Share

Bab 165

Author: Naiynana
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-28 12:49:38

MC kembali berbicara, mengajak hadirin Bersiap menyambut bintang hari itu. Semua kepala serempak menoleh. Kalea muncul di ujung venue dengan ditemani Ginna dan seorang keponakan Ling Ling.

Kalea menatap semua orang dengan gugup. Saking gugupnya, ia sampai mencengkram buket bunga lily di tangannya dengan begitu kuat.

“Santai, Leaaa! Anggap saja mereka pohon kelapa semua.” Ginna berbisik demi melihat buku-buku jari Kalea yang memutih saking kuatnya memegangi buket bunga.

Mendengar itu, Kalea meng
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (8)
goodnovel comment avatar
Ati Husni
makasih kk naiy upnya, sehat2, bahagia dan sukses slaluu
goodnovel comment avatar
Rosyani Rini
Sarah mulai melek kayak nya...
goodnovel comment avatar
Emi izzah
ditambah itu bukan anak kandung Elias yg dikandung markisa, haha..akan ku tunggu karmamu dan kehancuranmu
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 278

    Hamish menemukan Arsen dan Nathan tengah duduk-duduk di bangku di tepi jalan yang sepi. Nathan menangis tersedu-sedu dengan Arsen yang merangkul bahunya.Pria itu langsung turun dan menghampiri keduanya. Menatap kakak beradik itu berganti-gantian.“Ya Tuhan,” ucap Hamish. Berkacak pinggang sambil berdecak. Iba. Melihat anak-anak harus terlantar di tepi jalan malam buta. Padahal keduanya masih punya orang tua lengkap.“Om,” sapa Arsen, lalu menyikut adiknya agar ikut menyapa.“Kalian tak apa?” tanya Hamish.Arsen pun menggeleng. Sementara Nathan masih sesenggukan.Anak itu masih ketakutan. Selain itu, dia sangat sedih karena harus terdampar di jalanan padahal matanya sangat ngantuk.“Masuklah ke mobil. Pulang ke rumahku,” ucap Hamish.Arsen mengangguk, lalu mengajak Nathan untuk mengikuti Hamish.“Sementara, tinggallah di rumahku. Nanti akan kuminta orang tuamu datang menjemput,” sambung Hamish.Arsen mengangguk dan berterima kasih.“Apa orang tuamu masih tak bisa dihubungi sama sekali?

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 277

    “Nat, ayo kemas baju-bajumu,” bisik Arsen pada Nathan, adik lelakinya.“Kita mau kemana, Bang?”“Kita pergi ke rumah teman abang. Ayo!”Setelah menelepon Wiliiam, Arsen bergegas memasukkan beberapa barang dan buku-buku ke dalam ransel besar. Dan kini, ia membantu sang adik untuk turut bersiap-siap.“Apa Papa nanti tak akan marah kita pergi, Bang?”“Persetan dengan dia! Kita tersiksa kita mati pun dia tak akan peduli! Yang dipedulikannya hanya karier dia saja. Kalau dia peduli, aku baru pulang dari rumah sakit pun tak akan ditelantarkan. Dia juga tak akan memecat semua ART di rumah. Kita dipaksa hidup sendiri. Dasar brengsek!” Arsen terengah-engah saat mengeluarkan semua unek-unek tentang ayahnya.“Tak perlu bawa banyak-banyak. Yang penting malam ini kita pergi dari sini dulu!” Arsen segera menyuruh adiknya memakai ransel sendiri. Kemudian, ia membawa adiknya keluar dari kamar.Keduanya berjalan cepat, mengendap-endap. Menuruni tangga menuju lantai satu rumah dengan setengah berlari, t

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 276

    Suara berdesing gergaji mesin memenuhi seantero rumah Hamish. Semua orang menahan napas, menunggu detik-detik pria itu hendak memotong daun pintu. Termasuk Kalea yang menatap suaminya dengan rasa cemas.Kalea hanya bisa membiarkan. Jika sudah mode seperti itu, Hamish tak bisa diganggu gugat lagi. Jika sudah berkehendak dengan yakin, maka dia akan melakukannya tanpa tapi.Ia hanya berharap Shaynala baik-baik saja di dalam sana dan hubungan ayah serta anak itu bisa segera kembali membaik.Hamish mulai mengarahkan ujung gergaji ke pintu. Pikirannya sudah kemana-mana. Tak tenang. Dia tak punya pilihan lain selain membuka paksa pintu demi memastikan kondisi putrinya baik-baik saja.Dan saat ujung mata gergaji tinggal seinci lagi menyentuh daun pintu, di saat itu pula suara kunci terdengar diputar. Tak lama, daun pun menguak terbuka.Shaynala muncul dengan wajah pucat juga kuyu. Kedua bahunya jatuh dengan sorot mata yang hampa.“Nalaaa!” William berseru begitu juga Kalea.Sementara Hamish,

