Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 149. Merasa Diintai

Share

bab 149. Merasa Diintai

last update Huling Na-update: 2025-03-23 22:18:12

Fatimah masuk lagi ke ruangan P3K.

“Saya sudah menawarkan diri untuk menemani Maryam di tempat kosnya. Tapi Maryam tidak mau.” lapor Ningrum pada Fatimah.

“Kenapa?” Fatimah menatap Maryam.

Maryam menjawab, “Saya tidak sakit parah, hanya sakit maag. Sebentar lagi juga sembuh. Biasanya begitu.”

Fatimah menyentuh kening Maryam, lantas bicara, “Kamu itu bukan hanya sakit maag, tapi juga demam. Sebaiknya kamu tidak sendirian. Mending sekarang kamu telepon saja saudara yang bisa diminta bantuan untuk menemani kamu di tempat kos, malam ini. Kalau nggak ada, kamu bisa menginap di rumah saya, atau ditemani sama Ibu Ning, karena barusan Ibu Ning sudah menawarkan diri untuk menemani kamu.”

“Terima kasih Bu. Biarlah saya minta adik saya yang menemani saya.” ujar Maryam.

“Oh, ada adikmu di Bandung? Tinggal di mana?”

“Dia kuliah di UPI, tinggal di dekat kampusnya.”

“Ya sudah kalau begitu. Kamu boleh pakai telepon kantor untuk menghubungi adikmu.” Fatimah teringat bahwa Maryam belum lagi punya pon
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 319. Penyesalan

    Anita dan Zakki bertemu di Australia, saat sama-sama studi setingkat S-1. Anita berasal dari keluarga menengah, kedua orang tuanya adalah pegawai pemerintah dengan jabatan yang cukup tinggi di level kabupaten. Anita mendapat beasiswa untuk kuliah di Australia.Sementara Zakki, kuliah di Australia ibarat pelarian, setelah dia gagal di sekolah kedinasan. Sebuah kasus membuat dirinya dikeluarkan dari kampus kedinasan itu. Kala itu Zakki tidak berani daftar kuliah di kampus dalam negeri, karena takut orang-orang mengenalinya, atau mengetahui kasus yang pernah membelitnya. Kasus itu menjadi pemberitaan besar di media televisi dan koran. Zakki sempat tidak mau kuliah, maunya ngumpet saja di rumahnya.Ketika itu Pak Ardi bicara, “Papa tidak akan mempercayakan perusahaan, pada anak yang tidak lulus dari perguruan tinggi. Papa malu pada rekan bisnis, para pemegang saham, para karyawan, kalau papa membawa anak untuk bekerja di perusahaan, tapi anak papa itu tidak kuliah. Sedangkan karyawan papa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 318. Disuruh Poligami

    Bu Marianne menatap menantunya.“Mungkin kalian harus mulai memikirkan saran dokter, punya anak melalui proses bayi tabung. Kabarnya bahkan proses itu punya peluang dapat anak kembar.”Anita terdiam.“Kamu enggan karena biaya yang mahal?”“Ya, biayanya mahal, dan bagi kami, mungkin peluang keberhasilannya juga sangat kecil, Ma.”“Anaknya teman mama ada yang program bayi tabung, dan berhasil, malah dapat anak kembar laki-laki dan perempaun.”Anita tak bicara.“Kenapa diam? Apakah kondisimu yang bermasalah? Kamu yang sulit hamil, begitu?” desak Bu Marianne, namun tidak dengan nada emosi, “bicara terus terang Nita, apakah sekarang ini memang kondisi rahimmu tidak sehat? Tidak siap untuk hamil lagi? Kalau begitu, mungkin bisa dengan surrogate mother, sewa rahim wanita lain yang bersedia mengandung anak kalian.”“Ma, kenapa dalam pikiran orang tua, jika pasangan sulit punya anak, selalu pihak istri yang dianggap bermasalah rahimnya? Bukankah dulu aku pernah melahirakan Valentina, yang seha

