Share

Chapter 161.

Author: Anshuu_
last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-03 13:33:57

Tanggal pada catatan terakhir itu ternyata hanya berselang satu hari dari pengiriman paket terakhir ke Paviliun Barat.

Yuechan segera mengambil catatan pengiriman yang sebelumnya mereka peroleh dari Zhao Ming.

Ia mencocokkan tanggalnya sekali lagi.

Benar.

Sehari setelah paket tersebut dikirim, ibunya menuliskan bahwa rasa obat yang diterimanya kembali berubah.

“Jiang Xuan, lihat ini.”

Jiang Xuan mendekat dan memperhatikan kedua catatan tersebut.

“Jadi, ibumu menyadari perubahan obat itu tepat s
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 165.

    Sementara itu, orang yang memegang kunci gudang belum diketahui identitasnya. Jiang Xuan memperhatikan wajah istrinya. "Sepertinya kita perlu memeriksa kembali catatan ruang penyimpanan." "Benar. Terutama catatan peminjaman kunci pada hari pengiriman terakhir." Jiang Xuan mengangguk. "Aku akan meminta Fu Cheng memeriksanya." Yuechan kemudian menatap Lian. "Terima kasih karena sudah menyimpan halaman ini." Lian menggeleng pelan. "Saya hanya melakukan apa yang diminta Tuan Ma Shun." "Kalau begitu, untuk sementara jangan ceritakan kepada siapa pun bahwa kami telah menerima catatan ini." "Saya mengerti." Setelah berpamitan, Yuechan dan Jiang Xuan meninggalkan rumah Lian. Di luar, langit mulai berubah jingga. Jiang Xuan berjalan di samping Yuechan sambil memperhatikan langkahnya. Sejak tadi, ia menyadari bahwa istrinya terus memikirkan isi catatan tersebut. "Masih memikirkan Wang De?" "Ya." "Menurutmu, dia orang yang mengganti isi paket?" Yuechan menggeleng. "Aku belum t

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 164.

    Perjalanan menuju Linyang berlangsung cukup panjang. Namun, setelah mendapatkan petunjuk baru dari Ma Rulan, Lin Yuechan merasa perjalanan itu tidak sia-sia. Perempuan itu telah menyerahkan selembar halaman sobekan dari buku pengiriman lama milik Kediaman Lin. Di sana tertulis nama Zhou An sebagai pembawa paket, sementara kolom penerima mencantumkan nama Lian. Masalahnya, Lian mengaku tidak pernah menerima paket tersebut. Ia hanya pernah menerima selembar surat berisi instruksi, lalu menyerahkannya kepada Nyonya Lin. Hal itulah yang membuat Yuechan ingin kembali menemui Lian. --- Rumah Lian di Desa Shiqiao masih terlihat sederhana seperti sebelumnya. Ketika Yuechan dan Jiang Xuan tiba, perempuan itu sedang duduk di dekat jendela sambil merapikan beberapa kain. Melihat kedatangan mereka, ia segera berdiri. "Nona Lin, Tuan Jiang." Yuechan mengangguk kecil. "Maaf karena kami kembali mengganggu." "Tidak, Nona. Silakan masuk." Setelah mempersilakan keduanya duduk, Lian menuangk

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 163.

    Pagi itu, Yuechan baru saja selesai sarapan ketika Fu Cheng datang membawa sebuah laporan. Jiang Xuan sedang duduk di ruang depan, sementara Yuechan sibuk memilih beberapa kue kecil yang disiapkan Qing'er. “Melapor, Tuan. Kami mendapat kabar dari Kota Linyang.” Yuechan langsung meletakkan kuenya. “Apakah kalian menemukan Ma Shun?” Fu Cheng menggeleng. “Belum, Nyonya. Namun, kami berhasil menemui kakak perempuannya, Ma Rulan.” “Bagaimana keterangannya?” “Awalnya dia menolak menjawab pertanyaan mengenai adiknya. Namun, setelah mengetahui bahwa kami hanya ingin menanyakan pekerjaan lama Ma Shun, dia bersedia berbicara.” Jiang Xuan meletakkan cangkir tehnya. “Apa yang dia katakan?” “Menurut Ma Rulan, adiknya pernah mengirim sebuah surat kepadanya sekitar beberapa tahun lalu. Dalam surat itu, Ma Shun meminta agar sebuah barang disimpan sampai ada orang dari Qinghe yang datang mencarinya.” Yuechan segera menegakkan punggung. “Barang apa?” Fu Cheng mengeluarkan selembar kertas.

