Compartilhar

Bagian 11

Autor: Wideliaama
last update Data de publicação: 2026-09-24 16:12:10

Hari pernikahan yang telah dinanti pun akhirnya tiba.

Gereja katedral terbesar di kota dipenuhi para tamu undangan. Di hadapan altar, kedua mempelai mengenakan pakaian putih melambangkan kesucian.

Para saudara dan kerabat dari kedua keluarga hadir untuk menyaksikan pernikahan putra sulung keluarga Van Houten dengan putri tidak sah keluarga Teresha.

“Aku masih tidak percaya ini. Seorang Damian Van Houten yang memiliki segalanya justru malah menikahi wanita biasa.” Terdengar bisik-bisik dar
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 103

    Alena keluar dari ruangan CEO tanpa terburu-buru. Hari itu, ia mengenakan gaun putih yang dipadukan dengan blazer biru tua. Rambut panjangnya tergerai rapi, sementara sepatu hak tingginya menimbulkan suara pelan setiap kali kaki wanita itu melangkah. Penampilannya terlihat modis dan anggun. Ia berjalan dengan tenang melewati lorong kantor. Sekretaris administrasi tampak heran melihatnya. “Bu Alena, Anda sudah mau pergi?” Alena tersenyum tipis. “Ya, aku ada urusan lain.” Setelah mengatakan itu, ia langsung berjalan menuju lift. Tidak lama kemudian, Damian menyusul. Kayla baru saja kembali dari toilet setelah mengalami sakit perut parah. Ia melihat bosnya tampak terburu-buru mengejar seseorang. Karena penasaran, Kayla menghampiri meja rekannya. “Cassy, kenapa Pak Damian terburu-buru begitu?” Cassy menjelaskan, “Tadi ada wanita menanyakan ruangan Pak Damian, jadi aku memberitahunya. Katanya keluarga.” “Namanya? Kamu tanya namanya tidak?” Cassy mengangguk. “Namanya Ale

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 102

    Belakangan ini, kehidupan Alena terasa sangat tenang. Hubungannya dengan Damian bisa dibilang “membara” dan cukup harmonis. Christian juga mulai memperlakukannya selayaknya kakak ipar, meskipun pria itu masih sering menunjukkan sikap ketusnya. Bahkan, Julian juga sesekali mengajaknya bicara di meja makan. Semua perubahan itu bagaikan mimpi indah yang tidak ingin ia sudahi. Elsa yang melihat menantunya menyiapkan bekal sambil tersenyum ikut bahagia. Ia mendekat untuk menggodanya. “Damian memintamu menyiapkan bekal?” Alena spontan menoleh. Ia tersenyum malu. “Tidak, Ibu. Aku berinisiatif ingin mengantarkan makan siang untuknya.” “Itu bagus. Damian pasti akan sangat senang.” Di kantor, Damian baru saja selesai rapat dengan para kepala departemen. Setelah hampir dua jam membahas perkembangan proyek hotel baru dan laporan keuangan perusahaan, akhirnya ia bisa kembali ke ruangannya. Leon berjalan mengikuti Damian sambil membawa beberapa dokumen. “Pak, ini lapora

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 101

    Christian mengambilnya nyaris seperti menyambar. “Dari mana kau mendapatkan jam tanganku?” Ia langsung mengenali Royal Oak pemberian Annalise, bahkan tanpa memeriksanya lebih dulu. Alena mengamati wajah bahagia adik iparnya. Mata pria itu berbinar. Sepertinya benar jam tangan itu memang berharga baginya. Alena tersenyum tipis. “Bukannya kamu harus bilang sesuatu dulu sebelum bertanya seperti itu?” Christian yang masih memandangi jam tangan itu seketika menatap Alena, lalu berdecih. “Terima kasih.” “Jadi, dari mana kau dapat ini?” Alena menghala napas pelan. “Yovie mengambilnya. Sepertinya dia menyimpan itu untuk menjebakmu juga. Di sana tadinya ada darah kering yang sudah kubersihkan.” Mendengar itu, dada Christian langsung dipenuhi emosi. “Sialan! Mereka benar-benar niat ingin menghancurkan hidupku. Lihat saja, akan kubalas perbuatan mereka berkali-kali lipat!” Alena menenangkan Adik iparnya. “Chris, kamu pantas marah, tapi tunda dulu kemarahanmu sampai kamu wisuda

