LOGIN"Bantu aku bawakan vas bunga ini untuk kakekmu, aku hanya perlu bertemu dengannya sekali."Alendo tidak menuntut apa pun, tetapi dia tahu uang sebesar 180 miliar yang dikeluarkannya ini sepadan. Apa pun yang terjadi, pria itu pasti akan membocorkan sedikit informasi.Belakangan ini, tidak ada yang bersedia membantunya, juga membuatnya mengerti bahwa situasi di dunia ini harus dipertahankan dengan mengandalkan uang."Aku hanya bisa menyampaikan pesanmu. Soal dia terima hadiah ini atau nggak, aku juga nggak berdaya."Hanya ini bantuan yang bisa Jayden berikan."Kamu bisa membantuku membawakannya pada beliau saja sudah cukup. Itu lebih baik daripada aku mencari bantuan orang lain dengan sembarangan."Alendo kelihatan tidak peduli, tetapi sesungguhnya dia sangat yakin akan berhasil.Dia juga tahu Tuan Besar Keluarga Jamando sudah lama menyukai vas bunga antik itu, pasti tidak akan melepaskannya. Kalau begitu, membocorkan sedikit informasi bukanlah apa-apa baginya."Baiklah. Kalau begitu, k
"Awalnya film yang kuinvestasikan itu sudah mau tayang, alhasil dihambat orang. Hingga sekarang pun masih nggak bisa tayang, setiap hari merugi.""Selain itu, ada beberapa proyek penggusuran, juga ditahan. Awalnya sudah bisa berjalan dengan normal. Ada hal-hal yang nggak bisa ditunda. Begitu ditunda, maka kerugian yang ditimbulkan sudah sulit untuk dihitung."Alendo juga benar-benar sudah tidak berdaya lagi baru memilih menempuh jalan ini.Dia juga tidak tahu sebenarnya mengapa orang di balik layar itu harus memperlakukannya seperti ini. Hanya saja sekarang dia sudah menemui jalan buntu, dia harus segera memikirkan cara untuk menemukan orang tersebut, lalu bicara secara baik-baik."Hmm, masalahmu memang agak aneh seperti ada orang yang sengaja menargetkanmu. Tapi di Provinsi Aste, keluarga kalian juga boleh dibilang sangat berpengaruh, kenapa bisa jadi semenyedihkan ini?""Tapi, yang anehnya adalah sepertinya mereka nggak berencana untuk menghancurkanmu, hanya sedang mencuri hasil kerj
Pintu mobil terbuka, Alendo turun dari mobil perlahan-lahan, lalu berjalan memasuki lokasi.Kejadian yang menimpa Alendo beberapa waktu ini juga telah menarik perhatian banyak orang.Saat dia muncul di lokasi lelang, semua orang merasa agak kaget.Setelah mengalami kerugian besar dalam bisnis, Alendo masih bisa menghadiri acara lelang dengan santai. Kelihatannya dia benar-benar tidak memedulikan kerugian itu.Ini membuat lebih banyak orang lagi menghormati mental kuatnya itu."Alendo, kenapa hari ini kamu ada waktu untuk datang ke sini?"Mendengar suara agak heboh, Jayden Jamando, Tuan Muda Keluarga Jamando menoleh untuk melihat. Dia tidak menyangka dia bisa melihat Alendo di sini.Saat ayahnya Alendo masih hidup, dua keluarga sering berinteraksi, boleh dibilang mereka berdua juga adalah teman.Kali ini, bertemu di lokasi acara lelang, tentu saja dia merasa agak penasaran."Yah, karena nggak bisa bertemu Tuan Besar keluarga kalian, aku hanya bisa mencari cara lain."Alendo berbicara ju
Karena kekurangan dana, ada banyak barang yang terpaksa dijual. Walaupun merasa agak enggan, tetapi bisa mempertahankan bisnis, juga boleh dibilang bisa mengembalikan sedikit martabat.Hanya saja, dia juga mengerti kalau terus begini, orang-orang Keluarga Siantar akan mengintervensi bisnisnya, ini juga akan membuat reputasinya hancur."Apa hari ini acara lelangnya?"Alendo sangat sibuk, tetapi dia tetap memikirkan cara untuk menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando."Acara lelang diadakan pada malam ini. Hari ini ada sebuah vas bunga antik yang sangat diminati. Sepertinya Tuan Besar Keluarga Jamando nggak bisa hadir, tapi generasi muda keluarganya akan menghadiri acara tersebut."Lucas memberi tahu bosnya informasi yang diketahuinya.Demi bisa menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando, meminta pria itu untuk mengatakan informasi di balik layar, maka Alendo hanya bisa mengeluarkan modal besar."Bagaimana hasil penyelidikan latar belakang Ardika?"Kebetulan lagi senggang Alendo
