Share

Bab. 2: Keputusan

Penulis: Faoo pey
last update Tanggal publikasi: 2025-03-06 19:49:23

Anastasya membeku di tempat, dia seolah-olah merasakan darah di sekujur tubuhnya mengalir ke dahinya dan sangat malu.

Tapi Nyonya Delcy sama sekali tidak berniat menyalahkannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia memimpin orang-orang di belakangnya dan meraung ke arah Ainsley.

"Ainsley, kamu sangat tidak tahu malu! Apa menurutmu apa yang kamu lakukan benar? Kamu pasti sengaja menyeret calon menantuku ke kamarmu, kan?! Apa kamu tidak menganggap Aku dan dan kakak keduamu ada?"

Saat Nyonya Delcy mengatakan ini, dia menoleh untuk melihat wajah Anastasya, yang berkulit putih dan terlihat malu.

Dia berbicara dengan tenang. "Jangan takut Anna, Bibi akan membuatkan keputusan untukmu!"

Anastasya tidak menanggapi dan menatap mantan ibu mertuanya dengan waspada, dia merasa semakin bingung.

Ainsley, yang sedang duduk di kursi roda, mengangkat sudut mulutnya dengan sinis dan tertawa kecil.

"Kakak ipar kedua datang begitu cepat! Dengan rencana yang begitu bagus ini, aku yakin lelaki tua itu sudah dipanggil ke sini, bukan?"

Anastasya mengerutkan keningnya, dan ibu Brylee buru-buru menyeretnya keluar, berbicara sambil berjalan.

"Anna, jangan dengarkan dia! Jangan takut! Jangan khawatir, ada Bibi yang akan mengambil keputusan untukmu!"

Pikiran Anastasya sedang kacau saat ini, dan dia tidak tahu siapa teman dan siapa lawan.

“Bibi, aku ingin pulang dan merenung dulu.”

Tetapi Nyonya Delcy tidak memberinya kesempatan sama sekali. Dia meraih erat pergelangan tangannya, menyeretnya ke ruang tamu dengan kekuatan yang besar, dan mengeluh kepada kakek Lucas.

“Ayah, adik ketiga sudah memperkosa calon menantuku! Anna sudah memberikan tubuhnya kepada orang yang salah, jadi ayah harus mengambil kepuasan hari ini!'

"Dasar Binatang, bawa turun dia!"

Anastasya hanya berdiri, mencubit telapak tangannya dengan kukunya karena malu, merasa seolah-olah jantungnya sudah ditusuk dengan pisau.

Dia sebenarnya adalah calon cucu menantu kakek Lucas.

Sekarang hal seperti ini terjadi, bagaimana dia harus menghadapi Nyonya Delcy dan kakek Lucas itu di masa depan?

Kakek Lucas jelas sedang tidak enak badan saat ini. Dia memegang dadanya dan menatap kepala pelayan, "Bawa kesini bajingan itu secepatnya!"

Kepala pelayan itu naik ke atas dan mendorong Kursi roda Ainsley memasuki lift dan membawanya ke bawah.

Begitu mereka tiba di ruang tamu, kakek Lucas mengangkat tongkatnya dan memukul meja dengan marah, "Katakan padaku, apa yang terjadi!"

Sebelum Ainsley berbicara, Nyonya Delcy berlari kedepan Kakek Lucas.

“Ayah, adik ipar ketiga dibius oleh seseorang tadi malam. Saat dia pulang dan melihat Anna tinggal di mansion kita, dia membuat rencana dan meminta para pelayan untuk menculik Anna ke kamarnya!"

Begitu suara itu berhenti, beberapa pengawal membawa masuk pelayan yang hidung dan wajahnya memar.

Begitu pelayan itu masuk, dia berlutut dan berkata, "Tuan besar, mohon maafkan saya! Saya hanya mematuhi dan mendengarkan Tuan ketiga. Saya tidak berani menolak Tuan ketiga."

Semua bukti yang tidak menguntungkan segera menunjuk pada Ainsley!

Tapi Anastasya selalu merasa ada yang tidak beres.

Tiba-tiba, ekspresinya berubah.

Tidak, Paman Ainsley tidak melakukan ini!

Tadi malam, ketika Paman Ainsley kembali ke kamarnya, dia sangat marah karena ada seorang wanita di tempat tidurnya dan menyuruhnya keluar.

Nada itu seperti dia tidak mengetahui masalah ini sebelumnya.

Tapi entah kenapa, tiba-tiba Paman Ainsley menginginkannya, apa mungkin Paman Ainsley bener-bener meminum obat itu?

Anastasya berpikir hati-hati, kemarin dia menyadari bahwa dia merasa mengantuk dan lemah ketika dia selesai meminum segelas jus itu, dan segelas jus itu dibawakan oleh ibu Brylee!

