Share

BAB 77

Author: RatuKuyang
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-20 22:00:23

Pak Damar, Direktur operasional yang namanya pernah disebut oleh para karyawan. Inilah orang yang bertanggung jawab mengurus kegiatan perusahaan sehari-hari. Seorang pria yang tampaknya lebih tertarik menikmati waktu di ruang berpendingin udara daripada mencari solusi atas kesulitan yang sedang dihadapi para pekerjanya.

Selena hendak melangkah pergi ketika suara lain terdengar dari dalam ruangan.

"Kalau boleh jujur, saya justru tidak mengerti mengapa kita harus repot-repot mempertahankan pe
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 77

    Pak Damar, Direktur operasional yang namanya pernah disebut oleh para karyawan. Inilah orang yang bertanggung jawab mengurus kegiatan perusahaan sehari-hari. Seorang pria yang tampaknya lebih tertarik menikmati waktu di ruang berpendingin udara daripada mencari solusi atas kesulitan yang sedang dihadapi para pekerjanya. Selena hendak melangkah pergi ketika suara lain terdengar dari dalam ruangan. "Kalau boleh jujur, saya justru tidak mengerti mengapa kita harus repot-repot mempertahankan perusahaan ini," ujar seorang pria yang lebih muda. "Kalau perusahaan dinyatakan bangkrut, bukankah kita bisa mengurus bisnis lain?" Selena membeku mendengar percakapan orang-orang itu. Damar terkekeh. "Kau pikir semuanya sesederhana itu?" "Setidaknya, kita sudah punya pegangan untuk memulai usaha baru." "Jangan bicara terlalu keras," tegur Damar, meskipun nada suaranya tidak menunjukkan kekhawatiran yang berarti. "Belum waktunya." Pria muda itu merendahkan suaranya. "Bagaimana dengan p

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 76 Informasi Penting

    Laporan yang diterimanya hanya menyebutkan keterlambatan pembayaran gaji pada sebagian karyawan dalam beberapa pekan terakhir. Ia meminta sopir menghentikan kendaraan."Maaf," kata Selena pada dua pria setelah turun dari mobil yang ditumpanginya. "Apakah kalian bekerja di PT Arunika Sejahtera?"Keduanya menoleh. Mereka tampak sedikit curiga terhadap perempuan asing yang tiba-tiba mendekati mereka."Iya. Memangnya kenapa?""Apakah benar pembayaran gaji sedang bermasalah?" Selena langsung to the point tanpa basa-basi. Pria yang lebih tua tertawa hambar. "Bermasalah? Itu sudah terlalu halus untuk menggambarkan keadaan kami, Bu. Kenapa Anda sangat ingin tahu. Apakah Ibu pegawai baru di sini? Sayang sekali. Anda bekerja di tempat yang salah."Selena menahan keterkejutannya. "Apa maksud Anda?""Sudah dua bulan gaji kami tidak dibayar penuh. Ada yang menerima sebagian, ada yang belum menerima sama sekali. Katanya perusahaan sedang kesulitan keuangan.""Apakah Anda yakin. Ini perusahaan besa

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 75 PT. Arunika Sejahtera

    Di sebuah kamar hotel yang terletak tidak jauh dari pelabuhan keberangkatan, Satria berdiri di depan cermin sambil memasang jam tangannya. Kemeja putih yang dikenakannya telah diganti dengan kemeja abu-abu gelap. Ia juga mengenakan jaket kasual dan membawa sebuah tas kerja hitam. Penampilannya tidak mencolok seperti ketika ia menghadiri rapat direksi Young Group.Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari asistennya.Proyek pengembangan kawasan industri di Pulau Arunika sudah memasuki tahap negosiasi akhir. Pihak setempat meminta kehadiran Anda untuk menyelesaikan beberapa persoalan terkait lahan dan distribusi bahan baku.Satria membaca pesan itu, lalu mengetik balasan singkat.Saya akan tiba hari ini. Jangan umumkan kedatangan saya kepada pihak mana pun sebelum saya memberikan instruksi.Setelah mengirim pesan, ia membuka percakapan lain.Nama Selena tertera di layar. Satria menatapnya beberapa saat sebelum menggeleng kecil."Benar-benar keras kepala," gumamnya sambil tersenyum tip

