Beranda / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #043 Pindah Tapi Jauh

Share

#043 Pindah Tapi Jauh

Penulis: aisakurachan
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 09:03:19
Ellie terbangun dengan sentakan, dan kebingungan sesaat.

"Masih bermimpi buruk?" tanya Raven.

Ellie menoleh, dan melihatnya duduk di sofa tunggal, yang ada di sebelah kiri. Raven terlihat seperti model, yang duduk dengan posisi kaki saling menumpang, dan tangannya mengangkat cangkir teh klasik.

Anggun sekaligus misterius. Dia juga telah berganti dengan setelan jas rapi, lengkap dengan kaca mata hitam. Tadi malam bajunya kotor terkena cipratan darah Jasper.

"Kendalikan dirimu, El. Usap ludahmu." Ellie membatin sambil berkedip untuk menyingkirkan pemandangan memabukkan itu. "Apa dia sengaja?" Omelan dalam kepala Ellie semakin panjang.

"Bagaimana Jasper?" tanya Ellie. Sofa tempatnya tidur, sudah kosong.

"Di atas, membersihkan diri. Keadaannya baik. Tidak ada demam dan infeksi," jawab Raven.

"Tangannya butuh penyangga, agar bahunya tidak bergerak." Ellie tidak bisa menemukan kain tadi malam.

"Sudah. Dokter yang datang tadi malam, memberinya penyangga kain."

"Dokter?" Ellie heran ada dokter
aisakurachan

🤩🤩 mau ikut beneran banggg

| 3
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menipu Sang CEO Buta   #053 Tebakan Tapi Kali Ini Salah

    "Tenang, Haze."Raven menahan kedua tangan Ellie dengan sangat kuat, karena Ellie memang terus melawan."Mereka tidak melakukan apapun padamu. Pengawal yang bersamamu berhasil menemukan sebelum bajingan busuk itu melakukan hal bejat padamu. Mereka menganiaya tubuhmu, tapi hanya itu, Haze."Raven menjelaskan dengan kalimat jelas, dan nada lembut. Memastikan agar Ellie mendengar setiap kata.Ellie menggeleng tak percaya. "Mereka... Me... mereka... leher... dan wajahku..."Mulut Ellie tidak sanggup menjelaskan apa yang dialaminya. Tangis histeris kembali membobol pertahanan dirinya.Tangan Ellie kembali meronta, tapi tangan Raven tetap kuat."Dan mereka berhenti sampai di situ, Haze. Aku bersumpah! Ini yang sebenarnya! Mereka tidak melakukannya padamu. Kau terluka karena pukulan dan tamparan, tidak lebih dari itu."Raven meraba, meraih wajah Ellie, meminta agar Ellie memandangnya. Dia ingin Ellie mengerti jika semua kata-katanya adalah jujur.Ellie melihat mata Raven yang kosong, menyoro

  • Menipu Sang CEO Buta   #052 Langkah Yang Mungkin Salah Tapi Harus

    PLAK!Tamparan menggema. "Ini kedua kali kau melakukan kebodohan!" desis Raven, melotot pada Mark."Kau sudah bosan bekerja denganku? Seharusnya kau katakan saja! Tidak perlu seperti ini."Tongkat yang dipakai Raven untuk menopang tubuhnya melayang, menghantam paha Max yang menunduk di depan meja kerjanya. Raven jatuh terduduk di kursinya setelah itu, karena keseimbangannya terlalu terpengaruh emosi."Pekerjaan ini tidak sangat sulit! Apa kau tolol? Apa otakmu semakin tua semakin habis?!" cela Raven.Max sangat diam, karena memang merasa bersalah."Aku membayarmu mahal untuk menjaganya juga! Kau pasti tuli sampai perintah sederhana seperti itu saja kau langgar!"Bukan hanya Max yang diam, Jasper yang berdiri di samping kursi roda juga hanya menunduk. Jasper biasanya akan mencoba meredakan amarah Raven agar tidak semakin buruk, tapi kali ini sadar kalau apapun yang dikatakannya tidak akan berguna."Maafkan saya, Mr. Wycliff." Max berujar pelan."Aku meragukan kecakapanmu sekarang! Baga

