Share

#123. Menikahi Tuan Lim

Author: azzurayna
last update Last Updated: 2026-01-05 22:13:49
“Nona, kita sudah sampai!” Nenek Chu menggoyang lembut pundak Mei Anqi. “Mari kita turun!”

Mei Anqi terbangun dari tidurnya. Silau mentari pagi membuatnya menyipitkan mata. Tubuhnya masih sedikit sakit ketika digunakan bergerak.

Ia keluar menuruni kapal dibantu Nenek Chu.

Lima hari berlalu setelah dia melarikan diri dari Kekaisaran dengan memalsukan kematiannya.

Baik Kaisar, Zhen Ming, maupun Lian Fengjue— tidak akan mengerahkan prajurit untuk mencarinya karena dia telah ‘mati’ bagi mereka.

Mei Anqi tiba dipelabuhan kota Dojung— pesisir pantai di bawah yuridiksi Kerajaan Gojoseon. Ia melihat banyak wanita asli kota Dojung berpakaian mengenakan Hanbok.

Pakaian tradisional dari benua itu.

“Nenek Chu, ayo beli pakaian dulu!”

“Baik, nona!”

Mereka berbelanja pakaian tradisional bernama Hanbok, kemudian berbaur dengan warga sekitar.

Bahasa korea Mei Anqi bagus dan mudah dimengerti warga lokal meski ada aksen asing karena pada era ini, hangeulnya agak berbeda diband
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #182. Siapa yang Kamu Bunuh?

    Dua bulan terlewati dalam sekejap mata dan waktu memanen ladang pun tiba. Mei Anqi sudah bersiap sejak pagi bersama anak-anak. “Ibu, di mana Ayah?” Jiali memeluk leher ramping Anqi dengan nyaman. “Jiali belum melihat Ayah setelah bangun tidur.” “Ayahmu pamit pergi karena ada urusan, mungkin baru pulang sore. Kenapa? Sudah merindukannya?” Jiali melengos kesal sebab Zhen Ming tidak berpamitan dulu padanya sebelum pergi. Hongyi masih mengantuk ketika terpaksa mengikuti Ibu dan saudaranya menaiki gerobak sapi. Pergi menuju ladang yang telah mereka rawat dua bulan lebih. Kali ini Nenek Chu dan Bibi Chen ikut pergi ke ladang. Sehingga di rumah tersisa Xiao Bai dan Xiao Yun sebagai penjaga. Li San mengenderai gerobak sapi di depan, sesekali bertukar pengetahuan dengan Daisen mengenai ilmu kemiliteran. Selang sepuluh menit mereka tiba di ladang. Wanita di desa berbondong-bondong pergi ke sana untuk melihat hasil panen— apakah sesuai dugaan Nyonya Shen bahwa hama takut pada

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #181. Protes Raja Fei

    “Zhen Ming, percaya atau tidak aku akan membakar Mansionmu jika kau menolak pulang sekarang!” Zhen Ming tetap terlihat santai meskipun diomeli dan disumpah serapahi oleh Raja Fei— kakak laki-lakinya, Zhen Xuan. “Berisik, bukankah kita sudah sepakat? Aku memberimu uang dan sebagai imbalannya, kau bekerja untukku.” Selama Zhen Ming, Gao Yan, Li San, dan Bibi Chen pergi, urusan Mansion Yan dipegang oleh Raja Fei dan Cai Lun. Tentu saja dengan imbalan gaji fantastis. Zhen Ming bukan boss kejam yang pelit. Ia menawarkan harga tinggi untuk membeli jasa Raja Fei dan Cai Lun. Seandainya Gao Yan tinggal di Mansion Yan, mungkin Raja Fei dan Cai Lun tak lagi diperlukan. Tetapi mengingat Desa Xinlong berada di wilayah perbatasan, keahlian Gao Yan dan Li San sangat diperlukan sementara untuk menjaga rumah. “Aku kembalikan semua uangmu, sekarang pulang bersamaku! Sebenarnya wanita macam apa yang bisa membuatmu bodoh seperti ini, hah!?” “Mei Anqi, siapa lagi?” Zhen Xuan tercengan

