Share

Bab 258 (21+)

Penulis: QueenShe
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-25 19:06:11

Pintu terbuka lebar. Ares masuk dengan kaos polo dan celana chino. Penampilannya rapi dan segar. Raya menghampirinya dengan tatapan heran.

"Kamu darimana?"

"Rumah," jawab Ares enteng, sambil masuk ke dalam apartemen dengan paper bag berlogo toko dimsum terkenal di tangannya.

"Kamu pulang dulu?"

"Aku di rumah dari sore tadi," jawab Ares, menyimpan paper bag di atas meja. Setelahnya ia langsung menarik tubuh Raya ke dalam pelukannya.

"Gak kerja?"

"Kerja, sayang. Tapi jam empat aku pulang. Soalnya aku mau ngapel. Jangan sampai bau pas datengin tunanganku," goda Ares.

"Apaan sih?" Rona merah menghiasi wajah Raya.

"Aku kangen kamu, sayang." Ares menenggelamkan kepalanya di bahu Raya, menghirup aroma tubuhnya yang selalu membuatnya tenang.

Raya mengusap rambutnya lembut, memberikan kenyamanan.

Bagi Ares, keberadaan Raya dalam hidupnya sudah seperti vitamin penghilang kepenatan dan pereda amarahnya. Semuanya akan terasa baik-baik saja kalau ada Raya di sisinya.

"Sayang," panggil R
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Iin Rahayu
nunggu up lg....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 322

    Ares tersentak seolah baru saja disengat listrik. Tangan yang tadi mencoba meraih bahu Raya kini menggantung di udara, gemetar sebelum akhirnya jatuh ke sisi tempat tidur. Dingin. Nada suara Raya tidak lagi mengandung kemarahan yang meluap-luap, melainkan kekosongan yang jauh lebih menakutkan. ​"Raya..." bisik Ares, suaranya pecah. "Aku cuma mau kita selesaiin ini sekarang." ​Raya tak bergeming. Ia menarik selimutnya lebih tinggi, membungkus dirinya dalam perlindungan kain tebal itu seolah-olah Ares adalah ancaman yang harus dihindari. "Tidak ada yang perlu diselesaikan malam ini, Ares. Pikiranku penuh. Dan setiap kali aku melihatmu, aku cuma melihat Imelda. Jadi tolong... cukup." Kata-kata Raya terasa seperti tamparan keras di wajah Ares. Ia menarik tangannya perlahan, merasakan dadanya sesak—lebih sesak dari sebelumnya. "Raya..." bisiknya lirih, tapi suaranya tercekat. "Aku sudah bilang. Cukup," potong Raya dingin, tanpa berbalik. Tubuhnya tetap kaku, memunggungi Ares sepenuh

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 321

    Sepanjang hari, Raya hanya diam. Setelah tangisan di kantor tadi, Raya tak banyak bicara. Rencananya yang awalnya ingin mengajak Kelana bermain dan memberi kejutan untuk Ares kini benar-benar hancur. Yang tersisa hanya rasa sakit yang masih berdenyut di dadanya setiap kali ia mengingat pemandangan itu. Bibir Imelda yang menempel di bibir Ares. Meski ia tahu—ia benar-benar tahu—bahwa Ares mendorong wanita itu, bahwa Ares menolak dengan tegas, tapi tetap saja. Gambar itu terus berputar di kepalanya seperti film yang tidak bisa di-pause. Kini, di kamar Kelana, Raya duduk di karpet biru yang empuk sambil bermain puzzle bersama bocah kecil itu. Kelana terlihat sangat senang, tertawa riang setiap kali berhasil memasang satu keping puzzle. "Raya, look! I did it!" seru Kelana dengan wajah berbinar, menunjukkan puzzle berbentuk dinosaurus yang berhasil ia susun. Raya tersenyum tulus. Untungnya ada Kelana yang bisa menemani dan membuat kesedihannya teralihkan. "Good job. You're so smart."

