Share

Arkana Nebula

Author: PlutoPen
last update publish date: 2026-05-27 20:15:17

Serena sudah berada di Jerman. Lebih tepatnya di depan sebuah rumah tua yang alamatnya tertulis di sticky notes yang ia temukan di ruang kerja mendiang suaminya.

Kening Serena mengkerut saat melihat rumah tidak layak huni itu terlihat kosong tanpa suara atau aktivitas apapun di dalamnya. Bertanya-tanya, apakah memang benar itu tempatnya atau tidak.

Dengan segala pertimbangan yang ada, Serena memutuskan untuk tetap melangkah maju. Saat berada di depan pintu berwarna cokelat tua itu, Serena mulai mengangkat tangannya. Mencoba untuk meraih gagang pintu dan membukanya.

Namun sesaat sebelum tangannya benar-benar menggenggam gagang pintu itu, dari arah lain ada sebuah tangan menyambar. Mencengangkan pergelangan tangannya. Tidak terlalu kuat. Namun cukup membuat Serena terkejut.

"Siapa kamu? Sejak kapan kamu berada di sini?" tanya Serena dengan cepat saat melihat sosok seorang remaja di sampingnya.

"Bukankah aku yang seharusnya bertanya? Ini rumahku. Kenapa kamu ingin mencoba masuk ke dalam rumahku?" tanya laki-laki itu dengan wajah lesu.

"Ini rumahmu?" tanya Serena dengan kening mengkerut.

Laki-laki itu hanya mengangguk. Menyadari itu, Serena mulai menarik tangannya. Dan laki-laki itu melepaskan cengkeraman tangannya dari tangan Serena.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya laki-laki itu.

"Aku menemukan alamat rumahmu dari mendiang suamiku. Aku tidak tau kenapa alamatku berada di catatannya. Namun aku rasa, kamu ada sangkut pautnya dengan suamiku," ujar Serena mengeluarkan sticky notes dan menunjukkannya pada laki-laki itu.

Laki-laki itu diam dan memandang sticky notes itu sebentar. Dengan cepat ia mengambil sticky notes itu dan sedikit beranjak maju. Membuka kunci pintu rumahnya dan masuk ke dalam melepaskan sepatunya.

"Masuklah. Kita tidak bisa berbicara di luar," ujar laki-laki itu setelah melepas kedua sepatunya.

Perasaan ragu mulai menghantui Serena. Entah mengapa, ia merasa tidak aman dan nyaman berada di sekitar laki-laki itu. Walau laki-laki itu terlihat seperti orang baik, di dalam rumah itu hanya ada mereka berdua. Laki-laki itu bisa saja melakukan apa yang tidak sepantasnya dilakukannya terhadap Serena.

"Kenapa? Apakah kamu sudah sejauh ini untuk mencari tau siapa pembunuh suamimu? Apakah kamu ingin berhenti?" tanya laki-laki itu berbalik.

Jantung Serena berdetak lebih kencang saat mendengar itu. Laki-laki itu mengerti tentang tujuannya. Yang menandakan bahwa memang laki-laki itu memiliki hubungan dengan mendiang suaminya. Dan memiliki pemikiran yang sama dengannya, bahwa kematian dari Vito adalah sebuah kasus pembunuhan.

"Bagaimana kamu tau tentang itu?" tanya Serena mulai melangkah masuk ke dalam rumah.

"Bukankah itu sudah terlihat jelas? Dari berita yang menyebar, Tuan Vito meninggal akibat gagal jantung. Sedangkan Tuan Vito sendiri tidak memiliki masalah jantung. Hanya ada dua kemungkinan di sana, ada seseorang yang membuat jantung Tuan Vito rusak. Atau ada seseorang yang membayar dokter untuk membuat hasil pemeriksaan palsu," jelas laki-laki itu melangkah masuk ke dalam rumah.

"Bagaimana kamu mengenal suamiku?" tanya Serena.

Laki-laki itu diam. Membuka sebuah pintu yang terhubung dengan ruangan belajar miliknya. Saat laki-laki itu menyalakan lampu ruangan itu, Serena bisa melihat begitu banyaknya kertas yang berserakan memenuhi lantai.

"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, coba pikirkan lebih dulu. Bukankah kamu datang ke sini atas bimbingan seseorang yang terlibat dalam kasus kematian Tuan Vito?" tanya laki-laki itu setelah masuk ke tengah-tengah ruangan.

"Apa yang kamu maksudkan?" tanya Serena dengan kening mengkerut.

