Share

Malam Intim

Author: nababy
last update publish date: 2026-03-06 00:03:21

“Yang Mulia, jika kita melakukannya, ini menjadi sebuah penghinaan pada Ratu.” Marielle menahan tubuh Cassian agar tak mendekat.

Jantungnya berdebar cukup kencang, makin dirinya melihat wajah sang Raja, rasa di hatinya makin tak menentu.

“Sayang… tidak apa-apa. Lagipula Ratu tak menginginkan malam intim ini.” Cassian menyingkirkan tangan Marielle yang menghalanginya. Ia merengkuh tubuh indah itu, membawanya dalam pelukan hangat dan lembut.

Aroma Lavender. Baginya aroma itu begitu memabukkan. Se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Makan Malam Istana

    Marielle tertegun, tangannya menggenggam gaunnya erat. Seandainya dia tau keadaan Enzo sekarang, pasti akan membuatnya jauh lebih tenang.“Apa kau khawatir Lady? Jangan lupakan tempatmu sebenarnya berada.” Aldric tersenyum licik kemudian pergi meninggalkannya.Genggaman tangannya makin kencang, hingga membuatnya sedikit gemetar.“Aku bersumpah akan membuatmu menyesal karena telah meremehkanku,” batinnya geram.“Marielle,” panggil seseorang tak jauh.Wanita itu segera melihat pada sumber suara. Dan seseorang sudah berdiri di sana. Dia adalah Raja Cassian. Tatapannya tepat tertuju pada Marielle. Tanpa menyapa Aldric yang masih ada disekitarnya.“Turunlah,” ucapnya singkat, suaranya rendah namun tegas.Marielle sedikit tertegun, namun ia tetap meletakkan tangannya di atas tangan Cassian. Pria itu langsung menggenggamnya erat, membantu Marielle turun dari kereta dengan perhatian yang begitu manis.Di sekitar mereka, beberapa orang mulai berbisik. Suara-suara menggunjing mulai masuk ke te

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sertifikat Kepemilikan Budak

    Langit Valerante sangat terik ketika Enzo tiba disana. Perjalanan setengah hari dengan kuda benar-benar menguras tenaganya, namun ia tak punya waktu untuk beristirahat. Enzo turun dari kuda yang ia tunggangi, menepuk leher kuda itu pelan sebelum mengikatnya di balik pepohonan rindang, yang cukup jauh dari kediaman Grand Duke Aldric agar tak menarik perhatian. “The House of Valtore…” gumamnya pelan. Matanya mengamati bangunan megah di hadapannya. Kediaman itu berdiri kokoh, dinding batu abu-abu menjulang, jendela-jendela tinggi terlihat jelas seperti mata yang mengawasi. “Aku harus segera menemukan dokumen itu segera,” gumam Enzo pelan. Ia menarik nafas, lalu mulai bergerak. Gerbang utama jelas bukan pilihan untuknya. Enzo berputar ke sisi belakang, tempat para pelayan biasanya keluar dan masuk. Seperti yang ia duga, hanya ada dua penjaga berjaga. Jauh lebih sedikit dari biasanya. Ia bersembunyi di balik semak, menunggu situasi yang memungkinkannya untuk masuk. Satu penjaga te

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Parade Akhir Tahun

    Riuh masyarakat mulai dari kalangan atas hingga bawah tumpah memenuhi pinggir jalan utama ibu kota pada siang hari itu untuk melihat iring-iringan keluarga kerajaan beserta para tamu nasional di parade penutupan pesta akhir tahun ini.“Wah, aku tidak menyangka akan semeriah ini.” Marielle melongo.“Apa Lady gugup?” tanya Diana yang masih setia menemaninya.“Aku baru kali ini mengikuti parade,” jawabnya lirih.Marielle melihat bendera-bendera kerajaan Minerva dan kerajaan lain berkibar di setiap kereta kuda yang akan dinaiki oleh setiap perwakilan tamu dari kerajaan sahabat.“Marielle,” panggil Cassian yang berjalan bersama Ratu Elira di sampingnya.Marielle dan Diana langsung membungkukkan badan, memberi hormat pada penguasa negeri ini.“Selamat pagi Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu,” sapanya ramah.Cassian tersenyum, tapi berbeda dengan Elira. Ekspresinya seakan tak ingin lama-lama berada disana.“Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?”Marielle mengangguk pelan. Sesekali pandangannya

