Share

Bab 223

Author: Naiynana
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-09 15:27:26

Kalea berdiri berhadapan dengan Ginna. Keduanya saling tatap sebelum akhirnya tertawa bersama-sama.

Perut keduanya sudah besar, terutama Kalea karena terpaut empat minggu. Dan dengan sadar, mereka saling menempelkan perut satu sama lain.

“Bukankah ini ajaib? Mungkin saja sebenarnya, kita saling menunggu agar bisa hamil bersamaan. Agar kita bisa bahagia sama-sama!” Ginna berseru dengan nada cerianya.

“Bisa jadi!” Keduanya pun tertawa lagi.

“Tapi … ya Tuhan, Lea. Serius kita mau nongkrong sama ne
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (14)
goodnovel comment avatar
Larose
anak² papa...meskipun terhura entah knp perasaanku juga gak enak
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
ada yg naroh bawang nih disini...
goodnovel comment avatar
Rosyani Rini
peluk Hamish selagi masih bisa... mewek lagi!!!
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 297

    William menggeret kopernya memasuki bandara. Hari ini, ia akan terbang ke Thailand. Perasaannya membuncah-buncah membuatnya tubuhnya panas dingin. Gugup, tegang, senang, juga takut bercampur baur menyesaki dadanya.Ia kemudian berdiri mematung di tengah arus lalu Lalang calon penumpang. Jemarinya mencengkram erat genggaman koper kabin dan paspor yang mulai terasa lembab oleh keringat dingin.“Aku akan kembali bertemu Nala,” gumamnya seraya mendongak. Menatap lurus-lurus sebuah pengumuman jadwal penerbangan elektornik raksasa di hadapannya.Matanya gelisah, memindai baris demi baris teks digital yang terus berganti warna. Mencari satu kata kunci yang sedari tadi membuat jantungnya bertalu: BANGKOK.William mengembuskan napas panjang lewat mulut. Di Bangkok nanti, ia mungkin akan kembali merajut kisah yang sudah lama tersimpan rapi di dalam kotak yang dibiarkan berdebu. Dan ia berharap, perjalanan kali ini akan sukses. Berharap kisahnya bisa berjalan serta berakhir dengan baik.“Will, j

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 296

    Les online kali itu ditutup dengan hati William yang gelisah. Sosok Arsen yang muncul di ambang pintu kamar Shaynala terus saja terbayang-bayang.“Sejak kapan berandal itu ada di sana?” gumam William. Dadanya terasa sesak dan panas. Iri karena ia tak bisa sedangkan Arsen bisa. Marah karena Arsen begitu leluasa sedangkan ia terpenjara sendiri.“Mereka tak pacaran, kan?” William mulai berpikir yang tidak-tidak. Meski setelahnya ia menggeleng. Yakin, hubungan Shaynala dan Arsen tak sejauh itu. Hamish tak akan sembarangan membiarkan putrinya berhubungan asmara. Apalagi usia mereka juga masih tergolong minor meski di mata hukum sudah termasuk legal.“Walaupun mereka pacaran, memangnya kenapa?” bisik William. Wajahnya mendadak serius. Ia lepas kacamatanya, lalu menatap lama figura foto ia bersama Shaynala.“She’s mine,” bisiknya.“Apa yang jadi milikku akan kembali padaku,” ucapnya. Terdengar begitu obsesif, tetapi memang ia sudah merasa Shaynala adalah bagian dari dalam dirinya.Pemuda i

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 295

    William setuju. Setelah berdiskusi panjang kali lebar dengan keluarganya terutama sang nenek, pemuda itu akhirnya siap bergabung dengan squad neneknya yang hendak berlibur ke Thailand.Rela meskipun misal nanti jadi tukang foto, tukang angkut tas, tukang memegangi tangan nenek-nenek, tukang pijat, atau tukang apa pun itu. Semua demi bisa bertemu Shaynala. Ia juga akan mengajukan izin untuk tak masuk beberapa hari.Apa pun akan dilakukannya demi menebus 4 tahun labih waktu yang memisahkannya dengan Shaynala.“Ma, Nala kira-kira akan marah gak ya kalau aku ketemu lagi dengan dia?” William masih dihantui ketakutannya. Ia kembali menghubungi keluarganya dan berbincang dengan Ginna.“Will, ini sudah empat tahun. Dia juga merindukanmu. Percaya sama mama. Justru ini saatnya kamu tunjukkan diri, Will. Kamu sudah seperti yang Nala harapkan. Kamu sekolah dengan baik bahkan sekarang sudah melampaui teman-teman kamu yang lain.” Ginna membesarkan hati William.“Ayo, kamu laki-laki. Kamu harus lebi

