Share

90. Kejutan

Author: Black Aurora
last update Huling Na-update: 2025-10-17 20:11:44
Sejak pertengkaran pagi tadi, sekarang Calla lebih banyak diam.

Ia duduk di meja makan dengan pandangan kosong, sesekali mengaduk jus jeruk di depannya tanpa benar-benar meminumnya.

Dylan memperhatikannya sejak tadi, dari cara gadis itu menatap piring kosong hingga dari caranya tak menanggapi satu pun topik obrolan yang ia lontarkan.

“Masih marah?” tanya Dylan akhirnya dengan suara datar tapi mengandung nada menggoda.

Calla tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap pria itu sekilas, lalu kembali menunduk. “Aku tidak marah,” gumannya singkat.

Dylan tersenyum tipis. “Kamu bilang tidak marah, tapi kenapa ekspresi wajahmu mengatakan sebaliknya?”

Calla mendesah keras. “Kalau aku bilang aku marah, apakah itu akhirnya akan membuatmu berkata jujur?”

“Jujur tentang apa?” Dylan bertanya seolah tak tahu.

“Jangan berpura-pura bodoh, Dylan.” Calla menatapnya tajam. “Tentang Ibu. Aku tidak peduli seberapa rumit masalahnya, tapi tetap saja aku berhak tahu di mana dia.”

Dylan menatap
Black Aurora

apa ada yg ga bisa buka bab baru?

| 12
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
Black Aurora
yeaay (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠...
goodnovel comment avatar
Sakura Sambas
sekarang sdh bisa di buka tor
goodnovel comment avatar
Leni Haryanti
kok GK bs y
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-5

    Pagi itu, Lumi akhirnya keluar dari kamarnya dengan langkah ragu.Ia mengenakan bath robe putih yang diikat longgar di pinggang dengan panjangnya menjuntai sampai lutut. Rambut hitam panjangnya diikat ekor kuda rendah dan sederhana. Wajahnya bersih dari riasan, karena toh akan tersembunyi juga di balik masker dan kacamata hitam.Knox dan Trey sudah menunggunya di ruang santai, dan keduanya menoleh hampir bersamaan saat melihat Lumi.Knox mengamati cara Lumi berdiri dengan kaku dan canggung seperti seseorang yang siap dieksekusi, bukan hendak berjemur di balkon apartemen mewah dan menjadi pusat perhatian.Trey-lah yang lebih dulu berdiri dan tersenyum hangat padanya. “Pagi, Lumi. Sudah siap?”Lumi hanya meringis kecil. “Siap atau tidak, sepertinya aku tidak punya pilihan,” gumannya jujur. “Aku… masih malu, Trey. Aku tidak pernah pakai bikini dan difoto.”Trey mengangguk paham. Ia semakin mendekat, lalu dengan gerakan lembut merapikan helai rambut Lumi yang keluar dari ikatannya. “Ka

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-4

    Begitu pintu kamarnya tertutup, Knox langsung meraih ponsel yang tergeletak di atas meja samping ranjangnya. Ia melihat tiga missed called yang tertera di layar dan menampilkan nama yang familiar. Adrian. Knox menekan tombol panggil, lalu meletakkan ponsel di telinganya. “Dia sudah sampai?” suara Adrian terdengar nyaris bersamaan dengan nada sambung terakhir. “Sudah,” jawab Knox pendek. “Dan?” Knox menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan dengusan kesal. “Gadis itu benar-benar parah.” “Parah bagaimana?” “Berjalan lurus saja tidak bisa,” gerutunya. “Selalu saja tersandung kakinya sendiri atau hampir menabrak meja. Bahunya naik turun seperti orang sedang asma.” Di seberang sana, Adrian tertawa kecil. Bukan karena mengejek, tapi lebih seperti seseorang yang sudah menduga hasilnya. “Knox,” katanya santai, “maaf, tapi apa kamu sadar siapa dirimu?” “Apa hubungannya?” sergah Knox. “KAMU adalah Knox Bennet,” lanjut Adrian. “Supermodel dunia. Pria yang membuat orang menjadi gugup hanya