Asalkan pernah melakukan registrasi di Hotel Biston, Wesanto bisa memikirkan segala macam cara untuk memperoleh data orang tersebut.Namun, setelah dia melakukan penyelidikan lagi dan lagi, dia tetap tidak mendapatkan informasi apa pun.Hal ini membuatnya sangat keheranan. Jelas-jelas orang tersebut pernah menginap di tempat itu, bahkan tinggal di sana cukup lama, seharusnya ada informasi tentangnya. Namun, selain beberapa lembar gambar yang kabur, dia tidak menemukan informasi apa pun."Ini benar-benar aneh. Sebenarnya apa latar belakang orang ini? Bisa-bisanya dia begitu misterius.""Terakhir kali Alendo telah menyinggung seseorang sampai-sampai dia kehilangan proyeknya lagi dan lagi. Sekarang dia ingin menyelidiki Ardika yang misterius ini. Apa mungkin ada hubungan antara dua hal ini?"Sebagai seorang detektif yang terkenal, dia bukan hanya bisa memperoleh informasi orang lain, dia juga mengerti cara menganalisis situasi.Makin dilihat, hal ini makin berbahaya.Ini membuatnya berpik
Kala itu, saat Ardika menarik Kesya keluar dari Hotel Biston, kebetulan mobil tersebut sedang menyalakan kamera mobilnya dan menangkap bayangan dua orang tersebut.Tidak mudah bagi Lucas untuk mendapatkan foto ini.Jadi, sekarang dia hanya bisa mencari ahlinya untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keahlian tersebut.Dengan adanya foto, seharusnya mereka bisa menyelidiki latar belakang Ardika, juga bisa menyelidiki beberapa informasi tentang pria itu.Lucas berjalan masuk dari pintu samping, lalu berjalan melewati halaman lantai satu dan naik ke lantai dua.Setibanya dia di lantai dua, dia mengetuk pintu dengan lembut. Tanpa waktu lama, terdengar suara langkah kaki dari dalam.Seorang pria yang mengenakan kaus dan rambut tampak berantakan menatap Lucas dengan tatapan mengantuk."Oh, Kak Lucas, itu kamu! Kalau ada apa-apa, telepon saja. Untuk apa sampai datang sendiri seperti ini?"Sambil berbicara, Wesanto Basuki menyingkir ke samping untuk mempersilakan Lucas masuk.Lucas menatap te
Sekujur tubuh Ganang langsung gemetaran, tetapi kegembiraan menyelimuti hatinya.Adapun mengenai bagaimana Ardika bisa mengetahui keberadaan lima pembunuh bayaran ini tadi, dia sudah tidak memedulikannya lagi."Ardika, sudah kubilang kamu cari mati, tapi kamu nggak percaya!"Ganang menyilangkan lengann
Tokoh hebat dunia pemerintah dan raja dunia preman, hanya dengan mendengar sebutan kedua sebutan ini saja, bisa membuat orang merasakan sensasi yang sangat berbeda.Setelah mendengar Alvaro adalah keponakan Billy sang raja preman, perasaan gugup langsung menyelimuti hati Luna.Dia sudah menyesali kepu
Begitu Ardika selesai berbicara, seakan-akan tersambar petir, ekspresi Cindi dan yang lainnya langsung berubah menjadi pucat pasi."Ah! Cayenne yang baru saja kubeli! Kalau aku kehilangan pekerjaanku sekarang, bagaimana aku bisa membayar cicilanku?"Dalam sekejap, suara tangisan dan teriakan histeris
Saat berbicara, Filbert seolah-olah menunjukkan dirinya sangat berbesar hati.Dia merasa biarpun Ardika benar-benar sudah menduduki posisi wakil presdir dengan mengandalkan relasi, Ardika tetap harus menjalin hubungan baik dengan mereka yang merupakan karyawan lama baru bisa bertahan di perusahaan.Se







