Merayu Mr. Impotent

Merayu Mr. Impotent

last updateLast Updated : 2026-09-29
By:  NaiynanaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
8Chapters
55views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Mili datang ke Jakarta dengan satu tujuan: meraih pekerjaan impian demi kehidupan yang lebih baik. Namun, takdir berkata lain. Mimpi itu kandas di tengah jalan dan malah menyeretnya ke dalam situasi rumit yang tak pernah ia bayangkan. Demi menyambung hidup, Mili nekat menerima pekerjaan konyol dari sahabatnya, menjadi penyamar dalam sebuah kencan perjodohan. Berbekal tanktop merah mencolok, rok leopard, dan riasan menor, Mili siap melancarkan aksi gila demi menggagalkan kencan tersebut. Niat hati ingin membuat sang pria kabur ketakutan, takdir justru mempertemukannya dengan Jonathan. Pria kaya raya tampan yang konon memiliki masalah disfungsi seksual. Tanpa Mili duga, kencan itu berubah menjadi bencana yang membawanya ke dalam persimpangan lingkungan baru dan hidup baru. Lantas, bisakah Mili keluar dari jerat kencan dengan Jonathan yang penuh manipulasi? Atau justru ia rayu saja sekalian pria yang kabarnya impoten itu sampai takluk tak berdaya?

View More

Chapter 1

Bab 1

"Maaf, Mbak. Di perusahaan kami, kedisiplinan dan penampilan adalah cermin profesionalisme. Keterlambatan saja sudah fatal, apalagi ditambah penampilan yang... tragis begini."

Kalimat sinis dari wanita berpenampilan serba necis di hadapannya sukses membuat Mili bungkam. Tatapan wanita itu tertuju tepat pada bercak-bercak lumpur hitam yang mengering di ujung kemeja putih terbaik milik Mili.

Ingin rasanya Mili berteriak bahwa dia terlambat bukan karena kelalaian apalagi ketiduran, melainkan karena baru saja diseruduk mobil mewah hingga tercebur ke kubangan penuh air kotor di jalanan! Namun melihat tatapan menghina di depannya, Mili tahu berdebat hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.

Dengan bahu terkulai, Mili keluar dari gedung pencakar langit itu. Begitu kakinya menyentuh trotoar, tangisnya pecah. Bau amis genangan air hujan masih tercium dari baju yang sudah disetrikanya licin-licin sejak subuh.

"Gara-gara pria sialan itu!" umpat Mili sambil menyapu air mata.

Padahal baru beberapa jam lalu, di atas sepeda motor ojek online yang melaju membelah jalanan Jakarta yang masih basah karena sehabis hujan, Mili menatap langit dengan dada penuh harapan. Jalanan terbilang lengang, lampu hijau menyambut berturut-turut, membuat hatinya membisikkan keyakinan bahwa hari ini, Jakarta akan beramah tamah padanya. Sampai akhirnya, sebuah mobil MPV hitam mengkilap mendadak memotong jalan tanpa lampu sein.

BRAK!

Suara benturan memekakkan telinga. Dalam hitungan detik, dunia Mili berputar sebelum akhirnya terhempas kasar ke aspal. Motor melayang, dan tubuh Mili mendarat telak, tepat ke dalam genangan air hujan yang keruh dan berbau.

"Woi! Bawa mobil pakai mata, dong!" teriak si tukang ojek murka.

Seorang pria paruh baya berseragam sopir turun terburu-buru, mukanya pucat. "Astaga! Maaf, Pak! Maaf sekali, saya terburu-buru!"

Sopir itu langsung mengeluarkan dompet, menyodorkan segepok uang merah ke tangan tukang ojek. "Ini buat ganti rugi motor dan baju mbaknya. Bos saya ada rapat penting, kami harus jalan sekarang!"

Omelan tukang ojek langsung terhenti. Matanya berbinar menatap lembaran ratusan ribu itu. "Oh... iya deh, Pak. Lain kali hati-hati, ya."

Mili yang masih megap-megap di atas aspal langsung melongo. Belum sempat protes, pintu belakang mobil meluncur terbuka sedikit.

Mili tak sengaja beradu pandang dengan seorang pria muda di dalam sana. Pria itu mengenakan jas hitam mahal, parasnya begitu tampan hingga mirip aktor drama Korea.

Namun, ketampanan itu langsung menguap saat si pria menatap Mili dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan jijik. Seolah-olah Mili adalah sampah jalanan yang mengotori pemandangannya. Pria itu lalu mengetuk jam tangannya, mengode sopirnya untuk cepat masuk tanpa mengucap sepatah kata.

"Heh! Minimal turun kek, minta maaf!" teriak Mili berang.

BAMM!

Pintu mobil tertutup keras dan kendaraan mewah itu melaju begitu saja, menyisakan cipratan air got terakhir ke wajah Mili.

"Sudah, Mil. Jangan diungkit terus, nanti nasi gorengmu makin dingin." Ucapan tersebut membuat Mili menoleh, menatap Julia, sahabat baiknya sejak SMA.

