Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #011 Sakit Tapi Bukan Salahku

Share

#011 Sakit Tapi Bukan Salahku

Author: aisakurachan
last update Last Updated: 2025-12-30 10:42:51
Ellie meremas ujung kaosnya, saat pintu lift terbuka di lantai tiga. Dia sudah memikirkan beragam skenario, kenapa Raven terdengar marah. Tapi hal itu tidak berguna, selain fakta jika semua tebakan itu hanya menambah kegugupannya.

Ellie mengedipkan mata cepat, saat ruangan yang dimasukinya ternyata nyaris gelap gulita. Tapi matanya menyesuaikan dengan cepat, dan melihat kursi Raven ada teronggok di sebelah ranjang besar.

"Mr. Wycliff?"

Ellie maju dengan takut-takut, dan saat matanya menatap ranjang, seruan kecil lolos dari mulut Ellie. Terlihat Raven mennggeram dengan punggung tertekuk, sambil mencengkeram paha kanan.

"Raven! Ada apa?" Ellie menghambur ke ranjang, tanpa banyak berpikir.

"It hurt like hell!" (Sakit sekali)

Raven berteriak kesakitan, sementara matanya menatap tanpa arah. Ia menahan erangan dengan menggigit selimut sejak tapi. Ellie melihat bekas gigitan di tepi lipatan selimut dengan sangat jelas. Sakit itu sudah cukup lama berlangsung.

"Sebentar-sebentar... aku tidak bi
aisakurachan

Duh Bang... nanti sakit lagi :))

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
aisakurachan
3/4 ya kak
goodnovel comment avatar
Zakiah Hijab
kalo melihat novel2 sebelumnya biasanya 4 BAB/hari
goodnovel comment avatar
Culuu Culkeng
sehari up brp bab kak?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   #026 Sadar Tapi Berharap Tidak

    "Aaaaghhh!" Ellie menjerit kaget, sambil berguling menjauh dari Raven. Dia duduk sambil mencengkeram bajunya erat-erat."Kenapa... Kenapa kau ada di sini? Bukan di ranjangmu sendiri?" Ellie duduk, sambil menunjuk Raven dengan galak."Ranjang? Apa benar kau sudah bangun?" Raven duduk. "Lihat di sekelilingmu dulu! Kau tidak tiba-tiba berubah buta juga bukan?" Ia menunjuk sekitar.Ellie menolehkan kepala cepat, dan menyadari jika mereka masih berada di depan perapian."Aww!" Ellie mencengkeram kepalanya, yang tiba-tiba berdenyut menyakitkan saat bergerak."Aku sarankan sup yang mengandung jahe. Itu akan mengurangi sakit kepala. Lalu mandi air hangat dan kau akan kembali segar," kata Raven. Dia sudah berhasil merambat, dan menarik dirinya ke atas kursi roda.Ellie menekan pelipis, sambil berusaha menarik ingatannya yang berkabut. Dia hanya ingat saat dimana dia mengambil puding dan mengobrol."Kau tak ingat?" Raven kini mulai menyandarkan kepala ke tangan, bersiap untuk kejadian yang past

  • Menipu Sang CEO Buta   #025 Puding Tapi Beralkohol

    "Tapi tadi kau bilang aku tidak beralasan, karena telah membuang perasaan untuk terus bekerja mencari uang. Tapi kau sendiri juga sibuk bekerja setiap liburan!" Raven memprotes karena pernyataan Ellie tidak sesuai dengan tegurannya tadi."Aku bekerja sesuai kewajiban. Bukan untuk mengejar uang. Saat mengambil shift pada masa liburan seperti ini, aku bisa mengurangi beban bagi rekan kerja lain yang memang butuh waktu untuk keluarga. Mereka bisa menggunakan waktu libur dengan lebih baik, dari pada aku yang hanya akan memakainya untuk bergelung di sofa, menonton netflix dengan es krim di tangan. Aku... "Kali ini Ellie mencapit mulutnya dengan jari. Sangat yakin kalau ada yang salah dengan dirinya. Mulutnya terlalu ringan berbicara. Ini tidak normal. Bukan itu saja, kepalanya juga mulai terasa ringan.Raven bertanya tentang sesuatu hal lagi, tapi Ellie tidak mendengarnya dengan jelas, suaranya terasa jauh sekali."Hazel? Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau diam?""Aku baik!" Ellie menjawa

  • Menipu Sang CEO Buta   #024 Puding Tapi Tidak Normal

    "Aku menang apa?" Ellie bertanya heran. Tapi Raven tidak menjawab, dia hanya menggeleng sambil melanjutkan makannya."Kau tidak bisa mengatakan sesuatu yang membingungkan, lalu setelah itu menolak untuk menjelaskan!" Ellie kesal.Raven jelas tidak ingin lagi menjelaskan, tapi Ellie masih penasaran. Sifat Ellie yang paling menonjol adalah terlalu mudah ingin tahu.Dia masih bisa menahan diri, jika sadar rasa ingin tahunya sudah melampaui batas, atau mungkin sudah melewati batas hal pribadi orang lain.Seperti saat dia menahan diri untuk tidak mencari tahu atau bertanya soal hubungan Willow dan Raven yang aneh itu. Meski setengah mati penasaran, Ellie masih bisa bersikap dewasa dan mengunci mulut setiap kali rasa ingin tahu melanda.Tapi situasi yang sekarang sedikit berbeda. Raven menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya."Apa kau marah?" Telinga Raven yang tajam menangkap hembusan nafas Ellie yang memburu."Ya! Kau menyembunyikan sesuatu soal diriku!" dengus Ellie.Raven

  • Menipu Sang CEO Buta   #023 Berdua Tapi Damai

    "Done. Aku akan mengantarmu ke kamar."Ellie mendorong kursi roda itu menuju kamar. Tidak ada Marlow, Sophie maupun Jasper untuk seminggu ke depan. Mereka sedang berlibur untuk menghabiskan liburan akhir tahun bersama keluarga masing-masing.Jasper mengambil liburan yang memang sudah menjadi haknya dengan tenang, tapi Sophie dan Marlow pada awalnya menolak meninggalkan Raven.Mereka justru menyuruh Ellie untuk mengambil liburan seperti Jasper. Tapi Ellie menolak dengan tegas. Dia menjelaskan panjang lebar soal keadaan Raven yang tidak mungkin menghentikan latihan selama seminggu.Bisa-bisa ototnya kembali mengalami penurunan kekuatan lagi. Ini adalah saat-saat di mana Raven harus terus berlatih secara rutin, tanpa jeda seharipun.Ellie juga menjelaskan jika mobilitas Raven sudah cukup lumayan baik, jadi tidak akan ada masalah yang timbul dalam hal memindahkan tubuh Raven. Dengan bantuan Ellie, Raven bisa turun dan naik ke kursi roda sendiri.Penolakan Ellie soal mengambil liburan itu

  • Menipu Sang CEO Buta   #022

    "Aku pergi!" Dengan lelehan air mata di pipi, Willow berlari keluar, hampir menabrak Sophie yang berdiri di depan pintu sedari tadi.BRAK!Kali ini, buih hangat yang menjalari tubuh Ellie, larut karena suara pintu yang ditutup oleh SophieEllie melompat bangun dari pangkuan Raven, dengan nafas terengah. "Kau... Kau!"Dia hanya bisa menunjuk Raven dan mengulang kata itu, Ellie kebingungan memilih ribuan kata umpatan yang berlomba menyerbu lidahnya."Maaf."Raven mengucapkan kata itu dengan lirih. Kata itu menghapus amarah Ellie hampir seketika. Kalau mengakui kesalahan saja terlihat sulit bagi Raven, maka meminta maaf itu terdengar terlalu ajaib lagi. Ellie benar-benar ternganga saat mendengarnya.Perlahan, Raven membalik kursinya ke arah dinding kaca, yang sekarang hanya menampakkan pemandangan gelap. Raven hanya sedang menghindar."Aku tahu kau melakukannya hanya untuk mengusir Willow... Tapi...." Ellie mengusap bibirnya pelan. Separuh dirinya ingin menghapus jejak bibir Raven, tapi s

  • Menipu Sang CEO Buta   #021 Mengerti Tapi Tetap Salah

    "Tunggu, Miss Gilbert! Anda tidak boleh masuk!"Ellie baru saja membuka pintu kamar, ingin mengambil minum di dapur, saat terdengar keributan dari arah tangga. Dan sumber masalah yang membuat Sophie berteriak, terlihat dua detik kemudian.Gadis boneka itu berlari, dengan Sophie di belakangnya mencoba mengejar, juga Marlow. Hanya mereka berdua karena Jasper tidak ada.Maka faktor umur menentukan pemenang. Dengan mudah gadis itu mencapai pintu terlebih dulu meski dengan napas terengah. Ia berlari sekuat tenaga dari lantai bawah sampai ke atas.Baru berhenti, karena ada Ellie menghalangi pintu. "Siapa kau?!" tanyanya, kasar. "Minggir!"Ellie dilanda dilema. Ingin menyingkir, tapi dia juga tahu, gadis itu termasuk dalam orang yang tidak diijinkan oleh Raven untuk melihat keadaannya. "Minggir kataku!""HAZEL! Biarkan Willow masuk, dan kau juga masuk." Suara Raven membuat gadis itu tersentak.Tapi dengan gerakan cepat, dia mendorong tubuh Ellie ke samping, membuat Ellie nyaris terjerembab.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status