"Kerjasamaku dengan Tuan Vito tidak diketahui oleh siapapun. Termasuk kamu sebagai istrinya. Tuan Vito memintaku untuk memimpin seluruh perusahaannya yang ada di sini dari balik layar. Sehingga hanya segelintir orang dari perusahaan yang ada di sini yang mengetahui identitasku dan melihat wajahku. Aku bisa jamin, tidak ada satupun orang-orang di sekitar Tuan Vito yang mengetahui tentang informasiku. Lalu, bagaimana bisa kamu mendapatkan informasi tentangku?" tanya laki-laki itu berbalik menghadap Serena.

"Tidak mungkin hanya dengan sticky notes kamu langsung datang dan menebak bahwa aku ada memiliki hubungan dengan mendiang suamimu. Aku yakin ada seseorang yang menyebutkan informasi tentang saya. Dan memintamu untuk mencariku. Dengan begitu informasi tentangku akan terkuak dan mereka akan menargetkan ku selanjutnya," lanjut laki-laki itu menatap Serena dengan tatapan kosong.

"Tidak mungkin sejauh itu. Kepala kepolisian yang mengatakan informasi tentangmu. Dia tidak mungkin merencanakan itu semua," ujar Serena percaya dengan Venus.

"Kepala kepolisian? Tidak ada satupun orang di instansi itu yang bisa dipercaya. Mereka hanya bergerak dan berbicara saat dibayar. Lalu juga bukankah lebih masuk akal jika orang itu ikut andil dalam pemalsuan kematian mendiang Tuan Vito? Karena dengan pangkatnya, mereka bisa menghentikan kasus pemeriksaan ataupun membuat seakan-akan tidak ada satupun bukti ataupun saksi," balas laki-laki itu.

Serena diam. Walau hatinya membantah itu semua, otaknya bisa menerima segala yang dikatakan oleh laki-laki itu. Kepolisian terlibat dalam kasus kematian suaminya. Maka dari itu, tidak ada satupun bukti, saksi, ataupun perkembangan atas kasus kematian suaminya.

"Aku Arkana Nebula. Aku yang bertugas untuk mengatur dan memimpin seluruh perusahaan milik suamimu yang ada di Jerman," jelas laki-laki itu memperkenalkan dirinya setelah sekian lama mereka bertemu.

Arkana Nebula. Serena tidak percaya bahwa tangan kanan dari suaminya adalah seorang remaja yang umurnya jauh darinya. 25? Tidak, mungkin lebih muda. Serena tidak mengerti mengapa suaminya menaruh kepercayaan pada laki-laki muda itu, namun melihat betapa pintarnya Arkana dalam membaca situasi yang ada, Serena sedikit mengerti mengapa suaminya menunjuk laki-laki itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Viola Aurora
Udah ketemu Arkana niye
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kalian Sama

    Arkana meminum habis satu gelas air putih di tengah kegelapan rumah. Matahari sudah terbenam sejak lama. Arkana keluar dari kamar setelah memastikan Serena sudah tertidur. Dan mengingat jam sudah menunjukkan pukul 23.32, membuat Arkana sangat yakin bahwa perempuan itu tidak akan terbangun dalam waktu dekat. Membuatnya bisa keluar kamar untuk menghilangkan rasa dahaganya.Rumah besar yang sudah lama tidak dihuni itu, kembali digunakan karena Serena meminta Shopia menginap di rumahnya. Untung saja, sejak dini hari, Arkana sudah membayar beberapa orang untuk membersihkan serta merapihkan bagian dalam rumah itu. Sehingga saat mereka datang, rumah itu sudah siap untuk ditinggali."Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya seorang wanita dari belakang tubuh Arkana.Arkana tubuh Arkana saat mendengar itu. Matanya membulat sempurna. Dan tangannya menggenggam gelas lebih erat dari sebelumnya.Bukan Serena. Arkana bisa paham dari suara yang ia dengar. Shopia. Y

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kepercayaan Serena

    Sudah cukup lama, Serena tidak bertemu dan berbicara dengan Shopia. Dan kali ini, mereka bisa bertemu kembali setelah sekian lama fokus pada urusan mereka masing-masing. Pada sore menjelang malam ini, Serena dan Shopia bertemu di sebuah restoran. Arkana juga ada di sana. Namun laki-laki itu memilih untuk tidak duduk bersama mereka. Laki-laki itu memilih berdiri di depan restoran. Terlihat sibuk dengan panggilan masuk dari salah satu orang penting dari perusahaan yang mulai membahas beberapa masalah yang harus mereka selesaikan dalam waktu cepat. "Bagaimana dengan kondisinya? Aku membaca berita tentang penusukan saat itu," tanya Shopia melihat sosok Arkana dari balik tembok kaca restoran. "Masih dalam pemulihan," ujar Serena mulai memegang gelas berisikan minuman hangatnya. "Butuh lebih dari satu minggu untuk lukanya benar-benar mengering. Setidaknya sebelum bulan berganti, aku ingin dia lebih banyak menggunakan waktunya unt

