Share

bab 80. Poligami

Penulis: Yanti Soeparmo
last update Tanggal publikasi: 2025-01-28 21:50:08

Pagi itu Maryam masih berada di rumah Wati, mengobrol.

“Maryam, kamu benar-benar nggak mau lagi kembali sama Marco?”

“Kalau aku kembali sama dia, berarti aku merebut suami dari wanita lain! Aku nggak mau disebut pelakor. Aku dari keluarga miskin, minimal aku masih punya harkat dan martabat sebagai wanita, walau nggak punya harta. Kalau sampai aku jadi pelakor, kayaknya aku ini sudah nggak punya apa-apa lagi. Pelakor itu kayaknya sudah dianggap sebagai kasta paling rendah dari seorang wanita.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mencintai Seorang Climber   bab 363. Chat yang Bikin Bahagia

    Marco pulang terlambat lagi, sudah hampir pukul sebelas malam. Maryam tidak mau pura-pura tidur, dia menunggu dengan duduk di sofa dalam kamar, sambil menonton TV.“Kok, pulang malam banget sih, Bang?”“Tadi jemput anaknya kuncen dari rumah sakit, aku antar pulang ke kampungnya. Aku kan, tadi pagi sudah bilang padamu.”“Iya, tapi kamu pulangnya malam banget. Perasaan rumah kuncen itu di Kabupaten Bandung, tapi enggak terlalu di pelosok.”“Waktu aku mau pulang, ada pohon tumbang di perbatasan masuk ke Kota Bandung, separuh jalan ketutup batang pohon. Jalan jadi macet. Aku mau cari jalan alternatif, sudah sulit karena mobilku terlanjur terjebak macet. Akhirnya menunggu antrian yang diatur Polantas. Karena jalannya yang bisa dilewati hanya separuh, jadi kendaraan dari dua arah gantian lewat di jalan itu. Makanya jadi lama.”Maryam tidak banyak tanya lagi soal pulang terlambat itu, dia berusaha untuk percaya.“Abang sudah makan?”“Sudah. Aku mau ke kamar mandi dulu.”Setelah mencuci muka,

  • Mencintai Seorang Climber   bab 362. Siap Jadi Pelakor

    Pagi itu Maryam menyiapkan bekal untuk Marco. Sejak kemarin Maryam sudah membuat rolade daging sapi cincang, sudah disimpan di lemari es. Pagi ini Maryam kembali mengukus rolade itu. Setelah agak dingin, memotong-motongnya, dimasukkan ke lunc box. Marco doyan makan rolade buatan Maryam, pakai nasi ataupun tanpa nasi.Ketika Maryam kembali ke ruang makan untuk meletakkan lunc box ke dalam tas kerja Marco, dia mendengar Marco sedang berbincang dengan mamanya. Ada beberapa kalimat yang terdengar oleh Maryam.“Bagaimana kalau keluarganya nanti datang ke rumah itu, untuk mencari Maisaroh, sambil mencari sembako juga?”“Sudah aman pokoknya.”“Memangnya keluarganya enggak tahu kalau Maisaroh pindah ke situ?”“Sudah Mama bilang sama dia, jangan menerima tamu, kecuali kita.” Kita yang dimaksud oleh Bu Marianne adalah dirinya dan Zakki. Namun Maryam memahaminya secara berbeda.Beres sarapan, Marco pergi ke kamar. Maryam juga masuk kamar, melihat suaminya masuk ke kamar mandi untuk menggosok gig

  • Mencintai Seorang Climber   bab 361. Diajak Pindah

    Tiba di butiknya, Bu Marianne tidak segera masuk ke ruang kerja, dia menuju sebuah bangunan rumah di belakang butiknya. Rumah itu adalah property miliknya, biasa dijadikan tempat menginap para penjahit jika mereka harus lembur. Sekarang di rumah itu tidak ada penjahit ataupun pegawai butik yang sedang menginap, hanya ada seorang wanita separuh baya yang biasa beres-beres rumah itu. Wanita itu biasa dipanggil Bi Sumi.“Bi, kalau nanti ada wanita menginap di sini, dengan dua bayi, tolong bantu siapkan kamarnya, ya?”“Memangnya siapa, Bu?”“Ada kerabat jauh dari kampung, mau nginap di sini.”Pada awalnya, pengasuhan Calvin diserahkan kepada seorang wanita bernama Sinta, yang merupakan adik kandung Ridan. Sinta juga punya bayi yang usianya sudah 6 bulan. Baru sehari Sinta mengasuh Calvin, Zakki menjenguk ke rumahnya. Zakki merasa perlu untuk melihat kondisi rumah Sinta. Ternyata suami Sinta perokok berat, sering merokok di dalam rumahnya, tanpa memikirkan bayi yang ada di dalam rumah. Zak

  • Mencintai Seorang Climber   bab 360. Urus Saja Istrimu!

