author-banner
Septiyan Wulandari
Septiyan Wulandari
Author

Novelas de Septiyan Wulandari

Menikahi Tunangan Kakakku

Menikahi Tunangan Kakakku

Namira harus melerakan kejayaan karirnya lantaran terjerat skandal bersama Elang—taipan kaya yang juga calon kakak iparnya sendiri. Tidak ada pilihan lain selain menikah dengan pria itu, meski Namira sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padanya. Meski awalnya Namira tidak setuju dengan pernikahan tersebut, Elang justru menawarkan sesuatu yang membuat Namira luluh. Impiannya. Lambat laun, semuanya berubah. Elang bukan orang yang terlalu buruk, di balik itu semua—dia benar-benar suami impian semua orang. Di saat Namira sudah mulai menaruh rasa, satu persatu keraguan muncul secara perlahan. Bersama Elang mungkin bisa memperbaiki hidupnya yang kacau, namun di sisi lain benturan tak terlihat membuat Namira semakin yakin kalau pernikahan ini harus segera dihentikan—apalagi rahasia kelam yang Elang sembunyikan selama ini terbongkar. Apa yang harus Namira lakukan?
Leer
Chapter: Bab 09: Deep Talk
Namira bangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya, ia menatap ke arah samping, tampak Elang masih tertidur pulas. Ia melirik jam, setelah pingsan karena perbuatan Elang, Namira tidak tahu selanjutnya apa yang Elang lakukan pada tubuhnya. Ia segera bangun dan bersiap pergi, tak lupa ia menghubungi Laura untuk segera menjemputnya. 'Aku pergi pemotretan dulu selama 2 hari, jangan cari aku' Sebuah note sengaja Namira tinggalkan di atas meja rias semata-mata takut kalau Elang mencari keberadaannya. Lalu, ia pergi dengan koper menuju bandara bersama Laura. Selang satu jam, Elang bangun dan tidak menemukan Namira di sebelahnya. Ia hanya menemukan note kecil di atas meja rias. Elang menghela napas, wanita itu jelas kesal dan marah karena semalam ia terlalu memaksanya berhubungan. Rasa amarah karena Namira membicarakan mengenai perceraian membuat Elang gelap mata dan melakukan hal itu secara paksa. Lain dengan Elang, Namira langsung memulai hari dengan sesi pemotretan tanpa henti. Setela
Última actualización: 2026-08-08
Chapter: Bab 08: Amarah
"Kamu gila? Jangan asal menuduh kakakku, Elang. Dia bukan orang seperti itu." Namira merasa dunianya runtuh kala Elang menyebutkan nama Zahra sebagai orang yang sudah mencoba menghancurkan karirnya. "Kalau kamu nggak percaya, saya ada buktinya, Namira." Namira terdiam setelah mendengar ucapan Elang. "Keluarga kamu nggak ada yang beres, mereka sangat membencimu, Sayang. Hanya ada aku di sini," lanjutnya memprovokasi. Dering ponsel menyadarkan Elang, ia segera pergi kala tahu ada nama Arjuna di layar ponsel. "Bagaimana, Jun? Orangnya sudah ditangkap?" "Sudah, Pak. Anda bisa ke ruang interogasi sekarang. Dia sangat keras kepala," kata Arjuna di seberang sana. "Saya ke sana sekarang." Elang kembali menemui Namira, wanita itu masih terdiam di sana. Matanya kosong. "Saya pergi sebentar, kamu jangan menunggu saya," pamitnya, tak lupa ia mencium kening Namira lembut. Sesampainya di tempat interogasi, Elang mendapati Arjuna sedang berdiri di belakang wanita yang tangan dan kakinya sudah
Última actualización: 2026-08-07
Chapter: Bab 07: Chaos
Acara gala premiere di mulai dengan para tamu undangan dan media melakukan registrasi, lalu disusul pembukaan acara oleh MC. Acara berlangsung lancar, banyak candaan ringan yang dilontarkan MC untuk mencairkan suasana. Sekitar 30 menit kemudian, sesi perkenalan dan sesi sapa pemain dimulai. Di sinilah ketakutan Namira muncul. Anindya, aktris senior yang ada di sebelahnya mencoba menenangkan dan memberinya dukungan lewat genggangan tangan. Wanita itu berkedip pelan, mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja. Dan benar saja, ketika Namira memulai sesi sapa dengan para penonton tidak ada lontaran kebencian yang diajukan padanya. Semuanya tampak penuh apresiasi dan dukungan, Namira lega karena ketakutannya selama ini tidak benar-benar terjadi. Setelah giliran Namira, pemeran lain juga ikut sesi sapa dengan para penonton. Mereka melakukan tanya jawab dengan MC tentang isi film dan proses pelaksanaan syuting, apa kesulitan dalam memainkan peran, bagaimana perasaan para pemain saat