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-3

    "Karena mulai hari ini kamu tinggal di sini, maka akan kuantar tur berkeliling apartemen." Knox berjalan lebih dulu dalam langkah yang tenang dan pasti, seolah apartemen seluas itu adalah bagian dari tubuhnya sendiri. Lumi mengikutinya dari belakang dengan langkah kecil, sembari matanya sibuk menelan setiap detail yang dilewati. Dapur terbuka dengan island marmer putih. Ruang makan dengan meja panjang yang terlalu besar untuk satu orang. Ruang santai dengan sofa rendah dan jendela dari lantai ke langit-langit yang menghadap pemandangan kota. Semuanya terasa mahal, rapi, dan… sunyi. “Dan ini... adalah balkon,” ucap Knox singkat. Ia lalu menggeser pintu kaca, dan membiarkan udara masuk dengan membawa cahaya siang dan pemandangan kota yang terbentang luas. Lumi terdiam sejenak. Pemandangannya indah sekali. Terlalu indah, sampai membuatnya merasa tidak pantas untuk berdiri di sana. “Kalau paparazi berhasil memotret dari jauh, ini adalah salah satu spot yang aman,” ujar

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-2

    Lumi berdiri di depan sebuah gedung apartemen mewah yang menjulang dingin dan terlihat angkuh, membuat dirinya merasa begitu kecil bahkan sebelum memasukinya. Kaca-kaca besar memantulkan langit pagi yang pucat, sementara pintu otomatis di lobi berkilau bersih seperti batas tak kasat mata antara dunia biasa dan kehidupan para sosialita. Ia menggigit bibirnya pelan. Wajahnya tertutup masker hitam, rambut hitam panjangnya yang biasanya dibiarkan terurai, kini digelung seadanya dan diselipkan di balik topi. Kacamata hitam besar menutupi hampir separuh wajahnya yang mungil. Manik cokelat gelap yang biasanya penuh rasa ingin tahu kini tersembunyi, seolah Lumi berharap dirinya juga bisa menghilang di baliknya. “Huuufh… kenapa sampai harus tinggal bersama, sih?” keluhnya lirih, lebih kepada dirinya sendiri. Gedung ini adalah tempat tinggal Knox Bennet. Pria yang namanya selama bertahun-tahun hanya ia lihat di billboard raksasa, sampul majalah internasional, dan layar-layar ikl

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-1

    “Lumi Walsh?” Knox Bennet menyandarkan punggungnya ke kursi kulit hitam dengan rahang mengeras. “Aku harus berpura-pura memiliki hubungan dengannya?” Tatapannya menajam ke arah pria di seberang meja, kepada manajernya sendiri yang bernama Adrian Cole, yang berdiri dengan tablet di tangan dan ekspresi tenang. “Bukan berpura-pura,” jawab Adrian datar. “Kita menyebutnya pendekatan strategis. Lebih terdengar berkelas.” “Cih. Sama saja, omong kosong,” Knox mendesis. Adrian menghela napas pendek, lalu menekan layar tabletnya. Grafik demi grafik kemudian bermunculan. Angka merah, garis menurun, dan logo brand yang dicoret. “Ini daftar kontrak yang dibatalkan tiga bulan terakhir,” ucap Adrian tanpa emosi. “Empat brand fashion Eropa. Dua kampanye global. Satu rumah mode yang dulu mati-matian mengejarmu.” Knox memalingkan wajah dan menatap jendela besar lantai tiga puluh yang menghadap kota. Pantulan dirinya di kaca tampak masih sama menawannya. Tinggi, proporsional, wajah yang d

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    Sinopsis : Menggodamu Hingga Takluk Padaku, Extra Part (EP)

    Namaku Lumi Walsh, dan aku suka menyanyi. Tapi sayangnya, agensi tidak menyukai sikapku yang ceroboh, kikuk, dan gugup jika berada di hadapan orang banyak saat sedang tidak bernyanyi. Mereka bahkan benci melihat cara jalanku yang dinilai tidak anggun sama sekali. Lalu tercetuslah ide itu. Knox Bennet, seorang model pria super tampan tapi karirnya yang dulu cemelang kini hancur karena skandal mantan tunangannya. Karena kami satu agensi, maka aku dipasangkan dengan Knox sebagai "kekasih". Pura-pura, tentu saja. Hubungan palsu ini akan membawa keuntungan untukku, yaitu Knox dengan aura supermodel-nya bisa mengajarkanku cara bersikap, berjalan, serta berucap hal yang benar di depan publik. Dan Knox, bisa mendapatkan kembali image-nya yang hancur dan karirnya sebagai model. Tapi... apa iya kami harus berpura-pura? Karena masalahnya, Knox itu terlalu tampan untuk diabaikan. Dan meskipun pria itu mengaku masih mencintai wanita lain yang telah menikah, rasanya aku ingin m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status