Home / Romansa / Menikahi Wanita Gila / Bab 117. Kabar Baik

Share

Bab 117. Kabar Baik

Author: Lenijuli
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-24 02:20:00

Sudah beberapa hari, Elise tak berselera makan. Dia tidak merasakan ada yang aneh dengan keadaan tubuhnya, dia hanya merasa bosan dengan makanan di rumah.

Demamnya juga sudah sembuh. Dia diminta untuk beristirahat di rumah. Akan tetapi, Elisa memutuskan pergi ke kantor.

Dia tidak memberitahu, sengaja memberikan kejutan. Saat dia tiba, Axel tidak ada karena masih berada dalam ruang rapat. Elise memutuskan menunggu, dan melihat ruangan itu membuatnya jadi teringat dengan kehidupannya saat menjadi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ahmad Hasan Mad
turut senang juga jadinya
goodnovel comment avatar
Ikoh Jenggung
lanjut lagi
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 118. Bagaikan Mimpi

    Elise masih membeku, tidak percaya mendengar perkataan dokter itu. Dia hamil?Ucapan itu seperti mimpi. Dia ingin percaya, tapi juga sulit dipercaya. Dia juga tidak salah mendengar, suaminya pun bahkan membeku. Seperti dirinya, tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh dokter itu.Bagaimana mungkin dia bisa hamil sedangkan keadaan tubuhnya tidak dalam keadaan sehat?Meskipun waktu itu dokter berkata masih ada peluang tapi dia tahu tidak mungkin bisa hamil dalam waktu singkat. Dia curiga, dokter itu ingin membohonginya.Elise tertawa pelan, untuk menghibur dirinya. Semua itu bohong. Sudah pasti bohong.“Nyonya, apa ada yang salah?” perawat bertanya padanya. Seharusnya mereka senang, tapi mereka justru memperlihatkan keterkejutan yang terlalu berlebihan.“Kau bilang aku hamil?” ucapnya, “Dokter, aku tahu kau ingin menghiburku. Tapi jangan mengucapkan kebohongan seperti ini. Kesehatanku tidak baik, meski aku memiliki peluang untuk hamil tapi bukan berarti hal itu bisa terjadi dalam

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 117. Kabar Baik

    Sudah beberapa hari, Elise tak berselera makan. Dia tidak merasakan ada yang aneh dengan keadaan tubuhnya, dia hanya merasa bosan dengan makanan di rumah.Demamnya juga sudah sembuh. Dia diminta untuk beristirahat di rumah. Akan tetapi, Elisa memutuskan pergi ke kantor.Dia tidak memberitahu, sengaja memberikan kejutan. Saat dia tiba, Axel tidak ada karena masih berada dalam ruang rapat. Elise memutuskan menunggu, dan melihat ruangan itu membuatnya jadi teringat dengan kehidupannya saat menjadi Emma. Dia juga teringat dengan David.Entah bagaimana hidup pria itu sekarang. Semoga saja lebih baik dibanding yang dia duga.Beberapa majalah bisnis yang ada di atas meja menjadi satu-satunya hiburan untuk mengusir kebosanan. Sepertinya dia memang harus belajar bisnis supaya waktunya tidak terbuang sia-sia di rumah. Mungkin saja dia bisa membantu Axel walaupun menjadi staf biasa.Dia akan membicarakan hal itu dengan Axel nanti. Mungkin sedikit kegiatan yang dia lakukan bisa mengurangi kebosan

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 116. Jangan Buru-buru

    Hanya gara-gara menangis, membuat Elise demam. Kepalanya sakit, hidungnya tersumbat sampai membuatnya sulit bernafas. Keadaannya itu sudah sejak semalam sampai membuatnya tidak bisa tidur. Setiap kali berbaring, hidungnya begitu menyiksa dirinya. Elise duduk di sofa, semalam sampai dia tertidur. Dia berada di luar, keluar saat tengah malam agar tidak mengganggu suaminya. Dia kira keadaannya akan membaik, tapi semakin parah saja. Obat yang dia minum semalam tidak berarti sama sekali. Axel menggeleng saat melihat istrinya. Dia membawa sebuah selimut, menghampiri Elise. Saat Axel duduk di sampingnya, Elise mencoba memandanginya. Namun, kedua matanya begitu berat. “Bagaimana dengan keadaanmu?” Elise menggeleng. Pendengarannya berdengung, tenggorokannya sakit dan suaranya berat. “Kita ke rumah sakit saja, Aku tidak suka melihat keadaanmu seperti ini.” “Tidak mau,” Elise langsung menolak, “Aku tidak mau ke rumah sakit. Cukup minum obat saja, aku akan baik-baik saja.” “Apan

