分享

Bukan Teman Baik

last update publish date: 2026-09-10 08:26:05

"Apa maksud ucapan lo tadi? Kenapa bilang kalau temen gua nggak akan bisa jemput?"

Tak ingin mati dalam rasa penasaran, setibanya di kampus, Kanaya langsung menodong Davin dengan pertanyaan tersebut.

"Kenapa tiba-tiba nanya gitu?"

Kanaya memutar bola mata dengan kesal. Ia tak suka basa-basi, terlebih dengan lelaki di hadapannya saat ini.

"Gue penasaran aja. Emang lo kenal sama Mireya?"

Davin tersenyum tipis. "Aku nggak kenal, tapi sedikit banyak tahu tentang dia."

Kanaya mengernyitkan kening. J
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Permintaan Rumi

    "Aku udah tahu semuanya, Ma."Setelah keduanya saling mengurai pelukan dan kemudian duduk berdampingan di kursi usang, di dalam ruang tamu tersebut, Kanaya mulai membuka pembicaraan.Kepalanya masih tertunduk, sesak tak terkira dan seakan tak kuasa jika beradu tatap dengan ibunya. Sekadar tangannya yang begitu erat menggenggam jemari Rumi, yang kini jauh lebih kurus dibanding terakhir kali mereka bertemu."Siapa yang memberitahumu, Nak?" tanya Rumi dengan lirih.Entah bagaimana perasaannya kala itu. Antara lega, terharu, sedih, dan menyesal, bercampur menjadi satu. Membuatnya canggung dan hampir tak mengerti harus melakukan apa.Kanaya pun, detik itu ada di posisi yang sama. Ia tak ingin memberitahukan tentang Diana, tetapi ia juga tak bisa menutupinya dengan kebohongan. Alhasil, Kanaya sekadar diam dengan kepala yang masih setia menunduk.Melihat diamnya Kanaya, Rumi mulai bisa menebak. Pastilah Diana, seseorang di balik ini semua. Hanya dia, satu-satunya orang yang paling paham deng

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Terungkap

    Sudah tiga jam lebih Kanaya menunggu. Lima gelas iced coffee sudah dia pesan, pun sudah dihabiskan. Namun, belum ada tanda-tanda kedatangan Diana di sana.Kanaya mulai was-was. Apa jangan-jangan wanita itu tidak serius dengan pesannya tadi? Atau ... mungkinkah niat itu terlebih dahulu diketahui ibunya?"Ahh!"Kanaya mende-sah panjang. Gelas terakhir sudah tandas dari dua menit lalu. Haruskah ia memesan lagi sekarang? Atau lebih baik ia pulang? Mungkin saja penantian itu memang tidak akan berujung baik."Coba aku tanyain aja deh, dia jadi datang atau nggak," batin Kanaya.Lantas ia nyalakan lagi ponselnya dan kembali membuka pesan dari Diana.Namun, baru saja ia mengetik sedikit pesan, bahkan belum sempat dikirim, seseorang datang memangilnya. Saat Kanaya mendongak, ternyata Diana yang datang."Maaf ya kamu menunggu lama. Tadi setelah sidang, aku masih mengantar Rumi pulang," ucap Diana sembari menatap bekas gelas di hadapan Kanaya.Sebenarnya ia pun tak menyangka gadis itu akan datang

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Pesan Dari Diana

    "Mana papamu?"Satu pertanyaan dingin dan datar meluncur dari bibir Rumi. Alih-alih menanyakan kabar Kanaya, justru hal itulah yang ia tanyakan.Di depannya, Kanaya menatap miris. Dalam pikirannya muncul satu pertanyaan yang begitu mengusik.Sebenci itukah Rumi terhadap dirinya? Sampai-sampai pertemuan mereka saat ini layaknya dua orang asing yang tak ada ikatan apa pun."Papa nggak akan datang, Ma."Rumi mengernyitkan kening. Agak heran dengan jawaban Kanaya, karena yang dia tahu Abi tak pernah setuju dengan perceraian tersebut. Jadi, mana mungkin pria itu tidak datang."Aku yang menerima surat panggilannya, dan aku nggak menyampaikan itu ke Papa. Aku melakukan ini karena tahu Mama sangat mengharapkan perceraian. Aku cuma berniat bantuin Mama," lanjut Kanaya.Rumi sedikit tersentak dengan jawaban barusan. Tak disangka Kanaya akan berbuat sejauh itu untuknya. Namun, Rumi berusaha keras menyembunyikan gestur asli wajahnya. Ia tetap memasang tampang datar agar Kanaya berhenti berharap.

