LOGIN“Maaf Bu” kata Bella sambil menundukkan wajahnya, ia ketakutan. Ia tak berani bilang bahwa KK dan juga surat lahirnya juga ketinggalan di tempat itu beserta persyaratan lainnya seperti foto dan beserta KTP aslinya karena berharap kalau Hary tadi bakal mau menikah dengannya menghindari perjodohan dan blind-date. Bisa lebih murka nih ibunya kalau tahu seperti ini.
“Ibu tak mau tahu, kamu mesti balik ke resto itu dan mencari laki laki tadi. Please, jangan bilang kamu gak tahu namanya. ” Selidik Marie yang membuat anaknya hanya bisa membalas dengan cengiran. Cengiran garing yang bisa ditebak artinya oleh Marie, yaitu anaknya tak tahu siapa orang laki laki yang bertemu dengannya tadi. “Aku tahunya nama laki laki itu Harry juga, tapi ga tahu nama lengkapnya, dia bilang sih, tapi aku lupa. He he he.” Marie hanya bisa melotot, papa Ronald hanya bisa menepuk jidatnya bersamaan dengan lengkingan suara istrinya yang marah ketika mengetahui anaknya yang super ceroboh itu bahkan tidak tahu siapa laki laki itu. Surat sepenting itu bisa bisanya ketinggalan, kalau hilang gimana coba? Lagian ketemuan doang kok malah nunjukin surat identitas segala sih? “ Dahlah! Perang dunia ketiga deh! Padahal baru saja selesai permasalahan satu sudah muncul masalah lagi.” Papa Ronald menutup telinganya mendengar lengkingan istrinya memainkan nada sopran tinggi, yang bisa membuat kaca kaca rumahnya pecah karena lengkingan syahdu istrinya seperti Bianca Castafiore di dalam komik Tintin. “Bella, ibu tak mau tahu, kamu harus bisa mendapatkan kembali surat penting itu, kalau kamu ga bisa dapatkan itu bagaimana kamu bisa menikah?” tanya ibunya masih dengan nada tinggi membuat Bella dan ayahnya menutup telinganya karena nada itu menusuk telinga mereka dan membuat telinga mereka berdenging. Bella menutup wajahnya, karena ia tak bisa membayangkan harus bertemu dengan orang itu lagi, mau ditaruh dimana wajahnya? Sudah salah orang, masih ia lamar pula! Dan sekarang ia harus menemukan orang itu untuk menanyakan masalah surat identitas dan berkas lainnya? Mau ditaruh dimana wajahnya? *** Saat hari telah terang, sebuah apartemen mewah milik seorang pewaris tunggal Davidson grup pun sudah memulai aktifitasnya. Apartemen dengan harga mencapai miliaran rupiah itu hanya ditempati oleh seorang laki laki tampan nan tajir. Ia menempati dan menyiapkan seluruh keperluannya seorang diri. Bahkan pagi ini ia menyiapkan sarapan untuk dirinya dan langsung menyantapnya karena ia hari ini akan ada meeting penting bersama investor yang akan menanamkan modal di resort HD yang akan menjadi resort dengan fasilitas super modern dan tentunya dibandrol dengan harga yang mahal, karena tetap menjaga keindahan alam di dalamnya. Ia terbiasa harus sarapan sebelum memulai harinya, ia percaya asupan gizi seimbang akan membuat seluruh harinya akan tambah sempurna. Harry selalu tepat waktu dan juga ia punya asisten pribadi yang sangat cekatan, bernama Jacob. Ia merangkap supir, pengawal dan juga asisten pribadi, yang mengurus masalah jadwal dan segala keperluan pribadinya. Ia sudah bekerja sejak orang tua Harold masih hidup, bahkan secara tak langsung menjadi anak angkat walau Jacob tak mau terlalu membebani keluarga Davidson waktu itu, dan ketika orang tua Harold meninggal karena kecelakaan, dialah yang mendampingi sang adik angkat sekaligus bosnya. Sekalipun kakek dan nenek dari Harry masih hidup, tapi keduanya malah saling bantu membantu mengurus bisnis keluarga Davidson. Sedangkan kakek nenek Davidson hanya memantau namun tidak mengurusi masalah bisnis keluarga Davidson lagi. Jacob tahu semua hal yang ada pada Harold dan juga tentang wasiat konyol yang disiapkan ayah ibunya Harold sebelum meninggal yaitu Harry harus menikah sebelum 