Share

Bab 160

Author: Lady_Rain
last update publish date: 2026-09-15 22:55:40

“Sayang?”

Wajah Nadira memerah. Matanya sampai bergetar kebingungan.

Tatapannya turun. Tidak berani lagi menatap bola mata suaminya.

Arjuna tersenyum saat melihat istrinya. Dia tahu kalau saat ini istrinya sedang salah tingkah.

Arjuna juga ikut menunduk. Dia juga malu kalau harus membicarakan masalah seperti ini dengan istrinya.

“Ack!” jerit pelan Nadira sambil memegangi perutnya.

Arjuna langsung menatap istrinya lagi. “Kenapa, Nad?” tanya Arjuna panik.

Bibir Nadira mengernyit sambil mengusap p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Indah Salwa
terimakasih update nya kakk
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
bales Jun, jgn sampe dia menghalangi kebahagiaan kamu ama nadira
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 200.

    “Siapa, Dok?” tanya Nadira ingin tahu.Raka menggeleng. “Bentar.”“Halo, selamat siang?” sapa Raka saat dia menerima panggilan dari penelepon itu.“Halo Ka, ini Lia. Aku ganggu kamu gak?” tanya Lia.“Lia?” Raka melihat lagi deretan nomor yang ada di ponselnya.“Ini nomor siapa, Li? Kok nomor baru,” lanjut Raka.“Ini nomor pribadi aku, Ka. HP ku satunya kehabisan baterai.”“Oh gitu. Ada apa nih kok tumben telpon?” tanya Raka sambil sedikit tersenyum, akhirnya wanita itu menghubunginya.“Ka, aku mau minta tolong sama kamu. Eh, tapi kamu sibuk gak sih?” tanya Lia ingin memastikan.“Enggak kok. Lagi abis ngobrol dikit aja ama Nadira.”“Oh gitu .... eh, bentar, Ka.”Sedetik kemudian, terdengar Lia sedang berbincang dengan beberapa orang. Mereka seperti sedang membahas sesuatu, tapi sayangnya suaranya tidak terlalu jelas.Raka masih tetap setia menanti, apa yang akan dikatakan oleh Lia kepadanya. Dia sudah sangat penasaran saat ini.Namun, belum juga Lia mengatakan tujuannya menghubungi Rak

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 199

    “Dok, itu tadi siapa sih? Nyebelin banget. Udah kayak orang hebat aja,” geram suster yang sejak tadi menemani Nadira.“Emang orang hebat kali. Orang have,” jawab Nadira menahan kesal.Baru kali ini di direndahkan oleh keluarga pasien sampai di larang memeriksa pasiennya.Tentu saja harga diri Nadira terluka, dengan perlakuan kasar Agnes yang meragukan keterampilannya.“Pasien kelas satu aja gayanya minta ampun. Padahal VVIP aja gak gitu ya, Dok,” geram suster itu.“Mana minta dirawat sama Dokter Arjuna dan Dokter Raka. Dih! Emang dia siapa?” Suster iti terus menggerutu.Nadira menoleh sebentar ke suster di belakangnya. “Udah, biarin aja. Jangan lupa bawa darahnya ke lab dan bilang ke Dokter Ilham ya,” pesan Nadira.“Baik, Dok. Akan saya sampaikan semua hasilnya nanti ke Dokter Ilham.”Nadira mengangguk. Mereka kembali berjalan bersama menuju ke lift yang akan membawa mereka turun.Saat di dalam lift, Nadira mendapat panggilan dari Raka. Ibu hamil itu keluar dari lift lebih dulu, karen

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 198.

    “Loh ... kamu kan—““Kamu ... kamu istrinya Arjuna kan?” tanya Agnes yang juga mengenali Nadira.“Bu Agnes,” ucap Nadira yang juga mengenali teman lama suaminya.Agnes melihat ke suster yang ada di samping Nadira. Matanya bergerak liar, seperti ada yang sedang dia cari.Mata Agnes kembali melihat Nadira. “Kamu sendiri di sini? Mana dokternya?” tanya Agnes.“Dokter? Saya dokternya, Bu,” jawab Nadira.“Kamu? Gak! Saya gak mau ditangani sama residen kayak kamu. Saya gak mau mama saya nanti makin sakit gara-gara dokter gak pengalaman.”“Maaf Bu, tapi Dokter Nadira ini pengalamannya sudah banyak, Bu,” ucap suster itu membela Nadira.“Meski udah banyak pengalaman, tetap aja dia belum resmi jadi dokter spesialis.”Agnes melihat ke suster itu. “Denger ya, saya sengaja pindahin mama saya ke sini itu biar di rawat oleh dokter terpercaya yang saya kenal!” tegas Agnes.“Maaf Bu, kalo Ibu tidak berkenan jika saya yang memeriksa mama Anda. Tapi yang pasti saya di sini juga berdasarkan perintah,” uc

