Home / Romansa / Menggoda Ayah Sahabatku / Bab 89 — Hampir Salah Paham

Share

Bab 89 — Hampir Salah Paham

Author: Papa Buaya
last update Last Updated: 2025-12-27 14:26:12

"Buat apa kamu repotin anak orang?" tanya Rania lagi.

Masih bingung mendengar perkataan putranya. Ia memandang Amelia dengan tatapan yang kini penuh pertanyaan.

Amelia membisu seribu bahasa. Otaknya berputar cepat mencari cara meluruskan hal ini tanpa menimbulkan kecurigaan. Di kepalanya, ia berusaha merangkai kata-kata yang cocok.

Sedangkan Kayden masih berekspresi tenang, meski wajahnya pucat.

"Amel di tinggal ayahnya entah ke mana. Jadi aku terima dia kerja di rumah jadi ART. Kesian dong kalau aku pergi, Amel di rumah sendirian," jelasnya.

Barulah Rania mengangguk paham. Ekspresinya berubah menjadi penuh rasa iba pada Amelia.

"Oh, gitu, ya. Yang sabar, ya, Nak," katanya dengan suara lembut, penuh simpati.

Amelia diam-diam menghela napas pelan dalam hati. Padahal sesederhana itu penjelasannya, sesuai perkataan Kayden. Namun ia tadi sudah panik dan overthinking sendiri.

Amelia mengangguk dengan senyuman tipis yang sedikit dipaksakan.

"Iya, Nek."

"Kalau gitu, kami pamit pulang dul
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 127 — Perasaan Yang Disembunyikan

    ‘Dia bener-bener marah sampai nggak mau makan makanan buatanku lagi?’ gumam Kayden dalam hati sedikit lirih.Perasaannya yang sempat bersemangat untuk membujuk Amelia, kini sedikit pesimis. Entah apakah dirinya bisa berbaikan lagi dengannya. Wajah Amelia yang berderai air mata kemarin kembali terlintas di benaknya."Kamu aja yang makan sana," perintah Kayden dengan helaan napas yang berat.Tio yang masih ada di ruangan langsung mengerjap kaget. "Beneran, Pak?"Kayden mengangguk singkat sebagai jawaban.Tanpa ragu, Tio langsung mengambil bungkusan itu dengan senyuman lebar. "Makasih banyak ya, Pak. Duh, lumayan nggak perlu ke kantin," ucapnya dengan girang lalu berbalik dan keluar dari ruangan atasannya.Perlahan, langit menjelang sore. Kayden bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat hari itu.Kayden, meski tau Amelia benar-benar marah padanya, dia tetap berusaha ingin memperbaiki hubungannya. Setelah pergi dari kantornya, dia mengambil semua pesanannya sia

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 126— Cara Membujuk

    ‘Dia mau ngapain sih?’ gerutu Amelia dalam hati, lalu langsung menolak panggilan dari Kayden.Amelia kembali meneguk air yang Alvin berikan, mencoba menghilangkan dahaganya. Tapi ponselnya lagi-lagi berdering dan masih orang yang sama meneleponnya.Sudah lebih dari empat kali Amelia menolak panggilan, Kayden masih terus menelepon. Dan bukan hanya panggilan, beberapa pesan pun muncul darinya."Amel, masih marah? Jawab dong telepon aku.""Kamu udah makan? Tadi pagi aku kirim makanan, tapi kayaknya kamu masih tidur. Moga suka, ya."Dan masih banyak lagi pesan Kayden. Dengan kata-kata manis seperti remaja puber yang mencoba mendekati gebetannya.Hal itu tak membuat Amelia tergerak sama sekali. Namun dia sedikit terganggu jika terus ditelepon dan dikirimi pesan seperti spam itu.Amelia akhirnya mengirim balasan."Stop ganggu aku. Aku udah dewasa. Kalau lapar ya tinggal makan. Nggak perlu orang lain ingetin!"Tanpa menunggu tanggapan dari pria itu, Amelia menutup ponselnya lalu berdiri. Leb