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 162.

    Setelah meninggalkan kediaman Cui, Lin Yuechan tidak langsung kembali ke kediaman Jiang. Ia meminta kusir mengarahkan kereta menuju kediaman Lin. Ada sesuatu yang ingin ia pastikan kepada ayahnya, terutama mengenai tanda lingkaran kecil yang ditemukan pada kertas peninggalan ibunya. Sepanjang perjalanan, Yuechan terus memandangi kertas tersebut. Tanda itu sama persis dengan simbol yang tercatat pada tiga pengiriman khusus ke Paviliun Barat. Jika ibunya menyimpan kertas itu, berarti simbol tersebut memiliki arti penting baginya. Namun, siapa yang pertama kali menggunakannya? “Nona, kita sudah sampai.” Suara Qing'er membuyarkan lamunannya. Yuechan turun dari kereta dan mendapati Lin Weichen sudah menunggu di halaman depan. “Ayah.” Lin Weichen mengangguk. “Kau datang tepat waktu. Aku baru saja menerima kabar dari Fu Cheng mengenai Ma Shun.” Yuechan langsung tertarik. “Apa yang ditemukan?” “Orang yang sedang mencari keberadaan kakak perempuannya berhasil mengonfirmasi bahwa

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 161.

    Tanggal pada catatan terakhir itu ternyata hanya berselang satu hari dari pengiriman paket terakhir ke Paviliun Barat.Yuechan segera mengambil catatan pengiriman yang sebelumnya mereka peroleh dari Zhao Ming.Ia mencocokkan tanggalnya sekali lagi.Benar.Sehari setelah paket tersebut dikirim, ibunya menuliskan bahwa rasa obat yang diterimanya kembali berubah.“Jiang Xuan, lihat ini.”Jiang Xuan mendekat dan memperhatikan kedua catatan tersebut.“Jadi, ibumu menyadari perubahan obat itu tepat setelah paket terakhir tiba.”Yuechan mengangguk.“Kalau begitu, ada kemungkinan isi paket tersebut berkaitan dengan obat yang diberikan kepadanya.”“Namun, kita belum mengetahui apakah paket itu memang berisi bahan obat atau sesuatu yang lain.”“Aku tahu.”Yuechan menutup buku harian itu perlahan.“Aku tidak ingin membuat kesimpulan sebelum menemukan bukti yang cukup.”Jiang Xuan mengangguk setuju.Ia tahu betapa pentingnya penyelidikan ini bagi Yuechan. Namun, ia juga tidak ingin istrinya terla

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 160.

    Pelayan itu melirik Yuechan sebelum melanjutkan. “Bertahun-tahun lalu, setelah Nyonya Pertama meninggal, saya pernah melihat seseorang membawa sebuah kotak dokumen keluar dari ruang arsip pada malam hari.” Yuechan segera menatapnya. “Siapa orang itu?” Pelayan tua tersebut menggeleng. “Saya tidak melihat wajahnya dengan jelas. Namun, saya ingat kotaknya memiliki pengunci kuningan berbentuk bunga.” Ruangan itu mendadak sunyi. Yuechan perlahan menoleh kepada Jiang Xuan. Ia pernah melihat pengunci dengan bentuk serupa sebelumnya. Pada kotak kayu milik Cui, tempat gelang giok peninggalan ibunya dahulu disimpan. Namun, kotak itu bukan satu-satunya kotak dengan desain semacam itu. Yuechan menahan diri agar tidak terburu-buru menyimpulkan. “Paman,” katanya kepada pelayan tua itu, “apakah Anda yakin kotak tersebut berasal dari ruang arsip?” “Ya, Nona. Saya mengenali tanda pada tutupnya.” “Kalau begitu, bantu kami mengingat siapa saja yang memiliki akses ke ruang itu pada masa ter

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status