    Keesokan pagi, selesai mandi, Marco melihat Maryam masih duduk di sajadah, sedang baca kitab suci.“Ayo sarapan!”“Nanti saja, mau selesaikan satu juz lagi.” jawab Maryam.Biasanya Maryam tidak menolak jika diajak sarapan. Kalaupun dia sedang mual dan belum mau makan, dia akan tetap duduk di ruang makan, menemani suami yang sarapan. Namun pagi ini pikiran Maryam digelayuti prasangka buruk terhadap suami, membuatnya malas menemani suaminya sarapan.Pikir Maryam, “Dia pasti hanya basa-basi mengajak sarapan, padahal mungkin sebenarnya dia sudah bosan melihat aku. Buktinya tadi malam dia memilih tidur di sofa. Mungkin dia sudah mati rasa sama aku? Karena dia kecewa, aku tidak bisa melahirkan bayi yang hidup.” Air matanya mengalir lagi.Di ruang makan, Marco melihat mamanya sedang melihat sesuatu pada tab. Marco berdiri di belakang mamanya, penasaran dengan hal yang lagi dilihat oleh mamanya. Ternyata acara peragaan busana.“Ma, peragaan busananya sudah kelar?”“Sudah.” gumam Bu Marianne s

  • Mencintai Seorang Climber   bab 359. Prasangka Buruk

    Isi pesan dari kuncen makam:(Anak saya kecelakaan, saya ke RSUD. Mungkin hari lain saja Den Marco ke rumah saya.)Marco teringat bahwa sore itu dia akan datang ke rumah kuncen, untuk membicarakan sesuatu. Sekarang kuncen itu sedang mengurus anaknya yang dirawat di RSUD karena kecelakaan lalu lintas. Marco membalas SMS itu, menanyakan lokasi RSUD. Telah lama kuncen itu bekerja untuk keluarga besarnya, jadi akan lebih baik jika ada keluarga Wiratama yang bergegas menjenguk ketika kuncen itu sedang mendapat musibah.Bengkel tutup pukul delapan malam. Marco segera memacu motornya menuju RSUD. Dia sudah mengirim chat kepada Maryam, bilang akan pulang telat karena menjenguk pegawai yang masuk IGD di RSUD.Di rumah sakit itu Marco bertemu dengan kuncen beserta istrinya. Anak mereka sudah ditangani oleh dokter jaga di bangsal IGD. Kuncen bertutur bahwa anaknya baru mulai kuliah. Dia dalam perjalanan pulang dari kampusnya dengan mengendarai motor. Di sebuah ruas jalan, ada mobil berhenti di t

  • Mencintai Seorang Climber   bab 358. Mau Menipu?

    Marco masih duduk di kursi tamu kantornya, menghadapi Maisaroh, wanita muda yang mengaku sebagai ibu susu untuk bayinya Zakki.Maisaroh berujar, “Saya enggak punya rekening. Tapi setelah melihat kelakuan mertua dan ipar-ipar yang tega mengambil sembako dari rumah saya, akhirnya saya kepikiran untuk menaruh uang di bank. Uang itu pemberian dari ibunya Pak Zakki, saya takut suatu saat ipar datang lagi dan merampas uang saya. Makanya saya bawa uang itu, mau pergi ke bank. Tapi di bus, dompet saya hilang, mungkin dicopet, karena tas saya robek kayak yang kena sayat cutter.”“Teteh datang ke sini niatnya ingin minta ganti rugi?”“Bukan begitu Pak ... tadinya saya kira, bakal ketemu dengan Pak Zakki.”“Kalau ketemu Pak Zakki, memangnya Teteh mau apa?”“Saya mau tanya sama Pak Zakki, apakah Calvin mau lanjut dirawat sama saya? Kalau masih lanjut, saya butuh biaya, karena bahan makanan tidak ada, uang juga hilang.”“Nama bayi itu Calvin?”Maisaroh mengangguk. Marco menatap wanita muda itu, be

  • Mencintai Seorang Climber   bab 352. Salah Nama?

    Marco mendengar papanya dan Zakki sedang membicarakan istri muda Zakki, yang baru melahirkan. Zakki bilang bayinya ada bersama istri mudanya itu. Marco merasa hal itu bukan urusannya, dan jika dirinya nimbrung, mungkin Zakki bakal merasa malu, atau kikuk. Marco memilih tidak segera masuk ke ruang k

  • Mencintai Seorang Climber   bab 350. Pulih Sama-Sama

    Anita menatap suaminya, senyum tipis mengembang di bibirnya. “Apa iya, Maryam bisa menggeser posisiku sebagai menantu utama? Sedangkan untuk urusan anak saja, Mama bersedia sekongkol dengan kita untuk mengambil bayinya Maryam.”Zakki menjawab, “Ssst, sudahlah. Bayi itu milik kita, secara hukum dia

  • Mencintai Seorang Climber   bab 349. Calvin

    Pagi hari, usai sarapan, Marco mengatakan niatnya untuk menjemput Maryam di Cirebon.Mamanya berujar, “Kamu baru saja menempuh perjalanan jauh dengan pesawat, mama kira kamu masih perlu istirahat selama beberapa hari. Nanti kalau badanmu sudah enggak pegal-pegal lagi, boleh kamu pergi jemput Maryam

  • Mencintai Seorang Climber   bab 348. Kepulangan

    Zakki dan Anita merasa khawatir akan kepulangan Marco. Mereka mendiskusikan bagaimana cara menghindarkan bayi mereka supaya tidak dilihat oleh Marco dan Maryam.Zakki bicara, “Kita punya keluarga besar. Kalau setahu mereka kita punya bayi, maka kita mesti perlihatkan bayi itu ke hadapan keluarga, a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status