30 tahun atau kalau tidak ia harus rela menyerahkan seluruh kekayaan Davidson grup yang diusahakan dan dibesarkan oleh ayah dan ibu Harold kepada pamannya yang selalu menjadi lintah dalam Davidson grup. Tentu saja Harrold tak rela kalau harus menyerahkan jerih payah ayah ibunya kepada sang paman yang sukanya berfoya foya. “Pagi bos!” sapa Jacob dengan wajah ceria. “Hmm, ada apa wajah kakak angkatku seperti itu?” “Ck, biasa aja bisa? Aku hanya mau mengingatkan sama kamu kalau usia kamu sudah menjelang 30 th, jadi kapan kamu akan menikah? Kamu pasti tak mau kan kalau harta warisan keluarga Davidson akan jatuh pada lintah itu?” Lagi lagi Jacob mengingatkan apa yang harus Harold lakukan agar sang paman tidak memanfaatkan wasiat itu untuk kepentingannya. “Aku tahu dan aku juga ingat…” “Sudah bertindak? Aku gak mau kalau nantinya Davidson grup ada di dalam kepemimpinan Jasper Davidson. Karena hanya nama belakang saja yang sama namun dia tak memiliki kemampuan untuk mengurus Davidson grup, kalau sampai ia yang memerintah maka bisa dipastikan kalau Davidson bakal bangkrut dan hancur. Tiba tiba, terlintas sebuah ide konyol yang membuatnya bisa bertemu lagi dengan gadis konyol yang entah kenapa membuat dirinya memikirkannya sejak pertemuan salah paham mereka kemarin. Ia menyerahkan identitas seorang gadis yang dia dapatkan kemarin, kepada Jacob. “Selidiki wanita ini untukku, karena aku mau menikah dengannya,” katanya sambil menyerahkan kartu identitas yang kemarin ia dapatkan dari kesalahpahaman yang lucu itu. “Wah, aku gak nyangka kalau kamu sudah memikirkannya, bahkan kamu sudah melangkah terlebih dahulu. Hebat!!” “Rasanya ini emang rancangan Tuhan untuk membungkam langkah Jasper Davidson. Ah sudahlah, kita berangkat saja, karena pertemuan dengan investor itu sekitar jam 9, dan ini sudah jam 7.30, takut terlambat aku!” ajak Harold yang sudah siap, dan segera keluar dari apartemennya diiringi oleh asisten pribadinya itu. *** Di tempat lain, pagi itu Bella harus puas dengan sarapan omelan ibunya yang masih memaksa dirinya untuk mencari kartu identitasnya. “Masih untung ibu hanya tahu kalau yang ilang cuman kartu identitas, kalau sampai ia tahu bahwa bukan cuman itu saja gimana coba? Nyanyiannya bisa panjang dan lama.” gumamnya sangat lirih. “Kamu mengumpat apa? Mau marah sama ibumu ini?” sergah ibunya kesal, karena anak semata wayangnya ini benar benar mengesalkan banget. Bella hanya mengeluh dalam hati, tapi gak berani membantah. Sedangkan saat ini ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya saat menjawab pertanyaan ibunya. Gak mungkin ia bilang kalau ia marah sama ibunya, kan itu juga kesalahannya. “Aku ga mau tahu kamu harus menemukan kartu identitas kamu itu! Ngerti?” tanya ibunya dengan suara keras, membuat ayah nya hanya bisa menarik tubuh istrinya dan mengelus bahunya agar ia tak marah marah sama anaknya terus. Bisa bisa wanita cantik yang bergelar sebagai istrinya itu darah tinggi kalau terus menerus begitu. “ Iya nanti Bella cari Bu..” sahutnya berusaha meredam kemarahan ibunya. “Ya sudah kamu berangkat dulu, nanti kamu telat.” kata ayahnya membuat Bella hanya bisa mengangguk dan meninggalkan meja makan setelah berpamitan kepada ibu dan ayah nya, dan dibalas dengan anggukan dingin sang ibu, pasrah deh Bella kalau gini. *** Siang itu, saat Harold dan Jacob makan siang di hotel Astin, tepatnya di resto Atlantis yaitu tempat pertemuan Harold dan Bella kemarin, Jacob dengan percaya diri berkata sama Harold. “Aku sudah mendapatkan data dari gadis yang kamu incar,” kata Jacob sambil melambaikan data dan berkas yang didapatkan dari tim IT dari Davidson grup itu. “Wah cepat sekali?” sahut Harold yang terkejut dengan kinerja Rommy yang sangat gercep. “Aku