/ Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #012 Ide Gila Tapi Terpaksa Setuju

공유

#012 Ide Gila Tapi Terpaksa Setuju

작가: aisakurachan
last update 게시일: 2025-12-31 09:05:52
Bentakan Raven menyentak juga menyentak Jasper yang otomatis menjauhi Ellie seketika itu juga.

"Kalian bergembira di atas penderitaanku?!" desis Raven. Ia kesal mendengar Ellie dan Jasper malah saling memuji saat kakinya kesakitan.

Jasper segera menggeleng. "Tidak seperti itu, Mr. Wycliff. Permisi." Jasper mengambil jalan paling aman dan masuk akal, yaitu kabur.

Ellie juga bergegas membereskan tas dan juga kumpulan sampah yang baru saja di terbentuk di ranjang Raven, sebelum mendapat semburan ab
aisakurachan

yang mana El? Mau nampar apa mau ngelus? 😏

| 9
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
nggak sehat otak..lama2 deketan mulu
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #469 Ada Dan Selesai

    Ivy mengenai langit-langit berwarna putih bersih itu. Langit-langit yang sama, yang dulu dilihatnya ketika membuka mata pertama kali, saat tiba dari Italy.Rumah sakit yang membuatnya merasakan kiamat kecil, menyadari jika Matteo tak akan ada lagi disisinya.Tapi Ivy melihatnya saat ini. Matteo berdiri di depan Raven, berteriak entah apa, Ivy tidak bisa mendengarnya, karena seluruh konsentrasi otaknya, kini berusaha menerima kenyataan jika sosok itu nyata.Matteo ada di sana, berdiri, hidup, dan sangat nyata.Pria yang memporak-porandakan kehidupannya, berdiri tak jauh darinya.Pria yang begitu dia rindukan, sampai Ivy menginginkan kematian berulang kali, agar tidak merasakan kepedihan itu.Kepedihan yang ada karena Ivy tahu dia tak akan bisa menutup kerinduan itu dengan apapun juga. Kepedihan karena Ivy tahu, seharusnya mustahil dia bisa melihat Matteo.Ivy menutup mulut, sementara matanya melakukan hal yang sudah berbulan-bulan ini mencoba untuk dicegah Ivy. Air mata membanjir deras

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #468 Penyelamatan Dan Kejutan

    "Selamat pagi!"Ivy menoleh, dan segera melupakan niatnya mencari tempat duduk untuk mengencangkan tali sepatunya yang longgar. Dia melihat Cody yang memakai baju jogging berwarna navy, melambai padanya."Ini kejutan, aku tidak tahu kau biasa berada di sini saat pagi." Ivy menyapa dengan mata melebar."Ini bukan kejutan untukku. Aku tahu kau akan ada di sini," balas Cody. Mengindikasikan jika dia berada di sini memang untuk Ivy.Ivy memang pernah bercerita, sering berjalan-jalan di Central park saat minggu pagi. Perhatian yang disengaja. Kurang lebih artinya seperti itu. Ivy hanya bisa tersenyum menanggapinya."Aku butuh sedikit bergerak. Tubuhku mulai gampang pegal," kata Cody, kemudian. Sepertinya sadar jika kalimat yang tadi terlalu berani. Beberapa kali berjalan-jalan di taman ini, Ivy memang tidak pernah bertemu Cody. Jadi dia harus membuat alasan itu.Kecurigaan Ivy soal apa niat Cody mendekatinya, kembali mengemuka. Dan dia ingat, karena kedatangan Raven, dirinya belum sempat me

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #467 Tetangga Dan Baik

    Ivy terbangun dengan sedikit tersentak, karena merasakan getaran di tangannya. Ponsel yang tadi malam dia pegang, saat jatuh tertidur, kini tergeletak di sebelahnya, dan bergetar. Pertanda panggilan datang.Ivy melirik ke jendela, dan mengeluh. Matahari belum tinggi, dan langit masih abu-abu. Dia tidur sedikit malam kemarin. Gangguan itu menyebalkan. Namun, saat melihat siapa yang mengganggunya, Ivy langsung memaafkan. Amber yang menelepon.Amber terlalu baik untuk mendapatkan amarah, dan tidak mungkin menghubungi tanpa sebab yang penting."Yes?" Ivy menjawab masih dengan kantuk."OH! SYUKURLAH! Aku kira terjadi sesuatu padamu. Kau baik-baik saja rupanya. Kau baik-baik saja!" Amber mulai berseru gembira, bahkan suaranya nyaris seperti menangis. Seruan yang segera menghilangkan sisa kantuk Ivy."Amber? Kau kenapa?" Ini menggelikan sekaligus mengkhawatirkan bagi Ivy. Dia jarang mendengar Amber panik."Aku sudah berpikiran buruk sepagian ini, karena mendengar berita itu!" Amber mendesah.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #466 Aneh Dan Benar