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 125 — Luapan Emosi

    ‘Tante Melissa juga makin kesel sama aku karena kejadian kemarin.’ Amelia bergumam dalam hati. ‘Kenapa aku harus ada di tengah-tengah mereka, sih?’Amelia terus melangkah tanpa arah dan cukup jauh dari rumahnya. Hingga tak sadar saat ini dia hampir sampai ke kampusnya. Beberapa kilometer lagi di depan sana adalah gerbang kampus.Amelia celingukan. "Astaga, kok bisa nyampe sini, sih?"Barulah setelah berhenti, Amelia merasakan lelah karena berjalan jauh. Dia akhirnya pergi ke sebuah mini market untuk membeli air.Tapi saat pergi ke meja kasir untuk membayar, pria yang mengantri di depannya menegur."Ngapain kamu di sini, Mel?"Amelia yang sedikit melamun langsung buyar, perhatiannya teralihkan pada suara itu. Tapi wajahnya langsung mengerut saat melihat sosok Angga di depannya."Apa? Ini tempat umum, siapa pun boleh ke sini," balas Amelia dengan nada ketus.Amelia lalu melangkah lebih dulu dan memilih pergi ke kasir kedua daripada mengantre di belakangnya. Saat ini Amelia tak memiliki

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 124 — Tak Tahu Malu

    "Kay!" seru Melissa memanggil. Dia bergegas menghampiri Kayden saat menyadari kedatangannya.Tapi Kayden malah mengabaikannya dan tetap lanjut masuk ke rumahnya. Terlihat jelas wajahnya dipenuhi amarah.Melissa menyipit kesal dan langsung mengejar. Ketika Kayden hendak menutup gerbang rumah, Melissa langsung menahannya."Kamu kenapa sih?!""Pergi," ucap Kayden singkat dan penuh penekanan.Tentu Melissa tak akan menyerah begitu saja. Dia terlanjur kesal diabaikan dan diganggu momennya oleh Amelia."Kenapa marah cuma karena bocah itu lihat kita? Sampai dikejar pula. Biarin aja, dia nggak punya urusan apa pun sama kita. Sekarang mending kita lanjut di rumah aj—"Belum selesai Melissa mencoba merayu, satu tangan Kayden sudah berada di depan muka dan dengan cepat melayang ke wajahnya.Plak!Tamparan Kayden sangat keras hingga membuat Melissa terdiam mematung."Saya udah bilang jangan pernah temui saya lagi. Kamu masih berani datang dan menyentuh saya? Perempuan nggak tau malu!" bentak Kayd

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 123 — Aku Kurang Apa?

    ‘Apa-apaan ini? Kenapa Kay .... ‘ Amelia hanya bisa bergumam dalam hati. Entah kenapa suaranya tak bisa keluar.Tangan Amelia yang menggenggam kantung belanjaan terlepas. Suara benda jatuh itu membuat dua orang di depannya menyadari keberadaannya.Kayden terbelalak kaget. Dia langsung mendorong Melissa menjauh."Amelia," panggilnya dengan suara lirih. Kayden hendak meraihnya, tapi Amelia sudah lebih dulu berbalik dan melangkah pergi."Amelia!" Kayden berteriak memanggil, hendak mengejar.Namun dengan cepat Melissa menahannya. "Kamu mau ke mana? Biarin aja, mungkin anak itu cuma malu liat kita," tanyanya dengan nada santai, seolah tak merasa bersalah.Rahang Kayden semakin mengeras, penuh emosi yang tertahan."Diam! Ini semua gara-gara kamu!" bentaknya sembari menepis tangan Melissa.Tak membuang waktu lagi, Kayden bergegas mengejar Amelia. Jantungnya berdebar gelisah saat ini.Sementara Amelia, dia sudah pergi cukup jauh menuju rumahnya. Kakinya berusaha lari secepat mungkin, dadanya

  • Menggoda Ayah Sahabatku    Bab 122 — Jangan Mengecewakanku

    "Emang kenapa tanya soal wanita itu?" tanya Alvin. Matanya menyipit penuh kecurigaan.Amelia kembali menatapnya, lalu dengan terampil menyunggingkan senyuman seperti biasa. "Nggak ada apa-apa kok. Nanya random aja."Alvin mendengus pelan, keraguan masih tersisa di sorot matanya. Namun, sebelum sempat mengejar pertanyaan lebih lanjut, Satrio kini mendekati meja mereka, membawa nampan berisi pesanan."Silahkan, Kak Alvin. Semoga suka ya," ujar Satrio sambil dengan hati-hati menyajikan minuman dan kue kecil di atas meja.Alvin membalas dengan senyuman kecil yang sopan. "Makasih, ya. Vivian juga katanya suka kue pemberian kamu waktu itu."Satrio langsung berbinar. "Beneran? Syukur, deh. Nanti saya kirim lagi buat Vivian, boleh?"Alvin tak sempat menjawab karena Amelia yang lebih dulu menyahut dengan nada menggoda. "Heh, tukang ngirimnya juga harusnya dapet, dong. Lupa ya siapa yang ngasih ke Pak Alvin?" protes Ameli menggerutu.Satrio menoleh padanya dengan helaan napas. "Iya, iya. Nan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status