分享

bab 245

作者: Naiynana
last update publish date: 2026-03-31 22:40:43

William menggerung-gerung. Meringkuk di kamar tamu rumah Hamish sambil sesekali merintih.

Badannya terasa terbelah sepuluh. Pegal-pegal tak terkira, sakit dan linu di mana-mana.

Kompresan-kompresan yang sudah dipakainya serasa tak berguna. Seluruh otot dan sendinya tetap nyeri.

Ia baru saja selesai olahraga. Tak hanya olahraga biasa, tetapi juga dilanjut berlatih tinju.

Tubuhnya memang jarang berolahraga terutama olahraga berat. Tubuhnya kaget saat ditempa latihan fisik yang cukup banyak.

Alhas
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (8)
goodnovel comment avatar
novelita
seruuu.... ini kabar eldan gimana yaa...
goodnovel comment avatar
Balowa 1234
semakin seruuu..
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
hahaha.. .bagus will..kamu hrus seperti hamish..kekar dan bersahaja..jgn lembek..dan kamu hrus berotot jd kamu bisa jaga nala ya..
查看全部評論

最新章節

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 291

    Seorang pemuda jangkung berbadan tegap dengan rambut gondrong sebahu keluar dari mobil sportnya yang mentereng.Pemuda itu berkacak pinggang sebentar, menatap gerbang tinggi sekolah menengah atas di seberang jalan yang sudah macet dengan deretan kendaraan yang hendak menjemput para siswa.Pemuda dengan jaket baseball-nya itu menyebrang. Berjalan di antara ramainya para siswa yang baru keluar dari sekolah. Kepalanya sesekali celingukan, mencari seseorang.“Hai!” sapanya pada segerombolan anak perempuan yang tengah berjalan saling bergandengan sambil cekikikan.Tawa mereka seketika mereda, berganti tatapan berbinar penuh kekaguman.“H-haii!” mereka serempak balas menyapa. Senyum-senyum di bibir para gadis seketika merekah bersamaan.“Ganteng bangettt!” Bisik-bisik mulai terdengar.“Boleh tanya?” ucap si pemuda sembari menyugar rambut gondrongnya.“Oh, boleh dong. Tanya apa?”“Apa saja silakan?”“Kita siap menjawab.”Para gadis berebutan bicara dengan gaya centil.“Kalian tahu Nala? Shay

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 290

    Shaynala berjalan gontai dengan lima buku tebal berisi latihan-latihan soal di tangannya. Kepalanya serasa hendak pecah. Ia sudah lelah berlatih keras untuk kejuaraan boxing internasional yang akan diikutinya pekan depan dan sekarang tengah pusing-pusingnya belajar untuk persiapan ujian masuk universitas.Lorong sekolah tengah ramai. Anak-anak di angkatannya sedang sibuk-sibuknya membahas universitas-universitas yang akan menjadi tujuan mereka. Tak sedikit dari mereka yang bahkan sudah stress gara-gara ujian sekolah juga ujian seleksi perguruan tinggi. Ya, tak jauh beda keadaannya dengan Shaynala saat ini.Shaynala menghela napas. Melirik jam tangan sporty-nya, lalu mempercepat langkahnya. Pulang dari sekolah, ia masih harus mampir ke sasana. Ia hendak mengambil baju-baju kotor bekas latihan tinjunya yang tertinggal di loker kemarin.“Nala! Nala!” Hanny, Seorang gadis berkacamata tebal mengejar Shaynala. Di tangannya, berkibar beberapa lembar flyer universitas negeri. Gadis itu kawan

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 289

    Shaynala melilit handwraps di tangan sebelum nanti dibungkus sarung tinju. Gadis itu tengah berlatih mati-matian untuk mengikuti kejuaraan boxing internasional U 18. Dan dengan sangat berat hati, kejuaraan kali ini adalah kejuaraan terakhir yang akan diikutinya.Shaynala akan mengakhiri kariernya sebagai atlet boxing setelah menjalaninya dari sejak ia duduk di bangku SD.Gadis itu kemudian mengikat rambutnya yang sudah panjang hingga punggung. Kepalanya menoleh, menatap Hamish yang berdiri bersedekap, mengawasi dari ambang pintu sasana.Hamish balas menatap Shaynala. Pria itu tersenyum, lalu mengacungkan jempol. Memberi semangat berlatih pada putrinya yang kini sudah berusia tujuh belas tahun.Tak terasa, waktu berputar begitu cepat. Gadis itu kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik. Wajahnya mirip dengan Hamish, tetapi proporsi badannya menjiplak tubuh Kalea.Dan semakin besar Shaynala, semakin sibuk Hamish mengantar putrinya itu kemana-mana. Sadar bahwa putrinya semakin banyak