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 197

    “Pa Dok, liat ini,” ucap Nadira sambil menunjukkan ponselnya ke sang suami.Arjuna melihat ponsel istrinya. Dia melihat sebuah foto yang tergambar di sana.“Apa ini? Kayaknya ini rumah ya?” tanya Arjuna mencoba menebak.“Iya. Itu rumah kayaknya.” Nadira melihat ke suaminya. “Pa Dok, gak ngenalin rumah itu?”Arjuna diam sambil menggerakkan kepalanya, mencoba mengenali gambar di ponsel istrinya.Tapi meski dia sudah melihatnya beberapa kali, tetap saja dia tidak mengenalnya.“Rumah siapa sih ini?” tanya Arjuna menyerah.Arjuna melihat ke istrinya lalu memberikan ponsel itu kepadanya. “Emang kamu dapet ini dari mana?” tanyanya lagi.Nadira melihat ke suaminya. “Dari story IG nya Bu Sinta. Ini bari diposting kemarin loh.”“Story-nya Sinta? Kamu berteman sama dia?” tanya Arjuna kaget.Nadira langsung menggeleng. “Enggak. Aku aja gak sengaja tau kok.”“Trus, gimana kamu bisa tau.”Nadira mengambil ponselnya. Dia membuka aplikasi instagramnya lalu menunjukkan di mana dia menemukan akun Sinta

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 196.

    “Siapa, Jun? Dari mereka lagi?” tanya Wisnu sambil sedikit melirik ke arah sahabatnya.“Bukan. Nadira kok.”“Ya, Sayang. Ada apa?” sapa Arjuna saat menerima panggilan telepon istrinya.“Pa Dok ... Pa Dok udah pulang? Udah selesai belum?” tanya Nadira di seberang sana.“Udah. Ini udah di jalan, mau pulang. Ada apa?”“Hmm ....” Nadira ragu ingin mengatakan apa yang dia inginkan.“Mau apa? Pengen sesuatu?” tanya Arjuna sabar karena sudah hafal dengan tingkah istrinya.Nadira tersenyum sendiri. “Pengen makan sate,” jawab Nadira malu.“Sate?” Arjuna menoleh ke Wisnu. “Wis, ibu hamil boleh gak sih makan sate? Kan di bakar itu?” tanya Arjuna pada sahabatnya.“Boleh aja sih, asal gak banyak. Ato beli taican aja,” jawab Wisnu.“Beli sate taican aja ya?” tanya Arjuna kembali pada obrolannya dengan sang istri.“Maunya sate yang dibakar itu, Pa Dok.” Nadira mengusap perutnya.Arjuna diam sebentar. “Ya udah gini aja, aku beliin, tapi nanti kamu ambilnya dikit aja. Bumbunya aja diambil trus di maka

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 195.

    “Sinta?? Maksud kamu Sinta yang lakuin ini???” tanya Mahendra tidak suka putrinya selalu di tuduh.Arjuna langsung menoleh ke Wisnu. Dia tidak menyangka kalau sahabatnya itu akan mengatakan hal itu.Suasana yang tadinya santai, mendadak menjadi sangat tegang.Wisnu yang ingin mengutarakan dugaannya, kini jadi tidak enak sendiri. Mahendra sangat tidak menerimanya, apa lagi dengan kabar kalau Sinta sedang sakit.“Mas, maksud kamu apa? Kenapa kamu nuduh Sinta yang lakukan ini?” tanya Dina.“Setau aku, Sinta bukan orang yang tertarik sama manajemen rumah sakit. Makanya dia sampai ikhlas kalau Mas Arjuna yang gantiij Om Mahendra,” lanjut Dina.“Emm ... maksudku bukan gitu. Aku gak nuduh Sinta yang lakukan itu. Aku cuma nanya aja,” jawab Wisnu mencoba kembali mencairkan ketegangan.Mahendra melihat ke Wisnu dengan tatapan tidak suka. “Meski Sinta gak suka sama Nadira, tapi untuk yang satu ini, saya percaya Sinta gak melakukannya!” Mahendra membela putrinya.“Dia udah tenang sekarang dan gak

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 5. Siapkan Diri Kamu

    Tangan Nadira mengusap lembut punggung tangan ayahnya. Tangan yang biasanya memberinya banyak kehangatan dan perlindungan, kini harus terbaring lemah tak berdaya. Nadira menatap kulit wajah ayahnya yang pucat. Tampak sekali kelelahan menahan sakit yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya. Tanpa t

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 4. Mencari Alasan

    “Nadira?” Arjuna tertawa mendengar nama dokter koas itu disebut. Namun sedetik kemudian, tatapan Arjuna kembali tajam. Tatapan mematikan Arjuna yang membuat Sinta sedikit takut saat melihatnya. “Apa kamu mau hancurkan hidup orang lain buat keegoisanmu, Sinta?!” Suara Arjuna terdengar sangat dal

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 2. Tekanan Segala Penjuru

    “Ayah!” pekik Nadira yang kemudian segera berlari meninggalkan mejanya. Nadira bahkan lupa membawa nampan makannya ke tempatnya, karena dia terburu-buru. Kabar tentang ayahnya yang kembali drop, membuatnya syok. Padahal baru tadi pagi dia datang untuk mengecek sendiri keadaan ayahnya. Memastika

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 1. Tawaran Tidak Masuk Akal

    “Tidurlah dengan suami saya. Pinjamkan rahimmu dan lahirkan anaknya.” Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa beban seolah yang sedang dibicarakan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Nadira Azzahra membeku di tempatnya, tak bisa menjawab, bahkan mulutnya ternganga mendengar perm

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status