Share

Pertemuan Kembali

Penulis: nababy
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 21:11:18

“Aku akan menemukannya. Dan kali ini, tidak akan ada yang menghalangiku.” Suara Aldric terdengar rendah saat beranjak keluar dari kamar tamu istana.

Di depan istana, Elira sudah menunggunya untuk mengantarkan kepulangan Aldric ke Valerante.

“Semoga perjalananmu lancar sampai tiba di kediaman Grand Duke,” ucap Elira ramah.

Aldric tersenyum, pria itu membungkuk hormat memberi hormat terakhir kali sebelum dia berangkat.

“Terima kasih. Aku harap kita berdua bertemu lagi secepatnya, Yang Mulia Ratu.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Datang Berkunjung

    “Grand Duke, beberapa kepala keluarga yang mendukung kita terus mendesak agar kita segera melakukan kudeta,” ucap Jackson saat hari dimana Aldric terus memikirkan cara untuk menjaga koalisi mereka tetap utuh.Ini sudah hampir seminggu Raja dan Ratu tinggal di Valerante. Dan besok lusa mereka akan kembali menuju ibu kota.“Mereka terus memaksa kita untuk melakukan penyerangan saat Raja masih dalam wilayah kekuasaan Anda. Apa yang akan Anda lakukan, Grand Duke?”“Aku tahu.” Aldric menjawab pendek sambil tetap menatap tumpukan dokumen di meja kerjanya.Namun dari caranya mencengkram pena, terlihat jelas pikirannya sedang kacau. Di hadapannya, Jackson berdiri dengan wajah serius.“Tekanan mereka setiap hari semakin besar, Grand Duke. Apalagi ditambah saat kabar Raja akan segera kembali ke ibu kota.” Ucapan Jackson makin membuat kepala Aldric penuh.Dirinya saja belum bisa mengambil hati Elira. Jika dia melakukan penyerangan dalam waktu dekat pasti Marielle langsung mengetahui siapa dalang

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Leopold Archeon

    “Grand Duke sudah kehilangan akalnya karena seorang wanita.” Kalimat itu keluar pelan dari bibir Leopold Archeon saat kereta kudanya melewati gerbang perbatasan Kerajaan Minerva menuju Kekaisaran Eldora.Angin dingin malam menerpa jubah tebal pria tua itu. Wajahnya tampak muram sejak meninggalkan kediaman Aldric beberapa jam lalu. Di dalam pikirannya hanya ada satu hal yaitu rencana pemberontakan mereka yang mulai hancur.Dan penyebabnya adalah seorang wanita bernama Marielle. Perjalanan menuju Eldora memakan waktu hingga pagi datang.Sesampainya di ibu kota kekaisaran, Leopold langsung disambut hangat oleh kepala pelayan istana.“Selamat datang di Istana kebesaran Eldora.” Kepala pelayan itu menunduk hormat.Sedangkan Leopold berdiri tegak seolah menunjukkan kedudukan dan kewibawaannya.“Pangeran Heinry sudah menunggu Anda. Mari saya antar menuju tempatnya.” Kepala pelayan itu langsung membawa Leopold menuju ruang tamu istana Eldora tanpa banyak pemeriksaan. Karena namanya sudah dike

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Retaknya Kepercayaan

    “Apa urusannya denganku? Seharusnya kau bisa mendidik anakmu supaya selalu menuruti omonganmu!” Seorang kepala keluarga menolak mentah-mentah.Penolakan itu langsung diikuti beberapa lainnya hingga pertemuan malam hari itu sedikit rusuh dan berakhir buruk.Beberapa kepala keluarga keluar dari ruang kerja Grand Duke dengan wajah marah.“Aku tidak akan menunggu lebih lama lagi! Jika Grand Duke takut berperang, kami bisa bergerak sendiri!” Ucapan itu membuat para ksatria Valtore yang berada di ruangan itu langsung menegang.Satu persatu kepala keluarga keluar hingga menyisakan Gerald dan Leonard saja. Aldric menghela nafas panjang, dia langsung berjalan menuju jendela.Aldric hanya berdiri diam di depan jendela besar cukup lama. Pandangannya tertuju pada kereta kuda yang mulai berjalan pergi.Damien mendekat perlahan. Dia adalah panglima tertinggi dari pasukan yang Aldric miliki.“Mereka mulai tidak percaya pada Anda.”“Aku tahu.”Damien menghela nafas panjang.“Saya takut koalisi yang A