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 320

    Ares langsung mendorong Imelda menjauh dengan keras, wajahnya dipenuhi kepanikan. Tanpa membuang waktu, ia berjalan cepat dengan langkah tegas mendekati Raya yang masih berdiri kaku di ambang pintu. "Sayang, ini bukan seperti yang kamu lihat—" ucap Ares sambil mengulurkan tangannya, mencoba meraih lengan istrinya dengan kelembutan seorang suami. Tapi Raya menepis tangannya dengan keras. Mata Raya yang berkaca-kaca menatap Ares dengan tatapan yang sulit dibaca—campuran antara luka, kekecewaan, dan kemarahan yang tertahan. Imelda yang masih berdiri di dekat meja Ares hanya tersenyum miring, melipat tangannya di dada dengan sikap angkuh—seolah menikmati drama yang sedang terjadi. Raya tak menjawab Ares. Ia justru mengeluarkan ponselnya dengan tangan gemetar, menelepon seseorang. "David," ucapnya dengan suara yang dipaksakan tetap tenang meski bergetar. "Bisa ke ruangan Pak Ares sekarang?" "Raya, tunggu dulu—" Ares mencoba lagi. Tapi Raya mengangkat tangannya, memberi isyarat agar

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 319

    Sebelum membiarkan Monica dan Imelda masuk, David memberikan informasi tambahan. "Pak, ada kabar dari kolega Jepang. Mereka meminta meeting diundur ke besok. Ada kendala teknis di pihak mereka." Ares mengangguk. "Baik, atur ulang jadwalnya. Pastikan semua dokumen sudah siap besok pagi." "Siap, Pak." "Sekarang suruh mereka masuk. Mau apa sebenarnya?" David tersenyum samar, lalu membungkuk. Ia berbalik membukakan pintu untuk Monica dan Imelda. Kedua wanita itu masuk hampir bersamaan, dan langsung saling pandang dengan tatapan permusuhan. "Aku duluan!" seru Monica sambil melangkah cepat ke arah meja Ares. "Excuse me? Aku yang lebih dulu sampai di lobby!" bantah Imelda tidak mau kalah, ikut melangkah cepat. Ares mengusap wajahnya dengan kasar, merasakan migrain yang mulai menyerang. "Kalian berdua, diam." Kedua wanita itu langsung terdiam, meski masih saling menatap tajam. Ares menatap Monica dengan tatapan dingin. "Monica, kamu sudah menandatangani perjanjian. Kompensasi suda

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 318

    Raya merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga. Napas terengah-engah. Tubuhnya terasa remuk, setiap otot protes karena aktivitas yang luar biasa hari ini. Setelah berhasil mengendalikan amukan Kelana dengan "tantrum tandingan" yang dramatis, ia kemudian harus mewawancarai tiga calon pengasuh untuk Kelana. Proses yang melelahkan, karena ia harus memastikan siapa yang paling cocok dan bisa dipercaya untuk menjaga putra tiri kecilnya. Akhirnya pilihannya jatuh pada seorang wanita berusia empat puluh dua tahun bernama Bu Wati, mantan baby sitter profesional yang pernah bekerja di Hongkong selama sepuluh tahun. Wanita itu terlihat berpengalaman, lembut, tapi tegas. Sempurna untuk Kelana. Tapi yang paling menguras energi adalah bermain dengan Kelana setelah itu. Bocah kecil itu seperti baterai tanpa batas. Setelah akrab dengan Raya, ia tidak mau berhenti bermain, berlari kesana kemari, melompat di sofa, melempar bola, meminta Raya mengejarnya, dan masih banyak lagi. Sampai akhirnya, Ke

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 317

    "Pagi," sapanya dengan nada dingin. Ares menegakkan tubuhnya, ekspresinya langsung berubah datar dan waspada. "Maaf aku tidak sempat menghadiri pernikahan kalian," lanjut pria itu dengan senyum sinis. "Semoga kalian berdua bisa awet sampai kakek nenek, meski aku ragu kalian bisa bertahan lama." Rahang Ares mengeras, tangannya menggenggam ponsel erat. Matanya berkilat kesal. Ia meletakkan ponselnya perlahan. Layar yang baru saja meredup itu sempat menampilkan tawa hangat Raya dan Kelana. Sebuah pemandangan yang sempat membasuh lelahnya. Namun, kehangatan itu seketika menguap, digantikan hawa dingin yang dibawa oleh pemuda yang kini berdiri di hadapannya. ​"Kenzie," ucap Ares dengan suara berat yang terkontrol. "Terima kasih sudah menyempatkan datang ke resepsi pernikahan kami kemarin." ​Kenzie tersentak. Alisnya bertaut, dan sorot matanya yang semula acuh berubah menjadi penuh tanda tanya. Ia yakin kehadirannya hari itu sangat rahasia. Ia hanya berdiri diam di balik pilar sebelum

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status