ardika tidak sedang membual.

Kala itu, demi membunuhnya, organisasi intelijen Aliansi Panca pernah mengeluarkan dana fantastis, mengundang pembunuh hebat dari berbagai negara untuk membunuhnya secara diam-diam.

Di antara orang-orang tersebut, termasuk orang-orang yang menempati peringkat di Situs Gelap Heidim.

Menghadapi bocah-bocah yang berinisiatif cari mati sendiri seperti ini, tentu saja datang satu, Ardika bunuh satu.

Namun, beberapa di antaranya, karena berbagai alasan-alasan khusus, merek
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
VY Omcoy
otak penulis ny banyak lumpur God..cuma mau bilang taik aj muter2 dari cara bgmn proses taik terjadi...masak 4 bab cuma ngomongin yg GK pnting . klu mau pnjg kn cerita bikin lh yg lbih simple dan menarik GK ngomongin yg pembaca GK butuh tau ...ceritacny CPT tamat...dan buat lagi cerita yg seru versi
goodnovel comment avatar
Muliadi
cerita goblok kalau kita ikuti maka jadi begok
goodnovel comment avatar
Adi Defatima
kayaknya cerita makin nggak jelas sdh sampai raja neraka tdk lama lagi raja surgawi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3660 Hadapi Konsekuensinya Sendiri

    "Apa latar belakang bocah ini? Sepertinya dia sudah pernah dilatih, kemampuannya benar-benar luar biasa.""Bukan hanya pernah dilatih, kemungkinan besar dia berasal dari sebuah organisasi khusus.""Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan? Apa kita masih harus lanjut?"Beberapa orang itu sudah mulai merasa takut."Jangan lupa konsekuensi menyinggung Keluarga Siantar. Kalian bisa menghindar, juga bisa memilih untuk nggak menyerang, tapi harus hadapi konsekuensinya sendiri."Pemimpin sekelompok orang itu tidak bisa menahan diri untuk mengingatkan.Saat mereka menerima tugas ini, mereka sudah tidak punya ruang untuk memilih. Sekarang bukanlah waktu untuk mundur."Sebenarnya ada apa ini? Aneh sekali.""Orang yang satu ini juga benar-benar kejam."Melihat luka-luka di tubuh mereka sendiri, beberapa petarung itu benar-benar sangat menyedihkan, tetapi mereka tidak bisa menyerah."Bagaimana ini? Apa kita masih harus lanjut?"Begitu seorang petarung merasa ketakutan, maka sudah kehilangan kepe

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3659 Merenggangkan Otot

    "Menurutku, kamu sedang cari mati."Alendo kira bisa menggunakan cara seperti ini untuk menakuti Ardika, membuatnya berinisiatif untuk mengatakan semuanya.Namun, siapa sangka lawan bicaranya itu masih bisa menahan tekanan, dan tetap saja setenang itu, seolah-olah apa pun yang dilakukannya tidak akan bisa mengubah apa pun. Dia benar-benar tidak bisa memperoleh informasi apa pun dari Ardika.Ini membuat Alendo merasa tidak masuk akal. Hal ini juga yang membuat pikirannya tiba-tiba tidak bisa berpikir dengan jernih. Dia tiba-tiba mengangkat botol anggur tersebut tinggi-tinggi, lalu menghantam dengan keras.Ardika bisa merasakan kekuatan kali ini berbeda. Begitu Alendo bergerak, dia langsung memiringkan kepalanya ke samping untuk menghindari serangan tersebut. Kemudian, dia langsung merampas botol anggur tersebut.Tentu saja Ardika tidak mengkhawatirkan apa pun. Dia langsung menghantamkannya ke kepala Alendo.Dalam sekejap, botol anggur tersebut langsung hancur berkeping-keping, aroma alk

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3658 Sudah Takut

    Makin dia bersikap seperti itu, makin membuat amarah Alendo menggebu-gebu."Cepat beri tahu aku identitasmu dan siapa-siapa saja yang ada di belakangmu. Kenapa mereka harus melakukan hal seperti itu?"Alendo sudah dibuat sangat cemas oleh masalah tersebut. Sekarang, akhirnya dia sudah menemukan Ardika. Dia hanya merasa seharusnya pria itu ada hubungannya dengan hal-hal tersebut.Namun, orang yang satu ini malah tak kunjung bersedia untuk bicara, dan tampak sangat tenang, membuat orang tidak berdaya menghadapinya."Kenapa kamu nggak bersedia untuk bicara? Apa mungkin ada rahasia, atau kamu sendiri juga sedang merahasiakan sesuatu?"Melihat Ardika yang begitu tenang, Alendo merasa dirinya sudah hampir menggila.Kalau begini terus, benar-benar sangat sulit baginya untuk tetap bisa tenang."Kenapa kamu nggak bersedia untuk bicara?"Alendo sudah berbicara sebanyak itu, tetapi Ardika tetap bersikap tenang, sama sekali tidak berencana untuk menjawab pertanyaan.Para petarung di samping bisa m

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3657 Tidak Akan Bisa Pergi Lagi

