“Oh, iya. Saya Amelia,” jawab Amelia.Dengan cepat berdiri dan menunduk sopan.Alvin menanggapi dengan senyum tipis.“Sendirian aja? Boleh saya ikut gabung?” tanyanya ramah.Amelia refleks mengangguk. “Iya. Silakan, Pak.”Alvin duduk di hadapannya. Pandangannya sesaat jatuh pada gelas espresso milik Amelia.“Kamu suka espresso, ya? Padahal itu pahit, loh.”Amelia mengangguk pelan.“Nggak terlalu kok. Lebih seger aja kalau udah minum kopi.”Tepat setelah itu, Satrio datang membawa minuman pesanan Alvin, sebuah minuman pink lava. Lalu pergi lagi ke meja kasir.Alvin buru-buru memalingkan wajah, seperti malu menunjukkan pilihan minumannya.“S-saya nggak bisa minum kopi, asam lambung suka naik,” elaknya. pelan.Amelia merapatkan bibir, menahan senyuman.“Nggak apa-apa kok, Pak. Pesen aja sesuai selera,” sahutnya.“Ekhem!” Alvin berdehem pelan menutupi kegugupannya. “Kamu belum cek di sosmed Akarin? Pemenang lombanya udah keluar,” tanyanya mengalihkan pembicaraan.Mata Amelia langsung mem
Last Updated : 2025-11-25 Read more