  • Menipu Sang CEO Buta   #051 Sendiri Tapi Salah

    "Όχι, ευχαριστώ." (Ohi, efcharistó — Tidak, terima kasih.)Pengetahuan kosakata bahasa Yunani Ellie tidak lebih dari sepuluh kata. Bahkan ia sendiri tidak yakin apakah ucapannya benar. Tapi menurutnya, itu seharusnya cukup untuk memberi tahu mereka bahwa ia tidak tertarik.Namun rupanya mereka tidak menerima penolakan itu dengan mudah. Meski wajah mereka masih dipenuhi senyum, perlahan-lahan mereka mulai mengerumuni Ellie dari segala arah.Ellie mendadak menyesal karena tidak menuruti nasihat Raven soal bersikap waspada. Dan saat ia menoleh ke sekitar, Ellie baru sadar kalau pantai itu telah menjadi kosong.Begitu matahari tenggelam sempurna, para turis berbondong-bondong naik ke jalan raya, memenuhi deretan bar dan restoran. Meninggalkan Ellie seorang diri—yang tenggelam dalam kegalauan."Minggir!" Ellie membentak ketika salah satu dari mereka menyodorkan botol itu ke mulutnya.Aroma menyengat itu jauh lebih keras dari puding Sophie. Jika Ellie meneguknya meski hanya sedikit saja, it

  • Menipu Sang CEO Buta   #050 Godaan Tapi Sangat Salah

    "Aku benar-benar meminta maaf soal kemarin." Shopie menambah kebingungan Ellie dengan tiba-tiba meminta maaf kepadanya. "Aku tahu itu keterlaluan...""Ah ... Sophie. Tidak perlu seperti itu. Aku sudah sering berhadapan dengan suami over protektif. Aku sangat paham.... Kau beruntung, Manis!" Dia menepuk tangan Shopie, lalu mengedipkan sebelah mata, menggoda Ellie.Mulut Ellie terbuka semakin lebar, takjub melihat Sophie menyetujui semua omong kosong wanita itu, dan kenapa juga dokter itu harus menggodanya?"Apa dia ... suami? Dan apa...apa...."Ellie memberondong Sophie dengan sejuta pertanyaan begitu wanita itu berpamitan dan meninggalkan mereka. Tapi karena rasa penasaran yang menumpuk begitu besar, lidah Ellie kebingungan memilih pertanyaan."Dia itu adalah, dr. Yeva. Dokter lokal di Katastari. Marlow memanggilnya karena Mr. Wycliff panik melihatmu tak kunjung bangun."Ellie mengerutkan kening. "Tapi...."Dia ingat betul, Raven menyebut Sophie baru akan memanggil dokter kalau dia ti

  • Menipu Sang CEO Buta   #049 Suami Tapi Sejak Kapan?

    Ellie memandang tumpukan baju renang dengan kening berdenyut jengkel. Setelah berhari-hari menunggu pekerjaan kolam renang selesai, baru sekarang akhirnya Ellie bisa menjadwalkan hydrotherapy.Tapi baru akan memulai, Ellie sudah menemui sandungan menyebalkan.Sophie membeli 5 buah baju renang dengan model terbuka. Tidak ada mode full suit seperti yang biasa Ellie pakai di Gothenburg. Saat menyibak tumpukan itu, Ellie semakin meradang, karena melihat bikini dengan warna kuning, di bagian paling bawah.Ellie mengubur wajahnya dalam telapak tangan, kesal dan bingung.Beberapa hari ini, Ellie sudah bekerja keras membiasakan diri memakai gaun yang disediakan Sophie. Dan sekarang sudah bisa menerima kalau semua gaun itu memang pantas dipakai olehnya. Sophie memilih dengan baik, karena berhasil membawa sisi feminim Ellie yang jauh terkubur di balik seragam terpis dan baju selam.Tapi untuk baju renang, Ellie tidak bisa memaksakan diri menerima. Bayangan dirinya memakai baju renang one piece,

  • Menipu Sang CEO Buta   #048 Menang Tapi Tidak Menyenangkan

    "Ini." Ellie mengulurkan tongkat ke tangan Raven, dan dia berdiri dengan mudah.Tapi untuk melangkah masih cukup goyah. Sehari sebelum penembakan itu, Ellie menukar walker dengan tongkat satu kaki. Ellie menilai dia sudah cukup kuat.Tadi saat Ellie baru terbangun, dia juga berjalan menggunakan tongkat itu. Ellie benar-benar gembira melihat perkembangan ini. Sedikit lagi, Raven akan berjalan normal."Itu berarti dia tidak akan membutuhkanmu lagi, El. Kau akan dibuang. Dan jangan gembira dia ingin melihat wajahmu, hari dimana Raven melihat wajahmu, maka akan terjadi bencana." Sisi anti optimis hati Ellie mendadak membisikkan fakta yang jelas akan terjadi. Ini adalah kewajaran. Ellie akan pergi jika pekerjaannya selesai dan Raven akan murka kalau tahu siapa dirinya yang sebenarnya.Akan lebih baik kalau Ellie pergi sebelum mata Raven kembali normal. Ini adalah kenyataan yang pasti akan terjadi. Setelah ini semua, Ellie sangat sadar kalau dia akan kembali menjalani kehidupannya sebagai t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status