Share

BAB 74 Misi Penyamaran

Author: RatuKuyang
last update publish date: 2026-10-17 10:04:30

Satria mengusap wajahnya, lalu mengembuskan napas panjang. "Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima keputusanmu."

Selena tersenyum kecil. "Kau selalu punya pilihan. Kau bisa memilih untuk mempercayaiku. Setidaknya, aku ingin buktikan pada keluargamu kalau akulah yang paling layak menjadi pendamping hidupmu. Sampai sekarang, keluargamu masih belum menerimaku sepenuhnya."

Satria menatapnya cukup lama sebelum akhirnya tertawa pendek. "Mereka menerimamu, hanya belum menunjukkann
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 76 Informasi Penting

    Laporan yang diterimanya hanya menyebutkan keterlambatan pembayaran gaji pada sebagian karyawan dalam beberapa pekan terakhir. Ia meminta sopir menghentikan kendaraan."Maaf," kata Selena pada dua pria setelah turun dari mobil yang ditumpanginya. "Apakah kalian bekerja di PT Arunika Sejahtera?"Keduanya menoleh. Mereka tampak sedikit curiga terhadap perempuan asing yang tiba-tiba mendekati mereka."Iya. Memangnya kenapa?""Apakah benar pembayaran gaji sedang bermasalah?" Selena langsung to the point tanpa basa-basi. Pria yang lebih tua tertawa hambar. "Bermasalah? Itu sudah terlalu halus untuk menggambarkan keadaan kami, Bu. Kenapa Anda sangat ingin tahu. Apakah Ibu pegawai baru di sini? Sayang sekali. Anda bekerja di tempat yang salah."Selena menahan keterkejutannya. "Apa maksud Anda?""Sudah dua bulan gaji kami tidak dibayar penuh. Ada yang menerima sebagian, ada yang belum menerima sama sekali. Katanya perusahaan sedang kesulitan keuangan.""Apakah Anda yakin. Ini perusahaan besa

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 75 PT. Arunika Sejahtera

    Di sebuah kamar hotel yang terletak tidak jauh dari pelabuhan keberangkatan, Satria berdiri di depan cermin sambil memasang jam tangannya. Kemeja putih yang dikenakannya telah diganti dengan kemeja abu-abu gelap. Ia juga mengenakan jaket kasual dan membawa sebuah tas kerja hitam. Penampilannya tidak mencolok seperti ketika ia menghadiri rapat direksi Young Group.Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari asistennya.Proyek pengembangan kawasan industri di Pulau Arunika sudah memasuki tahap negosiasi akhir. Pihak setempat meminta kehadiran Anda untuk menyelesaikan beberapa persoalan terkait lahan dan distribusi bahan baku.Satria membaca pesan itu, lalu mengetik balasan singkat.Saya akan tiba hari ini. Jangan umumkan kedatangan saya kepada pihak mana pun sebelum saya memberikan instruksi.Setelah mengirim pesan, ia membuka percakapan lain.Nama Selena tertera di layar. Satria menatapnya beberapa saat sebelum menggeleng kecil."Benar-benar keras kepala," gumamnya sambil tersenyum tip

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 74 Misi Penyamaran

    Satria mengusap wajahnya, lalu mengembuskan napas panjang. "Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima keputusanmu." Selena tersenyum kecil. "Kau selalu punya pilihan. Kau bisa memilih untuk mempercayaiku. Setidaknya, aku ingin buktikan pada keluargamu kalau akulah yang paling layak menjadi pendamping hidupmu. Sampai sekarang, keluargamu masih belum menerimaku sepenuhnya." Satria menatapnya cukup lama sebelum akhirnya tertawa pendek. "Mereka menerimamu, hanya belum menunjukkannya padamu. Kau tahu apa masalah terbesarku sekarang?" "Apa?" "Istriku ternyata jauh lebih keras kepala daripada yang kubayangkan." Selena tertawa. "Dan kau baru menyadarinya sekarang?" Satria menggeleng pasrah. "Tidak. Aku sudah mengetahuinya sejak lama. Hanya saja, aku selalu berharap suatu hari nanti kau akan sedikit lebih mudah dibujuk." "Sayangnya, harapanmu itu tidak akan pernah terwujud." "Ya, aku mulai menyadarinya.""Tapi aku bersyukur bertemu denganmu. Jika tidak, mungkin ak