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Harapan Ditengah Ketidakpastian

    “Tugas kita harus memastikan semua kuda dalam keadaan baik untuk parade penutupan pesta akhir tahun ini.” Suara seseorang dari jarak yang tak begitu jauh mengejutkannya.Dirinya langsung berlari kembali menuju dalam istana lewat pintu samping dekat area pelayan.Marielle berjalan cepat, berharap tidak ada seorangpun melihatnya disini.“Lady Marielle?” Suara seseorang memanggilnya, membuat tubuhnya membatu sesaat.“Lady, apa yang Lady lakukan disini?” Diana muncul di belakang Marielle, berjalan mendekat penuh tanda tanya.Marielle berusaha tenang dan secepat mungkin mencari alasan agar tak dicurigai. Perlahan ia berbalik, lalu berlari memeluk Diana erat.“Diana… aku sedang mencarimu. Aku tidak bisa tidur sejak tadi malam…” ucapnya lirih. Berharap Diana percaya dengan alasan konyolnya itu.Tangannya gemetar, bukan takut ketahuan. Melainkan ketakutan akan keselamatan Enzo.Diana menyadari betul tangan Marielle gemetar hebat, dia pun mengelus punggung sang Lady untuk menenangkan.“Tidak a

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis    Perpisahan Sementara

    Di ujung lorong, Cassian masih berdiri tegak dengan jubah kebesaran hitam yang beraksen emas, jatuh sempurna di bahunya.Pria itu masih menunggu. Tatapannya sesekali mengarah ke pintu besar kamar Marielle, lalu kembali menatap lurus ke depan. Wajahnya tetap tenang, meski jarinya terus mengetuk pelan lengannya sendiri.“Yang Mulia,” panggil Ronald dengan hati-hati, “para tamu sudah mulai memenuhi aula.”Cassian tidak langsung menjawab. Ia menarik nafas perlahan.“Aku tahu,” jawabnya singkat.Namun kakinya tidak beranjak. Beberapa detik berlalu dalam keheningan, pintu kamar itu akhirnya terbuka.Semua kecemasan di kepala Cassian seolah hilang dalam satu detik. Dari balik pintu, Marielle melangkah keluar perlahan.Gaun putih keperakan yang ia kenakan berkilau lembut. Kainnya jatuh mengikuti lekuk tubuhnya yang anggun, sementara rambut panjangnya yang bergelombang dibiarkan terurai, dihiasi aksen kecil yang berkilau seperti bintang.Ia terlihat berbeda, lebih cantik, lembut, dan tenang. C

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Pencurian

    “Maksud Lady apa?”Marielle mengangkat wajahnya sejenak sebelum ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.“Tadi pagi saat aku pergi ke perpustakaan dengan Diana, aku bertemu dengan Aldric. Dia berucap…” Dia mengingat sejenak apa yang diucapkan Grand Duke tadi pagi.“Aku juga sedang mencarinya. Aku harap, aku bisa bertemu dan mendengar suaranya lagi. Atau… aku mungkin tidak pernah melihatnya lagi.”Marielle menirukan kalimat Aldric sama persis.“Enzo… kita tidak punya banyak waktu.” Suara Marielle pelan. Matanya mulai menjadi dingin dan penuh perhitungan.Enzo menatapnya, sedikit bingung dengan apa yang dimaksud Marielle.“Lady…?”Marielle menghela nafas sejenak. Meski dia berusaha tegar, tapi hatinya yang hancur untuk saat ini tak bisa disembunyikan. Satu tetes air mata mengalir, namun ia cepat-cepat mengusap air matanya dengan punggung tangan.Kematian Robert seperti pukulan telak baginya. Bagaimanapun pria itu tidak bersalah, tapi harus membayar dengan nyawa akibat kekeliruan hanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status