Share

Dua Peran

Author: Anita
last update publish date: 2026-08-30 21:57:10

"Kalian saling kenal?"

Pertanyaan Henry membuat Kathrine dan Agita sama-sama kebingungan. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Henry di sana. Lagi-lagi Kathrine harus bersandiwara.

"Em, Pak Henry juga makan siang di sini?" tanya Kathrine berusaha mencairkan suasana agar tidak tegang.

"Ya begitulah. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kau sedang apa di sini bersama orang dari Foster Group?" tanya Henry mengulang kembali pertanyaannya. Dia juga melayangkan tatapan curiga pada Agita.

"Say
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Romantisme di Kantor

    "Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Fokus Henry teralihkan setelah mendapat pertanyaan tak biasa dari Kathrine. "Aku hanya berpikir dia adalah pewaris Foster Group dan perempuan yang sudah disiapkan untukmu sejak awal. Apa kau tidak tertarik padanya?" tanya Kathrine lagi-lagi menguji Henry. "Tidak perlu berpikir jauh tentang itu. Aku tidak akan mengkhianatimu sama seperti mantan suamimu," jawab Henry justru menyangka pertanyaan Kathrine adalah sebuah kekhawatiran terulangnya masa lalu. Henry menyangka Kathrine bertanya hubungannya dengan cucu Kakek Hikmawan karena dia takut akan dicampakkan lagi karena perempuan lain seperti yang dilakukan Ethan. Dia mengerti rasa trauma seorang perempuan tidak mudah dihilangkan. Henry pun berjanji tidak akan menyakiti Kathrine seperti mantan suaminya. "Percayalah padaku. Aku tidak sama dengan mantan suamimu. Meskipun kau bilang pernikahan kita hanya tiga bulan, tapi selama kita masih menjadi suami istri, aku janji tidak akan dekat dengan

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Deep Talk

    "Ponselmu berdering? Kenapa kau tidak menjawab teleponnya?" tanya Henry membuat Kathrine gugup."Oh itu, bukan sesuatu yang penting juga, Pak" jawab Kathrine beralasan. Dia hanya membuat teleponnya diam dan bukan mereject panggilan. "Istriku juga tidak menjawab panggilan," ujar Henry membuat Kathrine dan Agita kembali saling lempar pandangan. Jelas panggilan itu tidak akan terjawab karena istrinya ada di hadapannya sendiri. "Tidak apa. Biar nanti saya langsung pulang cepat saja ke rumah. Sekalian kasih surprise juga padanya.""Memangnya hubungan bapak sedekat itu dengan istri?" tanya Kathrine membuat Henry mengerutkan kening."Maksudnya? Kenapa kamu bertanya seperti itu?" ujar Henry. "Em tidak, saya hanya penasaran saja bagaimana sebenarnya hubungan bapak dengan istri mengingat apa yang sedang diberitakan tentang kalian," kata Kathrine berdalih."Rumor yang beredar itu tidak benar. Saya tidak pernah merebut istri siapa pun. Ethan saja yang tidak bisa menghargai istrinya. Saya menik

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Dua Peran

    "Kalian saling kenal?" Pertanyaan Henry membuat Kathrine dan Agita sama-sama kebingungan. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Henry di sana. Lagi-lagi Kathrine harus bersandiwara. "Em, Pak Henry juga makan siang di sini?" tanya Kathrine berusaha mencairkan suasana agar tidak tegang. "Ya begitulah. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kau sedang apa di sini bersama orang dari Foster Group?" tanya Henry mengulang kembali pertanyaannya. Dia juga melayangkan tatapan curiga pada Agita. "Saya dan Agita memang sudah lama berteman. Iya kan, Git?" ujar Kathrine berbohong. Dia memberi kode pada Agita agar ikut bekerja sama. "Iya itu benar," kata Agita. "Dulu kami kuliah di kampus yang sama. Sayangnya setelah melamar kerja, kami diterima di perusahaan yang berbeda. Setelah bekerja kami sama-sama sibuk dan jarang bertemu. Tadi kami juga tidak sengaja bertemu di sini lalu sekalian makan siang bersama," kata Kathrine mengarang cerita. "Kalau begitu boleh saya bergabung sekalian?" tanya

