Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / S2 #421 Metode dan Semangat

Share

S2 #421 Metode dan Semangat

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-03-26 07:12:11
Bola salju putih melayang dan menghantam wajah Matteo yang sedang melamun.

Matteo berdiri terperanjat dengan wajah kesal, namun saat melihat jika sumber bola itu adalah Ivy yang kini tertawa terbahak-bahak, wajahnya langsung menerbitkan senyuman.

"Apa aku pantas mendapatkan lemparan itu?" Matteo tidak terima.

"Pantas. Itu hukuman karena kau malah melamun. Seharusnya kita bersenang-senang sekarang bukan menghabiskan waktu dengan melamun."

Ini adalah satu hari langka dimana Matteo tidak disibukkan
aisakurachan

😝😝 pokoknya nikah ya vy

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Andilie fong
semangat sembuh bang mat...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #424 Emosi dan Berat

    Kali ini Ivy dengan terpaksa melanggar perintah Matteo. Tapi ini adalah situasi hidup dan mati menurut Ivy.Dengan wajah panik, Ivy berlari menuju paviliun belakang, memanggil siapapun yang ada di sana. Dan untung Luigi ada disana, dia belum bertugas. Saat Ivy membuka pintu paviliun, pria itu tengah menikmati sepiring pasta."Ms. Adams?" Dia kaget melihat Ivy, dan mengangkat kepala memandangnya, terlihat sedikit noda merah di pipinya akibat saus."Matteo.... Tolong."Luigi seketika melompat dari kursi. "Armano! Keluar."Luigi memanggil pengawal lain, yang terlihat bingung keluar dari kamar. Tapi melihat Luigi yag berlari keluar paviliun bersama Ivy, dia dengan secepat kilat menyusul."Mr. Ranallo?" Luigi melihat Matteo yang saat ini menggigil tidak terkendali di atas sofa di depan perapian."Demam! Aku sudah memanggil Vero. Tolong pindahkan dia ke kamar," jelas Ivy, sambil menyentuh kening Matteo yang kini terasa bagai dipanggang. Tubuh Matteo tidak sanggup menanggung emosi yang menggu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #423 Kenangan dan Berat

    "Tapi kenapa?"Ivy ingin tahu kenapa Moretti harus melakukan hal keji itu kepada Matteo. Membunuh anjing peliharaan adalah perbuatan yang lebih dari sekadar keji.Apalagi Moretti memerintahkannya kepada anak berumur tujuh tahun. Anak tujuh tahun dunianya tentu sebagian besar terisi oleh hewan peliharaan."Kata ayah, binatang peliharaan membuatku lemah."Ivy menutup wajahnya, dengan frustrasi, dia sudah sangat ingin menghentikan sesi ini, karena tidak ingin mendengar sisa cerita yang dirasa tidak akan indah ini.Bukan hanya sekali ini Ivy mendengar cerita menyayat dari klien, tapi Matteo adalah pria yang dicintainya. Mendengar cerita masa lalunya yang seperti itu, membuatnya ingin menangis.Ivy sedikit tersentak, saat Matteo memutuskan untuk melanjutkan kisahnya, tanpa diminta. Kenangan dan emosi dengan otomatis mendorongnya untuk membuka mulut."Ayah tidak ingin aku mencintai atau menyukai sesuatu, karena itu semua akan membuatku lemah, membuatku lembut. Setelah menyuruhku membunuh Dol

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #422 Rahasia dan Dalam

    "Aku pikir kau akan memakai ruang sesi yang biasa," kata Matteo, saat Ivy menariknya ke depan perapian."Kunci dari proses hipnosis adalah rileks, dan aku yakin kau tidak bisa rileks di ruangan itu. Kau selalu menebalkan pertahanan, saat duduk di kursi itu. Perubahan tempat ini membuatmu lebih rileks bukan?"Matteo mengangguk."Good." Ivy melemparkan dua batang kayu, untuk memperbesar nyala api, menghangatkan ruangan itu."Aku sedikit heran, kenapa kau membangun perapian kuno? Tidak terlalu cocok dengan gaya rumah ini," tanya Ivy.Rumah ini sangat modern dan minimalis, melihat perapian yang masih menyala berapi memang mengherankan. Desain perapian itu memang sudah disesuaikan dengan gaya rumah itu, tapi Ivy masih bisa tidak bisa mengusir ide, jika seharusnya yang ada di situ seharusnya perapian listrik."Karena Ellie menyukai perapian yang menyala." kata Matteo sambil duduk di sofa."Oh, benar. Rumah ini ini seharusnya milik milik Ellie." Ivy baru teringat."Dia mengatakan masih ingin

