Share

S2 #432

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-03-29 06:59:16

"Materialistis, pajak," bisik Matteo, sambil meremas lengan Ellie perlahan.

Ellie sudah terlalu emosional. Tapi Matteo tidak akan heran. Jika terserah padanya, Matteo akan memanggil Dom ke sini, dan membuat raja keras kepala itu menandatangani surat pembebasan Raven, mungkin di bawah todongan senjata.

Untunglah Ellie kembali tenang, dan bisa menerjemahkan petunjuk yang Matteo berikan.

Matteo mengambil bahan negoisasi ini, setelah mendengar cerita Ellie soal kata-kata Mette. King Gustaf cukup me
aisakurachan

Siap2 Bang, dilabrak nanti 😝😝

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Andilie fong
tunggu waktunya bang
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #434 Jawaban dan Arti

    Aria yang tadi duduk di atas sofa, langsung berdiri saat Matteo dan Ivy masuk."Ada pekerjaan penting apa sampai kau harus terburu-buru seperti ini?" tanya Matteo"Ini bukan tentang pekerjaan," jawab Aria. Hampir seketika.Matteo melirik ke arah Ivy sebentar, karena tebakannya sangat tepat. Dan ini justru mencurigakan. Berarti Ivy tahu sesuatu yang dia tidak tahu."Ada apa?" tanya Matteo.Dia bermaksud menyuruh Aria duduk, tapi melihat wajahnya yang sangat tegang, Matteo mengurungkan niatnya."Kau tidak memulai berbicara?" Matteo mengingatkan dengan heran, karena Aria justru diam, dan beberapa kali melirik ke arah Ivy."Apa benar... Dia... kekasihmu?" Aria bertanya sambil memandang Ivy. Pertanyaan yang dipenuhi keraguan, membuatnya terbata."Benar." Matteo menjawab dengan jelas, sambil kembali melirik ke arah Ivy.Ivy sama sekali tidak berkata apapun, semenjak mereka melangkah ke dalam rumah. Ia hanya diam mengawasi Aria.Matteo menjawab jujur, karena menurutnya itu tebakan yang cukup

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #433 Penjemputan dan Pertanyaan

    Sambil merapatkan mantel, Matteo turun dari tangga pesawat, lalu menoleh kebelakang sekali lagi. Memandang pesawat milik Raven dengan penuh minat.Sampai hari ini, dia belum pernah menimbang kepentingan untuk mempunyai pesawat. Namun kini dia merasakan kepraktisan, karena tidak perlu menyesuaikan jadwal penerbangan. Dia bisa terbang kapan saja sesuai keinginan. Kemana saja tanpa menunggu tiket.Uang Notte bisa membeli pesawat dengan mudah. Uangnya sendiri juga bisa, tapi akan menimbulkan 'luka' cukup besar pada jumlah total uang yang ada. Dia harus berpikir baik-baik jika ingin membelinya.Matteo berjalan tenang menuju pintu keluar yang cukup jauh, karena dia turun pada hangar khusus untuk pesawat pribadi. Dia terus berjalan lurus, mengabaikan sapaan petugas. Dia hanya ingin cepat pulang. Bayangan wajah Ivy seolah semakin menggodanya, begitu kakinya menginjak tanah Italy.Baru saja Matteo akan melangkah keluar dari area VVIP, sebuah bayangan menubruknya kencang. Jika saja hidungnya ti

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #432

    "Materialistis, pajak," bisik Matteo, sambil meremas lengan Ellie perlahan.Ellie sudah terlalu emosional. Tapi Matteo tidak akan heran. Jika terserah padanya, Matteo akan memanggil Dom ke sini, dan membuat raja keras kepala itu menandatangani surat pembebasan Raven, mungkin di bawah todongan senjata.Untunglah Ellie kembali tenang, dan bisa menerjemahkan petunjuk yang Matteo berikan.Matteo mengambil bahan negoisasi ini, setelah mendengar cerita Ellie soal kata-kata Mette. King Gustaf cukup menyukai uang, tapi bukan untuk dirinya sendiri.Dan tentu ini adalah senjata yang terakhir. Matteo sengaja menyimpan, karena menurutnya Ellie sudah cukup berani dan hebat menghadapi King Gustaf. Tapi ular tua itu memang keras kepala. Bahkan dia masih mencari jalan keluar setelah ancaman pajak itu.Beruntung istrinya memberi sedikit bantuan bujukan. Queen Silvia, orang yang mendapatkan banyak sekali manfaat malam ini, sekaligus dia juga sangat bermanfaat.***Matteo memapah Ellie yang sudah sangat