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 73 Keputusan yang Tidak Bisa Ditawar

    Beberapa detik berlalu sebelum pria itu akhirnya bersuara. "Besok pagi?" Selena mengangguk. "Ya." "Selena, kau sedang berbulan madu." "Aku tahu." "Kita baru menghabiskan satu hari di sini." "Aku juga tahu, Satria." "Dan sekarang kau ingin pergi ke daerah terpencil dengan akses komunikasi yang buruk, sementara perusahaan yang kau pimpin sedang berada dalam kondisi tidak menentu?" Nada suara Satria mulai meninggi, bukan karena marah kepada istrinya, melainkan karena kekhawatiran yang mendadak memenuhi pikirannya. Selena meletakkan ponselnya. "Aku tidak mengatakan akan pergi tanpa persiapan." "Kalau begitu, biarkan tim audit dan tim manajemen krisis yang menangani masalah ini. Aku bisa menghubungi orang-orang yang tepat. Kita punya sumber daya yang cukup untuk mengirimkan tim terbaik ke sana." Selena menggeleng perlahan. "Aku menghargai tawaranmu. Namun, kali ini aku ingin turun langsung." "Kenapa harus kau sendiri?" "Karena perusahaan itu berada di bawah tanggung

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 72 Kabar Yang Mencurigakan

    Siang itu, suasana romantis di sebuah kafe tepi pantai Maladewa masih menyelimuti Selena dan Satria. Keduanya duduk berdampingan menikmati es krim, sesekali tertawa ketika Satria sengaja mencuri sesendok es krim dari gelas istrinya.Namun, kebahagiaan itu mendadak terusik ketika ponsel Selena yang tergeletak di atas meja bergetar berkali-kali. Awalnya, Selena tidak berniat mengangkatnya. Ia masih ingin menikmati waktu bersama suaminya tanpa gangguan pekerjaan. Akan tetapi, ketika melihat nama yang tertera di layar, senyumnya perlahan menghilang.Rina — Sekretaris Pribadi Selena.Selena segera menerima panggilan tersebut. "Halo, Rin. Ada apa? Bukankah aku sudah meminta semua urusan kantor ditunda sampai minggu depan?""Maaf mengganggu waktu istirahat Anda, Bu Selena. Saya tahu Anda sedang berbulan madu, tetapi ada masalah serius yang harus segera saya sampaikan."Selena meluruskan duduknya. "Masalah apa?"Terdengar helaan napas berat dari seberang sambungan."Ini berkaitan dengan PT Ar

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 71 Pasangan So Sweet

    Satria menghela napas dramatis, seolah-olah sedang menghadapi negosiasi bisnis paling rumit dalam hidupnya. Lebih tepatnya, ia sengaja menggoda istrinya. Bagi Satria, ekspresi Selena saat ini begitu menggemaskan. "Baiklah. Misalnya saja ada seribu perempuan cantik di hadapanku." Selena mengangguk, menunggu kelanjutannya. "Aku akan tetap mencari satu perempuan yang paling ingin kudatangi." "Siapa?" "Istriku." Satria menjawabnya tanpa jeda. Selena terdiam, kemudian buru-buru menunduk untuk menyembunyikan senyum lebarnya. "Gombal." Satria tertawa melihat reaksinya. "Kenapa? Bukankah tadi kau yang meminta jawaban?" "Aku tidak menyangka kau akan menjawab seperti itu." Satria mengusap pipinya dengan lembut. "Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Aku tidak menikahimu karena tidak ada perempuan lain yang cantik di dunia ini. Aku menikahimu karena di antara semua orang yang pernah kutemui, kaulah perempuan yang ingin kujadikan teman hidupku." Tatapan Selena perlahan berubah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status