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Bertemu Rumi

    Sudah dua hari berlalu, tetapi surat panggilan sidang untuk ayahnya masih berada di tangan Kanaya. Sedikit pun gadis itu belum mengungkitnya. Bahkan terhadap Davin, ia juga masih bungkam. Entahlah. Kanaya masih betah menyimpannya sendiri.Malam ini, Kanaya yang sedang dilanda bimbang, memutuskan untuk mengirim pesan pada Davin yang kala itu sudah masuk ke kamarnya sendiri.'Kak, udah tidur belum?'Sampai beberapa saat, tak ada balasan darinya. Kanaya sempat mengira mungkin Davin sudah tidur. Namun ternyata, lelaki itu justru datang dan mengetuk pintu kamarnya.Kanaya langsung bangkit dan bergegas membuka pintu, menemui lelaki yang merangkap kakak tiri sekaligus kekasihnya itu."Kamu tadi katanya ngantuk. Kok belum tidur? Kenapa, hmm?" tanya Davin ketika keduanya sudah saling berhadapan di ambang pintu."Nggak tahu, Kak. Pas dibawa rebahan, ngantuknya malah ilang," jawab Kanaya setengah berbohong. Sebenernya, dari awal masuk ke kamar sekitar setengah jam lalu, sedikit pun tak ada rasa

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Surat Panggilan

    Keesokan harinya, seperti biasa Abi ke rumah makan sejak pagi dan akan pulang paling awal menjelang petang. Sementara Davin, dia ada kelas sampai sore. Hanya Kanaya yang siang itu sudah pulang dan berdiam diri di rumah, tanpa teman.Kanaya pun mengurung diri di kamar, mengisi waktu luang yang membosankan dengan membaca komik online. Meski itu bukan hobinya, tetapi daripada diam dan tak melakukan apa-apa, lebih suntuk lagi.Setelah hampir setengah jam berbaring tengkurap sambil menatap layar ponsel, tiba-tiba Kanaya dikejutkan dengan suara bel rumahnya."Siapa yang datang siang-siang gini?" gumam Kanaya sambil bangkit dari posisinya. Lantas, turun dari ranjang dan berjalan ke arah jendela.Ya, alih-alih langsung membukakan pintu, Kanaya justru mengintipnya terlebih dahulu dari dalam kamar.Di bawah sana, tepat di depan pintu gerbang rumahnya, dua pria dengan jas dan setelan formal tampak berdiri menunggu.Kanaya mengernyitkan kening. Dua sosok itu sangat asing. Ia saka sekali tidak men

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Terpaksa Mengalah

    Lewat petang Davin dan Kanaya baru tiba di rumah. Namun, masih aman. Abi pulang setelah satu jam mereka datang. Keduanya sudah membersihkan diri dan sudah menyiapkan makan malam. Jadi, tak ada yang mencurigakan.Kepergian mereka seharian penuh, semua kenangan yang terjadi di pantai pinggiran kota itu, hanya mereka berdua yang tahu. Abi yang sibuk dengan hidupnya, sedikit pun tak mengerti bahwa kini anak gadisnya telah mengenal cinta. Cinta dari seorang lelaki yang ia hadirkan sendiri, yang setiap hari tinggal di bawah atap yang sama."Buruan mandi, Pa. Nanti kita makan malam bareng. Aku udah masak sup ayam jamur, Pa," sambut Kanaya saat melihat ayahnya datang malam itu.Andai perhatiannya tidak terbagi dengan anak dan wanita di luar sana, seharusnya Abi peka dengan sikap Kanaya yang berbeda. Anak gadis yang biasanya tak pernah menyambut jika tidak ada kepentingan, malah terkadang memasang tampang masam, hari itu menyambut dengan senyum hangat. Bahkan, wajahnya tampak berseri-seri.Bod

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status