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 115. Luapkan Saja

    Rantang makanan yang diberikan ibunya masih berada di atas meja. Elise tidak menyentuhnya, juga tidak melihat isinya.Entah kenapa dia enggan melakukannya tapi dia tidak juga membuang makanan itu.Setelah bertemu dengan ibunya, Elise malah terlihat murung. Dia tidak sedih, perasaan itu masih belum ada. Tapi dia tidak mengerti pada dirinya sendiri, tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan.Saat Axel kembali, dia mendapati Elise sedang memandangi rantang makanan itu dan menghela nafasnya. Dia menghampiri, duduk di samping Elise.“Apa yang kau lakukan? Kenapa memandangi rantang makanan itu?”“Entahlah,” jawab Elise singkat, “Aku juga tidak mengerti.”“Kenapa? Siapa yang memberikannya?”“Ibuku, dia baru saja datang.”“Apa dia datang untuk memohon lagi? Atau—”“Berpamitan,” dia kembali menghela nafas, “Dia bilang Alicia membencinya gara-gara keputusannya itu, begitu juga dengan ayahku. Mereka tidak mau menemuinya lagi, sebab itu dia mau pergi.”“Tidak heran. Alicia pasti begitu terpukul

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 114. Untuk Yang Terakhir Kali

    Lagi, Diana sudah berdiri di depan rumah Axel. Dia memeluk sebuah rantang makanan, berjalan mondar mandir dan terlihat gelisah.Kedatangannya kali ini bukan untuk memohon, melainkan untuk meminta maaf dan mengucapkan kata perpisahan pada Elise.Tidak menyangka keputusannya untuk melindungi suaminya justru menjadi bumerang baginya. Alicia begitu membencinya, tidak mau bertemu dengannya lagi bahkan tidak mau mengakui dirinya sebagai seorang ibu. Dia sangat terpukul, hatinya begitu sakit. Suami yang dia bela pun begitu kecewa. Suaminya hanya menemuinya sebentar, memintanya menjaga diri baik-baik lalu pergi tanpa banyak bicara lagi.Keinginanmu untuk menjalani masa tua bersama, kini harus dia bayar dengan harga yang mahal. Semua itu tinggal Khayalan. Sekarang tidak ada yang menginginkan dirinya lagi.Dia sudah berada di sana hampir lima belas menit lamanya. Tapi dia tidak memanggil penjaga, dia hanya melihat sebentar lalu melangkah mundur.“Hei,” penjaga memanggilnya sambil memukul pagar

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 113. Kecewa

    Keputusan telah diambil. Sidang pun berakhir. Para hakim dan pengacara telah meninggalkan tempat, begitu juga Elise dan Arthur. Dia tidak mau berada di tempat itu terlalu lama, karena tidak ada lagi yang perlu mereka bicarakan. Hanya tinggal Alicia dan kedua orang tuanya. Mereka diberi waktu selama lima menit untuk berbicara sebelum Alicia dan ayahnya dibawa ke dalam penjara. Diana langsung menghampiri suaminya, memeluknya sambil menangis. Tak ada yang tahu bagaimana perasaannya saat ini, dia harus mengambil sebuah keputusan sulit di sepanjang hidupnya. Demi menyelamatkan suaminya, dia harus mengorbankan masa depan putrinya. Dan sekarang, Alicia pasti sangat marah dan membencinya. “Apa yang terjadi?" Hary bertanya sepelan mungkin, “Bukankah sebelumnya kita sudah sepakat untuk memberi kesaksian kalau akulah pelakunya? Tapi kenapa kau menikam Putri kita dengan begitu keji?” Selama di persidangan dia tidak banyak bicara. Dia sangat ingin tahu, kenapa istrinya tiba-tiba saja menga

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 6. Sejak Kapan Kau Berubah?

    Pintu kamar utama tertutup perlahan.Suara tepuk tangan, musik, dan ucapan selamat yang memenuhi pesta pernikahan beberapa jam lalu kini telah menghilang. Elise melangkah masuk, berjalan pelan menuju jendela besar yang menghadap ke arah bukit.Dari sana, dia dapat melihat lampu kota seperti bintan

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 5. Hari Pernikahan

    Kedua orang tuanya sangat puas, karena makan malam yang dilakukan oleh Elise berjalan dengan lancar.Axel mengantarnya pulang, pria itu tidak terlihat curiga sama sekali dengan sandiwara yang dimainkan oleh Elise.Wanita gila itu berakting dengan cukup sempurna. Dan mereka pun semakin percaya kalau

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 4. Hampir Ketahuan

    Musik mengalun pelan. Lembut, dan mengisi ruangan yang dipenuhi ketegangan.Perlahan, Elise merasa suasana lebih tenang meski di bawah tekanan aura gelap dan tatapan tajam Axel yang sedang menilai dirinya.Elisa duduk dengan anggun di kursinya. Bersikap tenang dan menjaga kewarasan. Jemarinya menye

  • Menikahi Wanita Gila   Bab 3. Pengganti

    Surat perjanjian sudah berada di atas meja keesokan paginya. Elise duduk dengan tegak, tatapan matanya tak lepas dari saudara kembarnya.Jadi, mereka membawanya kembali agar dia menggantikan kakaknya menikah dengan laki-laki bernama Axel Smith?Lagi, dia harus menggantikan kakaknya itu meski kali i

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status