Pasti Nyonya Delcy yang melakukan semua ini! 

Setelah memikirkan masalahnya dengan jelas, Anastasya buru-buru berkata, "Tidak.... kakek..."

Sebelum dia selesai berbicara, Ainsley menertawakan dirinya sendiri dan mengangkat sudut mulutnya, "Aku tahu tidak ada gunanya aku menjelaskannya. Itu benar aku tidur dengan Anna, aku bersedia menerima hukumannya."

Anastasya tertegun dan menatap Paman Ainsley dengan heran.

Dia tidak mengerti mengapa Paman Ainsley harus mengakui semuanya, itu jelas bukan salahnya!

Plak.

Kakek Lucas mengangkat tangannya dan menampar wajah Ainsley. "Binatang! Dasar binatang buas!"

Ainsley hanya memegang wajahnya dan tidak berkata apa-apa.

Hati Anastasya terasa berat, dan raungan marah kakek Lucas terdengar di telinganya.

“Katakan padaku, bagaimana kamu akan menangani masalah ini sekarang!”

“Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahinya.” Ainsley berkata dengan sederhana.

Tuan Lucas mendengus dengan sedikit ekspresi jijik di wajahnya, “Kamu ingin menikah dengan Anna? Apa ini yang kamu katakan bertanggung jawab? Kamu malah terlihat seperti bajingan, apa Anna yang meminta kamu untuk bertanggung jawab!"

Kakek Lucas melirik ke samping. Dan berkata kepada kepala pelayan, "Pergi dan ambil cambuk keluarga."

"Tuan besar, Tubun Tuan ketiga tidak akan tahan. Tuan ketiga belum pulih dari kecelakaan mobil, bagaimana Tuan ketiga bisa menahan cambukan Anda?"

"Pergi, berhenti bicara omong kosong!" 

Kepala pelayan tidak berani mengatakan apa pun. Dia segera mengambil cambuk panjang.

Kakek Lucas memegang cambuk kulit kasar di tangannya dan menatap Anastasya.

"Kakek bertanya padamu Anna? Apa kamu bersedia menikah dengan bajingan seperti dia? Jika kamu tidak bersedia, kakek akan memukuli bajingan ini sampai mati untuk menebus kesalahannya! Semua keputusan ada di kamu, Anna."

Anastasya memandang Paman Ainsley dengan sedih. Dan Ainsley juga kebetulan menatapnya, wajahnya pucat dan dia tersenyum padanya .

“Jika kamu bersedia menikah denganku, aku akan memberimu sebuah keluarga yang bahagia. Meskipun aku adalah orang yang tidak berguna sekarang, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik padamu. Jika kamu tidak mau, jangan melihatku ketika aku dipukuli."

Anastasya belum mengatakan apa-apa. Tapi kakek Lucas sudah mencabuk Ainsley. 

Cambuk itu mengenai punggung Ainsley.

Dia hanya berdiam, dan kemeja putihnya langsung berlumuran darah.

Hati Anastasya bergetar, dan matanya menjadi sakit.

Dia tiba-tiba merasa bahwa Paman Ainsley, yang sedang berlutut di lantai dan dicambuk, tidak berbeda dengan dirinya ketika dia dituduh mencuri oleh adiknya.

Tidak ada yang mendengarkan penjelasannya, dan tidak ada yang percaya padanya.

Sama seperti dia, dan apa yang baru saja Paman Ainsley katakan sangat menyentuh hatinya, mengatakan bahwa dia akan memberinya keluarga yang bahagia.

Mungkin, dengan menikah dengannya, dia bisa kabur dari rumah yang mirip sarang serigala itu.

Tapi Brylee...

Dia dan Brylee sudah menjalin hubungan selama tiga tahun!

Apa yang harus dia pilih?

Anastasya memejamkan mata karena kesakitan, dan adegan perpisahan dengan Brylee muncul di benaknya.

Flashback 

Kemarin malam, Anastasya memberi tahu Brylee untuk mendapatkan sertifikat terlebih dahulu agar keluarganya tidak memikirkan hal itu.

Tapi Brylee hanya berkata, "Anna, dia adalah ibumu, meskipun dia tidak menyukaimu, dia tidak akan pernah bertindak terlalu jauh. Apakah ada kesalahpahaman di antara kalian berdua?"

"Aku akan menjagamu dan tidak akan terjadi apa-apa. Kamu bisa tinggal di mansionku dengan tenang. Anna, bukannya aku tidak ingin menikah denganmu. Aku hanya ingin memberimu pernikahan yang megah lalu pergi mendapatkan sertifikatnya. Kesempatan kerja sama ini jarang terjadi. Aku tidak bisa menyerah. Tunggu aku, dan kita akan menikah!"

