Share

Bab 267

Author: QueenShe
last update Last Updated: 2025-12-28 20:08:41

Malamnya Ares berdiri di depan pintu apartemen Kenzie. Tangannya mengetuk berkali-kali dengan tempo yang semakin keras seiring waktu berlalu tanpa jawaban.

"Kenzie!" panggilnya, suaranya menebal oleh kekhawatiran. "Buka pintunya!"

Tak ada sahutan. Tak ada bunyi langkah kaki dari dalam.

Ares mengetuk lagi, kali ini lebih keras. Ia menghela napas frustasi, lalu merogoh ponselnya, menghubungi David yang sejak tadi menunggu di mobil di basement.

"David, lacak posisi Kenzie sekarang," perintahnya singkat, nyaris tanpa emosi.

Beberapa menit kemudian, David muncul dengan tablet di tangan. Jari-jarinya mengakses aplikasi pelacakan yang terhubung dengan ponsel Kenzie.

"Tuan Muda ada di Azura Club. Di kawasan Senopati," ucap David setelah beberapa saat.

Ares mengerutkan kening. Club?

"Kita kesana sekarang," ucapnya tanpa ragu, langsung berbalik menuju lift.

Azura Club menyambut mereka dengan dentuman bass yang memekakkan telinga, lampu strobo yang menyilaukan, dan kerumunan manusia yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 319

    Sebelum membiarkan Monica dan Imelda masuk, David memberikan informasi tambahan. "Pak, ada kabar dari kolega Jepang. Mereka meminta meeting diundur ke besok. Ada kendala teknis di pihak mereka." Ares mengangguk. "Baik, atur ulang jadwalnya. Pastikan semua dokumen sudah siap besok pagi." "Siap, Pak." "Sekarang suruh mereka masuk. Mau apa sebenarnya?" David tersenyum samar, lalu membungkuk. Ia berbalik membukakan pintu untuk Monica dan Imelda. Kedua wanita itu masuk hampir bersamaan, dan langsung saling pandang dengan tatapan permusuhan. "Aku duluan!" seru Monica sambil melangkah cepat ke arah meja Ares. "Excuse me? Aku yang lebih dulu sampai di lobby!" bantah Imelda tidak mau kalah, ikut melangkah cepat. Ares mengusap wajahnya dengan kasar, merasakan migrain yang mulai menyerang. "Kalian berdua, diam." Kedua wanita itu langsung terdiam, meski masih saling menatap tajam. Ares menatap Monica dengan tatapan dingin. "Monica, kamu sudah menandatangani perjanjian. Kompensasi suda

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 318

    Raya merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga. Napas terengah-engah. Tubuhnya terasa remuk, setiap otot protes karena aktivitas yang luar biasa hari ini. Setelah berhasil mengendalikan amukan Kelana dengan "tantrum tandingan" yang dramatis, ia kemudian harus mewawancarai tiga calon pengasuh untuk Kelana. Proses yang melelahkan, karena ia harus memastikan siapa yang paling cocok dan bisa dipercaya untuk menjaga putra tiri kecilnya. Akhirnya pilihannya jatuh pada seorang wanita berusia empat puluh dua tahun bernama Bu Wati, mantan baby sitter profesional yang pernah bekerja di Hongkong selama sepuluh tahun. Wanita itu terlihat berpengalaman, lembut, tapi tegas. Sempurna untuk Kelana. Tapi yang paling menguras energi adalah bermain dengan Kelana setelah itu. Bocah kecil itu seperti baterai tanpa batas. Setelah akrab dengan Raya, ia tidak mau berhenti bermain, berlari kesana kemari, melompat di sofa, melempar bola, meminta Raya mengejarnya, dan masih banyak lagi. Sampai akhirnya, Ke

