Partager

Sebuah Tawaran

Auteur: Anita
last update Date de publication: 2026-08-01 10:13:43

“Namaku Henry Alexander. Dokter itu adalah temanku. Dia memberitahu bahwa perempuan yang mengandung anakku terlibat masalah di rumah sakit. Itu sebabnya aku datang. Ayo bicarakan masalah ini baik-baik,” ujar pria itu memperkenalkan diri pada Kathrine. Mereka duduk bersama di cafe yang ada di lantai satu rumah sakit.

“Aku Kathrine Maeve. Sejak awal aku tidak bermaksud untuk menyewakan rahimku untuk melahirkan anakmu. Aku berpikir aku mengandung anak suamiku. Tapi dia menipuku. Dia yang menyetujui kontrak sewa rahim itu, bukan aku. Dia beralasan bahwa dia mengalami masalah kesuburan dan mengajakku melakukan tindakan inseminasi agar kami bisa punya anak. Aku tidak menyangka bahwa dia menggunakan sperma pria lain sampai aku mengandung saat ini,” jelas Kathrine.

“Aku mengerti bahwa kau sudah tertipu. Sekarang pernikahanmu dan suamimu juga sudah berakhir. Kau mungkin tidak punya alasan lagi untuk mempertahankan kehamilan ini. Tapi suamimu sudah mengambil bayaran dariku. Kau tetap harus melahirkan anakku sesuai perjanjian,” kata Henry membuat Kathrine kesal.

“Bukan aku yang mengambil keuntungannya. Tapi kenapa harus aku yang menanggung penderitaannya?” balas Kathrine.

“Nona Kathrine, kau harus mengerti. Hubunganmu dan suamimu bukan urusanku. Aku tidak peduli apa yang terjadi dengan pernikahanmu. Aku hanya menginginkan seorang anak untuk menjadi penerus keluarga.”

“Sial! Berpisah dengan suami seperti Ethan, tapi terjebak dengan pria yang egois juga seperti ini. Aku benar-benar tidak beruntung,” umpat Kathrine.

“Aku tidak peduli dengan pemikiranmu tentang aku. Sekarang kau sudah bercerai dengan suamimu. Kau sudah tidak punya tempat tinggal. Aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan anakku. Oleh karena itu, kau harus ikut tinggal bersamaku,” kata Henry.

“Kau mengira aku tidak punya tempat tinggal lain sehingga harus ikut denganmu?”

“Aku hanya khawatir kau akan melakukan aborsi secara diam-diam. Kau harus berada dalam pengawasanku,” balas Henry memberi alasan.

“Kau tidak bisa memaksaku seperti ini,” tolak Kathrine.

“Kalau kau menolak, kau harus menerima sanksi sesuai kontrak. Kau tidak mau ikut tinggal bersamaku. Itu dapat dianggap kau membahayakan keselamatan anakku. Kau harus membayar dendanya.”

“Kau mencoba menyelesaikan masalah dengan uang?”

“Setidaknya pikirkan anak itu. Apa kau benar-benar tega mengakhiri hidupnya?” kata Henry membuat Kathrine terdiam. Dia mengelus perutnya yang mulai buncit. Meskipun pernikahannya dengan Ethan tidak bisa dipertahankan, tapi anak dalam kandungannya itu tidak bersalah untuk dijadikan korban.

“Ikutlah denganku hanya sampai anak itu lahir. Empat bulan lagi. Setelah itu kau bisa melanjutkan hidup sesuai keinginanmu. Aku butuh anak itu. Aku akan menjaga kalian dan memenuhi semua kebutuhanmu sampai kau melahirkan. Bahkan kalau kau mau, aku membayar lagi dua kali lipat dibanding jumlah yang aku berikan pada suamimu,” kata Henry memberi penawaran.

“Kau ingin jual beli anak denganku? Apa anak ini pantas mempunyai ayah sepertimu?” sindir Kathrine. Dia masih sinis pada Henry.

“Terserah bagaimana kau menilaiku. Tapi aku tidak seburuk itu,” balas Henry.

Setelah melewati diskusi panjang, Kathrine akhirnya setuju ikut bersama Henry. Henry mengantar Kathrine untuk mengambil barang-barangnya di rumah Ethan. Sesampainya di sana, pintu rumah tertutup rapat. Sebuah koper milik Kathrine sudah berada di depan pintu. Ethan dan Grace sangat bersiap untuk mengusir Kathrine.

Kathrine menatap rumah itu dengan penuh penyesalan. Dia menghabiskan waktu selama bertahun-tahun untuk merawat penghuninya. Tapi akhir yang dia dapat adalah pengkhianatan. Kathrine mengambil kopernya dan melangkah pergi dari rumah Ethan. Sejak hari itu, dia memutuskan untuk mengakhiri segala hubungan dengan keluarga itu.

“Kau tidak ingin menangis?” ujar Henry setelah Kathrine masuk ke mobil.

“Buat apa? Aku tidak mau membuang air mataku untuk orang yang tidak pantas,” jawab Kathrine ketus. Dia sangat marah atas perlakuan Ethan terhadap dirinya.

Mereka pergi dari rumah itu. Di tengah perjalanan, Henry mendapat kabar bahwa kakeknya sedang sakit dan meminta Henry datang menjenguk. Henry membawa Kathrine ikut bersamanya.

Awalnya Kathrine menunggu di mobil. Tapi pelayan rumah memberitahu kakek Henry bahwa Henry datang bersama seorang perempuan. Kakek memerintahkan agar perempuan itu dibawa menemuinya.

“Aku memanggilmu ke sini karena ingin menagih janjimu. Kau bilang akan segera memberiku seorang cucu. Apakah perempuan ini adalah istrimu?” tanya kakek membuat Henry dan Kathrine saling pandang. Kakek melihat perut Kathrine yang buncit dan dia salah paham.

“Saya bukan…”

“Iya, Kakek. Ini adalah istriku. Aku membawanya untuk mengenalkannya padamu. Namanya Kathrine,” ujar Henry memotong ucapan Kathrine. Dia memberi isyarat agar Kathrine mengikuti sandiwaranya.

“Kenapa kau baru membawanya padaku sekarang?” ujar kakek.

“Sebenarnya aku sangat mencintai Kathrine tapi aku khawatir kakek tidak merestui hubungan kita karena latar belakang keluarga yang berbeda. Kathrine adalah gadis yatim piatu. Aku khawatir kakek akan merugikannya dan berusaha memisahkankan kami,” jawab Henry beralasan.

“Dasar kau ini! Apa kakekmu terlihat sejahat itu? Aku hanya khawatir kalau kau tidak menikah dan keluarga kita tidak punya penerus. Sekarang aku senang karena kau tidak berbohong padaku. Kau menolak perjodohan dengan alasan sudah menikah dan bahkan sebentar lagi kalian akan memberiku cucu. Hari ini kau datang membawa istrimu bertemu langsung denganku. Aku tidak punya alasan lagi untuk memaksakan perjodohan itu,” ujar Kakek.

“Itu berarti kakek akan membatalkan perjodohannya?” tanya Henry memastikan.

“Untuk apa aku mau menjodohkan laki-laki yang sudah punya istri? Sekarang hiduplah dengan baik bersama istrimu. Buat dia bahagia. Kalau tidak, aku sendiri yang akan menghukummu!” kata kakek.

Kakek Henry menunjukkan perhatian pada Kathrine. Dia bertanya tentang kehamilan Kathrine. Dia sangat bersemangat menunggu kelahiran cucunya. Dia meminta Henry selalu menemani Kathrine selama kehamilan. Kathrine bisa merasakan bahwa kakek Henry adalah orang baik.