    Melihat situasi sudah mulai berbahaya, para wanita lainnya juga segera berdiri, dan berniat untuk mundur, memberikan ruang bagi dua orang pria tersebut."Kalian semua keluar sana!"Melihat Ardika tidak bisa diajak bicara baik-baik, Alendo merasa tidak perlu sungkan lagi padanya.Mendengar perintah Alendo, para gadis muda itu juga tidak berani ragu lagi. Mereka segera membuka pintu dan pergi secepatnya.Alendo menatap Ardika dengan sorot mata sedingin es seolah-olah menatap orang mati.Alendo sudah melakukan persiapan yang matang. Tempat ini adalah tempat yang dipersiapkannya, maka tentu saja dia sudah mengatur banyak anak buahnya di sini.Sebelumnya dia juga sudah pernah menyaksikan kemampuan Ardika dengan mata kepalanya sendiri, jadi kali ini dia juga tidak berani meremehkan lawannya."Karena kali ini kamu berani datang, maka nggak perlu pergi lagi."Alendo sudah menunjukkan sikap layaknya pemenang, dia menatap Ardika yang berada di hadapannya itu dengan sorot mata sedingin es.Ardika

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3656 Itu Tergantung pada Sepasang Kakiku Ini

    "Oh, nggak ada maksud apa-apa, hanya mau lihat apakah kamu akan menyesali perbuatanmu."Ardika tiba-tiba berbicara seperti itu, membuat suasana di dalam ruang pribadi tersebut berubah menjadi tegang.Gadis-gadis itu sangat mengerti caranya meredakan ketegangan. Karena itulah, satu per satu dari mereka segera mengambil botol anggur dan mulai membujuk.Mereka tidak memedulikan hal-hal itu, mereka hanya tahu selama pelayanan mereka bagus, para tamu baru akan memberi mereka bonus."Ya ampun, Pak Ardika, kalau ada apa-apa, bisa dibicarakan secara baik-baik. Untuk apa marah? Itu nggak baik untuk kesehatan.""Pak Ardika, ayo kita minum bersama.""Pak Ardika, biar aku suapi kamu makan anggur."Satu per satu dari beberapa orang wanita itu langsung menggunakan segala macam trik yang mereka kuasai, melakukan yang terbaik untuk menjilat Ardika.Alendo mulai hanyut dalam pemikirannya sendiri, tidak tahu bagaimana caranya menangani hal ini.Dia tidak tahu identitas lawan bicaranya itu, jadi sedari t

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3655 Sangat Rendahan

    Sebelum mereka masuk ke ruangan ini, mereka sudah menerima informasi. Sebelum-sebelumnya, sangat mudah bagi mereka untuk bisa memperoleh informasi. Namun kali ini mereka mengalami kegagalan lagi dan lagi.Seakan-akan tidak bisa berbicara, setiap kali mereka menanyakan pertanyaan yang penting, Ardika selalu saja tutup mulut dengan rapat, hanya meminum anggurnya dalam diam.Makin dia bersikap seperti ini, makin menyulut keinginan beberapa orang wanita itu untuk menaklukkannya."Pak Ardika, kenapa kamu nggak bersedia untuk berbicara? Apa mungkin kamu nggak punya latar belakang apa pun, jadi kamu nggak berani mengatakannya?"Melihat trik godaan maut mereka tak kunjung berhasil, para gadis muda itu hanya bisa menggunakan trik memprovokasi."Alendo, apa kamu begitu ingin tahu identitasku?"Ardika tiba-tiba menoleh, melihat ke arah Alendo.Saat mendengar namanya disebut, Alendo merasa agak terkejut. Awalnya, dia sedang minum anggur sambil memeluk wanita dan mendengarkan pembicaraan orang-oran

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 75 Latihan

    Orang-orang mengira dunia akan segera kiamat, semuanya langsung berbalik untuk melihat.Terlihat belasan tank melaju ke arah mereka. Setiap gesekan menimbulkan suara gemuruh yang kuat.Mereka membentuk formasi serangan yang sangat memukau!Pemandangan yang spektakuler itu mengejutkan semua orang. Okin

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 145 Memeras Uang

    "Apa kamu tahu alamatnya?" tanya Ardika saat sudah masuk ke dalam mobil.Sebelumnya, mantan istri Delvin, Elsy pernah memberi tahu Ardika alamat orang tua sahabatnya itu.Namun, dengan kemampuan Jesika, tanpa perlu dia beri tahu, wanita itu pasti sudah menyelidikinya dengan jelas."Ke area kota tua," k

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 70 Kebenaran Terungkap

    Baron yang ketakutan pun mati rasa ketika mendengar ucapan mematikan dari Ardika.Bajingan kecil ini bisa mencelakai keluarganya!"Plak!"Baron tiba-tiba berdiri dan menampar Peter dengan kuat!Peter merintih kesakitan sambil memegang wajahnya dengan kebingungan. "Ayah, kenapa kamu memukulku!""Kenapa me

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 72 Memblokir Lokasi Konstruksi

    Jinto mengungkapkan kebenaran dan tidak menyembunyikan fakta bahwa giginya dicabut.Dia sama sekali tidak merasa malu soal giginya dicabut oleh Ardika, sebaliknya dia malah merasa terhormat."Tuan Ardika? Siapa itu? Aku sungguh ingin bertemu dengan pria kejam ini!"Romi tertarik.Mengingat pengalamannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status