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertemuan Rahasia

    “Aku tidak menyangka jika rumah ini sudah dikelilingi banyak pasukan yang Raja sewa untuk melindungi Anda.” Beberapa kali Claude terus mengintip dari balik jendela.Malam itu rumah kecil Marielle terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Namun dibalik kesunyian itu tersimpan beberapa orang yang tengah mengawasi rumah itu dalam senyap.Marielle hanya diam saja. Wajahnya terlihat lebih lelah daripada saat mereka berhasil menangkap Cesare.“Aku ingin tidur. Aku sangat lelah hari ini,” ujarnya pelan sambil melangkah menuju anak tangga untuk ke atas.Diana langsung mengikuti. “Biarkan saya menemani Anda, Lady.” Gadis itu sedikit berlari untuk memperkecil jarak.Diana membantu Marielle berbaring di ranjang sementara Claude keluar dan berjaga di luar rumah bersama beberapa pria asing yang ternyata memang pasukan bayaran kiriman Raja Cassian.Namun disisi lain, tepatnya di kediaman Grand Duke Valtore justru dipenuhi ketegangan.Count Gerald datang malam-malam setelah siangnya mengirim surat pada

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Musuh Baru

    “Lalu untuk apa mereka menuju kemari?” Marielle mulai terlihat khawatir jika kedatangan belasan orang itu akan menggemparkan desa.“Saya juga tidak tahu Lady,” jawab Claude.Suasana di halaman rumah kecil itu langsung berubah tegang. Marielle menatap Claude lekat-lekat.“Tadi kamu bilang mereka tidak membawa panji kerajaan kan? Apakah mereka sedang menyamar?” tanyanya pelan.Claude mengangguk.“Saya tidak yakin.”Diana langsung terlihat pucat. “Jangan-jangan…”Diana ak perlu menyelesaikan kalimat itu.Karena mereka semua memikirkan orang yang sama. Aldric.“Tidak. Mereka adalah rekan saya. Tidak mungkin orang-orang itu suruhan Aldric. Lagipula bukankah Lady sudah melakukan perjanjian dengan Grand Duke?” Diana dan Marielle mengangguk. Dalam diam, disetiap isi kepala mereka hanya tersisa satu nama yaitu, Yang Mulia Raja Cassian.Claude menoleh ke arah hutan di kejauhan.“Saya melihat mereka masuk desa sejak satu jam lalu. Lalu mereka berpencar. Beberapa tinggal di penginapan. Beberapa

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Untuk Melindungimu

    “Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti wanita itu.” Tangan Cassian mengepal keras.Namun ia berusaha untuk tenang, mengingat ia tengah berada di rumah ayah mertuanya, Count Gerald Virel.Langkah Cassian Aragon kembali berjalan menyusuri lorong kediaman keluarga Virel.Wajahnya tetap datar seperti tak terjadi apapun. Namun Rowan yang berjalan beberapa langkah di belakangnya tahu persis jika Raja mereka sedang marah.“Yang Mulia…” Rowan akhirnya memberanikan diri membuka suara.Cassian tak menoleh.“Berapa banyak pengawal yang harus saya kirim ke Valerante?”“Tambah dua puluh orang,” jawab Cassian cepat.Rowan langsung terdiam sesaat.“Itu terlalu banyak hanya untuk menjaga satu wanita biasa,” ucapnya hati-hati.Cassian berhenti berjalan. Perlahan ia menoleh. Tatapan emasnya terlihat dingin dan tajam.“Marielle bukan wanita biasa.” Jawaban itu membuat Rowan langsung menunduk.“Maaf, Yang Mulia.”Cassian kembali melangkah. “Aldric menginginkannya mati. Dan sekarang Count Gerald ju

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status