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #431 Marah dan Diam

    Matteo kembali meneliti file yang dikirim Dante soal King Gustaf dan keluarganya, lalu mendesah kesal. Tidak ada hal yang bisa dipakainya untuk memeras.Tidak seperti Haakon yang menganggap dunianya akan berakhir jika perselingkuhannya diketahui orang lain, King Gustaf tidak akan menganggap hal seperti itu sebagai kelemahan.Seluruh negara sudah tahu soal hubungannya dengan wanita lain, termasuk siapa anak yang lahir diluar lingkungan istana. Fakta yang tidak rahasia tidak bisa digunakan untuk memeras.Dan hanya itu yang dipunyai Dante. Dia tidak bisa menembus barikade informasi lebih jauh ke dalam istana. Menurut Dante, akan butuh waktu paling tidak sebulan, karena dia harus mengirim orang untuk benar-benar masuk ke dalam istana untuk info panas yang diminta Matteo.Ellie tidak memiliki waktu sebulan. Mereka akan berangkat besok.Matteo memijit kening, memikirkan cara lain untuk melunakkan raja itu. Kelas Haakon terlihat ringan sekarang. Dia terlalu mudah dicari celahnya.Matteo memb

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #430 Hak dan Milik

    "Kau siapa? Kenapa ada di rumah ini?" Aria mengulang pertanyaan, dan melengkapinya.Ivy yang sejak awal menyimpan rasa tak suka pada Aria, semakin menjadi, saat mendengar nada pertanyaan itu. Aria terdengar seperti seseorang yang sedang kesal, saat ada seseorang yang merambah ranah pribadinya. Seolah dia sedang marah, karena Ivy menabrak batas wilayah miliknya.Ivy belum bisa menebak, apakah wilayah yang Aria anggap miliknya itu, apakah rumah ini, atau Matteo. Ivy ingat Matteo pernah mengatakan Aria teman Ellie.Jadi wajar jika menganggap lancang saat ada orang lain yang tinggal di rumah milik Ellie. Tapi jika wilayah yang dia maksud adalah Matteo, Ivy siap berperang."Ada urusan apa ke sini?" tanya Ivy balik. Dia yang tidak seharusnya di sini."Jawab aku dulu!" Aria gusar. "Kau siapa? Apa kau tinggal di sini?!""Aku baru saja keluar dari rumah ini! Apa kau masih perlu bertanya aku tinggal di sini atau tidak?!" Kegusaran Aria memancing kekesalan Ivy."Kau benar-benar tinggal di rumah

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #429 Cantik dan Asing

    Ivy tidak bisa mengatakan dirinya menyukai Gia dan Sara. Mereka selalu tersenyum dan menyapa, tapi entah kenapa Ivy merasa ada yang tidak beres.Gia ramah dan Sara juga sama hampir sama. Mereka tidak terlihat kaku seperti Luigi. Sedikit lebih manusiawi.Seperti yang diinginkannya, Ivy memperlakukan mereka seperti teman. Tidak ada hubungan seperti Luigi dan Mateo yang kaku itu. Hanya saja, kadang Ivy merasa mereka menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.Ivy beberapa kali memergoki mereka sedang berbisik bersemangat. Mereka mendekatkan kepala dan membahas sesuatu, dengan suara yang rendah.Pada saat pertama kali melihatnya, Ivy mengira mereka sedang membahas soal kekasih, atau mungkin hobi. Namun pendapat itu segera dibantah oleh dirinya sendiri. Tidak mungkin mereka berbicara soal cinta dan hobi, dengan sikap rahasia seperti itu.Sekali dua kali Ivy tidak peduli dengan sikap itu, tapi setelah tiga hari, dan mereka selalu melakukannya, membuat Ivy kesal. Apalagi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status