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 294

    Shaynala pulang dengan hati yang terasa riang. Senyum sesekali terbit tanpa sadar dan hal itu tak luput dari perhatian Hamish.Dari sejak menjemput Shaynala dari rumah Hanny, Hamish tak henti memperhatikan tindak tanduk putrinya itu. Bahkan saat di meja makan seperti sekarang pun, Shaynala masih sering tersenyum sendiri.Hamish ingin bertanya, tetapi masih ditahannya. Takut membuat gadis itu tertekan dan akhirnya tak mau cerita. Walaupun sesungguhnya ia sangat penasaran luar biasa.Bukan tanpa sebab karena Hamish baru melihat gerak-gerik Shaynala yang seperti itu.“Apa ada hal yang membuatmu senang, Nala?” tanya Hamish pada akhirnya. Lidahnya gatal sekali. Tak kuasa untuk tak bertanya.Shaynala yang semula tengah tersenyum, perlahan melipat bibirnya, lalu pura-pura sibuk menyendok isi piring makan malamnya.“Kamu pasti senang karena ada aku, kan?” Arsen yang juga ikut makan malam nyeletuk dengan kepedeannya yang menyundul langit itu.“Aku juga senang, Nala,” sambungnya sambil terseny

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 293

    “William?”Shaynala menegak. Matanya membelalak dengan tanpa sadar mulutnya menganga. Gadis itu terkejut setengah mati melihat wajah di balik masker itu.Dia William. Teman masa kecilnya. William yang selama ini selalu ia rindukan sekaligus ia hindari.Dari semua ketidakmungkinan untuk bertemu itu, ia tak pernah mengira sama sekali bisa berjumpa dengan William di forum seperti ini. Dalam sebuah kebetulan yang benar-benar tak terduga.Kurang lebih empat tahun ia berusaha sama sekali tak pernah bertemu William. Sama sekali tak mencari kabarnya, menahan diri untuk tak pernah ingin tahu perkembangan pemuda itu, sama sekali tak pernah melihat seperti apa William sekarang. Dan hari ini, apa yang selalu dihindarinya muncul dengan sendirinya. Tepat di depan mata.William hari ini sungguh berbeda sama sekali dengan William yang selama ini tertinggal dalam memorinya. Tak ada William berwajah cekung nan kurus. Kacamata bulat tebal dengan postur sedikit bungkuk karena terlalu banyak membaca.Wil

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 292

    “Tuaaaan! Tuaaaaan!” Diana lari tergopoh-gopoh. Mencari Hamish yang sedang memberi makan kelinci di halaman belakang.“Ada apa?” tanya Hamish.“Tuaaann! Ada mobil balap masuk ke rumah, Tuan.” Diana mengadu dengan satu tangan menunjuk-nunjuk.“Mobil balap?” Hamish langsung berdiri. “Mobil balap apa?”“Mobil balap yang kayak dulu Tuan punya waktu Tuan muda. Yang pintunya dua, Tuan.”Hamish mengerutkan dahi.“Memang siapa yang datang?” tanya Hamish sembari bertanya-tanya siapa gerangan yang memakai mobil balap datang ke rumahnya.“Saya tidak tahu, Tuan. Belum sempat melihat. Belum turun orangnya. Tapi dari bayangannya saya lihat itu Nala. Dan yang bawa mobil itu kayak cowok, Tuan. Apa mungkin pacarnya?”Hamish melotot dan seketika itu juga berlari ke depan. Dan benar, sebuah mobil sport merk kuda jingkrak terparkir tepat di muka rumahnya.Hamish mendekat dan terkejut karena Shaynala keluar dari mobil tersebut.“Kamu sama siapa?” tanya Hamish. Matanya menilik ke arah depan mobil tersebut.

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 24

    Kalea menangis saking leganya. Ia berhasil mengirimkan karyanya di detik-detik terakhir.Setelah ketiduran semalam di gudang, ia melanjutkan menggambar di pagi buta dan baru rampung pada pukul sembilan.Masalah berikutnya muncul: pengiriman karya. Kalea tak punya gawai, sedangkan ponsel May dan Dia

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 25

    “Pergi bersenang-senang saja sendiri! Aku tak mau! Tak perlu menjemputku! Aku akan pergi dengan Tuan Hamish. Dan jangan pernah menghubungiku lagi!”Kalea membaca pesan yang dikirim Hamish dari ponselnya dengan ngeri. “Apa Tuan sudah tak waras?” desisnya.Pesan balasan dari Bobby yang penuh kebingun

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 21

    Kalea menoleh pada Hamish. Tepat seperti yang diperkirakan pria itu, Kalea menatapnya dengan mata berkaca-kaca—hampir menangis.Hamish merundukkan kepala dan wajahnya hingga sejajar dengan gadis itu. Menunjuk ke tiga orang desainer yang sedang sibuk dengan komputernya masing-masing.“Kurang lebih,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 16

    Kalea mau tak mau datang mendekat. Kepalanya menunduk dengan jari jemari saling bertaut.“Angkat wajahmu!” perintah Hamish.Kalea mendongak, tetapi tak berani menatap mata pria itu. Apalagi dalam jarak sedekat itu.“Apa kamu selalu seperti itu jika sedang marah?” tanya Hamish.“Seperti apa?” tanya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status