Share

Bab 274

Author: QueenShe
last update Last Updated: 2025-12-30 11:28:44

Tiga hari setelah dinner lamaran, Raya berdiri di dapur minimalis apartemennya dengan ponsel di tangan. Jantungnya berdegup tak karuan. Sudah lima menit ia menatap nama "Ibu" di layar, ragu untuk menekan tombol panggilan video.

Sejak skandal pelabrakan Lulu, Ratih memang enggan berkomunikasi dengannya. Jadi selama ini Raya hanya berkomunikasi dengan adiknya, Dio, untuk mengetahui kabar ibunya.

Tapi hari ini, Raya memberanikan diri.

Ia menarik napas dalam, berusaha menguatkan diri menekan tombol panggilan video.

Panggilan tidak dijawab.

Raya menunduk, dadanya sesak. Air matanya sudah menggenang di pelupuk mata.

"Sudah kuduga," batinnya pahit.

Tapi kali ini ia tak ingin menyerah. Dengan tangan gemetar, ia mencoba lagi.

nada sambung pertama... kedua... ketiga... dan keemp— Panggilannya diangkat.

Wajah yang sangat Raya rindukan muncul di layar. Wajah ibunya itu tampak lebih tua dari terakhir kali mereka bertemu, ada lingkaran hitam di bawah matanya. Sunggu Raya benar-benar rindu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
strawberry matcha
Ga sabar liat Kelana ketemu daddy Ares dan Rayaaa 🫶🏻🫶🏻🫶🏻
goodnovel comment avatar
strawberry matcha
Tamatlah sudah alkisah kami wkwkwk ibu buruan nikahin Raya sama Ares buuu wkwkwk
goodnovel comment avatar
Iin Rahayu
cari gara² emang pak CEO ini, bisa ngamuk bu Ratih
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 316

    Ares sampai di kantor dengan wajah yang masih terlihat lelah dan khawatir. Begitu mobil berhenti di basement, ia langsung turun dan berjalan cepat menuju lift eksekutif. Di dalam lift, ia mengeluarkan ponselnya, menatap layar dengan tatapan gelisah. Jemarinya mengetuk-ketuk casing ponsel—kebiasaan yang muncul saat ia cemas. Pintu lift terbuka. Ares melangkah keluar dengan langkah panjang, langsung menuju ruangannya. David sudah berdiri di depan pintu, membawa tablet dan beberapa berkas. "Pagi, Pak," sapa David sambil membukakan pintu untuk Ares. "Pagi," balas Ares singkat sambil masuk dan langsung duduk di kursi kerjanya. "David, siapkan ruang meeting untuk jam sepuluh. Klien dari Jepang sudah sampai belum?" "Sudah, Pak. Mereka menginap di hotel yang kita sediakan. Saya sudah mengirim jadwal meeting ke mereka tadi pagi." "Bagus." Ares mengangguk sambil membuka laptop. Tapi pikirannya tidak fokus sama sekali. Matanya terus melirik ke ponsel yang tergeletak di meja. David yang me

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 315

    Ares sudah berpakaian rapi dengan setelan jas abu-abu gelap, beberapa kali ia memeriksa jam tangannya, tanda ia harus segera berangkat. Saat hendak keluar, tiba-tiba Kelana berlari dengan wajah panik, diikuti tiga pelayan di belakangnya. "DADDY! NO! Don't go!" teriak Kelana sambil langsung memeluk kaki Ares erat. Ares menghela napas panjang, membungkuk dan mengangkat putranya ke dalam gendongannya. "Kelana, Daddy has to go to work. I'll be back soon, okay?" Kelana mulai menangis histeris, tangannya mencengkeram kemeja Ares dengan sangat kuat. "No. No, Daddy!" Ares menatap putranya dengan tatapan penuh kasihan. Ia tahu Kelana masih dalam masa adaptasi—masih ketakutan ditinggal sendirian di tempat asing ini. Tapi ia benar-benar ada meeting penting hari ini yang tidak bisa ia tunda lagi. "Buddy, listen to me—" Ares mencoba menenangkan, tapi Kelana semakin mengamuk. "NO! Don't leave me!" tangis Kelana semakin keras, tubuhnya meronta-ronta di gendongan Ares. Ares menatap jam tangan