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Sedikit Lebih Tegas

    Serena keluar dari kamar mandi. Dengan bagian rambutnya yang masih sangat basah dan tubuhnya terbalut oleh jubah mandi yang berwarna putih bersih, ia melihat ke arah kamarnya yang terlihat sangat sepi. Seseorang yang seharusnya ada di sana, kini pergi entah ke mana.Serena sempat memandang ke arah balkon kamarnya, namun tidak ada orang itu di sana. Membuat Serena berpikir bahwa kemungkinan besar laki-laki itu sedang berada di luar. Membuat Serena mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar tanpa mengganti pakaiannya lebih dulu.Dan baru saja keluar dari kamar, Serena dapat menemukan apa yang ia cari. Laki-laki itu sedang duduk di atas meja dengan tangan memegang sebuah gelas berisikan teh hangat sedangkan tangan kirinya memegang sebuah ponsel. Arkana terlihat sangat fokus dengan layar benda pipih itu."Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Serena tidak beralih dari tempatnya berdiri. Masih di depan pintu kamarnya."Hanya menikmati teh hangat," ja

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kembali ke Apartemen

    Serena duduk nyaman, bermalas-malasan di atas sofa. Setelah sekian lama, akhirnya ia kembali lagi ke apartemen. Jerman memang terasa menyenangkan, ada banyak makanan yang ia coba untuk pertama kalinya, ada banyak hal baru yang ia temui, namun tetap saja apartemennya adalah tempat paling ternyaman untuknya. Karena di sana, ia bisa bersantai tanpa harus memikirkan apapun.Saat Serena sedang bersantai di atas sofa, Serena tidak sengaja melihat Arkana yang sedang berjalan menuju kamar membawa koper."Hei, Arkana," tegur Serena tepat setelah Arkana membuka pintu kamarnya sendiri."Kenapa?" tanya Arkana berbalik menatap Serena."Apa yang sedang ingin kamu lakukan?" tanya Serena menunjuk Arkana."Apa yang sedang ingin aku lakukan? Bukankah sudah jelas ingin memasukkan kembali pakaianku ke dalam lemari kamarku?" tanya Arkana dengan kening mengkerut."Tidak-tidak," tolak Serena."Masukkan bajumu ke lemari kamarku. Bukankah kita s

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Perpisahan Yang Lebih Menyedihkan

    Hari ini adalah hari terakhir Arkana di Jerman. Kondisi tubuhnya memang belum pulih sepenuhnya. Namun, jika hanya untuk berjalan atau melakukan pekerjaan ringan, maka tidak akan ada masalah serius pada luka tusuknya. Dan, Arkana mendapatkan laporan bahwa ada beberapa perusahaan yang mengalami kerugian, sehingga Arkana harus kembali untuk memastikan semuanya membaik seperti semula.Pada hari terakhirnya, Arkana menggunakan kesempatan untuk menemui dan berbicara dengan perempuan yang selama ini ia hindari. Perempuan yang sebenarnya, tidak pernah ingin temui lagi pada kesempatan apapun. Doona. Perempuan itu tidak berdandan. Tampil dengan natural. Dan penampilan itulah yang membuat Arkana jatuh hati pada perempuan dengan sikap kasar itu."Bagaimana kondisimu?" tanya Doona membuka pembicaraan."Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jawab Arkana dengan pelan."Semuanya akan berakhir sebentar lagi," lanjut Arkana mencoba meyakinkan Doona."Aku ragu akan hal itu. Musuh utamamu adalah seorang

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Menerima Perasaan

    Mata Serena terbuka secara perlahan. Dan pandangan pertamanya tertuju pada ruangan yang cukup asing padanya. Ia tidak merubah posisi tubuhnya yang tidur terlentang pada alas yang terasa sangat empuk. Serena menggerakkan tangannya. Menempelkan pergelangan tangannya pada kening. Membuat sebagian kecil pandangannya terhalau.Kemarin ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan kali ini, tidurnya terasa sangat pulas. Tidak ada lagi rasa ngantuk yang tersisa pada dirinya. Matanya terasa sangat ringan. Masalah utama mengapa ia tidak bisa tidur dengan nyenyak sebelumnya karena ia harus menjaga Arkana yang sedang di rawat.[Arkana sedang di rawat] Saat kalimat itu terlintas pada pikirannya, sontak tubuhnya bangun. Seperkian detik, ia langsung berada dalam posisi duduk di atas kasur. Dan menyadari bahwa yang ia gunakan tidur saat ini adalah kasur pasien, kasur milik Arkana."Di mana dia?" tanya Serena dalam hati saat melihat pintu tertutup rapat.Saat Serena ingin menurunkan kakinya dari atas kas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status