  • Mencintai Seorang Climber   bab 317. Cucu Pertama

    Anita, istri Zakki, memilih untuk kembali ke rumahnya. Tiba di ruang tengah rumahnya, dia duduk bersandar di sofa, mengambil ponsel, mau menelepon suaminya, tapi ternyata nomor Zakki sedang tidak aktif. Anita mengira ponsel Zakki sedang diisi daya.Anita membuka galeri ponselnya, melihat beberapa foto terbaru Zakki yang dikirim lewat chat, foto-foto berlatar belakang pemandangan di pedalaman wilayah timur. Anita menggulirkan gambar-gambar dan foto-foto lama, hingga tiba di foto-foto seorang gadis kecil. Tak seharipun Anita kehilangan memorinya tentang gadis kecil usia 4 tahun itu, putri kandungnya, Valentina.“Anak Bunda yang paling cantik ....” Air mata Anita meluncur ke pipi.Valentina meninggal dua tahun lalu, dengan tidak wajar akibat keracunan yang disengaja. Pelaku sudah dihukum, tapi anak yang pergi tidak akan pernah kembali. Ketika putrinya itu meninggal, Anita dalam kondisi sedang hamil muda anak kedua. Janin itu tidak bisa bertahan.Beberapa bulan setelah kepergian Valentina

  • Mencintai Seorang Climber   bab 316. Dipaksa Check Out

    Sopir itu menyanggupi untuk menemui seorang pria yang bekerja di kantor distrik. Sore hari sopir itu datang lagi ke hotel, bersama seorang pria usia awal 40 tahunan, yang memperkenalkan dirinya sebagai Alom. Pak Ardi mempersilakan sopir itu menunggu di kafe hotel, sambil minum kopi dan makan kudapan sore. Sementara Pak Ardi berbincang dengan pria bernama Alom itu.Pak Ardi menceritakan tentang putranya yang disandera oleh kelompok separatis. Alom teringat pada rekaman video yang dikirim padanya, untuk disampaikan kepada aparat.“Begini, saya minta tolong sampaikan kepada kelompok itu, bahwa saya mau anak saya dibebaskan secara damai. Akan ada uang damai yang bisa disepakati berapa jumlahnya, bagaimana cara pengirimannya. Yang penting anak saya bisa kembali pada keluarganya, dalam kondisi selamat. Saya takut sekali kalau sampai ada kontak senjata antara kelompok itu dengan aparat, dan malah mengancam keselamatan para sandera.”Alom manggut-manggut. “Iya Pak, nanti saya sampaikan. Tapi

  • Mencintai Seorang Climber   bab 315. Masih Ingin Menebus Sandera

    Aparat menyarankan agar Pak Ardi sekeluarga segera kembali ke Bandung, dan menunggu kabar dari tempat tinggalnya saja.“Segala urusan pembebasan sandera, adalah tanggung jawab aparat negara. Keluarga para sandera tidak perlu melakukan negosiasi apapun dengan kelompok separatis, cukup menunggu di rumah saja.”Pak Ardi manggut-manggut. Sore hari Pak Ardi sudah tidak dirawat lagi di rumah sakit, dia dan keluarganya serta para pengacaranya menginap di sebuah hotel.Pak Ardi bicara pada istrinya, “Mama bisa pulang ke Bandung dengan para pengacara. Biar Zakki di sini temani papa.”Zakki menatap papanya, “Memangnya Papa mau ngapain lagi?”“Papa mau ke pedalaman, mencari peluang untuk membebasakan Marco. Kamu antar papa naik pesawat kecil ke pedalaman.”Zakki menghela napas berat. “Pa, bukankah urusan pembebasan sandera itu adalah urusan aparat? Waktu kemarin Pak Komandan sudah bilang begitu, artinya bahwa kita sebagai warga sipil nggak bisa ikut campur sama urusan itu, walau yang disandera a

  • Mencintai Seorang Climber   bab 314. Minta Tukar Tawanan

    Kabar yang dibawa oleh aparat ke hadapan keluarga Wiratama, sungguh meruntuhkan harapan mereka.“Komplotan penculik Marco sudah berhasil ditangkap oleh aparat di pedalaman. Memang benar seperti dugaan keluarga Anda, bahwa penculikan Marco didalangi oleh rekan kerjanya sendiri, yaitu Vino, dia juga sudah ditangkap.”Lebih lanjut aparat mengatakan bahwa Vino tidak bisa mengelak, karena terpantau dia yang bertransaksi dengan para penculik. Vino menyebut nama Wandi sebagai orang yang pertama kali punya ide untuk menculik Marco, membuat skenario penculikan seolah dilakukan oleh kelompok separatis. Kemudian meminta tebusan kepada keluarganya. Alasannya, karena sedari awal Wandi sudah tahu jika Marco adalah anak orang kaya. Vino tahu dari Wandi tentang fakta itu.Aparat sudah mengamankan Wandi di Makassar, tapi dia mengelak, berlagak tidak tahu apa-apa soal rencana penculikan itu. Wandi mengatakan bahwa dia sendiri yang melapor ke aparat, saat awal kantor hilang kontak dengan Marco. Jadi man

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status