Menikah Dengan Bupati Kejam

Menikah Dengan Bupati Kejam

last update最終更新日 : 2026-07-23
作家:  Anshuu_たった今更新されました
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
評価が足りません
7チャプター
5ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Wanita Kuat

Cinta yang Manis

Dewa Medis

Nikah Kilat

Setelah kembali dari kematian, Lin Yuechan hanya memiliki satu tujuan—bertahan hidup. Dikhianati oleh ibu tiri dan adik tirinya hingga diracun, ia terbangun di dalam peti mati tepat saat upacara pemakamannya berlangsung. Demi menyelamatkan nyawa, ia melarikan diri tanpa mengetahui ke mana takdir akan membawanya. Siapa sangka, pelariannya justru mempertemukannya dengan seorang nyonya tua yang nyawanya berhasil ia selamatkan. Sebagai balas budi, wanita itu tanpa ragu menjadikan Lin Yuechan sebagai calon menantu untuk cucunya. Masalahnya, cucu yang dimaksud bukanlah pria biasa. Dia adalah Jiang Xuan, Bupati Qinghe yang terkenal dingin, tegas, dan dijuluki sebagai pejabat paling kejam di wilayahnya. Di hadapannya, tak ada seorang pun yang kebal hukum, baik bangsawan maupun rakyat jelata. Di bawah perlindungan Jiang Xuan, Lin Yuechan memang selamat dari kejaran musuh. Namun, mampukah ia bertahan hidup di sisi pria yang begitu ditakuti semua orang?

もっと見る

第1話

Chapter 01.

Lie Yuechan merasakan sakit kepala yang luar biasa saat kesadarannya berangsur pulih. Lalu keningnya berkerut dalam ketika merasakan ruang di sekelilingnya begitu sempit dan pengap. Ia membelalak lebar begitu tersadar dengan keadaannya.

Bukankah… ini peti mati?!

Dengan segenap tenaga, ia mendorong papan di atasnya sampai terbuka dengan kencang. Begitu terbuka, ia mendapati di hadapannya berdiri dua wanita berpakaian duka. Wajah mereka yang semula dipenuhi kesedihan seketika berubah pucat pasi.

"Ti... tidak mungkin...."

Wanita yang lebih tua mundur selangkah. Tubuhnya tampak bergetar hebat.

"Dia... dia masih hidup?"

Gadis di sampingnya menggigit bibir hingga memucat. Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan, seolah baru saja melihat hantu bangkit dari alam kematian.

"Mustahil! Bukankah dia sudah...." Ucapannya terhenti di tenggorokan.

Tak jauh dari mereka, beberapa pria berbaju hitam yang membawa pedang ikut membeku di tempat. Tak seorang pun berani bersuara.

Lin Yuechan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Kain-kain putih berkibar diterpa angin. Asap dupa masih mengepul, sementara peti mati yang baru saja ia buka tergeletak di tengah halaman.

Dadanya berdegup kencang. Jangan bilang… ia bangkit dari kematian?!

Pada saat itu, rasa sakit yang luar biasa menyerang kepalanya, ingatan yang sempat hilang kembali, mengalir memenuhi benaknya.

Ia mengingat semuanya. Beberapa hari lalu, ibu dan adik tirinya yang jahat meracuninya hingga Lin Yuechan kehilangan nyawanya. Keduanya memanfaatkan keadaan kediaman yang sepi karena ayahnya sedang bertugas di luar wilayah.

Nyonya Lin—ibu tirinya—menggertakkan gigi. Ia tidak peduli apakah yang berdiri di hadapannya manusia ataupun arwah. Satu hal yang ia tahu, Lin Yuechan tidak boleh tetap hidup.

"Apa yang kalian tunggu?" bentaknya kepada para pengawal.

"Tangkap dia! Jangan biarkan dia melangkah keluar dari tempat ini!"

Belasan pengawal saling berpandangan. Meski hati mereka dipenuhi rasa takut, mereka tetap mencabut pedang dan perlahan mengepung Lin Yuechan dari segala arah.

Lin Yuechan mengembuskan napas pelan. Tubuhnya memang telah hidup kembali, tetapi racun yang dahulu merenggut nyawanya masih menyisakan kelemahan.

Ia mengalihkan pandangan ke arah jalan pegunungan di belakang halaman pemakaman. Tidak ada pilihan lain selain melarikan diri. Sebelum kepungan para pengawal benar-benar menutup, Lin Yuechan tiba-tiba berbalik dan berlari secepat yang mampu dilakukan tubuhnya.

"Kejar dia!"

Teriakan para pengawal menggema. Belasan orang itu langsung mengejar tanpa memberi kesempatan sedikit pun. Sementara itu, Lin Yuechan terus berlari tanpa menoleh ke belakang.

Ia mengepalkan tangannya dengan erat.

"Aku sudah selamat dari kematian. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merenggut nyawaku untuk kedua kalinya."

Ujung jubah dukanya berkibar liar saat ia berlari menuruni jalan setapak yang dipenuhi semak dan pepohonan. Napasnya mulai memburu, sementara dadanya terasa seperti terbakar.

Namun ia tidak berani berhenti berlari. Hingga begitu ia keluar dari hutan bambu, ia melihat ada sebuah desa kecil di kejauhan.

Tanpa berpikir panjang, Lin Yuechan segera mempercepat langkahnya menuju desa dan memasuki sebuah kerumunan warga sambil menundukkan kepala. Jantungnya berdegup kencang saat orang-orang yang mengejarnya ikut masuk ke dalam kerumunan.