“Masa kehamilan itu tidak mudah. Jaga istrimu dengan baik. Penuhi semua kebutuhannya. Yang terpenting, kamu harus memberinya cinta dan kasih sayang. Dia sudah menanggung kesulitan karena mengandung anakmu,” pesan kakek Henry. Mereka akhirnya pulang dari rumah kakek.

“Kenapa kau membohongi kakekmu? Aku bukan istrimu. Apalagi kau menggunakan aku dan anak ini sebagai alasan untuk menolak perjodohan. Kau sangat egois,” protes Kathrine di mobil. 

“Aku hanya ingin membuat kakek senang. Dia kehilangan semangat hidup karena memikirkan aku yang belum menikah dan belum bisa memberikan keturunan,” jelas Henry.

“Kalau kakekmu tahu, dia pasti sangat kecewa. Kau memberinya kebahagiaan palsu,” bantah Kathrine.

“Aku tidak sepenuhnya berbohong. Anak itu memang anakku,” balas Henry.

“Lalu bagaimana denganku?” tanya Kathrine. 

“Bukankah selama ini kau menganggapnya seperti anakmu sendiri? Kenapa tidak lanjutkan berpura-pura seperti itu. Perbedaannya hanya ayahnya saja yang berganti orang.”   

“Apa maksudmu?”

“Menikahlah denganku.”

“Menikah?”

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Keguguran

    “Kenapa kau tidak bisa mengenali bosmu? Kalau kita tahu pria itu adalah bos di perusahaanmu, kita bisa menjaga sikap di hadapannya,” protes Grace menyalahkan Ethan.“Dia adalah CEO baru di Fierce Company. Beberapa bulan yang lalu, kakeknya sakit dan dia mengambil alih posisi CEO. Aku belum pernah bertemu dengannya karena dia jarang datang ke kantor dan hanya meninjau dari jauh. Aku dengar dia punya perusahaan sendiri dan akan menggabungkan dua perusahaan itu nanti. Kalau aku tahu dia adalah bosku yang baru, aku juga tidak akan membuat masalah dengannya sampai kehilangan pekerjaan,” kata Ethan. Dia juga menyesal karena perbuatannya.“Lalu bagaimana selanjutnya?” tanya Grace.“Aku juga tidak tahu. Aku sudah sampai di posisi manager dengan susah payah. Tapi sekarang harus kehilangannya,” jawab Ethan.“Aku tidak menyangka bahwa ayah dari bayi Kathrine adalah bosmu. Kathrine sangat marah pada kita karena kita menipunya dan mengusirnya dari rumah. Sekarang, Kathrine sudah menikah dengan pri

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Suamiku adalah Bos

    “Aku berganti suami dalam satu hari? Ini gila!” ujar Kathrine merasa lucu dengan nasibnya sendiri.Hari itu Kathrine menerima ajakan menikah dari Henry. Dia berpikir bahwa kesepakatan yang ditawarkan oleh Henry tidak ada ruginya. Kathrine sedang hamil anak Henry. Dia tidak akan bisa lepas sampai anak itu lahir.Beberapa hari setelah mendapatkan akte cerai, Henry dan Kathrine langsung mencatatkan pernikahan mereka secara resmi. Meskipun mereka menikah dengan sebuah perjanjian.Selama Kathrine tinggal di rumah Henry, semua kebutuhannya dipenuhi. Ada beberapa pembantu khusus yang melayani Kathrine. Henry tidak membiarkan Kathrine melakukan pekerjaan berat. Perhatian Henry sangat jauh berbeda dengan perlakuan Ethan. Kathrine merasa bahwa menikah dengan Henry tidak buruk juga.“Halo, Kath. Aku mendengar bahwa kau sudah bercerai dengan Ethan,” ujar seorang perempuan yang menghubungi Kathrine lewat telepon.Perempuan itu adalah Florence Willlow, sahabat sekaligus sepupu Kathrine. Florence t

