Mag-log inKetakutan adalah perasaan yang sekarang ini membelenggu Ranum. Sejak pertemuannya dengan Raka, dunianya berubah menjadi kacau. Bagaimana jika Raka tahu kalau Namira adalah putrinya? Apa yang akan pria itu lakukan? Secara, Raka adalah pria gila yang nekad untuk mendapatkan sesuatu hal. Bisa saja, reputasinya akan hancur sama seperti Jonathan. Di tengah-tengah lamunan itu, Ranum terlonjak kala Zahra datang sambil menenteng makanan cepat saji. Ia meletakkannya di meja makan. "Ada apa?" tanya Zahra. "Nggak apa-apa." Ranum mencoba terlihat biasa saja. Ia menatap bingkisan yang baru saja dibawa Zahra. "Mama sudah masak makan malam, jadi sia-sia kalau kamu bawa makanan itu ke sini." "Kalau tidak suka ya simpan di lemari es, besok bisa dimakan." Jawaban agak ketus dari Zahra membuat Ranum menghela napas. Sampai kapan mereka harus perang dingin seperti ini? Rasanya begitu mencekik. Zahra duduk di seberang Ranum. "Aku berencana membuka galeri seni bersama temanku," sambungnya. "Kamu sudah
Meski kabar berita perselingkuhan Jonathan masih belum reda, pria itu ternyata memilih menghilang entah ke mana. Awak media sulit untuk mencari tahu keberadaan pria itu. Bahkan, Ajeng juga tidak bisa ditemukan di manapun. Spekulasi panjang mulai bermunculan, kemungkinan mereka berdua telah pergi bersama dan memulai kehidupan baru. Mengenai perusahaan Adiningrat, semuanya masih dalam kendali meski saham masih merosot tajam. Fakta sebenarnya, bahwasanya Jonathan tidak pernah hilang dan membiarkan perusahannya terbengkalai begitu saja, dia masih mengurus perusahaan dan rumah sakit milik Adiningrat dalam jarak jauh. Lain dengan Jonathan yang memilih mengasingkan diri, Ranum memilih fokus untuk menata kehidupan pribadinya. Setelah bercerai dengan Jonathan, hidupnya mulai membaik. Tidak ada peraturan ketat, tidak ada tekanan, tidak ada ancaman atau mentalnya yang dikikis secara pelan. Ia sibuk mengurus bisnis sekolahnya dengan sangat baik, meski awak media terus-menerus mencoba menemuinya
Sejak dulu Namira tidak pernah meminta apapun untuk hidupnya kecuali keluarganya baik-baik saja. Memimpikan kasih sayang Jonathan, menginginkan perhatian Ranum, dan mimpinya didukung. Namira tidak bisa protes apapun karena yang ia dapatkan hanya sebatas materi tanpa pendamping emosionalnya. Sekarang, Namira sangat prihatin terhadap kondisi keluarganya yang sudah hancur. Nama baik Adiningrat di publik sudah hancur karena perselingkuhan Jonathan. Namira yakin seratus persen kalau pria itu tidak akan tinggal diam, bagi Jonathan, Adiningrat bukan hanya marga biasa, itu adalah simbol keberhasilan dan kesuksesan. Entah gebrakan apa lagi yang akan Jonathan lakukan nanti. Dalam beberapa hari ini kondisi Namira sudah membaik, ia sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Elena dan Elang sangat memanjakannya, apapun yang ia minta pasti sudah mereka sediakan. Namira beruntung, setidaknya meski Jonathan dan Ranum kurang memperhatikannya, tapi masih ada keluarga Elang yang selalu membuatnya merasa b
Perceraian Jonathan dan Ranum sudah diberitakan di publik dan membuat semua orang semakin mempercayai isu perselingkuhan Jonathan bersama wanita lain. Bisnis pria itu semakin goyah, seolah menurun drastis tanpa persiapan apapun. Jonathan jelas frustasi, pria itu sibuk mengadakan meeting besar untuk menyelamatkan perusahaannya yang kini diambang kehancuran. Jonathan seakan lupa dengan nasib keluarganya, terutama Zahra yang saat ini hancur. Wanita itu kembali murung. Hari-harinya terasa berat karena kondisi keluarganya yang mendadak hancur. Perselingkuhan Jonathan tentu membuat Zahra kecewa, tapi ia lebih kecewa dengan Ranum. Selama ini Ranum diam seolah menjadi orang bisu kala melihat Namira diperlakukan tidak adil oleh Jonathan. Tidak dengan dirinya, dengan Namira pun Ranum tetap menjadi ibu yang gagal. Zahra membuka pintu kamarnya, sudah seharian ini ia mengurung diri di kamar. Ia melihat Jonathan sedang duduk dengan pakaian berantakan, pria itu duduk menunduk menatap lantai. Ia me
Namira membuka mata perlahan, aroma khas rumah sakit tercium di hidungnya. Ia mengerjap, menoleh ke sisi kanan dan menemukan Elena tengah duduk sambil memegang tangannya lembut. Saat Namira mencoba bergerak, Elena sadar dan menatapnya penuh binar. "Kamu sudah sadar, Namira? Mama panggil dokter dulu ya?" ujar Elena, namun saat dia akan pergi, Namira memegang tangannya cukup erat. Gelengan kepala kecil Namira membuat niat Elena urung. "Kenapa?" tanyanya pelan kala melihat mata menantunya berkaca-kaca. "Ma, Elang. Aku mau Elang," bisiknya pelan. "Elang sedang keluar, Sayang. Mama coba telepon dulu ya?" Namira mengangguk sebagai jawaban. Entah lah, di saat seperti ini ia tidak menginginkan apapun kecuali ada Elang di sisinya. Pria itu sudah menjadi obatnya di saat ia sakit. Mengingat kejadian itu membuat Namira tidak sanggup menyadari fakta bahwasanya keluarganya sudah hancur total. Terlebih, mengingat perkataan Jonathan beberapa waktu lalu yang menyatakan ia bukan anaknya. Satu jam
Jonathan sangat mengagungkan kekayaan yang selama ini ia miliki. Menjadi pemilik rumah sakit dan memiliki perusahaan besar elektronik dan otomotif terbesar di negara ini membuatnya mudah melakukan sesuatu, salah satunya berselingkuh. Kendati demikian, Jonathan melakukannya secara sadar dan merasa ulahnya kali ini tidak ada yang tahu. Namun, siapa sangka, ia kepergok oleh Namira saat tengah ke hotel bersama Ajeng, kekasih sekaligus cinta pertamanya dulu. "Mas, apa kamu nggak mencoba memperbaiki pernikahan kamu dengan Ranum? Aku... aku nggak apa-apa kalaupun harus mundur," ujar Ajeng lembut. Meski mengatakan itu, Ajeng tentu memiliki ketakutan tersendiri karena Ranum memiliki kekuasaan yang tidak bisa disepelekan."Ajeng, kita sudah berpisah lama, dari dulu sampai sekarang kita terpisah karena Ranum dan keluargaku. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini." Jonathan memegang tangan Ajeng, ia mencoba meyakinkan kekasihnya itu untuk tetap bertahan. "Aku tahu semua ini tidak akan mud







