MasukPutri Elowen Lysandra dari Asterra terpaksa menikah dengan Jenderal Kael Dravion Aurelian atas perintah Kaisar. Pernikahan bagi Kael untuk menutupi rumor penyimpangan seksualnya dan bagi Elowen untuk menutupi aib kehamilannya di luar nikah. Dua insan dengan dua tujuan berbeda dipertemukan dalam ikatan pernikahan tanpa cinta. Lalu apa jadinya jika istana tahu soal kehamilan Elowen dan mengancam tahta Kael?
Lihat lebih banyakKael masih berdiri menatap kapal yang membawa Vertex berlayar. Angin laut musim dingin menerpa wajah Kael. Sebuah senyuman terus terukir di wajah tampannya. Ia tidak menduga semua kejadian dalam hidupnya saling terhubung. “Apa Yang Mulia masih ingin bertahan di sini?” Sebuah suara lembut membuyarkan lamunan Kael. Ia menoleh dan melihat Elowen mendekat ke arahnya bersama Eryndor dalam gendongannya. “Ayo, kita pulang!!” Kael merengkuh Elowen dan meminta Eryndor dari gendongannya. Bocah kecil itu selalu kegirangan setiap berada dalam pelukan ayahnya. “Apa kita jadi ke Asterra?” tanya Elowen begitu kereta sudah bergerak. Kael mengangguk. “Ya. Kita akan ke Asterra.” Perjalanan menuju Asterra tidak memakan waktu lama. Hanya beberapa jam saja. Meski demikian, sepanjang perjalanan, wajah Elowen terlihat jauh lebih hidup dibanding biasanya. Ia terus memandangi pemandangan di luar jendela kereta. Hutan bersalju, perbukitan. Dan jalan-jalan lama yang dulu pernah ia lewati bersama ayahnya.
BUGH!! Tubuh Lucan kembali terpental di atas salju. Darah hitam memenuhi sudut bibirnya sementara suara teriakan massa terus menggema di telinganya. “Dasar sampah!” “Pencuri!” “Bunuh saja dia!” Lucan mencoba bangkit. Tangannya gemetar menopang tubuhnya sendiri. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan dinginnya ketakutan yang benar-benar nyata. Kabur. Ia harus kabur. Namun penglihatannya semakin gelap. Racun itu terus menggerogoti tubuhnya dari dalam. Lucan terhuyung meninggalkan kerumunan saat badai salju mulai turun semakin deras. Orang-orang perlahan berhenti mengejarnya karena takut cuaca malam itu makin memburuk. Sementara itu Lucan terus berjalan tanpa arah. Satu langkah. Dua langkah. Hingga akhirnya tubuhnya roboh di tengah hamparan salju putih. BRUK!! Napasnya memburu. Tubuhnya mulai membeku perlahan. Lucan tertawa lirih. Matanya menatap langit gelap Valtoria. Seumur hidup, ia selalu berhasil lolos dari maut. Selalu menjadi orang yang mempermainkan manusi
Lucan masih tersenyum puas setelah menghabiskan anggur terakhirnya. Tubuhnya bersandar santai di kepala ranjang sambil memandangi api lilin yang bergoyang pelan.“Lumayan juga keramahan lelaki tua itu,” gumamnya pelan.Namun beberapa detik kemudian, kening Lucan berkerut.“Hm?”Perutnya terasa panas. Bukan rasa kenyang. Bukan pula efek alkohol. Seperti ada sesuatu yang membakar organ dalamnya perlahan.Lucan langsung duduk tegak. Napasnya mulai berat. Tatapan matanya menajam penuh kewaspadaan.“... Racun?”Tubuhnya mendadak limbung. Segelas anggur di tangannya jatuh pecah ke lantai.Lucan mencengkeram meja kuat-kuat sambil menahan gejolak aneh di dalam tubuhnya. Pembuluh darah di lehernya perlahan menghitam.“Kurang ajar...!”Ia segera merogoh kantong jubahnya dan mengeluarkan beberapa pil penawar racun. Tanpa ragu, Lucan menelannya sekaligus.Namun—
Semua orang tertegun. Kael mengernyit menatap Elowen.“Apa?”Elowen meringis pelan sambil menahan sakit di tangannya yang berdarah.“Obat dewa yang asli tidak ada di dalam kotak itu.”Remus membelalakkan mata.“Lalu yang dibawa Lucan—”“Hanya ramuan tidur biasa.” Elowen menarik napas pelan. “Aku sudah menggantinya sebelum dia masuk kamar.”Hening sesaat menyelimuti halaman istana. Kemudian—“Hah!” Remus langsung tertawa keras. “Bagus sekali!”Vertex sampai menggeleng tidak percaya.“Bahkan di situasi seperti itu Anda masih sempat memikirkan jebakan?”Elowen tersenyum tipis meski wajahnya pucat.“Saya sudah curiga sejak Remus mengatakan Lucan terlihat di istana.”Kael menatap istrinya lama. Campuran lega, marah, dan kagum memenuhi dadanya. Wanita ini benar-benar membuat jantungnya hampir berhenti. Kael segera mengangkat tubuh Elowen ke dalam pelukannya.“Kau terluka.”“Hanya goresan kecil.”“Ini bukan kecil.”Tatapan Kael jatuh pada darah di tangan dan leher Elowen. Rahangnya langsung m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak