Chapter: Bab 205“Hmm ... ada apa lagi ini ya,” gumam Nadira saat dia melihat pesan yang muncul di ponselnya.Sebuah pesan yang mengharuskannya datang ke HRD sekarang. Ruangan yang tidak pernah dia datangi, kini malah memanggilnya.Dia yang tadinya akan kembali ke ruang kerjanya, kini harus ke ruang HRD dulu.Nadira naik lagi ke bagian staf administrasi rumah sakit. Dia berjalan perlahan sambil memegangi perutnya agar tidak kontraksi lagi.Nadira mengetuk ruang HRD, lalu membuka pintunya. Seorang staf wanita yang akan keluar, menemuinya.“Mau cari siapa, Dok?” tanya staf itu.“Bu Risma,” jawab Nadira.“Oh, ruangannya yang itu. Masuk aja.”Nadira mengangguk. “Iya, makasih.”Staf itu pun segera keluar dari ruangan HRD.Nadira berjalan ke arah ruangan pimpinan HRD yang tadi ditunjukkan sambil sesekali memberikan senyuman pada staf yang mejanya dia lewati.Nadira mengetuk pintu ruangan itu. Setelah diizinkan masuk, Nadira pun segera membuka pintu dan masuk ke dalam sana.Seorang wanita seumuran suaminya,
Last Updated: 2026-10-28
Chapter: Bab 204“Belum??? Kok belum sih. Alasannya apa?” tanya Arjuna geram.Wisnu tersenyum. “Sabar lah, Bos. Kan pelakunya pegawai mereka. Ya mending ntar di panggil pas dia dinas. Santai dong,” jawab Wisnu sambil tersenyum.“Kalo nanti orangnya gak dinas dan malah kabur gimana, Pak? Kan bisa aja dia gak akan kerja karena udah tau,” sahut Nadira.“Nah, iya ... bener itu kata Nadira. Ntar kita malah gak ketemu pelaku sebenarnya.” Arjuna setuju dengan ucapan istrinya.Wisnu terkikik. “Kalian ini bener-bener ya. Kebanyakan liat drama kalian.”“Ya maaf, Wis. Namanya juga mereka udah penasaran,” sahut Agus.Wisnu menoleh ke mertua sahabatnya itu. “Iya, Pak. Lucu banget mereka.”Wisnu kembali melihat ke pasangan itu. “Udah, kalian tenang aja. Nanti juga bakalan dihubungi. Jam dinas dia bentar lagi.”“Lagi pula ya, kalo misalnya dia niat pergi, pasti udah sejak dia lakukan kejahatan itu. Tapi saat ini anaknya masih do rawat di rumah sakit itu. Anaknya baru aja operasi abis kecelakaan,” lanjut Wisnu.“Ini
Last Updated: 2026-10-27
Chapter: Bab 203“Gimana ... apa kata mereka?” tanya Arjuna ingin tahu.Wisnu meletakkan iPad yang dia bawa di atas meja. “Liat dulu yang ini,” jawab Wisnu.Arjuna melihat ke Wisnu sebentar, sebelum dia mengambil iPad itu.Arjuna jadi semakin penasaran dengan apa yang dilaporkan oleh pihak Sehat Sentosa.Setelah mendapatkan iPad-nya, Arjuna kembali melihat ke Wisnu.“Oh ya Wis, aku mau minta tolong,” ucap Arjuna.“Ada apa?”“Ini loh, soal Nadira.” Arjuna menoleh ke istrinya yang duduk di sampingnya. “Bisa gak kamu urus cuti buat Nadira semester ini. Semester depan aja dia mulai lagi residen tingkat tiganya,” pinta Arjuna.Wisnu melihat ke Nadira. “Karena kehamilannya ya?”Arjuna mengangguk. “Iya.”“Iya, Wis. Belakangan petut Nadira sering kram karena kecapekan. Ayah gak tega, Wis,” imbuh Agus menguatkan permintaan menantunya.“Bisa aja sih. Nanti tinggal minta surat keterangan dari dokter kandungannya sama kepala bagian residennya. Paling gak, aku akan usahakan yang udah dijalani kemaren gak ilang. Ja
Last Updated: 2026-10-26
Chapter: Bab 202“Sayang!” pekik Arjuna panik yang langsung berhambur ke arah istrinya dan meletakkan makanannya begitu saja.Agus yang duduk di samping Nadira juga langsung memegangi putrinya. “Nad, kamu kenapa?” tanya Agus ikut panik.“Aduh, sakit, Yah,” keluh Nadira sambil memegangi perutnya.“Kram lagi, Sayang?” tanya Arjuna yang langsung mengusap perut istrinya.Nadira hanya mengangguk sambil mengatur napas. Dia berusaha santai, agar perutnya tidak tegang lagi.“Kita ke Dokter Ira ya,” ajak Arjuna.“Gak usah. Ini udah enakan kok,” jawab Nadira yang masih memejamkan matanya, merasakan sakit di perutnya.“Tapi kamu kesakitan, Sayang.” Arjuna tetap membujuk istrinya agar mau periksa.Napas Nadira semakin tenang. Wanita cantik itu masih menarik napas dalam lewat hidungnya lalu mengembuskannya lewat mulut.Dia harus berlatih napas juga, menghadapi masa persalinan yang kian dekat.Arjuna mengusap perut istrinya. Bagian yang tadi terasa sangat keras, kini perlahan mulai lembut.“Masih sakit gak?” tanya
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: Bab 201.“Dokter mau?” tanya Nadira ingin tahu.Raka menoleh sebentar ke Nadira. Dia kemudian tertawa kecil mendengar pertanyaan kecil itu.“Nad, bukannya kamu udah pernah sumpah dokter ya. Dokter gak boleh membedakan pasien,” jawab Raka.Nadira mengangguk perlahan. “Iya Dok, saya mengerti. Maaf.”“Iya ... kita gak boleh membedakan pasien. Tapi ....” Raka menoleh ke Nadira. “Kalo bisa dihindari, ya mending di hindari aja.”Nadira langsung tertawa mendengar jawaban Raka. Dia sampai memalingkan wajahnya dan memegangi perutnya, karena dia tidak bisa menghentikan tawanya.Raka ikut tertawa. Dia diam-diam masih menikmati wajah cantik Nadira, saat ibu hamil itu tersenyum.Nadira berusaha menghentikan tawanya saat mereka masuk ke dalam lift. Tidak enak rasanya dilihat orang umum, jika dokternya malah tertawa lepas di rumah sakit.Nadira dan Raka berdiri tepat di barisan depan. Raka masih bisa melihat wajah Nadira yang menahan tawa.Raka menggeser badannya ke arah Nadira. “Ingat ya, Nad. Hindari!” bis
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: Bab 200.“Siapa, Dok?” tanya Nadira ingin tahu.Raka menggeleng. “Bentar.”“Halo, selamat siang?” sapa Raka saat dia menerima panggilan dari penelepon itu.“Halo Ka, ini Lia. Aku ganggu kamu gak?” tanya Lia.“Lia?” Raka melihat lagi deretan nomor yang ada di ponselnya.“Ini nomor siapa, Li? Kok nomor baru,” lanjut Raka.“Ini nomor pribadi aku, Ka. HP ku satunya kehabisan baterai.”“Oh gitu. Ada apa nih kok tumben telpon?” tanya Raka sambil sedikit tersenyum, akhirnya wanita itu menghubunginya.“Ka, aku mau minta tolong sama kamu. Eh, tapi kamu sibuk gak sih?” tanya Lia ingin memastikan.“Enggak kok. Lagi abis ngobrol dikit aja ama Nadira.”“Oh gitu .... eh, bentar, Ka.”Sedetik kemudian, terdengar Lia sedang berbincang dengan beberapa orang. Mereka seperti sedang membahas sesuatu, tapi sayangnya suaranya tidak terlalu jelas.Raka masih tetap setia menanti, apa yang akan dikatakan oleh Lia kepadanya. Dia sudah sangat penasaran saat ini.Namun, belum juga Lia mengatakan tujuannya menghubungi Rak
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Kejutan Untuk Sean“Selamat pagi Pak Sean,” sapa ramah Lisa sambil memamerkan senyum terindahnya pagi ini untuk sang atasan.Namun sayangnya lagi-lagi Lisa mendapatkan ekspresi dingin dari pria tampan itu. Sean hanya berjalan melintasinya tanpa melihat atau sekedar melirik ke arah Lisa pria itu berjalan seolah tidak ada seorangpun di sekelilingnya kecuali dia dan Bima.Lisa memonyongkan bibirnya ketika melihat Sean melewatinya begitu saja. Pria itu terus saja bersikap dingin meskipun dia selalu bekerja di dekatnya. Tapi Lisa berusaha untuk tetap tersenyum karena dia memiliki sebuah kejutan untuk Sean yang sudah dia letakkan di dalam ruang kerja sang atasan tampan.Sean masuk ke dalam ruang kerjanya bersama Bima sambil mendengarkan rentetan jadwal yang harus dia hadiri hari ini. Mata Sean terhenti pada sebuah paper bag berukuran cukup besar yang ada di atas meja kerjanya.“Apa itu?” tanya Sean.“Saya tidak tahu, Pak. Saya akan periksa,” jawab Bima yang kemudian segera mengambil paper bag itu untuk dia p
Last Updated: 2024-01-27
Chapter: Jackpot!“Pak Johan, saya telat ya?” tanya Ellena ketika dia baru sampai di Cafe dan sudah melihat Lisa duduk di depan Johan. “Enggak kok, nggak apa-apa. Minum dulu Ell, kayaknya kamu capek banget habis lari-larian.” Johan menuangkan air ke dalam gelas minum dan dia sodorkan pada Ellena. “Makasih, Pak,” ucap Ellena sambil meletakkan paper bag belanjaannya, lalu segera menegak habis air yang disuguhkan oleh Johan. Lisa melihat ke arah paper bag milik Ellena yang ada di atas meja, “Waduh! Curiga kita beliin barang yang sama nih, tapi lain toko,” celetuk Lisa. “Emang kamu beli apa, Lis?” tanya Johan. Lisa meletakkan paper bag belanjaannya di atas meja, headset, “Senjata untuk para introvert yang malas keluar rumah,” jawab Lisa sambil menyodorkan barang belanjaannya. “Eh, seriusan kamu juga beli headset?” Ellena kaget dengan pilihan barang yang dibeli oleh sahabatnya. “Iya. Dan kalau boleh nebak, pasti kamu juga beli barang yang sama kan?” “Beneran Ell, kamu juga beli headset?” Johan ingin
Last Updated: 2023-12-03
Chapter: Tantangan Dari Johan“Disingkirkan.Tubuh Ellena bergetar ketika dia mendengar kata-kata tersebut. Entah mengapa kata-kata itu terdengar seperti sebuah ancaman yang sangat menakutkan bagi dia.Kalau hanya disingkirkan dari pekerjaannya alias dipecat, mungkin Ellena masih bisa mencari pekerjaan lain. Tapi kalau yang dimaksud oleh Lisa arti disingkirkan itu adalah menghilangkan nyawa, tentu saja ini merupakan sebuah beban untuk Ellena.Dia tidak mungkin meninggalkan ibu dan adiknya yang saat ini tengah sangat bergantung pada dirinya. Ellena sampai bergidik mendengar penuturan dari sahabatnya itu.“Kamu kenapa, Ell?” tanya Lisa yang melihat ekspresi wajah Ellena berubah.“Oh enggak kok, aku nggak apa-apa. Tapi emang bener ya Pak Sean itu orangnya sekejam itu?” tanya Ellena ingin tahu dan sekedar ingin memastikan bagaimana nasibnya jika nanti Sean menemukannya.“Dari kabar yang aku dengar sih kayak gitu. Tapi nggak tau juga ya ... soalnya kan bisa aja itu cuma gosip. Tapi setahu aku Pak Sean itu emang nggak
Last Updated: 2023-12-01