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 314

    Bulan sudah menggantikan peran matahari, kamar utama terasa begitu tenang. Hanya terdengar suara AC yang berdengung pelan. Raya berbaring di ranjang, membelakangi Ares yang langsung memeluknya dari belakang. Lengan kekar pria itu melingkar erat di pinggang Raya, menariknya masuk ke dalam kehangatan tubuhnya. "Sayang..." bisik Ares di tengkuk Raya, suaranya parau dan lelah. "Maaf ya. Maaf buat sikap Kelana hari ini. Kamu pasti capek hari ini." Raya tersenyum tipis, tangannya menggenggam tangan Ares yang melingkar di perutnya. "Udah berapa kali kamu minta maaf hari ini, sih? Aku gak apa-apa, kok. Lagian yang bakalan capek itu kamu, bukan aku." "Tapi tetap saja—" "Ares," potong Raya sambil berbalik menghadap suaminya. Matanya menatap lekat mata Ares yang terlihat sangat lelah. "Kelana itu mirip banget sama kamu. Dia benar-benar ngambil semua genetik kamu." Ares mengernyitkan kening. "Maksudmu?" Raya tersenyum geli. "Penolakan Kelana sama persis kayak kamu dulu waktu nolak aku di r

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 313

    Ares berjalan perlahan menuju kamar utama setelah memastikan Kelana sudah tenang dan bermain bersama David di kamarnya. Langkahnya terasa berat seperti membawa beban raksasa di pundaknya. Begitu membuka pintu kamar, ia langsung menemukan Raya duduk di tepi tempat tidur dengan ponsel di tangan, berbicara dengan seseorang. Istrinya itu menoleh sambil tersenyum hangat "…iya, Bu. Aku mengerti. Makasih ya, Bu. Nanti aku coba," ucap Raya pelan ke ponselnya. Ares terdiam di ambang pintu, mendengarkan. "Iya, aku janji bakal sabar. Aku gak akan menyerah," lanjut Raya. "Oke, Bu. Aku tutup dulu ya. Sayang Ibu juga." Raya menutup teleponnya, ponselnya di simlan di nakas. Tangannya terulur meminta Ares mendekat. Ares melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Tanpa kata, Ares cepat menghampiri Raya, langsung memeluknya sangat erat. "Aku minta maaf lagi," bisiknya parau di telinga Raya. "Maaf, Sayang. Maaf buat semuanya." Raya membalas pelukan Ares. Tangannya mengusap punggung suaminya

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 312

    Ruang makan yang luas dan mewah kini terasa penuh Ada.ketegangan yang tak nyaman. Meja panjang sudah ditata rapi dengan berbagai hidangan—nasi putih hangat, sup ayam, ayam goreng, menu sayur, dan beberapa lauk lainnya yang sudah disiapkan dengan penuh perhatian oleh chef pribadi. Raya duduk di samping Ares, sementara Kelana duduk di kursi khusus anak yang sudah disiapkan di sisi Ares. Tapi bocah kecil itu sama sekali tidak terlihat nyaman—wajahnya cemberut, matanya sembab, dan tubuhnya gelisah di kursi. "Kelana, you need to eat," ucap Ares lembut sambil mengambil sendok. "Look, this is your favorite. Chicken soup." Kelana menggeleng keras, bibirnya mengerucut—tanda ia akan menangis lagi. "No! I don't want! I want Nanny Grace! Where is Nanny?!" Suaranya mulai meninggi, penuh dengan keputusasaan. Ares menghela napas panjang, tangannya mengusap wajahnya sendiri—tanda ia mulai kewalahan. Sudah sejak bangun tidur Kelana marah ingin kembali ke Amerika dan ingin bersama Grace. "Nanny

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 311

    Ares berjalan perlahan menuruni tangga, langkahnya terdengar berat. Ia mencoba berjalan pelan agar tidak membangunkan Kelana yang baru saja tertidur. Wajahnya terlihat lelah. Bukan hanya lelah fisik karena perjalanan panjang, tapi juga lelah mental karena situasi yang jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan. Ia menemukan Raya di dapur, tengah menata piring-piring di meja makan bersama dua pelayan. Raya terlihat sibuk mengatur tata letak, memastikan semuanya rapi dan siap untuk makan siang nanti. Tanpa peduli dengan para pelayan yang langsung menunduk hormat begitu melihatnya, Ares melangkah mendekat dari belakang Raya, melingkarkan lengannya di pinggang istrinya, menarik tubuh Raya ke dalam pelukannya dengan erat. Raya tersentak kecil, tapi langsung tersenyum begitu menyadari siapa yang memeluknya. "Ares… ada pelayan," bisiknya pelan, kedua pipinya langsung memerah malu. Bukan Ares namanya kalau ia peduli akan sekitar. Ia justru semakin mengeratkan pelukannya, menenggelamkan wajah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status