Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 945 Hugo Kosasih

Share

Bab 945 Hugo Kosasih

Author: Sarjana
Saking ketakutannya, tubuh Jaiden langsung gemetaran. Dia memaksakan seulas senyum dan berkata, "Kak Ujang, apa Kak Ujang tahu identitas orang ini? Dia hanyalah seorang menantu benalu. Kak Ujang nggak perlu mengotori tangan sendiri untuk memberi pelajaran kepada orang sepertinya."

"Karena itulah, aku berpikir untuk memberikan bantuan kepada Kak Ujang ...."

Sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, ucapannya sudah disela oleh teriakan penuh amarah Ujang.

"Dasar sialan! Pergi sana!"

Ujang melay
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adi M AyundaCell
sicantik futari bikin penasaran ae......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3648 Memang Sudah Seharusnya Mulai Curiga

    Wesanto makin penasaran akan hal ini. Dia hanya murni penasaran, bukannya ada orang yang ingin membeli informasi ini."Sebaiknya jangan coba-coba mencari tahu hal-hal yang tidak seharusnya kamu cari tahu. Intinya, bantu aku selidiki apakah Ardika itu berada di Hotel Biston."Lucas juga sudah merasakan adanya bahaya.Hanya saja, mau tak mau dia tetap harus melakukan hal ini. Terlebih lagi, sebagai asisten Alendo, dia sama sekali tidak punya ruang untuk memilih."Oke, aku mengerti. Sepertinya dia masih belum kembali, kamu hanya bisa menunggu di sana lebih awal."Wesanto yang berada di depan komputer, mengetik komputernya sejenak, sudah memperoleh informasi."Aku sudah mengerti."Lucas merasa agak tidak senang, tetapi dia juga tidak mengatakan apa pun."Dan, tolong bayar dulu jasaku. Aku sudah sibuk selama berhari-hari, tapi kalian sama sekali nggak menyebutkan soal itu."Wesanto memanfaatkan kesempatan untuk mendesak agar mereka segera membayar."Jangan khawatir, jasamu itu sudah pasti a

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3647 Pergi ke Luar Negeri Malam Itu Juga

    Alendo memanggil Lucas."Apa sudah ada informasi soal Ardika?"Alendo bertanya dengan tidak sabar, dia selalu merasa ada hal-hal yang sudah terlewatkan.Namun, Lucas malah merasa agak keheranan. Walaupun bosnya memperhatikan hal ini, tetapi juga tidak perlu sampai begitu panik."Aku meminta Wesanto untuk terus mengamati hal ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar baru darinya, seharusnya masih belum ada informasi apa pun.""Bos, apa terjadi sesuatu?"Lucas menanyakan satu kalimat itu."Kemarin Tuan Besar Keluarga Jamando pergi ke luar negeri pada malam itu juga."Satu kalimat yang diucapkan oleh Alendo itu membuat Lucas tersentak.Lucas tahu demi menemukan orang di balik layar itu, Alendo benar-benar sudah menguras pikiran.Dia langsung membeli vas bunga antik dengan mengeluarkan uang banyak untuk menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando. Alhasil, yang diperoleh hanyalah jawaban yang ambigu.Awalnya hari ini masih berencana untuk mengunjungi Tuan Besar Keluarga Jamando itu, teta

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3646 Menjual Aset

    Alendo datang kemari juga karena Keluarga Jamando menjalani bisnis baik legal mau ilegal, jadi dia ingin melihat apakah bisa memperoleh informasi dari keluarga mereka.Namun, siapa sangka informasi yang diperolehnya tetap membuatnya menelan kekecewaan besar."Kamu juga jangan berpikir terlalu banyak. Intinya, hal yang seharusnya kamu lakukan sekarang adalah menjual asetmu. Dengan memiliki sejumlah uang, kamu bisa bangkit lagi di kemudian hari."Alfian mengingatkan dengan tulus."Aku sangat menyukai vas bunga pemberianmu ini. Kalau ke depannya kamu benar-benar butuh bantuan, baru hubungi aku."Boleh dibilang Alfian juga memberikan sebuah janji.Hanya saja, dia benar-benar tidak bisa membantu soal ini.Alendo benar-benar sangat kecewa. Dia kira dengan mengeluarkan uang dalam jumlah besar, setidaknya dia bisa memperoleh sedikit informasi.Namun, dia tidak menyangka yang diperolehnya tetap saja informasi yang ambigu. Namun, yang bisa dipastikan adalah dia benar-benar sudah menyinggung sese

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3645 Sudah Menemui Jalan Buntu

