Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #091 Pohon Tapi Tidak Teduh

Share

#091 Pohon Tapi Tidak Teduh

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-01-20 05:48:22
Raven tertawa sambil menggeleng. "Tidak, Haze. Aku terlalu sibuk."

"Kalau nanti jika kesibukanmu berkurang, apa kau akan memulai kegiatan menyenangkan itu lagi?" Suara Ellie tidak melengking tinggi, tapi penuh ancaman berbahaya.

"Apa ini wajah cemburumu? Menggemaskan!" Raven menarik dagu Ellie, mengecup bibirnya sekilas.

Ellie membalasnya dengan cubitan di paha. Yang kembali hanya ditanggapi tawa geli oleh Raven. "Saat ini, aku sibuk memikirkan cara untuk membuatmu bahagia. Kesibukanku yang utam
aisakurachan

😌😌 masak nggak tahu El?

| 7
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #402 Ibu dan Penolakan

    Jossie diantar oleh Luigi ke ruangan baca, menjauhi bencana yang sebentar lagi datang. Meninggalkan Matteo dan Ivy yang kini berdiri dengan sedikit tegang.Seperti Ivy, Matteo juga berpendapat Amadea tidak akan datang dalam damai. Jantung Ivy berdetak kencang, saat bel pintu depan berbunyi. Mauro yang berlari membukanya.Dan masuklah sosok Amadea masih persis seperti apa yang ada dalam ingatan Matteo. Berselimut mantel hitam, wanita itu menatap tajam pada Ivy, dan berkerut tak suka melihat Matteo."Aku mengira kau sudah lebih waras, saat memutuskan untuk kembali ke New York. Tapi ternyata kau masih membawanya.."Yang Amadea maksud tentu saja Matteo. Karena sudah tidak berada di Neive, sepertinya Amadea merasa lebih berani menghadapi Matteo. Jika dulu dia masih segan karena Matteo adalah Ranallo, rasa segan itu sudah jauh berkurang sekarang, saat mereka berada di luar Neive."Aku tidak mungkin akan kembali jika Matteo tidak ada disini!" balas Ivy."Kau memang sudah gila!" bentak Amadea.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #401 Teman dan Sesal

    Jossie terus terisak memeluk tubuh Ivy, sampai dia terpaksa menepuk punggung Jossie untuk membuatnya tenang. Ivy memandang Matteo, tidak berkata apapun, tapi kurang lebih artinya adalah 'apa yang kau lakukan padanya?'"Aku tidak melakukan apapun." Matteo mengelak.Alis Ivy bergerak ke atas, tanda tidak percaya."Aku hanya menyuruhnya pergi, karena tidak seharusnya dia bicara padamu lagi!" tukas Matteo.Perbuatan yang jelas tidak bisa dikategorikan sebagai tidak melakukan apa-apa. Ivy menggeleng, lalu meminta tisu pada Mauro. Dia menyerahkannya pada ada Jossie, sambil melepas pelukan itu bajunya sudah basah oleh air mata."Kau tidak boleh menangis jika ingin berbicara padaku," kata Ivy. "Aku tidak akan mengerti apa yang kau katakan, apa yang kau maksud," bujuk Ivy.Ivy mengulang apa yang dilakukan Mauro tadi, sedikit memaksa Jossie untuk duduk di sofa. Dia juga meraih gelas yang tadi diambil Mauor, menyuruh Jossie untuk minum, agar lebih tenang.Sedu sedan itu masih berlangsung, walau J

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #500 Teman dan Salah

    "Ini masih pagi," kata Matteo, sambil mengaitkan tangan pada perut Ivy yang mencoba turun dari ranjang. Kepala Matteo masih berat, karena berpikir sampai sesaat sebelum matahari terbit. Persoalan Ellie membuatnya gelisah."Hari ini kita harus menonton TV bukan? katamu masih ada tiga orang yang akan memberi pernyataan.""Tidak pagi ini!" Matteo berhasil menarik Ivy kembali ke ranjang, dan mengubur tubuh Ivy dalam perlukan hangat."Aku mengatur agar mereka memberi pernyataan pada jam yang berbeda dari Claris. Akan terasa aneh jika semua orang yang memberi pernyataan tentangmu pada pagi hari. Memberi kesan pola teratur yang direncanakan, bukan spontan. Aku sudah menyuruh Luigi untuk mengaturnya, jadi aku tidak tahu kapan persisnya mereka akan memberi pernyataan, dan aku tidak peduli.""Kau terlihat tidak bersemangat." Ivy melihat perbedaan mencolok dari saat mereka menunggu berita Greenwood.""Aku bukannya tidak bersemangat, tapi saat ini aku memikirkan hal lain.""Aku tebak kau memikirka