    "Aku memberimu teh, karena aku mendengar wanita hamil tidak boleh meminum kafein dengan berlebihan." Sean meletakkan cup kertas berisi teh di meja Ivy.Ivy tersenyum geli mendengar pernyataan Sean. Tentu saja Ivy tahu perempuan hamil tidak boleh meminum kopi dalam jumlah banyak. Masalahnya adalah, sejak awal sebelum hamil Ivy sudah tidak bisa meminum kopi."Terima kasih." Ivy tetap menghargai perhatian Sean, tidak merusak kebaikan itu dengan mengatakan hal yang sebenarnya."Bukankah harus pulang sekarang?" tanya Ivy, melihat jam yang ada di atas meja.Sean masih tinggal di asrama mahasiswa, jadi ada jam khusus yang harus dia patuhi. Dulu dia mendapat izin untuk menolong Ivy, karena itu tidak masalah pulang terlalu malam. Dia tidak mengantongi izin seperti itu hari ini."Kau tidak pulang? Aku akan mengantarmu ke mobil. Kau tahu daerah Queen bisa berbahaya saat malam." Sean menawarkan."I'm fine. Aku sudah berulang kali lewat daerah sini, dan masih baik-baik saja." Ivy memutar bola mata.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #465 Bertengkar Dan Aneh

    Ivy kembali dikejutkan oleh orang yang saat ini hadir di depan pintu apartemennya esok paginya. Jika kemarin malam Raven, maka saat ini adalah Ellie, yang datang dengan mata sembab dan wajah galau."Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Al lagi?" Keadaan Ellie mengingatkan Ivy akan malam saat Al histeris dulu."Tidak! Bukan Al." Setelah mengucap itu, Ellie menutup wajah dengan tangan, kembali menangis dengan bahu berguncang."Ada apa ini?" Ivy menarik Ellie masuk, dan menutup pintu. Ivy menyuruhnya duduk, lalu menyediakan secangkir teh di hadapannya dengan cepat. Ivy memang tadi sedang membuat teh, untuk menemani sarapan.Namun Ellie tidak menyentuhnya. Hanya terlihat resah menatap Ivy."Apa kau sudah sarapan?" tanya Ivy. Tidak memaksa bertanya. Hari masih sangat pagi, Ivy ragu dia sudah menyentuh makanan. Ivy berharap sarapan akan membuat Ellie terlihat lebih baik, dan tangisnya berhenti.Ivy menggeleng, membenarkan dugaan Ivy."Tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan sarapan, lalu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #464 Tawaran dan Gangguan

    Ivy jelas bersumpah serapah dalam hati, saat tadi siang Cody menghubungi, dan mengatakan akan menemuinya malam ini. Ivy sudah benar-benar lupa tentang ajakan untuk bertemu kemarin. Ucapan yang ceroboh membuatnya masuk ke dalam situasi yang tidak diinginkan.Dengan terpaksa, Ivy harus menyiapkan makan malam di apartemennya. Ivy juga sangat terpaksa, saat mengundang Cody ke apartemennya. Ivy tidak mau pergi makan di restoran saat ini.Dia ada di New York, dengan mudah wajahnya akan dikenali. Dan pasti akan menjadi gosip, jika ada orang yang melihatnya makan bersama dengan pria di restoran. Ivy masih malas mendengar gosip tentang dirinya.Kemarin saat memutuskan bekerja di yayasan itu saja, akhirnya ada orang yang sadar, maka terbitlah berita soal dirinya. Berita yang seadanya, karena Ivy menolak wawancara dalam bentuk apapun. Berita positif setidaknya. Wartawan tidak ngawur mengatakan hal yang mengerikan.Mereka sedikit memberi sanjungan bahkan. Ivy semakin lega, saat berita itu membawa

  • Menipu Sang CEO Buta   #212 Waktu Tapi Lebih Cepat

    "Apa maksudnya coba? Dia bodoh sekali!" keluh Ellie.Berkomentar atas kebodohan yang terjadi dalam film, mungkin salah satu kebiasaan buruk Ellie. Rose sudah sering menegur, namun tidak pernah berhasil.Ellie akan menyumpah kesal, setiap kali film yang ditontonnya tidak berjalan sesuai dengan keingi

  • Menipu Sang CEO Buta   #211 Kakak Tapi Sudah Jauh Lebih Baik

    "Ini bukan salahmu! Dia yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Kau tidak perlu menanggung rasa bersalah!" Sesal yang ditunjukkan Matteo itu membuat Ellie marah.Iblis itu tidak seharusnya mendapat keistimewaan dengan rasa bersalah Matteo. Dia tidak pantas mendapatkan apapun yang men

  • Menipu Sang CEO Buta   #210 Kakak Tapi Menyesal

    Perjalanan mereka berakhir di pinggiran kota Neive, di kompleks rumah di atas bukit. Tempat yang eksklusif, karena tidak melihat tetangga yang lain.Hampir mirip dengan tempat persembunyian yang selalu dipilih oleh Raven.Dalam sekali pandang terlihat jika rumah yang bertengger di atas bukit itu, di

  • Menipu Sang CEO Buta   #209 Kakak Tapi Lebih Galak

    Ellie menurunkan tangan ke samping tubuhnya perlahan, lalu menekuk kedua kakinya yang terbuka, dan perlahan merendahkan tubuh. Mengikuti instruksi, kedua tangan Ellie menahan perut, mencegah beban terkumpul di sana."Bernafas.. Tarik.. Tahan sebentar. Satu...dua...lepaskan."Instruktur yoga yang ad

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status