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #180. Bertani

    “Ayah! Ayo, Ayah!” Jiali melambaikan tangannya dari gerobak sapi yang Gao Yan pinjam dari Kepala Desa. Sebenarnya mereka punya kereta kuda pribadi, tetapi Zhen Ming meninta Gao Yan mencarikan gerobak sapi agar anak-anak bisa merasakan nuansa baru. Mei Anqi datang menyusul mengenakan hanfu sederhana polos berwarna coklat. Ia sengaja memilih warna gelap karena bekerja diladang rawan kotor. Beberapa warga desa menyapa sopan melihat keluarga kecil yang baru pindah ke Desa Xinlong itu. Mei Anqi membalas semua sapaan dengan ramah. Lalu naik ke gerobak sapi, bergabung menemani anak-anak di susul Zhen Ming. Gao Yan dan Li San duduk dikemudi depan. Zhen Ming memangku Jiali, ia terkejut melihat anak itu menyapa nama setiap anak tetangga yang mereka lewati. “Kamu menghafal nama dan wajah mereka secepat itu?” Jiali berkedip polos, mata bulatnya bersinar bingung. “Memang kenapa, Ayah? Ingatakanku memang bagus, tahu! Ibu selalu memujiku!” Tatapan terkejut Zhen Ming berikan pada Mei

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #179. Ladang

    “Aku bercanda, tenanglah,” kata Zhen Ming seraya terkekeh ringan. Mei Anqi membuang muka, menolak menerima fakta bahwa pria itu sedang bercanda. Leluconnya tidak lucu sama sekali! “Marah?” Mei Anqi bergeming. “Maafkan aku,” Zhen Ming mengalah dengan patuh. Memuaskan sifat keras kepala wanita kecilnya. Kesigapan Zhen Ming dalam mengalah berhasil meredakan amarah menggebu Qiqi. “Lain kali jangan diulangi. Saya bisa memaafkan tindakan lancang anda hari ini. Tetapi tidak dilain hari.” “Baiklah, aku mematuhi perintah ’nyonya’. Apapun yang kamu katakan selalu benar.” Panggilan ‘nyonya’ mengejutkan Anqi. Bukan hanya dia, Li San yang masih terjaga dan duduk di atap kamar Anqi ikut tertegun. Dengan memanggil Nona Mei sebagai ‘nyonya’ menyiratkan kesediaan Zhen Ming menyerahkan posisi pengelola utama Mansion Yan. Selain itu, panggilan ‘nyonya’ dari seorang suami kepada sang istri membuktikan betapa pria itu menghormati dan patuh ke pihak wanita. Pria bangsawan dari tingk

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #178. Menggoda Qiqi

    Lewat setengah jam, Gao Yan dan Li San pulang membawa seorang tabib tua dari pusat kota. Keduanya mempersilahkan tabib masuk. Anak-anak lekas diperiksa sang tabib segera setelah memasuki ruang kamar. Mei Anqi memberitahu kondisi anak-anak serta menjelaskan beberapa detail medis yang ia ketahui. “Lambung anak kecil sangat rentan, jadi reaksi tubuhnya lebih parah dari orang dewasa. Tidak apa-apa, kondisi mereka telah membaik.” Mei Anqi menghela napas lega diikuti semua orang di ruangan. “Ngomong-ngomong tabib, di mana saya bisa membeli bahan herbal?” Tabib tua memberitahu dua hingga tiga toko khusus penyedia tanaman herbal, kemudian meresepkan obat. Lalu pulang diantarkan Li San. Zhen Ming meminta semua orang beristirahat sedangkan ia dan Mei Anqi tetap di kamar menemani anak-anak. “Maafkan aku,” ucapnya sesal ketika ruangan telah sunyi. Zhen Ming mengulurkan tangannya memeluk wanita itu, namun urung saat jarak keduanya tinggal sejengkal. Mei Anqi menaikkan selimut d

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #177. Menasihati Tegas

    “Ibu, sakit ... sangat sakit ...” Jiali merengek sedih merasakan keram perut. “Aku tidak mau makan sup daging lagi ... hik!” Mei Anqi memeriksa denyut nadi putrinya, memastikan tubuhnya baik-baik saja. Hatinya tersayat mendengar rintihan sakit si bungsu. Zhen Ming di seberang ranjang membantu menenangkan Hongyi yang begitu dramatis melebihi Jiali. “Wah ...” Hongyi mengerang kesal sekaligus kesakitan. “Ibu, umurku sepertinya tidak lama lagi. Aku bisa melihat pintu surga dari sini, Ibu ... Ibu ... aku mungkin akan mati. Biarkan aku menulis wasiatku dulu, berikan aku kertas dan pena ...” Xiao Bai dan Xiao Yun memutar bola mata mereka bebarengan. Wanita acuh sekelas Xiao Bai bahkan sakit kepala menghadapi sikap dramatis tuan kecilnya. Jiali marah mendengar ocehan ngelantur saudaranya, tanpa belas kasihan lantas turun dari pelukan Mei Anqi dan menginjak mulut Hongyi dengan kaki telanjang. Zhen Ming terkesiap kaget melihat tindakan brutal putri kecilnya. “Jiali, tidak sopan!”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status