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 100

    “Enak?” Damian mengunyah kue keju buatan istrinya. Ia tidak langsung menjawab, hanya mengambil satu potong lagi dan menggigitnya dengan tenang. Alena yang duduk di hadapannya menunggu jawaban. “Aku bertanya, enak atau tidak?” “Lumayan.” Senyum di wajah Alena langsung memudar. “Hanya lumayan?” Damian meliriknya sekilas. “Kau ingin aku berbohong?” Alena mendengus pelan. Ia sudah menduga pria itu akan memberikan jawaban seperti itu. Bahkan setelah hubungan mereka membaik, Damian tetaplah Damian yang sulit memuji orang lain—kecuali soal tubuhnya. “Kalau begitu, lain kali aku tidak akan membuatkannya untukmu.” Damian menghentikan gerakan tangannya. Ia menatap kue di piring, lalu kembali menatap Alena. “Siapa bilang aku tidak mau?” Alena mengerjapkan mata. “Kamu baru saja bilang kueku hanya lumayan.” “Aku tidak bilang rasanya buruk.” “Tapi kamu juga tidak bilang enak.” Damian menghela napas, “Aku hanya tidak terlalu suka kue, Alena. Dari pada kue, aku lebih suka ha

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 99

    “Boleh.” Alena tersenyum lebar. Ia ingin memiringkan tubuh, tapi pinggangnya benar-benar terasa sakit. Rintihannya membuat Damian menoleh. “Sakit?” Alena mengangguk. “Sepertinya aku butuh dipijat.” Damian tidak banyak bicara. Ia bangkit, lalu membalik tubuh Alena dengan hati-hati. “Kamu mau apa—emh, iya di situ.” Alena merasakan pijatan di pinggangnya. Dengan posisi wajah di atas bantal, matanya tanpa sadar terpejam karena tubuhnya menjadi lebih rileks. Damian tersenyum tipis melihat Alena menikmati pijatannya. “Damian,” gumam Alena tanpa membuka mata. “Hm.” “Aku pikir kamu membenci Dimitri.” Damian tidak langsung menjawab. Tangannya memijat di titik-titik tertentu yang membuat Alena mendesah. “Nikmat?” “Iya. Ternyata kamu juga pintar memijat ya?” “Ini pengalaman pertamaku memijat orang lain. Kau harus merasa terhormat, Alena.” Alena membuka matanya, melirik Damian dengan mata menyipit. “Jangan mengalihkan pembicaraan.” Damian menghela napa

  • Menggoda Suami Dinginku   Bagian 98

    Menjelang sore, percakapan mereka masih berlanjut. Kali ini, pembahasan beralih pada kuliah Christian yang sebentar lagi memasuki wisuda. Valerie mendadak gelisah. Ia segera menoleh pada Alena, memberi isyarat agar wanita itu mengikutinya ke luar. Alena mengangguk. Ia hendak berdiri, tapi Damian langsung bertanya, “Ke mana?” “Valerie ingin bicara denganku sebentar,” jawab Alena. Damian melirik Valerie yang sudah menunggu di pintu, lalu ia mengangguk singkat. “Hm, pergilah.” Setelah mendapat izin, Alena pergi menyusul Valerie. Dia-diam semua orang memerhatikan Damian dan serempak membatin, ‘dia posesif sekali'. Begitu Alena mendekat, Valerie langsung berbisik, “Alena, punya pembalut? Sepertinya aku datang bulan.” “Ada. Ayo ke kamarku.” Keduanya pergi ke kamar Alena. Wanita itu membuka laci untuk mengambil pembalut. Saat itu, Valerie yang berdiri tidak jauh darinya, iseng mengintip ke dalam laci. Dahinya berkerut melihat sesuatu yang tidak asing di sana. “In

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status