Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 79. Permintaan Marco

Share

bab 79. Permintaan Marco

last update publish date: 2025-01-28 21:40:13

Maryam membuka pintu kamarnya, menyapukan debu dari dalam kamar, lalu sekalian menyapu teras. Setelah itu kamar dipel. Kegiatan rutinnya setiap pukul enam pagi, setelah mencuci pakaian.

Namun, pagi itu dia tertegun, saat baru saja selesai mengepel kamar, dia melihat Marco berjalan di koridor antara kamar-kamar kos, memasuki teras bagian belakang rumah kos itu. Kamar Maryam ada di bagian belakang, dekat dengan tempat menjemur pakaian. Maryam yang sedang ada di teras kamar, tidak bisa menghindar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintai Seorang Climber   bab 388. Klinik Bersalin

    Bimo sang detektif swasta berada di rumah dan sedang berbincang dengan istrinya. Bimo menceritakan soal pencariannya terhadap seorang wanita bernama Humaira, yang kemungkinan melahirkan di Klinik Bersalin Harapan Ummi. Masalahnya, peristiwa melahirkan itu terjadi sekitar tiga bulan lalu. Bimo belum menemukan cara untuk menyelidiki hal itu.Istri Bimo bernama Titin, dia pergi ke kamar, mengambil ponselnya. Dia membuka grup WA Alumni dari sebuah akademi keperawatan tempatnya menuntut ilmu.“Ada satu alumni yang kerja sebagai perawat di klinik bersalin itu. Namanya Astuti, aku kenal dia.” Titin menatap suaminya, “urusan istri kedua itu, biar aku yang menyelidiki, ya?”Bimo berpikir sejenak. “Baiklah. Kita akan membuktikan, apakah benar istri muda Zakki melahirkan di Klinik Bersalin Harapan Ummi?”“Kalau sudah ada buktinya, terus gimana?”Bimo menyeringai, “Kita akan melihat, siapa yang bohongnya paling besar!”***Keesokan harinya, menjelang siang, Bimo memesan taksi, bersama istri dan k

  • Mencintai Seorang Climber   bab 387. Mencari Istri Kedua

    Bimo terlibat percakapan dengan Bi Inah, tentang Maisaroh yang menyusui bayi dari istri mudanya Zakki. Bimo mengira, Maisaroh sudah banyak mengobrol dengan Bi Inah, ketika sedang berada di mess, dalam pengawasan Bi Inah.Bimo bertanya, “Kalau enggak kenal, bagaimana Maisaroh bisa menyusui bayi dari wanita lain?”Bi Inah menjelaskan sesuai yang dia ketahui, “Kata Saroh, mulanya suaminya kerja renovasi bangunan bengkel punya Den Zakki. Suaminya Saroh mendengar Den Zakki menelepon seseorang, mencari ibu susu buat bayinya. Suami Maisaroh memberanikan diri menawarkan istrinya untuk menyusui bayi itu. Ternyata Den Zakki setuju.”“Jadi Maisaroh dikasi bayi dari Den Zakki?”“Enggak begitu, Pak. Kata Maisaroh, dia dan suaminya disuruh datang ke sebuah klinik bersalin di Kabupaten Bandung.”“Klinik apa?”“Katanya nama klinik itu “Harapan Ummi”. Di sana, bayi itu diserahkan sama perawat, ke tangan Maisaroh dan suaminya. Begitu ceritanya.”“Oooh, jadi mungkin istri kedua Den Zakki melahirkan di k

  • Mencintai Seorang Climber   bab 386. Info Tentang Ibu Susu

    Bimo sebenarnyan pesimis jika pemilik warung yang pernah mengobrol dengannya itu, akan menghubungi nomornya. Dia pikir pemilik warung itu hanya berbasa-basi mengobrol dengannya dan memperlihatkan rasa simpati. Namun ternyata pada pukul delapan malam, pemilik warung itu menghubungi nomor Bimo melalui chat.(Ini nomornya bapak yang tadi siang mampir ke warung saya, mau mencari kerabatnya Bi Inah?)Bimo : Iya, benar. Ada kabar baik, Bu?”(Bapak masih mencari ibu susu untuk bayi?)Bimo : Masih.(saya sudah ngomong sama Bi Inah. Kalau bisa, Bapak datang ke warung saya, Bi Inah mau ketemu dengan Bapak.)Bimo : Apakah sekarang warung Ibu masih buka?”(Warung saya tutup jam sepuluh malam.)Bimo yang sudah ada di rumah, segera memacu motornya menuju kawasan Dago, tapi di bagian pemukiman padat kelas menengah ke bawah. Bimo memarkir motor di depan warung sembako yang tadi siang disambanginya. Ternyata di dalam sudah ada seorang wanita usia separuh abad.“Ini Bi Inah.” ucap pemilik warung.“Nama

