تسجيل الدخولFitur wajah wanita paruh baya cantik ini ada kemiripan dengan Ellias. Saat ini, dia memasang ekspresi muram, sorot matanya tampak panik.Orang ini tidak lain adalah istri yang lebih muda belasan tahun dari Jemi, ibu kandung Ellias, Lizzie.Ardika melirik sekelompok orang itu, tetapi dia tidak menemukan sosok bayangan Jemi.Lizzie segera berjalan memasuki kerumunan orang-orang itu. Saat dia melihat Jemi yang terjatuh dalam posisi miring di lantai dengan sekujur tubuh berlumuran darah, dan Ardika yang menempatkan kedua tangannya di punggungnya seakan-akan semua ini tidak ada hubungannya dengan dirinya, raut wajah Lizzie langsung berubah menjadi sangat muram."Ada apa, Ellias?""Kenapa kepalamu berdarah lagi? Siapa yang memukuli hidungmu?"Dia langsung berteriak dengan marah, "Siapa yang memukuli putraku? Cepat keluar!""Ibu, cepat tolong aku ...."Melihat ibunya sudah muncul, Ellias berteriak dengan makin bersemangat, "Ardika yang memukulku!""Setelah dia tahu keluarga kita mengadu pada
Di antara kerumunan orang-orang ini, ada pria dan juga wanita. Mereka berbicara dengan logat yang berbeda-beda, kelihatan seperti pengunjung yang memang datang untuk melihat pesona tempat ini.Melihat sudah ada orang yang datang, Ellias kembali berteriak sambil terisak, "Pembunuhan! Ardika mau melakukan pembunuhan! Ahhh! Sakit sekali!""Apa di matamu masih ada hukum? Apa di matamu masih ada Pak Kirbi?""Ardika, apa yang telah kulakukan hingga kamu memperlakukanku seperti ini ...."Harus diakui bahwa tidak heran Ellias adalah orang yang menjalankan perusahaan hiburan. Kemampuan aktingnya memang bagus.Saat berteriak sambil terisak, dia bahkan mengusap-usap tubuhnya dengan sembarang. Tanpa butuh waktu lama, dia sudah terlihat berlumuran darah. Dia membuat dirinya sendiri terlihat makin menyedihkan lagi."Ellias, kamu benar-benar nggak tahu malu!"Melihat orang yang berkerumun makin banyak, Cahdani juga sudah mulai agak panik. Dia langsung melangkah maju dan menegur bocah tak tahu malu it
"Berani-beraninya kamu menyentuh Tuan Muda Ellias! Kamu benar-benar cari mati!""Dengar-dengar kamu adalah seorang menantu benalu, istrimu sangat cantik? Tapi, sayang sekali, setelah kamu mati hari ini, istri cantikmu itu akan menjadi janda.""Oh, nanti biarkan saja kami membantunya, agar dia nggak perlu menjadi janda kesepian.""Haha ...."Belasan orang rekan Ellias itu juga ikut maju, mengepung Ardika dan Cahdani, lalu melontarkan kata-kata arogan di hadapan Ardika.Mereka menunjukkan ekspresi sangat marah, seolah-olah ingin menegakkan keadilan untuk Ellias.Namun, setelah melontarkan kata-kata arogan cukup lama, tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyerang.Melihat pemandangan itu, Ardika mengangkat alisnya, sorot mata meremehkan terlihat di matanya.Orang-orang ini ingin sengaja menyulut emosinya untuk menyerang?Sayang sekali, orang-orang bodoh ini sudah salah target.Dia bukanlah tipe orang yang emosinya mudah disulut.Melihat orang-orang itu makin mendekat, seolah-olah
"Kak Ardika, Harimau Saltim sudah dalam perjalanan mencarimu.""Kamu telah menyiksa Kyoko terlalu parah, dia mengancam kali ini dia pasti akan membunuhmu!"Begitu panggilan telepon terhubung, langsung terdengar suara Akria dari ujung telepon. "Kak Ardika, perlu kuperjelas dulu, ini tetap dendam pribadi antara Harimau Saltim denganmu, nggak ada hubungannya dengan Organisasi Fierchi Tigor dan aku."Ardika tertawa, lalu berkata, "Oh? Harimau Saltim mau membalaskan dendam Kyoko? Dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin, kenapa jadi begitu berperasaan? Apa kamu yakin bukan karena alasan lain?""Kali ini dia benar-benar murni ingin membalaskan dendam Kyoko."Akria berkata, "Aku juga baru tahu, ternyata Kyoko adalah adik kandung Harimau Saltim. Awalnya, dengan mengandalkan Kyoko telah berguru pada master Negara Jepara, kelak ditakdirkan akan menjadi orang kalangan kelas atas Negara Jepara.""Harimau Saltim mengharapkan adiknya ini untuk membantunya membawa keluarga mereka pada kejayaan.""
Thomas juga sudah menerima informasi itu. Dia sangat ingin mencoba, segera menelepon Ardika untuk mengatakan dirinya ingin pergi untuk mencoba melawan Kirbi itu. Namun, permintaannya itu langsung ditolak oleh Ardika.Situasi sepele seperti itu, dia tidak perlu sampai membawa Thomas ke sana.Bagi yang tidak tahu, mungkin malah akan mengira dia takut pada Kirbi.Adapun mengenai Cahdani, Ardika hanya menyuruh pria itu untuk mengendarai mobil, menunjukkan jalan. Dia juga tidak berharap pria itu bisa membantunya."Kak Ardika, sepertinya kali ini Jemi si tua bangka itu sudah bertekad untuk menyingkirkanmu.""Sangat jelas dia sudah mengadu tentangmu pada Tuan Rusel dengan berlebihan. Itulah sebabnya, orang yang sesungguhnya dikirim oleh Aula Hukum kemari bukanlah Lunad, melainkan pemimpin mereka sendiri, yaitu Kirbi.""Biasanya Kirbi nggak menonjolkan diri, aku juga nggak tahu banyak tentangnya. Aku nggak menyangka dia bisa mengalahkan Bu Vita.""Hanya saja, sebagai pemimpin organisasi penega
Hari ini Desi sudah dibuat ketakutan setengah mati oleh gaya bertindak Lesti.Sekarang dia merasa, cara mereka sekeluarga untuk menghadapi Lesti adalah berebut kasih sayang dengan Citra, bukannya malah melawan Lesti mati-matian begitu.Luna mengerutkan keningnya dan berkata, "Apa yang kamu katakan itu benar?"Tentu saja dia tahu jelas apa hubungan Grup Susanto Raya dengan Ardika.Adapun mengenai pihak Kediaman Wali Kota, itu tidak bisa diketahuinya dengan pasti.Namun, pemikirannya juga lebih mengarah pada apa yang dikatakan oleh Desi.Kalau demi memberi Ardika muka, Jace sampai menghentikan proyek bernilai puluhan triliun begitu saja, mungkin itu tidak terlalu memungkinkan.Ardika berkata dengan percaya diri, "Intinya, kamu percaya padaku saja. Pasti ada orang di Grup Hatari yang akan membocorkan informasi padamu. Apa yang terjadi selanjutnya, kamu bisa cari tahu.""Intinya, kamu lakukan dulu sesuai yang kukatakan, hindari wanita tua bangka itu saja."Selesai berbicara, Ardika mengelu







