登入Arkana club malam yang memang selalu dikunjungi oleh Dustin . Bukan untuk bekerja sama untuk menjatuhkan hukuman berat pada target berikutnya. Melainkan untuk berbincang. Bekerja sama? Mungkin itu yang ada di pikiran Dustin. Tapi berbeda dengan isi pikiran Arkana. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang bisa menebak isi pikiran remaja itu.Hanya ada tiga benda di atas meja. Dua gelas yang telah terisi penuh bir. Dan satu tas dengan resleting terbuka sedikit, namun tetap bisa memperlihatkan dengan jelas sejumlah uang yang ada di dalamnya. Cukup banyak hingga tak bisa dihitung hanya dengan menerka-nerka."Aku mendengar beberapa berita buruk tentang penjabat yang mendapatkan kepercayaan untuk mengurus badan usaha milik negara. Bagaimana menurutmu tentang itu?" tanya Arkana mulai menggerakkan tangannya ke arah gelas."Ah, laki-laki itu," jawab Dustin membayangkan seorang laki-laki berkacamata dan rambut berwarna putih yang menandakan bahwa orang itu sudah la
Dua hari? Tidak, tiga hari. Serena menjalani kehidupannya seorang diri. Bangun tidur, sarapan, dan berangkat kerja. Sejak pertengkarannya dengan Arkana malam itu, Serena tidak pernah melihat sekalipun kehadiran sosok Arkana di sekitarnya. Namun, setiap ia bangun dari tidurnya, selalu sudah ada makanan hangat di atas meja makan. Dan saat ia pulang kerja semua piring kotor sudah bersih, ditata rapi di rak.Arkana benar-benar memastikan semua kebutuhan Serena terpenuhi tanpa harus bertatap muka secara langsung.Beralih posisi ke sisi Shopia? Tidak, Serena yakin, Arkana masih memihaknya sejauh ini. Serena juga tidak mengerti dari mana kepercayaannya itu muncul. Tapi entah mengapa itu terasa sangat nyata baginya."Waktu yang tepat," ujar Serena saat melihat ada panggilan telepon masuk dari Doona."Halo," sapa Serena berdiri dari kursi kantornya."Ini kenapa tiba-tiba saja aku tidak bisa melacak keberadaan Arkana?" tanya Doona tidak lama setela
Arkana mengikuti langkah cepat Serena masuk ke dalam apartemen. Perempuan itu mempercepat langkahnya saat sudah berada di lantai unit apartemen mereka berada. Hingga akhirnya Serena membuka pintu unit apartemen menggunakan aksesnya. Dan masuk."Hei, apa yang terjadi?" tanya Arkana menarik tangan Serena."Lepaskan!" teriak Serena menghempaskan tangan Arkana."Apakah kamu gila? Kenapa kamu teriak? Bagaimana jika orang dari unit lain datang dan melapor?" tanya Arkana dengan cepat menutup pintu supaya tidak mengundang banyak perhatian."Kamu yang gila! Bagaimana bisa kamu pergi bersama sahabatku? Genggaman tangan di depan umum? Kamu menolak untuk pergi bersamaku dan memilih bersamanya? Apakah kamu gila?" jerit Serena mendorong dada Arkana menggunakan jari telunjuknya."Ini untuk kepentingan kita," jelas Arkana."Kepentingan kita? Atau kepentingan pribadimu?" tanya Serena."Pergilah kembali bersamanya. Dan tinggalkan aku send
Arkana duduk di ruang persidangan. Mengikuti keberlangsungan kasus perkara yang melibatkan lima 'tikus' yang selama ini telah memakan uang perusahaan diam-diam. Ia duduk di kursi penonton. Menyaksikan secara langsung bagaimana akting yang dilakukan oleh Dustin. Apakah laki-laki itu benar-benar bisa berpura-pura menjadi hakim yang adil dan terhormat, saat di belakang pengadilan ia sudah menerima uang suap?"Kamu benar-benar berbahaya," ujar perempuan yang duduk di samping Arkana.Arkana mengalihkan pandangannya ke arah samping kirinya. Menatap perempuan dewasa menggunakan setelan kemeja dan stocking berwarna hitam. Perempuan yang seharusnya berstatus resmi menjadi istri sah Dustin itu sekarang duduk di sampingnya. Di hadapan suaminya, Shopia duduk bersama laki-laki lain."Apa yang sebenarnya ada di pikiranmu? Bagaimana bisa kamu memaksaku selingkuh di hadapan suamiku sendiri?" tanya Shopia menatap Arkana."Aku tidak pernah memintamu selin
Serena melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur. Ingin melihat lebih dekat, Arkana yang sedang memotong daging ayam. Serena tidak tau apa yang akan dimasak oleh laki-laki itu. Tapi Serena yakin, semua makanan yang dimasak oleh laki-laki itu akan dihidangkan dengan sempurna. Rasa yang enak dan tampilan yang menarik. "Bagaimana rencanamu untuk menghadapi suami Shopia?" tanya Serena menaruh kedua tangannya di meja dapur."Sudah setengah jalan," jawab Arkana masih fokus memotong daging menjadi kecil-kecil seperti dadu."Apa yang kamu lakukan?" tanya Serena."Beberapa hari lalu, aku membaca seluruh datang keuangan. Ada lima orang yang menurutku mengambil keuntungan dari posisi mereka. Korupsi. Aku menulis nama mereka ke kertas pengadilan dan Dustin yang akan menanganinya," jelas Arkana mencampurkan potongan daging ayamnya pada bumbu marinasi."Bekerja sama Dustin? Bukankah kamu berniat menyingkirkannya?" tanya Serena kebingungan."Ya, setelah ini. Lima orang itu akan terus menghisap uang
Arkana membawa sebuah koper hitam ke dalam sebuah club malam. Dengan isi yang ada di dalam koper itu, pihak club malam dengan mudah memberinya izin untuk masuk dan mengakses ke ruangan private yang ada di dalam sana.Sampai pada satu ruangan yang memang disiapkan khusus untuk para pelanggan setia yang selalu menghabiskan minimal $100.000 per malam. Dan saat pintu dibuka, semua orang yang ada di dalam sana benar-benar terkejut dengan kedatangan Arkana. Terkhususnya Dustin yang sedang bersama tiga wanita malam."Siapa yang mengizinkan orang ini masuk?!" teriak Dustin pada para penjaga."Mari berbicara dengan tenang," ujar Arkana menaruh koper hitan miliknya di atas meja dan memperlihatkan isi yang ada di dalam sana pada Dustin.Ekspresi Dustin langsung berubah saat melihat kertas-kertas yang ada di dalam sana. Di dalam koper itu penuh akan uang. Belum bisa dipastikan berapa nominal totalnya, namun melihat tumpukan uang itu membuat Dustin yakin bahwa orang yang baru saja menemuinya ini