Chapter: Cerita Lisa“Apa ini Elll?” tanya Lisa.Mendengar apa yang dikatakan oleh Lisa, Ellena segera menoleh ke arah temannya itu. Matanya langsung terbelalak lebar melihat Lisa memegang sesuatu di tangannya.Lisa menunjukkan pil penunda kehamilan yang sempat dibeli oleh Ellena di apotek beberapa hari lalu. Dia sepertinya lupa menyimpan pil itu di tempatnya, sehingga Lisa bisa menemukannya.“Loh, kok ada di sini sih. Sembarangan aja deh naruhnya,” ucap Ellena berusaha untuk tetap tenang agar Lisa tidak curiga kepadanya.Punya siapa sih, Ell? Bukannya itu kayak pil KB ya?” tanya Lisa yang tidak menyangka dia akan menemukan barang seperti itu di kamar Ellena.“Punya salah satu anak di sini,” jawab Ellena yang kemudian segera memasukkan pil itu ke dalam laci meja yang ada di kamarnya.“Punya anak di sini? Kok ada di lemari kamu? Itu bukan punya kamu kan, El?” selidik Lisa.Ellena menoleh ke arah Lisa, Menurut kamu, orang kaya aku butuh ya pil kayak gitu?” Ellena meminta pendapat dari temannya itu.Lis
Last Updated: 2023-11-30
Chapter: Gosip Tentang Pak Presdir“Apa sudah ketemu, Pak?” tanya Bima sedikit berbisik saat dia mengikuti langkah atasannya dari belakang.“Sudah.”Sean terus melangkah dengan pasti menuju ke ruang kerjanya kembali. Dia melangkah sedikit cepat untuk menuju ke lift yang akan mengantarkannya kembali ke ruang kerjanya.Sean memang sengaja melakukan inspeksi mendadak ke kantin, karena dia mendapatkan laporan dari Bima kalau Ellena datang ke hotel pada malam itu. Namun menurut Bima juga, Ellena tidak bertemu dengan Sean meskipun Ellena datang ke hotel.Sean semakin yakin kalau wanita yang bersamanya itu adalah Ellena. Tapi setelah kembali dari kantin, Sean kembali meragu dengan apa yang sudah dia yakini tadi.“Apa benar cuma Ellena yang memakai parfum itu, Pak?” tanya Bima ketika dia dan Sean sudah kembali ke ruang kerja Sean.“Gak. Ada dua orang lagi yang memakai parfum dengan aroma yang mirip dengan yang dipakai Ellena. Coba selidiki mereka, termasuk apa saja yang mereka lakukan setelah mereka pulang dari kantor,” peri
Last Updated: 2023-11-29
Chapter: Sidak“Eh eh ... lihat tuh siapa yang datang. Nggak salah tuh si ganteng makan di sini,” ucap salah satu teman Ellena yang di depannya. “Si ganteng? Siapa lagi sih itu.” Ellena memutar badannya untuk melihat orang yang ada di belakangnya. Ellena melihat ada dua orang pria masuk ke dalam area kantin kantor dan menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di kantin itu. Suasana kantin yang tadinya riuh dengan candaan santai para karyawan, langsung menjadi sepi ketika sosok yang tampak sangat dingin itu muncul di sana. Sean seolah sedang menyebarkan aura dinginnya ke setiap sudut ruangan kantin. Banyak orang yang kini memilih untuk duduk diam dan segera menghabiskan makanan mereka, daripada harus banyak berinteraksi dengan rekan sejawat mereka seperti tadi. “Wah, gila ya. Langsung sepi loh,” celetuk Vira sambil sedikit berbisik tanpa berani melihat ke arah Sean. “Udah buruan makan. 15 menit lagi jam istirahat selesai, jangan cari masalah,” balas Ellena mengingatkan sahabatnya itu agar sege
Last Updated: 2023-11-28