MasukBisa melihat peristiwa kematian seseorang adalah sebuah keistimewaan dan juga bencana bagi seorang gadis bernama Feli. Di saat ia ingin menyembunyikan kemampuannya rapat-rapat, seorang laki-laki bernama Aland justru mengetahui rahasia Feli. Antara percaya dan tidak percaya, Aland semakin sering mengikuti kemanapun Feli pergi untuk membuktikan kebenaran yang gadis itu lihat, dan untuk pertama kalinya Feli memiliki seorang teman yang dekat dengannya. Aland adalah satu-satunya orang yang bisa membuatnya nyaman karena Feli tidak bisa melihat peristiwa kematian pada mata laki-laki itu. Karena rasa simpati di dalam hati, tanpa disadari mereka diam-diam menyimpan rasa. Rasa takut kehilangan dan rasa kekhawatiran berubah menjadi cinta yang semakin kuat mengikat mereka berdua. Di saat cinta mereka semakin kuat mengikat, Feli bisa melihat kematian di mata Aland membuatnya sangat terpukul. Akankah Feli dapat merubah takdir? Ataukah rasa cinta di hati mereka harus terpendam oleh kematian?
Lihat lebih banyakHari ini Feli berangkat dengan berjalan kaki, meskipun Aland ngeyel untuk menjemputnya, ia tetap bersikeras untuk berangkat sendiri.Sebenarnya ia ingin memastikan sesuatu, kaki pendeknya berjalan menuju sebuah rumah kosong yang dulu sering kali Aron kunjungi.Feli menengok ke sana kemari hanya keheningan yang ia dapatkan.“Syukurlah, Aron sudah tidak berkunjung ke sini lagi,” gumannya seorang diri.Gadis itu pun menghela napas lega, ia berharap kondisi Aron bisa membaik. Meskipun Feli tidak yakin dengan hal itu, anak mana yang semakin membaik jika ayahnya saja harus ditahan di tempat rehabilitasi.Paling tidak Aron dan Ibunya sudah tidak lagi diperlakukan kasar, rumor di sekolahpun sudah meredup perbincangan mereka digantikan dengan Via yang sempat bunuh diri dan sekarang justru gadis itu hilang entah kemana. Hal ini menjadi topik hangat di sekolah.“Pagi, Dek Feli, kamu jalan kaki lagi?” sapa seorang penjaga gerbang.Satpam itu sudah hafal dengan Feli karena sering berjalan kaki saa
Mendung sore ini semakin mencekam, beberapa kali petir menyambar pertanda butiran air akan segera jatuh. Aland dan Feli mengendarai motor membelah padatnya jalan raya, mereka tidak peduli dengan wajah langit yang semakin suram.Tujuan mereka bukan ke rumah Feli untuk pulang, bukan juga ke rumah sakit untuk ikut mencari Via, akan tetapi mengikuti sebuah mobil yang dikendarai oleh guru matematika mereka.Pak Heri keluar dari gudang sekolah dengan menggendong tas yang sangat besar, itu adalah tas camping. Biasanya orang-orang menggunakannya untuk mendaki karena muat banyak sekali barang, bahkan tendapun bisa masuk ke tas tersebut.Untuk apa Pak Heri membawa tas sebesar itu ke sekolah? Pertanyaan itu yang menbuat Aland dan Feli mengikuti Guru Matematika mereka.Sejak kejadian mereka mendobrak pintu gudang, Feli menceritakan apa yang ia lihat dari peristiwa kematian guru matematika mereka. Pada waktu itu Pak Heri sedang menyeret seorang gadis, Feli tidak melihat wajah gadis itu dengan jel
Seorang laki-laki seang berdiri dibalik batang pohon besar disebuah taman, ia melihat jauh kedepan. Seorang pria paruh baya sedang duduk dengan kepala tertunduk, meskipun jauh laki-laki yang besembunyi dibalik pohon mengetahui jika Ayahnya, pria paruh baya itu berkali-kali menghapus air matanya yang kadang kala menetes.Tatapannya kosong, namun di dalam lubuk hatinya tersimpan banyak sekali penyesalan. Penyesalan yang telah ia perbuat terhadap keluarga kecilnya.“Waktu jalan-jalannya sudah habis, Pak. Mari saya antar ke kamar Bapak!” Ajak seorang petugas perempuan.Pria paruh baya itu berdiri dan berjalan mengikuti petugas itu. Aron, ikut berjalan di belakang mereka namun jauh. Jauh sekali jarak mereka. OIa tidak mau jika ayahnya tau kalau ia mengunjunginya.Apa yang harus Aron katakan kepada Ayahnya jika mereka bertemu? Ia sebenarnya sangat membenci Ayahnya namun sekaligus Aron sangat menyayangi pula Ayahnya.Perlakuan Ayahnya yang beberapa tahun terakhir berubah menjadi kasar, pemar
“AKKHHHH, TOLOOONG!” Setelah Feli dan Aland sampai, mereka dibuat syok saat melihat Amanda dan Via berada di dalam gudang sekolah. Via terduduk dengan pergelangan tangannya yang berlumuran darah. Sementara Amanda panik melihat sahabatnya yang ingin bunuh diri. “Cepat bawa dia ke UKS dulu, Aland!” perintah Feli. Sementara Guru UKS segera menelepon ambulan, Guru UKS membalut tangan Via yang berlumuran darah dengan kain kasa seadanya agar darah segar berhenti mengalir. Aland, Feli dan Amanda dipanggil ke ruang guru untuk menjelaskan kejadian tersebut. “Apa yang terjadi pada Via?” Tanya guru wali kelas. Amanda dengan wajahnya yang sembab mulai bercerita. “Beberapa hari ini Via bertingkah aneh, Pak. Biasanya dia selalu ceria tetapi beberapa hari ini dia selalu murung. Bahkan aku mendengar dia menangis di kamar mandi.” Guru wali kelas mendenngar cerita Amanda dengan seksama, begitu juga dengan Aland dan Feli yang tidak tahu menahu entang kondisi Via. “Lalu?” perintah Guru Wali kelas
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.