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Sebuah Tawaran

    “Namaku Henry Alexander. Dokter itu adalah temanku. Dia memberitahu bahwa perempuan yang mengandung anakku terlibat masalah di rumah sakit. Itu sebabnya aku datang. Ayo bicarakan masalah ini baik-baik,” ujar pria itu memperkenalkan diri pada Kathrine. Mereka duduk bersama di cafe yang ada di lantai satu rumah sakit.“Aku Kathrine Maeve. Sejak awal aku tidak bermaksud untuk menyewakan rahimku untuk melahirkan anakmu. Aku berpikir aku mengandung anak suamiku. Tapi dia menipuku. Dia yang menyetujui kontrak sewa rahim itu, bukan aku. Dia beralasan bahwa dia mengalami masalah kesuburan dan mengajakku melakukan tindakan inseminasi agar kami bisa punya anak. Aku tidak menyangka bahwa dia menggunakan sperma pria lain sampai aku mengandung saat ini,” jelas Kathrine.“Aku mengerti bahwa kau sudah tertipu. Sekarang pernikahanmu dan suamimu juga sudah berakhir. Kau mungkin tidak punya alasan lagi untuk mempertahankan kehamilan ini. Tapi suamimu sudah mengambil bayaran dariku. Kau tetap harus mela

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Bertemu Ayah Si Bayi

    “Aku tidak mungkin hamil anak pria lain. Aku harus memastikannya sendiri ke rumah sakit.”Kathrine tidak percaya perkataan Ethan dan Grace yang menyebut bahwa anak dalam kandungannya bukan anak Ethan. Katherine pergi ke rumah sakit dan mencari kebenarannya. Dia menemui dokter yang membantunya melakukan inseminasi.Saat itu dia melakukan inseminasi karena nenek ingin segera mempunyai seorang cucu. Kathrine tidak juga hamil padahal kondisi kesehatan mereka baik. Akhirnya Kathrine melakukan inseminasi untuk memenuhi harapan nenek.Inseminasi berhasil dan Kathrine dinyatakan hamil. Setelah lima bulan, nenek akhirnya meninggal tanpa sempat melihat cucunya lahir. Kathrine menganggap dirinya sudah memenuhi keinginan terakhir nenek Ethan. Tapi setelah kematian nenek, Ethan mulai menunjukkan sifat aslinya. Sikapnya pada Kathrine berubah. Tidak hanya berselingkuh terang-terangan, Ethan juga tidak mengakui anak dalam kandungan Kathrine.“Dokter, saya adalah pasien yang melakukan inseminasi di ru

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Pengkhianatan

    “Ayo bercerai!”Kathrine terkejut dengan pernyataan suaminya, Ethan Xavier. Hari itu pertengkaran terjadi di rumah mereka. Kathrine marah karena Ethan membawa selingkuhannya. Mereka bermesraan secara terbuka di hadapan Kathrine.Kathrine merasa sakit hati. Setelah dua tahun mereka menikah, Kathrine merasa dikhianati. Dua tahun yang lalu, mereka menikah dan menjadi pasangan yang sangat bahagia. Meskipun awalnya mereka menikah karena dijodohkan oleh nenek Ethan, tapi mereka setuju dan menerima perjodohan itu dengan senang hati.Kathrine adalah gadis yatim piatu yang bekerja sebagai perawat untuk nenek Ethan yang sudah tua dan sering sakit. Kebaikan hati dan ketulusan Kathrine membuat nenek Ethan menyukainya dan menjodohkannya dengan cucunya. Ethan yang hanya tinggal berdua dengan neneknya juga menerima perjodohan itu.“Apa yang kau katakan? Bercerai? Kau membawa selingkuhanmu ke rumah dan mengajukan perceraian demi perempuan ini?” protes Kathrine. Ia sangat tidak menyangka Ethan akan me

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status