    "Keluarga Siantar agak kacau, tapi seseorang ingin menduduki posisi sebagai kepala keluarga dengan mengandalkan kemampuan, tentu saja harus menguasai sedikit taktik.""Itulah dia. Kalau kalian berani melakukan hal seperti itu, akan kupatahkan kaki kalian."Alfian tidak menyukai karakter orang itu, itulah sebabnya dia bersikap seperti ini.Namun, saat ini vas bunga kesayangannya sudah berada tepat di depan matanya, dia mau atau tidak, benar-benar sulit untuk dia putuskan."Hei, kenapa kamu ini bisa pecundang begitu? Hanya selisih sekitar 20 miliar saja, apa kamu nggak bisa mengeluarkan sedikit uang untuk membelinya, harus membuatku terjebak dalam situasi ragu begini. Kamu memang sengaja."Hanya dengan sekali lihat saja, Alfian sudah tahu apa pemikiran cucunya. Walaupun dia merasa agak enggan, tetapi dia juga tahu ada hal-hal yang tidak bisa dihindari.Hari ini Alendo mengeluarkan uang demi bertemu dengannya. Ada hal-hal yang memang bisa dia ingatkan, tetapi dia juga takut membawa masala

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3644 Alfian

    "Bantu aku bawakan vas bunga ini untuk kakekmu, aku hanya perlu bertemu dengannya sekali."Alendo tidak menuntut apa pun, tetapi dia tahu uang sebesar 180 miliar yang dikeluarkannya ini sepadan. Apa pun yang terjadi, pria itu pasti akan membocorkan sedikit informasi.Belakangan ini, tidak ada yang bersedia membantunya, juga membuatnya mengerti bahwa situasi di dunia ini harus dipertahankan dengan mengandalkan uang."Aku hanya bisa menyampaikan pesanmu. Soal dia terima hadiah ini atau nggak, aku juga nggak berdaya."Hanya ini bantuan yang bisa Jayden berikan."Kamu bisa membantuku membawakannya pada beliau saja sudah cukup. Itu lebih baik daripada aku mencari bantuan orang lain dengan sembarangan."Alendo kelihatan tidak peduli, tetapi sesungguhnya dia sangat yakin akan berhasil.Dia juga tahu Tuan Besar Keluarga Jamando sudah lama menyukai vas bunga antik itu, pasti tidak akan melepaskannya. Kalau begitu, membocorkan sedikit informasi bukanlah apa-apa baginya."Baiklah. Kalau begitu, k

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3643 Sangat Yakin Bisa Mendapatkannya

    "Awalnya film yang kuinvestasikan itu sudah mau tayang, alhasil dihambat orang. Hingga sekarang pun masih nggak bisa tayang, setiap hari merugi.""Selain itu, ada beberapa proyek penggusuran, juga ditahan. Awalnya sudah bisa berjalan dengan normal. Ada hal-hal yang nggak bisa ditunda. Begitu ditunda, maka kerugian yang ditimbulkan sudah sulit untuk dihitung."Alendo juga benar-benar sudah tidak berdaya lagi baru memilih menempuh jalan ini.Dia juga tidak tahu sebenarnya mengapa orang di balik layar itu harus memperlakukannya seperti ini. Hanya saja sekarang dia sudah menemui jalan buntu, dia harus segera memikirkan cara untuk menemukan orang tersebut, lalu bicara secara baik-baik."Hmm, masalahmu memang agak aneh seperti ada orang yang sengaja menargetkanmu. Tapi di Provinsi Aste, keluarga kalian juga boleh dibilang sangat berpengaruh, kenapa bisa jadi semenyedihkan ini?""Tapi, yang anehnya adalah sepertinya mereka nggak berencana untuk menghancurkanmu, hanya sedang mencuri hasil kerj

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 195 Reputasi Hancur dengan Cara Tidak Terhormat

    "Lagi pula, dia sudah berutang 600 miliar. Kalau berutang 200 miliar lagi, juga nggak masalah."Di Vila Cakrawala.Setelah menerima panggilan telepon dari kakeknya, Luna tetap terlihat tenang.Tuan Besar Basagita menuding semua masalah ini bersumber dari Ardika memukul orang, dia juga tidak bisa berkat

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 32 Membangun Kembali Asosiasi Bahan Bangunan

    Ardika tersenyum dan berkata, "Bu, aku mendukungmu, yang penting Ibu senang.""Menantuku memang paling baik. Huh! Kalian nggak bisa dibandingkan dengan Ardika."Setelah mendapat pendukung, Desi langsung merasa senang."Sudahlah, kalau Ibu ingin pamer, lakukan saja," kata Luna dengan tak berdaya. Menden

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 155 Wali Murid dengan Latar Belakang Tidak Biasa

    Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya berumur sekitar empat puluhan tahun dan memakai kacamata memasuki ruangan.Pria itu tidak lain adalah kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Candika, Heri.Begitu memasuki ruangan, dia langsung bertanya, "Riani, ada apa ini?"Riani menceritakan kejadian itu dari a

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 187 Krisis Pemutusan Pinjaman

    Gawat!Begitu mendengar informasi ini, hanya satu kata itu yang tebersit dalam benak seluruh anggota Keluarga Basagita.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Luna segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon seorang kepala bank yang bernama Retno Irawan.Luna sudah bekerja sama beberapa kali dengan Retno.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status