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 317

    "Pagi," sapanya dengan nada dingin. Ares menegakkan tubuhnya, ekspresinya langsung berubah datar dan waspada. "Maaf aku tidak sempat menghadiri pernikahan kalian," lanjut pria itu dengan senyum sinis. "Semoga kalian berdua bisa awet sampai kakek nenek, meski aku ragu kalian bisa bertahan lama." Rahang Ares mengeras, tangannya menggenggam ponsel erat. Matanya berkilat kesal. Ia meletakkan ponselnya perlahan. Layar yang baru saja meredup itu sempat menampilkan tawa hangat Raya dan Kelana. Sebuah pemandangan yang sempat membasuh lelahnya. Namun, kehangatan itu seketika menguap, digantikan hawa dingin yang dibawa oleh pemuda yang kini berdiri di hadapannya. ​"Kenzie," ucap Ares dengan suara berat yang terkontrol. "Terima kasih sudah menyempatkan datang ke resepsi pernikahan kami kemarin." ​Kenzie tersentak. Alisnya bertaut, dan sorot matanya yang semula acuh berubah menjadi penuh tanda tanya. Ia yakin kehadirannya hari itu sangat rahasia. Ia hanya berdiri diam di balik pilar sebelum

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 316

    Ares sampai di kantor dengan wajah yang masih terlihat lelah dan khawatir. Begitu mobil berhenti di basement, ia langsung turun dan berjalan cepat menuju lift eksekutif. Di dalam lift, ia mengeluarkan ponselnya, menatap layar dengan tatapan gelisah. Jemarinya mengetuk-ketuk casing ponsel—kebiasaan yang muncul saat ia cemas. Pintu lift terbuka. Ares melangkah keluar dengan langkah panjang, langsung menuju ruangannya. David sudah berdiri di depan pintu, membawa tablet dan beberapa berkas. "Pagi, Pak," sapa David sambil membukakan pintu untuk Ares. "Pagi," balas Ares singkat sambil masuk dan langsung duduk di kursi kerjanya. "David, siapkan ruang meeting untuk jam sepuluh. Klien dari Jepang sudah sampai belum?" "Sudah, Pak. Mereka menginap di hotel yang kita sediakan. Saya sudah mengirim jadwal meeting ke mereka tadi pagi." "Bagus." Ares mengangguk sambil membuka laptop. Tapi pikirannya tidak fokus sama sekali. Matanya terus melirik ke ponsel yang tergeletak di meja. David yang me

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 315

    Ares sudah berpakaian rapi dengan setelan jas abu-abu gelap, beberapa kali ia memeriksa jam tangannya, tanda ia harus segera berangkat. Saat hendak keluar, tiba-tiba Kelana berlari dengan wajah panik, diikuti tiga pelayan di belakangnya. "DADDY! NO! Don't go!" teriak Kelana sambil langsung memeluk kaki Ares erat. Ares menghela napas panjang, membungkuk dan mengangkat putranya ke dalam gendongannya. "Kelana, Daddy has to go to work. I'll be back soon, okay?" Kelana mulai menangis histeris, tangannya mencengkeram kemeja Ares dengan sangat kuat. "No. No, Daddy!" Ares menatap putranya dengan tatapan penuh kasihan. Ia tahu Kelana masih dalam masa adaptasi—masih ketakutan ditinggal sendirian di tempat asing ini. Tapi ia benar-benar ada meeting penting hari ini yang tidak bisa ia tunda lagi. "Buddy, listen to me—" Ares mencoba menenangkan, tapi Kelana semakin mengamuk. "NO! Don't leave me!" tangis Kelana semakin keras, tubuhnya meronta-ronta di gendongan Ares. Ares menatap jam tangan

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 314

    Bulan sudah menggantikan peran matahari, kamar utama terasa begitu tenang. Hanya terdengar suara AC yang berdengung pelan. Raya berbaring di ranjang, membelakangi Ares yang langsung memeluknya dari belakang. Lengan kekar pria itu melingkar erat di pinggang Raya, menariknya masuk ke dalam kehangatan tubuhnya. "Sayang..." bisik Ares di tengkuk Raya, suaranya parau dan lelah. "Maaf ya. Maaf buat sikap Kelana hari ini. Kamu pasti capek hari ini." Raya tersenyum tipis, tangannya menggenggam tangan Ares yang melingkar di perutnya. "Udah berapa kali kamu minta maaf hari ini, sih? Aku gak apa-apa, kok. Lagian yang bakalan capek itu kamu, bukan aku." "Tapi tetap saja—" "Ares," potong Raya sambil berbalik menghadap suaminya. Matanya menatap lekat mata Ares yang terlihat sangat lelah. "Kelana itu mirip banget sama kamu. Dia benar-benar ngambil semua genetik kamu." Ares mengernyitkan kening. "Maksudmu?" Raya tersenyum geli. "Penolakan Kelana sama persis kayak kamu dulu waktu nolak aku di r

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status