Flashback on 

Suara Brylee sangat lembut dan slalu berputar di benaknya. Ketika Anastasya memikirkanya, dia merasa hatinya terasa sakit.

Namun, suara cambuk menarik lamunannya.

Tidak ada jalan kembali.

Hal seperti ini terjadi tadi malam, dan baik dia maupun Brylee tidak bisa kembali.

Anastasya membuka matanya, dan ada sedikit tekad di matanya.

“Kakek, aku akan menikah dengannya! Aku bersedia menikah dengan paman ketiga!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
YA Allah kasihan sekali Paman Ainsley di campur sampai berdarah²...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 409: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Mendengar itu, Bram gemetar menahan amarah, matanya langsung memerah. Selama bertahun-tahun, ia selalu merasa bahwa kakak dan kakak iparnya telah memikul tanggung jawab utama dalam merawat orang tuanya. Karena itu, ia lebih memprioritaskan mereka secara finansial dan materi, bahkan mengabaikan keluarga kecilnya sendiri. Namun siapa sangka, orang-orang yang ia besarkan justru tidak memiliki hati nurani! Suara Meilay terdengar dari dalam rumah. “Kalau Ibumu itu mati, apakah kita masih bisa dapat uang dari adikmu?” Kakak Bram, Ryan meludah dengan kesal. “Dapat apa?! Bram cuma guru miskin, tidak punya uang. Memangnya dia bisa punya berapa banyak?" "Aku sudah tanya ke agen properti, rumah mereka tidak ada nilainya. Kalau tidak, aku tidak akan nekat pinjam 500.000 yuan lalu kabur." "Siapa sangka kalian malah ambil 900.000 yuan, sementara aku sudah susah payah memikirkan cara menghidupi keluarga ini!” Meilay mengerutkan bibir. “Tapi dengar, Aria sekarang sepertinya sudah terke

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 408: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Tepat saat Bram hendak berbicara, pria tua di hadapannya mengangkat tangan, memberi isyarat, “Ssst. Ikutlah denganku.”Bram menatap pria itu sejenak. Usianya tampak lebih dari sepuluh tahun lebih tua darinya. Wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda sebagai orang jahat, sehingga ia pun mengikuti pria itu menuju sebuah ruang privat di kedai teh.“Tuan, ada apa Anda membutuhkan saya?”Pria tua itu mengeluarkan ponselnya, membuka foto Bobby, lalu menunjukkannya kepada Bram, “Apakah kau sedang mencoba mengikutinya?”Bram terkejut. “Bagaimana Anda tahu?”Pria tua itu menjawab tegas, “Karena aku juga telah menyelidikinya… selama bertahun-tahun.”Hati Bram semakin yakin bahwa Bobby bukan orang baik. Ia segera bertanya, “Mengapa Anda menyelidikinya? Apakah Anda polisi?”Namun, ia langsung merasa ada yang janggal. Orang seusia ini seharusnya sudah pensiun.“Karena putriku telah ditipu olehnya!” suara pria tua itu tiba-tiba menjadi berat. “Dia menipu hati dan tubuh putriku hingga membuatnya bunuh

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 406: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Setelah berbicara, Della melirik dua pria yang tampak “rukun” itu—keduanya sedang sibuk memecahkan kenari… Apakah mereka benar-benar seharmonis itu? Menikmati “berkah” memilik dua suami? Sebuah bayangan yang tidak pantas tiba-tiba muncul di benak Della: dua pria tampan luar biasa, satu menyuapi Anatasya kenari, yang lain memijat bahunya. “Um… apakah aku datang di waktu yang salah?” Anatasya memutar matanya. “Cepat, langsung ke intinya.” Della mengambil tablet, berjalan mendekat, lalu membuka sebuah video pendek. “Lihat ini, kakak ipar korban sudah muncul dan mengungkap detailnya.” Anatasya dan Ainsley tanpa sadar menatap wanita dalam video itu—sekitar berusia tiga puluhan. Dengan marah, wanita itu berkata kepada wartawan, “Adik ipar saya masih dirawat di ICU, nyawanya di ujung tanduk, tapi Yayasan Amal Jiangcheng yang katanya itu bahkan tidak datang menjenguk! Ini keterlaluan!""Adik ipar saya hanya ikut kelas ‘kebajikan pria’ beberapa hari. Setelah pulang, dia mengalami ganggu

