Share

Seorang Ibu(3)

Author: PlutoPen
last update publish date: 2026-09-09 19:29:17

Mencari udara segar. Sherly membawa Arkana dan Serena untuk mengunjungi sebuah kafe. Memesan minuman dingin serta kue yang memang menjadi ciri khas dari kafe bernuansa eropa itu. Sebelumnya, Sherly ingin membawa Serena ke mall. Mengingat anaknya itu sangat suka berbelanja dan tidak pernah menahan diri saat melihat barang-barang dari brand terkenal. Namun, ia mendapatkan penolakan. Serena tidak menginginkan itu. Membuatnya sadar bahwa saat ini, putri kesayangannya telah berubah.

Sere
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kalian Sama

    Arkana meminum habis satu gelas air putih di tengah kegelapan rumah. Matahari sudah terbenam sejak lama. Arkana keluar dari kamar setelah memastikan Serena sudah tertidur. Dan mengingat jam sudah menunjukkan pukul 23.32, membuat Arkana sangat yakin bahwa perempuan itu tidak akan terbangun dalam waktu dekat. Membuatnya bisa keluar kamar untuk menghilangkan rasa dahaganya.Rumah besar yang sudah lama tidak dihuni itu, kembali digunakan karena Serena meminta Shopia menginap di rumahnya. Untung saja, sejak dini hari, Arkana sudah membayar beberapa orang untuk membersihkan serta merapihkan bagian dalam rumah itu. Sehingga saat mereka datang, rumah itu sudah siap untuk ditinggali."Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya seorang wanita dari belakang tubuh Arkana.Arkana tubuh Arkana saat mendengar itu. Matanya membulat sempurna. Dan tangannya menggenggam gelas lebih erat dari sebelumnya.Bukan Serena. Arkana bisa paham dari suara yang ia dengar. Shopia. Y

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kepercayaan Serena

    Sudah cukup lama, Serena tidak bertemu dan berbicara dengan Shopia. Dan kali ini, mereka bisa bertemu kembali setelah sekian lama fokus pada urusan mereka masing-masing. Pada sore menjelang malam ini, Serena dan Shopia bertemu di sebuah restoran. Arkana juga ada di sana. Namun laki-laki itu memilih untuk tidak duduk bersama mereka. Laki-laki itu memilih berdiri di depan restoran. Terlihat sibuk dengan panggilan masuk dari salah satu orang penting dari perusahaan yang mulai membahas beberapa masalah yang harus mereka selesaikan dalam waktu cepat. "Bagaimana dengan kondisinya? Aku membaca berita tentang penusukan saat itu," tanya Shopia melihat sosok Arkana dari balik tembok kaca restoran. "Masih dalam pemulihan," ujar Serena mulai memegang gelas berisikan minuman hangatnya. "Butuh lebih dari satu minggu untuk lukanya benar-benar mengering. Setidaknya sebelum bulan berganti, aku ingin dia lebih banyak menggunakan waktunya unt

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Sedikit Lebih Tegas

    Serena keluar dari kamar mandi. Dengan bagian rambutnya yang masih sangat basah dan tubuhnya terbalut oleh jubah mandi yang berwarna putih bersih, ia melihat ke arah kamarnya yang terlihat sangat sepi. Seseorang yang seharusnya ada di sana, kini pergi entah ke mana.Serena sempat memandang ke arah balkon kamarnya, namun tidak ada orang itu di sana. Membuat Serena berpikir bahwa kemungkinan besar laki-laki itu sedang berada di luar. Membuat Serena mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar tanpa mengganti pakaiannya lebih dulu.Dan baru saja keluar dari kamar, Serena dapat menemukan apa yang ia cari. Laki-laki itu sedang duduk di atas meja dengan tangan memegang sebuah gelas berisikan teh hangat sedangkan tangan kirinya memegang sebuah ponsel. Arkana terlihat sangat fokus dengan layar benda pipih itu."Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Serena tidak beralih dari tempatnya berdiri. Masih di depan pintu kamarnya."Hanya menikmati teh hangat," ja

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Kembali ke Apartemen

    Serena duduk nyaman, bermalas-malasan di atas sofa. Setelah sekian lama, akhirnya ia kembali lagi ke apartemen. Jerman memang terasa menyenangkan, ada banyak makanan yang ia coba untuk pertama kalinya, ada banyak hal baru yang ia temui, namun tetap saja apartemennya adalah tempat paling ternyaman untuknya. Karena di sana, ia bisa bersantai tanpa harus memikirkan apapun.Saat Serena sedang bersantai di atas sofa, Serena tidak sengaja melihat Arkana yang sedang berjalan menuju kamar membawa koper."Hei, Arkana," tegur Serena tepat setelah Arkana membuka pintu kamarnya sendiri."Kenapa?" tanya Arkana berbalik menatap Serena."Apa yang sedang ingin kamu lakukan?" tanya Serena menunjuk Arkana."Apa yang sedang ingin aku lakukan? Bukankah sudah jelas ingin memasukkan kembali pakaianku ke dalam lemari kamarku?" tanya Arkana dengan kening mengkerut."Tidak-tidak," tolak Serena."Masukkan bajumu ke lemari kamarku. Bukankah kita s

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Perpisahan Yang Lebih Menyedihkan

    Hari ini adalah hari terakhir Arkana di Jerman. Kondisi tubuhnya memang belum pulih sepenuhnya. Namun, jika hanya untuk berjalan atau melakukan pekerjaan ringan, maka tidak akan ada masalah serius pada luka tusuknya. Dan, Arkana mendapatkan laporan bahwa ada beberapa perusahaan yang mengalami kerugian, sehingga Arkana harus kembali untuk memastikan semuanya membaik seperti semula.Pada hari terakhirnya, Arkana menggunakan kesempatan untuk menemui dan berbicara dengan perempuan yang selama ini ia hindari. Perempuan yang sebenarnya, tidak pernah ingin temui lagi pada kesempatan apapun. Doona. Perempuan itu tidak berdandan. Tampil dengan natural. Dan penampilan itulah yang membuat Arkana jatuh hati pada perempuan dengan sikap kasar itu."Bagaimana kondisimu?" tanya Doona membuka pembicaraan."Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jawab Arkana dengan pelan."Semuanya akan berakhir sebentar lagi," lanjut Arkana mencoba meyakinkan Doona."Aku ragu akan hal itu. Musuh utamamu adalah seorang

  • Menikah Dengan Asisten Suami   Menerima Perasaan

    Mata Serena terbuka secara perlahan. Dan pandangan pertamanya tertuju pada ruangan yang cukup asing padanya. Ia tidak merubah posisi tubuhnya yang tidur terlentang pada alas yang terasa sangat empuk. Serena menggerakkan tangannya. Menempelkan pergelangan tangannya pada kening. Membuat sebagian kecil pandangannya terhalau.Kemarin ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan kali ini, tidurnya terasa sangat pulas. Tidak ada lagi rasa ngantuk yang tersisa pada dirinya. Matanya terasa sangat ringan. Masalah utama mengapa ia tidak bisa tidur dengan nyenyak sebelumnya karena ia harus menjaga Arkana yang sedang di rawat.[Arkana sedang di rawat] Saat kalimat itu terlintas pada pikirannya, sontak tubuhnya bangun. Seperkian detik, ia langsung berada dalam posisi duduk di atas kasur. Dan menyadari bahwa yang ia gunakan tidur saat ini adalah kasur pasien, kasur milik Arkana."Di mana dia?" tanya Serena dalam hati saat melihat pintu tertutup rapat.Saat Serena ingin menurunkan kakinya dari atas kas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status