  • Mencintai Seorang Climber   bab 385. Mencari Ibu Susu

    Bimo, mantan polisi yang jadi detektif swasta, sudah mendapatkan nomor ponsel Ridan, suami Maisaroh. Nomor itu didapat dari tetangga Ridan. Kesaksian Ridan tentang bayi itu sangat penting. Bimo ingin tahu, siapa yang menitipkan bayi itu kepada istri Ridan? Bimo yakin, hanya Ridan yang tahu siapa orang itu, sedangkan istrinya hanya dititipi bayi, yang diberikan oleh suaminya. Bimo menghubungi nomor Ridan, tapi nomor itu tidak aktif. Entah ponsel Ridan dimatikan, atau posisi Ridan sedang berada di daerah yang tidak ada sinyal telepon.Akhirnya Bimo berjalan ke luar dari kafe. Seorang juru parkir mendekatinya. Sebenarnya juru parkir itulah yang sedang ditunggu oleh Bimo.“Kang, sudah lama kerja parkir di sini?” tanya Bimo.“Sudah Pak.”“Tahu atuh soal butik di seberang itu?”“Oh, itu butik punya Ibu Marianne. Ada apa, Pak? Mau belanja di sana, tapi isin?” juru parkir itu menyeringai, “di sana memang jualannya baju perempuan, tapi enggak apa-apa kalau laki-laki mau belanja sendirian, tanp

  • Mencintai Seorang Climber   bab 384. Mencari Bayi

    Bimo masih berbincang dengan seorang wanita yang merupakan tetangga Maisaroh. Bimo berusaha mencari tahu nomor telepon Maisaroh, ataupun suaminya.Bimo berujar, “Begini, nasabah bank memang mencatatkan nomor telepon pada datanya, tapi nomornya Ibu Maisaroh dan suaminya ternyata tidak aktif. Makanya saya ke sini, karena nomor mereka tidak bisa dihubungi. Saya pengin tahu, mereka serius atau tidak, soal pinjaman itu.”Bimo melihat seorang anak laki-laki usia sekitar 10 tahunan, memakai seragam SD, datang ke rumah tetangga Maisaroh, lantas duduk di bale-bale bambu depan rumah itu sembari melepas sepatu dan kaus kakinya.“Ini putra Ibu?” tanya Bimo.“Iya, anak sulung saya.”“Mah, buku tulis sudah penuh, mau beli lagi.” ucap anak itu.“Uang mamah barusan sudah dipakai buat belanja. Nanti tunggu bapak pulang, mudah-mudahan banyak penumpang.”Mendengar obrolan ibu dan anak itu, hati Pak Bimo meleleh. Hanya sekadar buku tulis, wanita itu ternyata tidak punya uang untuk membelinya. Anaknya har

  • Mencintai Seorang Climber   bab 383. Istri yang Cemburu

    Marco mengambil kertas hasil tes DNA yang masih dipegang oleh Maryam. Dia melipat kertas itu, dimasukkan lagi ke dalam tas kerjanya.Maryam masih terus bertanya, “Kenapa Abang melakukan tes DNA pada seorang bayi? Siapa wanita yang melahirkan bayi itu? Abang menjalin hubungan dengan wanita lain?”Marco menjawab, “Sekarang kamu pikirkan pakai logika!” Marco menyentuh pelipis Maryam. “Kalau misalnya aku punya hubungan pribadi dengan wanita lain, dan saat ini ada bayi yang lahir, coba kamu hitung mundur selama ... sembilan bulan, sampai setahun deh!”“Buat apa?” Maryam cemberut.“Coba saja hitung mundur, kamu tahu ada di mana aku pada saat sembilan bulan lalu.”“Ada di Makassar.”“Pada saat itu, dengan siapa aku hidup di Makassar?”“Dengan aku .... ““Lantas kalau aku hidup denganmu, siapa yang bakal hamil anakku?”Maryam masih cemberut. “Tapi waktu itu Abang kan, sering bepergian ke banyak tempat, sampai beberapa hari enggak pulang.”“Terus kenapa pada saat itu kamu enggak cemburu? Padah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 328. Bantuan yang Tidak Diharapkan

    Maryam masih bicara lewat telepon dengan emaknya. Hanya saja dia tidak bisa mengungkapkan bahwa sebenarnya dia sangat butuh kehadiran emaknya, menjelang kelahiran anaknya.“Benar kamu baik-baik aja, Nok?”“Iya Mak.”“Ya sudah atuh, emak lebih tenang kalau kamu di sana banyak yang memperhatikan. Ema

  • Mencintai Seorang Climber   bab 327. Tentang Istri Muda

    Anita mengajak Maryam ke sebuah rumah makan, yang ada tempat makan berupa pondok di tengah kolam ikan. Merasa hanya berdua di situ, tak akan ada yang mendengar, Anita mencurahkan isi hatinya tentang suaminya. Anita bilang kalau Zakki telah menikah lagi secara siri dengan seorang janda, demi untuk m

  • Mencintai Seorang Climber   bab 326. Kawin Kontrak

    Zakki pulang ke rumahnya, dan bicara dengan Anita tentang anaknya Maryam yang sebentar lagi bakal lahir. Mereka mesti menyamakan persepsi dulu, jika nanti bayi itu sudah bersama mereka, apa yang akan mereka katakan pada kerabat yang bertanya.“Anak hasil program bayi tabung. Yang hamil ibu penggant

  • Mencintai Seorang Climber   bab 325. Menguji Mertua

    Bu Marianne bicara dengan putra sulungnya, tentang keinginan Anita untuk mengambil anak dari Marco dan Maryam sebagai anak kandungnya.Zakki bicara, “Ya Ma, Anita memang tidak mau anak orang lain, Anita maunya anak dari keturunan Wiratama. Masalahnya tidak ada dari keluarga besar Wiratama yang keku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status