minta bantuan anak IT tadi, saat rapat investor berlangsung, dan siang ini aku dah dapet datanya,” kata Jacob sambil menyerahkan berkas itu sama Harold sehingga Harold bisa segera men-screening data yang disampaikan sama Jacob tentang Bella. Issabella Marie Thompson, 27 tahun, lahir 09 september dan bekerja sebagai Advertising designer di Gen design selama 7 tahun, berarti dia sudah bekerja sambil kuliah, karena tercatat ia baru lulus 5 tahun yang lalu. “Menarik!” ucapnya tiba tiba, membuat Jacob hanya bisa tersenyum menatap adik angkat sekaligus bosnya karena berarti tak lama lagi, ia akan bisa menyelenggarakan pesta pernikahan besar besaran untuk adik angkatnya itu dan tentu saja bisa mengalahkan Jasper yang ingin sekali menjatuhkan keponakannya itu dan merampas harta warisannya. “Gimana? Jadi kamu dan dia sudah membicarakan hal ini?” “Iya, dia mau menikah denganku!” katanya dengan santai. “Oke, berarti aku tinggal menyerahkan kepada kantor catatan sipil untuk mencatatkan pernikahan untuk kamu segera?” tanya Jacob menunggu persetujuan adiknya itu. “Boleh, besok tinggal aku akan meminta dia untuk foto bersama buat akte pernikahan, lalu setelah itu kita sah sebagai suami dan istri.” sahutnya dengan tenang. “Aku senang kalau kamu sudah mulai move on, dan aku harap kali ini kamu benar benar tidak salah pilih.” lanjut Jacob yang membuat tubuh Harold menegang dan seketika bergetar mengingat suatu kejadian dimasa lampau yang membuatnya trauma itu.Bella harus mengabari sang suami kalau dirinya akan mengajak teman temannya makan makan, sebagai farewell party. Keinginannya untuk resign sudah disetujui langsung oleh sang bos, juga ingin disampaikan secara langsung kepada sang suami. Oleh karena itu, ia segera mengabari suaminya, melalui panggilan telepon. “Halo, sayang?”Suara Harold terdengar sangat menggoda Bella saat ini, membuat Bella harus melegakan tenggorokannya yang tiba tiba saja kering.Sedangkan teman temannya yang sudah menunggunya malah ikutan salting melihat Bella malu malu kucing garong. Banyak yang ber cie cie mendengar apa yang selanjutnya dikatakan oleh Bella.“Sayang …” Padahal Bella baru saja ngomong sepenggal kata itu saja.Mendengar banyak orang yang ada di sekitar Bella membuat Harold tersenyum sambil bertanya, “Memangnya kamu lagi dimana sih?”“Itu … ehm …itu surat permohonan resign ku sudah langsung disetujui sama bos, jadi besok aku sudah bisa pindah.”“Wah, bagus sekali sayang …”Ini menjadi berita yang
Di sepanjang perjalanan menuju ke kantornya, Bella sudah diberitahu oleh suaminya kalau dirinya juga harus berhati hati dengan Jasper and the gank, karena mereka takkan senang mendengar pernikahan Bella dan juga Harold.Jadi, Bella merasa tak yakin apakah ia harus senang atau menyesal menikah dengan Miliarder.Sesampainya Bella di ruangan tempat ia berkumpul bersama dengan teman teman designernya yang lain, ia langsung di berondong oleh teman temannya yang bertanya tentang kejadian Bella di Cafe yang sudah viral di grup kantornya itu.“Ya ampun Bella, siapa laki laki yang hendak melecehkan kamu itu?” Tanya Sofie salah satu temannya, yang duduk di sampingnya. Teman temannya tentu sudah tahu dari satpam dan juga pegawai cafe, tempat kemarin Bella dan Harry bertemu.“Ehm, teman sih … dia ngajak kencan dan nembak aku,tapi aku tolak.” Bella sedikit beralibi, jadi ia mengatakan seperti itu.“Lha bukannya kamu jomblo?” Tanya Sandy, temannya yang duduk di depan meja si Sofie.“Aku sudah menik