"Kapten! Kami menemukan gadis itu masuk ke sebuah toko!" 

"Benarkah? Ayo cepat kejar!"

Tanpa curiga sedikitpun, mereka berlari meninggalkan Lin Yuechan di kerumunan itu. Barulah begitu yakin mereka benar-benar pergi, ia mengehebuskan napas panjang.

"Nyaris saja..."

Beberapa penduduk di kerumunan itu hanya melirik sekilas ke arahnya. Penampilannya yang berantakan memang menarik perhatian, tetapi tak seorang pun memperdulikannya.

Ia terus berjalan melewati kerumunan itu, melewati rumah-rumah sederhana hingga tiba di ujung desa. Ia melihat di sana ada kereta, dan beberapa pelayan dan belasan pengawal berseragam berdiri di sampingnya. Dari cara mereka berjaga, Lin Yuechan tahu bahwa pemilik kereta bukanlah orang biasa.

Tak jauh dari sana, seorang wanita tua anggun berusia sekitar enam puluh tahun duduk di sebuah kursi kayu. Di sampingnya, seorang pelayan wanita terus membujuk dengan wajah cemas.

"Nyonya Tua, angin di luar cukup dingin. Sebaiknya kita kembali ke kediaman."

Wanita tua itu menggeleng pelan.

"Tidak. Ahli nujum berkata, hari ini aku akan bertemu dengan calon cucu menantuku."

Pelayan itu tak lagi membantah, ia hanya menghela napas pelan. Saat itulah suara langkah kaki yang tergesa-gesa memecah ketenangan.

Lin yuechan terkejut saat menyadari Lin Yuerou muncul bersama beberapa pengawal. Wajahnya dipenuhi amarah, sementara napasnya memburu akibat terus mengejar.

"Ke mana perempuan itu lari?" gerutunya. Tatapannya menyapu seluruh desa dan tanpa sengaja menabrak bahu wanita tua yang sedang berdiri itu hingga tubuhnya oleng.

Untung sang pelayan sigap menopangnya.

"Astaga! Berani-beraninya kau!" bentak pelayan itu.

Lin Yuerou bahkan tidak menoleh.

"Menyingkirlah, Nenek Tua!" Setelah berkata demikian, ia kembali berlari bersama para pengawalnya. 

Wajah pelayan itu memerah menahan marah.

"Kurang ajar! Beraninya dia bersikap lancang kepada Nyonya Tua!"

Namun sebelum kemarahannya sempat dilampiaskan, tubuh wanita tua itu tiba-tiba menegang. Tangannya mencengkeram dada. Wajahnya berubah pucat dalam sekejap.

"N-Nyonya..."

Beberapa detik kemudian, tubuhnya limbung dan jatuh tak sadarkan diri.

"NYONYA TUA!"

Jeritan panik sang pelayan membuat seluruh pengawal bergegas mengerumuni mereka.

Melihat kejadian itu, Lin Yuechan yang sejak tadi bersembunyi di balik dinding rumah terdekat mengernyit pelan. Tatapannya tertuju pada wanita tua yang terbaring tak bergerak.

Wanita itu tidak akan mampu bertahan lama jika dibiarkan.

Lin Yuechan menarik napas pelan. Nalurinya mengatakan agar segera pergi. Semakin lama ia berada di desa ini, semakin besar kemungkinan para pengawal Kediaman Lin menemukannya.

Namun, tatapannya kembali jatuh pada wanita tua yang terbaring di tanah dengan wajah yang pucat parah.

Lin Yuechan menghela napas pelan. Dengan keadaan seperti itu, wanita tua itu tidak akan mampu bertahan. Tanpa berpikir lebih lama, ia melangkah keluar dari tempat persembunyiannya.

"Biarkan aku melihatnya."

Suara tenangnya membuat semua orang menoleh. Tatapan para pengawal langsung dipenuhi kewaspadaan.

"Siapa kau?" tanya salah seorang dari mereka dengan nada dingin.

Lin Yuechan tidak menjawab. Ia berjalan mendekati wanita tua itu. Pelayan yang sejak tadi memeluk tubuh sang nyonya buru-buru menghalangi jalannya.

"Berhenti! Jangan mendekat!"

"Aku bisa menolongnya," ucap Lin Yuechan dengan tenang.

Pelayan itu menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Jubah dukanya masih berlumuran debu, rambutnya pun acak-acakan. Bagaimana mungkin perempuan seperti ini bisa menyelamatkan Nyonya Tua?

Tatapan Lin Yuechan beralih kepada wanita tua yang wajahnya semakin pucat.

"Napasnya hampir berhenti. Jika kalian terus menghalangiku, beliau benar-benar akan kehilangan nyawanya."

Pelayan itu menggertakkan gigi. Kalimat itu membuat pelayan tersebut terdiam. Ia menoleh kepada wanita tua yang kini sama sekali tidak bergerak.

Di saat itulah, seorang pria paruh baya yang tampaknya merupakan kepala pengawal maju selangkah. Tatapannya tajam mengamati Lin Yuechan.

"Kalau kau benar-benar memiliki cara untuk menyelamatkan Nyonya Tua, lakukan."

Lalu perlahan, ia menggenggam gagang pedang di pinggangnya.

"Tetapi jika kau berniat mencelakainya… aku sendiri yang akan memenggal kepalamu."

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
7 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status