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 74 Misi Penyamaran

    Satria mengusap wajahnya, lalu mengembuskan napas panjang. "Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima keputusanmu." Selena tersenyum kecil. "Kau selalu punya pilihan. Kau bisa memilih untuk mempercayaiku. Setidaknya, aku ingin buktikan pada keluargamu kalau akulah yang paling layak menjadi pendamping hidupmu. Sampai sekarang, keluargamu masih belum menerimaku sepenuhnya." Satria menatapnya cukup lama sebelum akhirnya tertawa pendek. "Mereka menerimamu, hanya belum menunjukkannya padamu. Kau tahu apa masalah terbesarku sekarang?" "Apa?" "Istriku ternyata jauh lebih keras kepala daripada yang kubayangkan." Selena tertawa. "Dan kau baru menyadarinya sekarang?" Satria menggeleng pasrah. "Tidak. Aku sudah mengetahuinya sejak lama. Hanya saja, aku selalu berharap suatu hari nanti kau akan sedikit lebih mudah dibujuk." "Sayangnya, harapanmu itu tidak akan pernah terwujud." "Ya, aku mulai menyadarinya.""Tapi aku bersyukur bertemu denganmu. Jika tidak, mungkin ak

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 73 Keputusan yang Tidak Bisa Ditawar

    Beberapa detik berlalu sebelum pria itu akhirnya bersuara. "Besok pagi?" Selena mengangguk. "Ya." "Selena, kau sedang berbulan madu." "Aku tahu." "Kita baru menghabiskan satu hari di sini." "Aku juga tahu, Satria." "Dan sekarang kau ingin pergi ke daerah terpencil dengan akses komunikasi yang buruk, sementara perusahaan yang kau pimpin sedang berada dalam kondisi tidak menentu?" Nada suara Satria mulai meninggi, bukan karena marah kepada istrinya, melainkan karena kekhawatiran yang mendadak memenuhi pikirannya. Selena meletakkan ponselnya. "Aku tidak mengatakan akan pergi tanpa persiapan." "Kalau begitu, biarkan tim audit dan tim manajemen krisis yang menangani masalah ini. Aku bisa menghubungi orang-orang yang tepat. Kita punya sumber daya yang cukup untuk mengirimkan tim terbaik ke sana." Selena menggeleng perlahan. "Aku menghargai tawaranmu. Namun, kali ini aku ingin turun langsung." "Kenapa harus kau sendiri?" "Karena perusahaan itu berada di bawah tanggung

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 72 Kabar Yang Mencurigakan

    Siang itu, suasana romantis di sebuah kafe tepi pantai Maladewa masih menyelimuti Selena dan Satria. Keduanya duduk berdampingan menikmati es krim, sesekali tertawa ketika Satria sengaja mencuri sesendok es krim dari gelas istrinya.Namun, kebahagiaan itu mendadak terusik ketika ponsel Selena yang tergeletak di atas meja bergetar berkali-kali. Awalnya, Selena tidak berniat mengangkatnya. Ia masih ingin menikmati waktu bersama suaminya tanpa gangguan pekerjaan. Akan tetapi, ketika melihat nama yang tertera di layar, senyumnya perlahan menghilang.Rina — Sekretaris Pribadi Selena.Selena segera menerima panggilan tersebut. "Halo, Rin. Ada apa? Bukankah aku sudah meminta semua urusan kantor ditunda sampai minggu depan?""Maaf mengganggu waktu istirahat Anda, Bu Selena. Saya tahu Anda sedang berbulan madu, tetapi ada masalah serius yang harus segera saya sampaikan."Selena meluruskan duduknya. "Masalah apa?"Terdengar helaan napas berat dari seberang sambungan."Ini berkaitan dengan PT Ar

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status