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #421 Metode dan Semangat

    Bola salju putih melayang dan menghantam wajah Matteo yang sedang melamun.Matteo berdiri terperanjat dengan wajah kesal, namun saat melihat jika sumber bola itu adalah Ivy yang kini tertawa terbahak-bahak, wajahnya langsung menerbitkan senyuman."Apa aku pantas mendapatkan lemparan itu?" Matteo tidak terima."Pantas. Itu hukuman karena kau malah melamun. Seharusnya kita bersenang-senang sekarang bukan menghabiskan waktu dengan melamun."Ini adalah satu hari langka dimana Matteo tidak disibukkan oleh pekerjaan apapun. Dia hanya harus menyelesaikan beberapa dokumen tadi, dan kini sisa harinya bisa dihabiskan bersama Ivy.Karena malas bepergian ke luar kota yang jauh, Ivy hanya meminta Matteo menemaninya mengunjungi ice rink alamiah yaitu berupa danau yang membeku di pinggir kota Neive.Ice rink itu masih kosong melompong, karena musim liburan belum dimulai. Anak-anak penggemar ice rink masih berada di sekolah. Tidak sempat bersenang-senang karena sedang menghadapi ujian.Itu kabar baik

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #420 Bahagia dan Rela

    Ivy memagut bibir Matteo."Vy!" Matteo mendesah, dan tentu membalas kecupan penuh nafsu itu dengan sepenuh hati. Dia tidak tahu apa rencana Ivy, tapi itu tidak penting lagi.Dia hanya ingin mereguk manis bibir Ivy dengan puas. Basah dan hangat lidah Ivy menyapu liar, dan disambut dengan geraman garang Matteo."Vy!" Matteo mendesis sambil memejamkan mata, saat tangan Ivy menemukan apa yang dicarinya.Tangan Ivy dengan terampil menyusup ke dalam celana panjang Matteo, menyentuh secara langsung, benda yang membuatnya penasaran sejak pertama dia merasakanya dalam genggaman."Apa yang kau lakukan?" Matteo melenguh nikmat, nyaris tidak bisa membuka mata, karena gelombang kenikmatan yang dibawa oleh tangan Ivy."Membantu. Jadi kau tidak perlu memakai tanganmu sendiri.""Vy!"Matteo menarik kepala Ivy, dan melumat bibir pink Ivy dengan penuh nafsu, dan lumatan itu semakin intens, seiring gerakan tangan Ivy yang semakin cepat.Tangan Matteo mencoba menyusup ke dalam baju tidur Ivy, tapi Ivy me

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #419 Bantuan dan Extra

    Ini adalah saat yang langka, dimana Matteo bangun terlebih dahulu dari pada Ivy. Matteo memandang Ivy, yang meringkuk mencari kehangatan dengan mendesakkan tubuh pada dirinya, meski tubuhnya telah berselimut tebal.Itu memang kebiasaan Ivy setiap hari. Kebiasaan yang biasanya menerbitkan rasa kesal pada Matteo. Ivy terlalu mudah menyentuh siapapun. Sifat yang membuatnya sering setengah mati menahan cemburu.Matteo menarik selimut, agar tubuh Ivy lebih tertutup lagi. Musim dingin sudah di depan mata. Suhu saat pagi memang cukup mengigit.Merasakan gerakan Matteo, Ivy membuka mata, dan mendongak. Senyum indah yang membuat Matteo mengutuk keadaan tubuhnya. Insting pertama Matteo saat melihat senyum Ivy adalah ingin memagut bibir pink itu.Terbayang bagaimana rasanya yang manis. Namun itu adalah perbuatan menyrempet bahaya, karena sudah pasti dia akan mengalami serangan panik lagi, jika nekat melakukannya."Pagi!"Ivy beringsut ke atas, menyejajarkan wajahnya dengan Matteo."Aku terlambat,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status