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #499 Warna dan Lupa

    Macy menyambut mereka berdua kembali dengan senyum lebar. Dia tidak terpengaruh dengan sedikit friksi yang terjadi antara Ivy dan Matteo tadi. Dia sudah terbiasa melihat perdebatan yang terjadi sesaat sebelum pernikahan, dan lega karena perdebatan mereka singkat, lalu bisa diselesaikan dengan pelukan.Macy sudah takut akan berubah buruk seperti pengalamannya yang telah lalu. Ada pasangan yang berakhir dengan pembatalan pesta, karena masalah sepele. Perdebatan Ivy dan Matteo masuk dalam kategori sangat ringan, jika dibandingkan dengan segala perdebatan yang pernah ditemuinya."Selamat datang kembali!" sapa Macy, saat Matteo dan Ivy tiba kembali di depannya."Aku boleh bersikap santai, dengan memanggilmu Ivy saja bukan?" Macy meminta sopan."Tentu saja boleh." Ivy mengangguk. Mereka akan sering bertemu setelah hari ini, aneh jika dia terus memanggilnya Adams."Lalu... Maaf, tapi aku belum mengenal Anda," katanya, kepada Matteo. Bukan Matteo yang menemuinya untuk membuat janji perencanaan

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #498 Ingatan dan Keindahan

    Matteo bersandar di tembok, lalu mengulurkan tangan memainkan rambut ikal Ivy yang masih menatapnya tajam. Dia mengambil nafas panjang, pertanda menyerah pada tuntutan Ivy."Alasan pertama, karena aku sadar jika kau sangat fatal," kata Matteo, memulai penjelasan."Fatal?" Ivy bingung memaknai pilihan kata yang dipakai Matteo. Dia tidak merasa menjadi berbahaya."Saat berada di Neive, aku tidak menyadarinya, karena sejak awal tidak ada pria yang berani mendekatimu karena aku, dan kau jarang menampakan diri di hadapan umum. Keberadaan kita di New York membuatku tahu, kau adalah wanita berbahaya. Kau wanita berbahaya yang sanggup menarik perhatian banyak pria."Matteo menyadari ini, setelah bertemu dengan pria yang menjadi masa lalu Ivy, dan mengamati bagaimana sikap pria saat ada di sekeliling Ivy. Matteo menyimpulkan jika Ivy adalah magnet bagi pria. Hanya sifat Ivy yang berselera tinggi, membuat banyak pria mundur secara otomatis."Aku tidak mengatakan ini dengan cemburu atau apa, tapi

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #497 Cepat dan Kilat

    "Akan kemana kita sebenarnya?"Tentu Ivy tidak sabar seperti sebelumnya. Pertanyaan menggantung soal tujuan mereka yang berikutnya, terus dia utarakan dari waktu ke waktu.Saat ini jam menunjuk pukul sepuluh malam lewat. Tidak banyak tempat yang bisa mereka kunjungi selain club malam. Namun rasanya mustahil jika Matteo akan mengajaknya berkunjung ke club malam."Sshh.." Matteo menyuruhnya diam dengan desisan."Bisa aku meminjam dasi milikmu?" tanya Matteo, pada Luigi."Tentu, Mr. Ranallo." Luigi melepas dasi dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya tetap berada di kemudi. Mobil mereka meluncur di jalanan New York yang masih saja padat, tanpa peduli malam."Kemari." Matteo menarik Ivy, bergeser lebih dekat ke arahnya, begitu dasi Luigi sudah berpindah ke tangannya."Untuk apa aku memakai dasi?" Ivy semakin tak mengerti."Agar kau tidak mengintip.""What?!"Matteo ternyata tidak memakaikan dasi itu di leher Ivy, karena memang tidak ada gunanya. Dia memakainya sebagai penutup mata, a

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #441 Buruk dan Indah

    Matteo menatap Ivy yang telah tertidur pulas.Seperti biasa, dia tertidur terlebih dahulu, karena Matteo harus mengerjakan beberapa dokumen. Lagi pula hari ini melelahkan. Pantas jika dia tertidur lebih cepat tadi.Mata Matteo bergulir menatap tangan Ivy yang terbuka di samping tubuhnya. Tangan itu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #440 Awal dan Lancar

    Tapi Matteo menggeleng tak setuju. "Kau tahu cat minyak tidak bisa terhapus dengan mudah dari kulit bukan?""Oh.. NO!"Ivy kini benar-benar panik, memandang tangannya yang berwarna ungu merata. Dia tidak berpikir sejauh itu tadi. Ivy tadi hanya ingin menarik perhatian Matteo, agar rasa khawatir dan

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #439 Warna dan Lukisan

    Mereka tiba di Alba hanya dalam waktu dua puluh menit. Seharusnya tidak selama itu, tapi lalu lintas hari minggu cukup padat merayap.Luigi menjalankan mobilnya perlahan sesuai dengan arahan dari Ivy. Dia menolak memberikan alamat persisnya dimana toko yang menjadi tujuannya. Alih-alih Ivy menggunak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #438 Mengikuti dan Gagal

    "Dan aku tidak tahu berapa lama," lanjut Aria. Dia akan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala rutinitas baru. Rutinitas untuk tidak lagi mencintai Matteo."Aku mengerti. Aku juga mengerti jika kau tidak ingin lagi bekerja di Viaggio," ujar Matteo. Setenang mungkin. Meski dalam hati dia a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status