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 405: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Anya tidak menjawab, tenggelam dalam kesedihannya.Cinta?Dia sendiri tidak begitu yakin. Dia hanya tahu bahwa Jhon dan Leah adalah keluarganya. Kehilangan Jhon sama seperti kehilangan seseorang yang dicintainya.Perasaan yang samar dan rumit itu bahkan belum sempat menemukan jawabannya sebelum Jhon meninggal, apalagi sekarang setelah dia tiada.Setelah rambutnya dikeringkan, Anya langsung berbaring di tempat tidur Bima.“Tanganku terkilir, tidak nyaman kalau tidur di sofa,” ucapnya.Bima: ..…Setelah itu, Anya menatap Bima dengan mata jernihnya dan berkata polos, “Aku akan berbaring, tolong selimuti aku. Tanganku terkilir.”Bima: ...…Ia, yang akhirnya memilih tidur di sofa, merasa dirinya benar-benar payah.Saat berbaring, ia tiba-tiba terpikir untuk membeli pakaian untuk Anya.Karena tidak tahu ukurannya, dia diam-diam bangun, berjingkat menuju tumpukan pakaian, dan mengambil bra merah muda milik Anya.Kebetulan saat itu Anya bangun hendak ke kamar mandi dan melihatnya.Bima: …!!!

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 404: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Anya berteriak, meraih kepala pancuran, lalu menghantamkannya ke kepala Bima.Bug!“Kau—kau mesum!”“Bima, kau benar-benar mesum!”“Aku akan memukulmu sampai mati!”Hantaman kepala shower itu membuat Bima tertegun sesaat. Begitu sadar, ia segera meraih lengan Anya dan secara refleks memelintirnya.Krak!Lengan Anya langsung terkilir.“Sakit... sakit... sakit...”Punggung Anya menghadap Bima, satu lengannya terpelintir di belakang punggung, memperlihatkan punggungnya yang telanjang.“Sakit... Bima, tanganku terkilir...”Tangis kesakitannya membuat kepala Bima berdenyut. Ia segera memalingkan wajahnya, sedikit canggung. “Siapa yang menyuruhmu memukul kepalaku?”Sebagai pengawal Ainsley, sebagian besar reaksinya bersifat refleks.“Tidak mungkin aku membiarkan seseorang memukul kepalaku begitu saja.”“Tapi kau mengintipku saat aku mandi! Kalau aku tidak memukulmu, lalu siapa yang harus kupukul?!”Anya menghentakkan kaki dengan marah, semakin kesal.Bima masih mencengkeram lengannya. “Aku

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 403: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    “Aku kesal.” Ainsley melonggarkan dasinya dengan jengkel.“Apa yang mengganggumu?” Tuan Addison berhenti sejenak, lalu menyingkirkan bidak catur di tangannya.Ainsley menjelaskan situasinya secara singkat. “Meskipun aku tidak percaya pada metafisika, masalah ini memang terasa agak misterius.""Anna tampaknya merasa tidak enak badan jika terlalu lama jauh darinya, tetapi Dipta tidak menemukan sesuatu yang salah pada tubuhnya.""Sejak kecil, aku selalu menghormati sains. Namun, dalam kehidupan nyata, memang ada beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan oleh sains.""Di banyak pulau misterius, sihir masih diyakini ada. Bahkan di Tiongkok, beberapa peramal mampu memprediksi hal-hal yang tidak diketahui dengan cukup akurat.""Meskipun di dalamnya ada unsur probabilitas, perjudian, dan analisis data besar, kita tetap tidak bisa sepenuhnya menyangkal keberadaan metafisika.”Ainsley mempercayai sains.Namun, dia khawatir jika sudut pandangnya yang terlalu sempit justru akan memengaruhi penilai

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 206: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    “Apa yang akan kau lakukan? Wanita itu terlalu kejam!”Bibir Brylee terangkat tipis.“Ada tanggung jawab yang harus kutanggung. Kejadian ini terjadi di rumah tua Addison, dan melibatkan tiga nyawa sekaligus…Kalau aku tidak turun tangan, media pasti akan mengarang cerita lagi.”Ia menepuk bahu Delc

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 207: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Jantung Anatasya berdegup kencang. Di kursi belakang mobilnya, seorang wanita berlumuran darah terkulai lemah—Amber.Tidak berani menolak, Anatasya segera menginjak gas, membawanya ke rumah sakit.Sesampainya di sana, ia langsung menelepon polisi. Namun rasa cemas tak kunjung reda. Berdiri di depan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 220: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Begitu suara Adeline jatuh, Anatasya langsung menolak tegas.“Tidak pantas.”Audrey sontak kesal. “Bagaimana bisa tidak pantas? Kakak, apa kau sudah lupa asal usulmu? Kau sekarang hidup enak, tidak peduli lagi dengan hidup dan mati keluargamu?”Arthur langsung mengernyit. “Audrey, bagaimana kau bis

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 219: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Damar mengantar Shopie yang masih pucat dan gemetar sampai ke pintu masuk Mansion Barnet.Di dalam mobil, Shopie bersandar lemah pada kursi. Suaranya pelan, hampir tak terdengar."Damar… ada dokumen di bawah kursi. Ambilkan."Dengan bingung, Damar meraba-raba lalu mengeluarkan sebuah map cokelat.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status