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 288

    “Pa.”Setelah sekian lama bungkam, William akhirnya membuka mulut. Menatap Stephen dengan takut-takut.Remaja dengan jeans gombrong dan atasan hoodie hitam pemberian Shaynala di ulang tahunnya ke tiga belas kemarin itu kemudian memandang suasana di sekitar bandara.Hatinya sangat berharap kalau di antara ramainya orang-orang, ada sosok manusia favoritnya di sana. Namun, sekeras apa pun usahanya mencari, keberadaan Shaynala memang tak pernah ada.“Kenapa?” tanya William seraya mendorong troli berisi barang-barangnya.“Kalau misal aku gak betah di Jepang gimana? Kalau misal aku gagal gimana?” William berbisik begitu pelan. Takut kalau ayahnya akan marah.“Kamu bicara seperti ini karena Shaynala, kan?” Stephen balik bertanya. Pria itu menghentikan langkahnya sejenak, lalu menatap serius pada William.“Kamu menyesali keputusanmu pergi ke Jepang?” tanyanya. Tegas, tetapi tetap lembut.Di belakang, Ginna juga Ling Ling dan adik-adik William yang hendak mengantar langsung memisahkan diri. Ta

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 287

    “Hari ini Willy berangkat. Apa kamu tak mau ke bandara, Nala?” Hamish mendekati Shaynala. Sejak pulang bersepeda, gadis remaja itu malah duduk melamun di teras. Tatapannya kosong seakan-akan jiwanya sedang tak ada di sana.“Ini perpisahan kalian yang pertama. Dan ini sangat jauh, kan? Juga lama. Apa kamu gak mau say goodbye? Willy pasti pulang, tapi kan gak bakal sesering itu. Kamu gak mau melihatnya? Siapa tahu nanti rindu.” Hamish masih terus berusaha bicara meski putrinya lagi-lagi tetap menutup mulut.“Kalau mau, ayo. Papi anter, yuk. Kalau pergi sekarang kita masih bisa keburu. Willy akan terkejar. Dia baru berangkat beberapa menit lalu.” Hamish masih terus berusaha membujuk. Berharap Shaynala berubah pikiran di detik-detik terakhir.Shaynala menggeleng pelan, lalu bangkit perlahan. Gadis itu seperti kehilangan semangat hidupnya. Berjalan menyeret langkah menuju ke kamarnya.Hamish menghela napas panjang melihat kelakuan putrinya. Buru-buru, ia pun menghubungi Stephen. Mengabarka

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 286

    Sejak hari itu, hubungan William dan Shaynala benar-benar merenggang. Kebersamaan yang terjalin sejak bayi pupus begitu saja.Keduanya tak pernah berjalan bersama-sama lagi, tak pernah saling memberi kabar lagi, tak pernah saling bicara, bahkan saling sapa pun tidak. Di sekolah, keduanya benar-benar seperti orang yang tak saling kenal satu sama lain.Jika berpapasan, maka keduanya lebih memilih saling menghindar. Dan jika sudah terlanjur, maka keheningan saja yang akan menjadi ruang untuk mereka.Keretakkan persahabatan yang dulu begitu lengket tak terpisahkan itu pun mau tak mau mengundang tanda tanya besar semua orang. Keduanya menjadi bahan pembicaraan seisi sekolah bahkan di kalangan para guru. Beberapa bahkan begitu mencemaskan kondisi keduanya.Hari-hari William yang sudah semakin dekat dengan hari keberangkatannya ke Jepang terus diisi dengan belajar, belajar, dan belajar. Setiap waktunya hanya tentang buku, pelajaran, dan perpustakaan.William mengerahkan seluruh energinya unt

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 222

    “Apa?” Sarah yang sedang menggendong Eldan menatap Hamish dan Elias bergantian. Anak dan cucu lelakinya itu mendekatinya dengan wajah-wajah serius.“Ma, Mama yakin mau tinggal di sini?” tanya Elias.“Kalo tak yakin buat apa bicara?” jawab Sarah.“Terus rumah Mama bagaimana? Kosong?” lanjut Elias.“

    last update最後更新 : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 230

    “Papa?” Stephen terkejut melihat ayahnya yang sudah seperti ikan kehabisan air. Wajahnya merah padam, basah penuh keringat bercampur air mata dengan napas yang megap-megap.Sungguh memprihatinkan kondisi pria berambut tipis hampir botak dengan mata segaris itu.“Aiyaaaaa papanya Steve! Ginna yang m

    last update最後更新 : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 21

    Kalea menoleh pada Hamish. Tepat seperti yang diperkirakan pria itu, Kalea menatapnya dengan mata berkaca-kaca—hampir menangis.Hamish merundukkan kepala dan wajahnya hingga sejajar dengan gadis itu. Menunjuk ke tiga orang desainer yang sedang sibuk dengan komputernya masing-masing.“Kurang lebih,

    last update最後更新 : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 16

    Kalea mau tak mau datang mendekat. Kepalanya menunduk dengan jari jemari saling bertaut.“Angkat wajahmu!” perintah Hamish.Kalea mendongak, tetapi tak berani menatap mata pria itu. Apalagi dalam jarak sedekat itu.“Apa kamu selalu seperti itu jika sedang marah?” tanya Hamish.“Seperti apa?” tanya

    last update最後更新 : 2026-03-17
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status