Setelah ditolak mentah-mentah dan diminta meninggalkan kantor impiannya, Mili langsung menghubungi sahabatnya itu. Beruntung Julia sedang tidak terlalu sibuk. Gadis yang kini sukses sebagai selebgram ibukota dengan ratusan ribu pengikut itu segera menjemput Mili, membawanya ke apartemen untuk membersihkan diri, lalu mengajaknya makan siang di restoran demi memperbaiki suasana hati.

"Gimana nggak emosi, Jul? Tampang doang kayak aktor, tapi kelakuan kayak diktator! Gara-gara dia, usaha kerasku bisa merantau dari kampung ke Jakarta sia-sia begitu saja!" Mili mengunyah kerupuknya dengan dendam membara.

Hatinya mencelos setiap kali teringat Nenek di kampung. Nenek sampai rela menjual kambing terakhir yang dipunya dan berhutang kesana kemari demi membelikannya tiket kereta, baju wawancara yang dipakainya, juga uang sangu.

Kini, ia begitu takut mengabari kegagalannya. Mili merasa jadi cucu paling tidak berguna. Bisanya hanya menyusahkan!

Julia menghela napas, lalu mencondongkan tubuhnya. "Sudah-sudah, sekarang aku punya penawaran menarik buat kamu. Kerja instan, hasil nyata!"

Mili menyipitkan mata curiga seraya menyeruput es tehnya. "Kerja apa? Jangan suruh aku jadi admin judi online ya, bisa-bisa dikutuk nenekku entar."

"Bukan! Ini job dari temanku," bisik Julia antusias. "Kamu cuma perlu gantikan dia kencan buta. Tugasmu cuma satu, bikin pria itu ilfiel dan batalin perjodohan. Bayarannya... 30 juta!"

Mili hampir tersedak es teh. "Berapa?! Tiga puluh juta cuma buat bikin orang ilfiel?!"

"Iya! Temanku itu dipaksa kawin sama cucu konglomerat. Masalahnya, si cowok ini katanya arogan, anti-sosial, terus..." Julia mendekatkan wajahnya, "rumornya dia gak suka cewek, bahkan ada yang bilang dia impoten! Jelas lah temanku ogah."

Mili berkedip kencang. "Dia suka laki-laki kah?"

"Mungkin! Kalau mukaku belum dikenal orang, jelas aku sendiri yang maju. Lumayan 30 juta!" ujar Julia sambil mengetuk-ngetuk meja. 

“Tunggu dulu, Jul. Kalau aku yang gantiin, bukannya tetep berisiko? Keluarganya pasti tahu siapa cewek yang seharusnya datang, kan? Belum lagi sekarang orang gampang cari tahu lewat media sosial. Kalau nanti yang muncul malah aku, terus ketahuan gimana?”

Julia terkekeh sambil mengibaskan tangan.

“Aman. Temanku sudah mikirin itu. Keluarga mereka tipe old money yang privat banget. Orang tua mereka cuma atur kencan tanpa tukar foto, kayak dari mulut ke mulut gitu loh. Gak paham juga aku sebenernya.” Julia mengangkat bahu, lalu kembali bersuara. “Temanku juga sudah lama deactivate semua medsosnya. Apalagi, kamu juga malah nggak aktif di medsos, kan. Jadi, pasti aman.” 

“Tapi kan sebenernyak bisa aja temanmu yang datang aja terus ajak kompromi teman kencannya itu? Bilang baik-baik kalau nggak mau dijodohkan gitu,” cecar Mili lagi.

“Aduh, Mili sayang...” Julia geleng-geleng. “Si cowok ini reputasinya terkenal dingin, angkuh, dan mulutnya pedas. Temanku itu sudah gemetaran duluan, mana berani ajak kompromi! Lagian kalau dia yang nolak, keluarganya bisa ngamuk karena keluarga si cowok emang levelnya jauh di atasnya. Makanya jalannya cuma satu, bikin si cowok sombong itu yang ilfil dan nolak duluan!”

Mili menelan ludah, membayangkan betapa mengerikannya pria itu. Rasanya ingin mundur saja. Tapi tiga puluh juta… angka itu cukup untuk melunasi seluruh utang biaya kuliahnya di kampung, membelikan Nenek kambing baru, dan menyambung hidup di Jakarta sampai dia dapat kerjaan tetap.

Mili menegakkan punggungnya, menatap Julia mantap. "Tapi, beneran cuma perlu bikin si cowok impoten itu ilfiel dan kabur, kan?"

"Seratus buat kamu!"

Mili menyeringai tipis. "Ya udah, deh kalau gitu. Aku mau!"

Namun, siapa sangka jika pilihan itu justru awal dari segala malapetaka bagi Mili.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Pristia Dika
Pristia Dika
labjuuuut kesinii lagiiii .........
2026-09-29 22:22:55
0
1
Ririn W
Ririn W
ceritanya bagus sis,menghibur sekali,aku selalu baca semua ceritamu di mana aja
2026-09-29 17:20:56
2
1
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status