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Perempuan dalam CCTV

    "Kamu ikut saya."Perintah Henry pada Kathrine setelah membubarkan rapat. Hal itu membuat Kathrine cukup gugup. Dia khawatir Henry curiga padanya. Meski begitu dia tetap mengikuti Henry ke ruangannya. "Saya suka keberanian dan semangatmu untuk membalikkan keadaan di tengah situasi perusahaan yang sedang sulit. Kamu juga bisa menularkan energi positif dan membangun kepercayaan diri karyawan yang lain. Saya rasa kamu mampu menjadi penanggung jawab tim untuk tender proyek ini," kata Henry menyampaikan keinginannya. "Maksud bapak bagaimana ya?" tanya Kathrine memastikan. "Ke depannya, tanggung jawab terkait tim ini aku serahkan padamu. Kau leadernya," jawab Henry.Kathrine menerima jabatan itu dengan senang hati. Dia tidak menaruh curiga sama sekali. Dia berpikir dengan menjadi penanggung jawab tim maka pergerakannya akan lebih mudah untuk mengarahkan karyawan yang lain sesuai keinginannya. Dia juga lebih bebas menuangkan aspirasinya untuk proyek itu. "Kalau bapak sudah memberikan kep

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Penyamaran

    "Aku tetap akan mencari cara membantu perusahaan Henry. Tapi aku tidak bisa membuka identitasku sekarang," ujar Kathrine pada kakeknya. Kakek Hikmawan tidak memaksa dan mempercayakan semuanya pada Kathrine. Kathrine memutar otak mencari cara. Henry tidak akan mau menerima bantuan darinya jika tahu dia adalah cucu Kakek Hikmawan dan pewaris Foster Group. Kathrine juga meminta kakeknya agar membujuk Kakek Wijaya tetap merahasiakan identitasnya. Saat ini perusahaan Henry sedang kesulitan karena kekurangan karyawan. Banyak karyawan Fierce Company yang pindah karena disuap dengan uang dan iming-iming gaji yang lebih besar. Masalah itu cukup krusial karena saat ini mereka sedang mempersiapkan proyek untuk tender besar yang sudah menghabiskan banyak dana. "Halo, Agita. Tolong buatkan aku identitas palsu sebagai karyawan Fierce Company," titah Kathrine menghubungi Agita lewat telepon. "Identitas palsu sebagai karyawan? Apa yang akan Nona Kathrine lakukan?" tanya Agita. "Sepertinya ak

  • Mengandung Anak Bos Mantan Suamiku   Pesan Rahasia

    "Jelaskan padaku kenapa kau bisa ada di sini apalagi sampai bersembunyi di bawah meja," tanya Henry setelah membantu Kathrine keluar dari persembunyiannya. Kathrine duduk bersama mereka. Kathrine sibuk berpikir mencari alasan untuk membohongi Henry. Sementara Henry sibuk memeriksa jari tangan Kathrine yang memerah karena terkena injak. "Maafkan saya Nona Kathrine. Saya tidak sengaja. Saya tidak tahu kalau ada Nona di bawah meja," ucap pelayan itu merasa bersalah. Dia sadar sudah melakukan tindakan tidak sopan pada majikannya sendiri. "Tidak masalah. Kembalilah ke dapur," balas Kakek Hikmawan membuat pelayan itu pamit undur diri. Kakek Hikmawan tahu situasi bahwa identitas cucunya masih harus dirahasiakan. "Kenapa pelayan itu tahu namamu dan tampak sudah mengenalmu dengan akrab?" tanya Henry semakin membuat Kathrine bingung. Satu pertanyaan belum dijawab, sudah muncul pertanyaan yang lain. Kakek Hikmawan memberi kode bahwa dia tidak mau ikut campur dan memasrahkan segalanya pa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status