Keesokan harinya, tanpa menunggu lebih lama lagi, Bella langsung saja mengajukan surat resign kepada bosnya. Bella langsung menemui pimpinan dari perusahaan di mana selama ini dia bekerja, tapi Sang bos langsung saja menyemprotnya dengan kata kata mutiara. Belum juga sarapan, karena Harold ada meeting pagi, jadi ia mengantar sang istri terlebih dahulu ke kantor dengan sedikit terburu buru. Malahan dapat siraman rohani dari sang bos.“Surat Resign? Apa apaan ini, Bella? Kita lagi dikejar banyak deadline dan klien mu itu yang paling banyak. Kamu tidak bisa seenaknya resign seperti ini.” sergah Rico sang bos dengan nada tinggi, baru saja dirinya datang ke kantor tiba-tiba anak buah kesayangannya mengajukan surat pengunduran diri. Padahal tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba saja Isabella mengundurkan diri, padahal wanita itu sudah bekerja dengan dirinya cukup lama dan memiliki klien yang kadang tak mau kalau diberikan designer lain. “Maaf pak, saya terpaksa mengajukan surat resig
“Apa? Kamu nge-prank aku ya?” Tanyanya dengan nada tidak suka yang terlihat jelas, bahkan wajahnya pun memerah seolah menahan marah. Bella jadi sedikit takut juga dengan Hary. “Tidak, aku memang sudah menikah. Dan pernikahan kami dilakukan secara sah dan mendapatkan surat resmi dari catatan sipil.” Jelas Bella dengan nada yang rendah, ia tidak ingin memprovokasi laki laki di hadapannya itu.“Tapi kita baru saja melakukan kencan buta, lalu tiba tiba kamu bilang kalau kamu sudah menikah. Apakah kamu mempermainkan aku? Apakah jangan jangan, ini adalah cara kamu menolak secara halus?” Tanya Hary dengan nada tinggi.Bella menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkataannya, “Tidak ada niatan mempermainkan! Tidak juga untuk nge-prank, atau menolak kamu, tidak ada alasan itu. Bukankah kita juga baru kenal? Belum bisa menolak seseorang apabila kita belum mengenal orang itu lebih dalam, bukankah itu adalah tujuan dari kencan buta? Tapi kondisinya, kemarin ada orang yang langsun
Keesokan harinya, Bella ke kantor diantar oleh suaminya. Dan untuk sekedar informasi buat para netizen yang mungkin penasaran dengan pernikahan dan moment unboxing mereka, maka moment unboxing mereka belum terjadi, karena mereka sibuk, saling curhat dan bercerita tentang diri mereka. Setelah itu, di hari berikutnya mereka tinggal di rumah besar, dimana ada nenek dan kakek. Jadi, mereka belum sempat melakukan kegiatan yang bisa membuat bahagia itu. Lagian, rencananya Harold akan mengajak istrinya untuk berbulan madu, short escape, mungkin disebut begitu soalnya rencana perginya cuman ke tempat yang tidak jauh dari ibukota, karena jadwalnya yang cukup padat. Kemungkinan juga akan disesuaikan dengan jadwal kerjanya.“Aku akan turun dulu ya, sayang!” Sekarang Bella sudah sangat lancar memanggil suaminya dengan kata ‘sayang’.“Oke, Aku akan menjemputmu sore nanti.”“Kamu gak usah menjemputku, bukankah pekerjaan CEO jauh lebih banyak dari seorang desainer kayak aku?” Tanya Bella dengan na
“Aku sudah tidak pernah lagi mengikuti berita tentang wanita itu.” kilah sang suami dengan nada sedikit gugup, tapi memang benar bahwa Harold sudah tidak ingin mengetahui berita-berita yang menyangkut wanita itu“Tapi seandainya dia ingin balik lagi kepadamu, gimana?” Bella mengatakan semuanya itu dengan nada menggoda, mencoba mengetahui apakah sang suami benar-benar tegas dan memilih mempertahankan pernikahan mereka atau tidak.“Penyesalan itu memang selalu ada di akhir, kalau berada di awal itu namanya pendaftaran.Jadi kamu yang pasti tahu kalau aku tidak akan mengulangi jatuh ke tempat yang sama. Kalau peribahasa mengatakan, kembali sama mantan itu, seperti kamu mengambil tisu yang sudah kamu pakai menghapus ingus, lalu kamu pakai untuk membersihkan bibirmu lagi.” kata Harold dengan nada bersungguh sungguh. “Dih, jorok banget peribahasa mu, sayang.” Bella tertawa ngakak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami. “Pokoknya kamu harus tahu aku gak akan mungkin balikan sa