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 275

    “Mau kemana, Will?” Stephen baru saja pulang dari rumah lewat tengah malam. Dan ia terkejut melihat William yang memakai ransel seperti hendak pergi ke suatu tempat.“Aku mau ke rumah Nala,” jawab William sambil membetulkan kacamatanya.“Ke rumah Nala? Jam segini? Ini sudah sangat larut. Sudah lewat tengah malam, Will.” Stephen menunjuk arlojinya.“Ya. Aku tahu. Tapi aku gak bisa tidur. Aku kepikiran Nala terus. Dia kayak menghilang. Tak pernah ada kabar apa pun. Semua sosmednya non aktif. Nomornya juga. Aku gak bisa menghubunginya. Aku mau lihat keadaannya. Takut dia kenapa-kenapa.”“Iya. Tapi, gak tengah malam juga. Nanti gak ada yang bukain pintu juga buatmu. Papinya juga pasti ngomel kalo kamu main jam segini.”“Aku gak bisa nunggu sampai besok, Pa. Aku khawatir. Lagipula kan belum dicoba. Siapa tahu Papi Hamish tiba-tiba kasih izin.”Stephen menghela napas dan pada akhirnya tak bisa mencegah keinginan putranya. Ia biarkan William pergi. Toh, rumah mereka pun masih satu Kawasan.W

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 274

    Gwen berteriak-teriak. Wanita itu naik dari sungai ke darat. Berjalan cepat, membawa tubuhnya yang kuyup dengan rambut sebagian sudah terbakar. Wanita itu mengepalkan tangan. Ada amarah, juga cemas dalam yang menggelegak dalam dadanya.Mbah Ageng menatap Gwen yang berjalan ke arahnya. Rambut dan sekujur tubuhnya meneteskan air sungai. Dan seketika pria tua itu seperti baru tersadar akan sesuatu yang penting. Dia pun langsung menyongsong Gwen dengan kedua tangan terulur.“Mbah! Bagaimana ini? Apa ini masih bisa diulang? Ritual saya hancur!” Gwen menjerit-jerit, lalu menangis tersedu.“Bagaimana nasib saya sekarang! Bagaimanaaa!” jeritnya lagi. Menangis semakin kencang.“Pergilah. Pergi keluar pulau sebelum fajar datang.” Mbah Ageng memegang bahu Gwen yang gemetar.“Pergi sekarang juga.” Mbah Ageng berkata dengan sungguh-sungguh.Gwen menatap Mbah Ageng dengan nanar penuh air mata.“Apa? Keluar pulau? Sekarang juga?”“Iya. Mbah sudah bilang padamu, konsekuensinya berat. Perjanjian sudah

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 273

    “Heh! Jangan macam-macam kamu, ya!” Leo berteriak seraya mengacungkan bilah kayu di tangannya. Tak peduli meski tubuhnya masih bergulingan di tanah yang menurun.“Jangan macam-macam sama istriku!” Leo kembali berteriak-teriak. Pria itu susah payah berusaha bangkit berdiri.“Papaaa!” Ling Ling menatap Leo dengan rasa cinta yang kembali menyala. Hatinya tersentuh. Leo terlihat gagah. Keren. Begitu berani demi membela dirinya.Mbah Ageng kini beralih mengacungkan pisaunya pada Leo. Pria dengan baju serba hitam itu mulai kuda-kuda. Waspada. Bersiap menyerang Leo.Leo tak gentar. Pria itu maju sambil mengayunkan bilah kayu di tangannya tinggi-tinggi.“HIyaaaaahh!” Leo berteriak dan ….KREKK!Leo tiba-tiba melotot, terdiam, mematung.“Adduuuuuuuhhh!” Pria itu tiba-tiba berteriak, mengaduh kesakitan. Pinggangnya keseleo sampai berbunyi.Kayu di tangannya pun terlepas dan berganti sibuk memegangi pinggangnya yang kesakitan.“Aiyaaa! Papa! Papanya Steveee! Haduuuhh!” Ling Ling langsung panik.

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 60

    Kalea tercenung, sendirian di kursi teras kedai kopinya. Malam sudah mulai larut dan ia masih di sana.Perutnya yang semula lapar perlahan terlupakan. Ia masih memikirkan penawaran Elias.“Sepertinya, hubunganmu dan Hamish tak sesederhana antara pelayan dan tuannya. Benar begitu? Dan saya merasa ka

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 34

    “Ah, baru datang? Kemana saja? Aku menghubungimu dari siang. Aku mau izin visit Kalea tadi.” Stephen segera meletakkan piring di nakas.Hamish diam saja. Pria itu menatap bergantian Kalea juga Stephen.“Kamu habis apa, Bro? Kenapa bajumu merah-merah? Apa ….” Stephen membelalak dan segera bangkit be

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 37

    Sudah hampir tengah malam. Hamish masih berkeliling dengan mobilnya. Sendirian, tanpa tujuan jelas.Bar? Eksekutif klub? Atau kehidupan malam lainnya, kini sudah tak menarik lagi. Tak ada tempat pelarian yang pas saat ini untuknya. Ia butuh tenang, ia butuh pikiran waras.“Kenapa? Kenapa aku terje

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 26

    “Bobby?” Kalea terkejut melihat kemunculan Bobby. Dan ia senang karena melihat pemuda itu tersenyum ramah padanya. Tandanya, insiden pesan balasan Hamish sudah benar-benar termaafkan.Di sisi Kalea, Hamish berdecak. Menatap malas Bobby yang hari ini diakuinya tampil lebih rapi. Pemuda itu memakai s

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status