Última actualización: 2026-08-03
Chapter: Bab 06: Pembelaan
Laura mengirim schedule Gala Premiere yang diadakan lusa. Beberapa kru juga tengah mempersiapkan diri termasuk penata busana dan make up artis yang sudah berkoordinasi dengan para pemain film. Namira menatap lembar schedule ragu, ia sedikit tidak percaya diri menghadiri acara tersebut lantaran skandal panasnya masih belum reda sepenuhnya. Ia hanya takut merugikan semua orang yang terlibat dan membuat acara menjadi sia-sia. Setelah rapat bersama tim kru film, Namira tidak langsung pulang. Ia duduk sebentar di kursi kosong dekat pintu keluar. Tatapannya kosong, pikirannya sibuk berkelana. "Kamu belum pulang?" tanya Pak Bambang, sutradara film. "Habis ini, Pak. Bapak sendiri belum pulang?" "Belum, Namira. Saya masih mengurusi buat acara besok. Mengenai skandal kamu, sebaiknya nggak perlu dipikirkan." "Bagaimana bisa? Saya bisa saja menghambat promosi film ini, apa saya nggak usah datang ya?" tanyanya penuh keraguan. "Namira, kamu pemeran utamanya. Kamu harus datang,
Última actualización: 2026-08-03
Chapter: Bab 05: Kortisol
"Sayang, jangan terlalu dipikirkan. Semua yang terjadi anggap saja sebagai pengalaman ya?" Ranum berusaha membujuk Zahra yang masih terpukul. Binar yang ada di wajah Zahra seperti hilang entah ke mana. Beberapa hari ini wanita itu tidak nafsu makan dan bicara seperlunya. Semenjak pernikahannya gagal bersama Elang, semangat Zahra dalam menjalani hidup seolah sirna. "Masih ada papa sama mama yang selalu ada buat kamu," lanjutnya. Zahra hanya tidak menyangka adik yang ia sayangi tega melakukan itu padanya. Tidur dengan calon suami kakak kandungnya sendiri—itu adalah hal yang paling menjijikkan bagi Zahra. Selama ini Zahra selalu berusaha menjadi kakak yang baik, namun semua itu ternyata belum cukup. Pria yang ia cintai sekalipun hilang begitu saja dalam semalam. "Aku baik-baik saja, Ma. Aku cuma butuh waktu sendiri," ujarnya setelah sekian lama terdiam. Ia menatap Ranum sekilas lalu memalingkan wajah. "Aku lagi nggak mau diganggu siapapun, termasuk mama sama papa." Ranum menyera
Última actualización: 2026-08-03
Chapter: Bab 04: Suami Ideal
Sepulangnya dari restoran bersama Laura, Namira memilih istirahat di kamar dan menyegarkan pikiran melalui game yang ada di tabletnya. Belum sampai 30 menit, pintu kamarnya dibuka dan mendapati Elang baru saja masuk dengan setelan jas yang masih rapi. Kecupan singkat mendarat di kening Namira. Pria itu melakukannya tanpa kata dan memang sudah menjadi rutinitas harian ketika mau berangkat atau pulang bekerja. "Kamu pulang cepat hari ini?" tanya Namira, ia meletakkan tabletnya di atas nakas. "Iya, nggak ada kerjaan lagi di kantor. Saya memilih pulang saja dan menemani istri saya di sini." Elang mendekatkan diri ke arah Namira semata-mata meminta bantuan agar wanita itu mau membantunya melepaskan dasi yang mencekik lehernya seharian ini. "Bantu saya melepaskan dasi," katanya. Namira menurut. Ia melepaskan dasi itu dari leher Elang. Helaan napas pria itu bisa ia rasakan, hangat dan membuat bulu kuduk Namira merinding. Bau parfum yang menyengat dari tubuh pria itu terasa menusu
Última actualización: 2026-07-26
También te puede gustar
Di Ranjang Sepupu Suamiku
Di Ranjang Sepupu Suamiku
Romansa · Wideliaama
9.8K vistas
Head Over Heels
Head Over Heels
Romansa · Snora
9.8K vistas
Pak Kades, Nikah, Yuk!
Pak Kades, Nikah, Yuk!
Romansa · Kharamiza
9.8K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status