Share

#125. Penyesalan Terdalam

Penulis: azzurayna
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-06 19:57:01

“Yang Mulia,” Xiao Bai membujuk dari luar paviliun. Kedua tangannya menopang nampan makan siang. Pria itu belum makan apa-apa dari kemarin siang.

Xiao Yun sedih melihat tuannya tenggelam ke dasar kesedihan tak berujung. “Nona Mei akan sedih melihat anda mengabaikan kesehatan diri sendiri, Yang Mulia ...”

Menyebutkan nama ‘Mei Anqi’ seketika menarik perhatian Zhen Ming yang awalnya linglung. “Berikan padaku,” pintanya lesu.

Dua dayang muda itu menahan senyuman bahagia. Lalu meletakkan mangkuk nasi dan beberapa piring lauk. Ada sup akar teratai dicampur iga babi juga.

Menu tersebut paling disukai Mei Anqi.

Bahkan ketika makan, bayang-bayang wanita kecilnya terus mengikuti bagaikan bayangan tubuh. Membebani hati Zhen Ming dengan rasa bersalah, penyesalan, dan kesedihan.

“Pergi,” pinta Zhen Ming penuh keacuhan. “Jangan biarkan siapa pun masuk ke sini.”

Xiao Bai dan Xiao Yun menjawab kompak seraya menunduk. “Baik, Yang Mulia!”

Halaman belakang kembali jatuh dalam kehen
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #182. Siapa yang Kamu Bunuh?

    Dua bulan terlewati dalam sekejap mata dan waktu memanen ladang pun tiba. Mei Anqi sudah bersiap sejak pagi bersama anak-anak. “Ibu, di mana Ayah?” Jiali memeluk leher ramping Anqi dengan nyaman. “Jiali belum melihat Ayah setelah bangun tidur.” “Ayahmu pamit pergi karena ada urusan, mungkin baru pulang sore. Kenapa? Sudah merindukannya?” Jiali melengos kesal sebab Zhen Ming tidak berpamitan dulu padanya sebelum pergi. Hongyi masih mengantuk ketika terpaksa mengikuti Ibu dan saudaranya menaiki gerobak sapi. Pergi menuju ladang yang telah mereka rawat dua bulan lebih. Kali ini Nenek Chu dan Bibi Chen ikut pergi ke ladang. Sehingga di rumah tersisa Xiao Bai dan Xiao Yun sebagai penjaga. Li San mengenderai gerobak sapi di depan, sesekali bertukar pengetahuan dengan Daisen mengenai ilmu kemiliteran. Selang sepuluh menit mereka tiba di ladang. Wanita di desa berbondong-bondong pergi ke sana untuk melihat hasil panen— apakah sesuai dugaan Nyonya Shen bahwa hama takut pada

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #181. Protes Raja Fei

    “Zhen Ming, percaya atau tidak aku akan membakar Mansionmu jika kau menolak pulang sekarang!” Zhen Ming tetap terlihat santai meskipun diomeli dan disumpah serapahi oleh Raja Fei— kakak laki-lakinya, Zhen Xuan. “Berisik, bukankah kita sudah sepakat? Aku memberimu uang dan sebagai imbalannya, kau bekerja untukku.” Selama Zhen Ming, Gao Yan, Li San, dan Bibi Chen pergi, urusan Mansion Yan dipegang oleh Raja Fei dan Cai Lun. Tentu saja dengan imbalan gaji fantastis. Zhen Ming bukan boss kejam yang pelit. Ia menawarkan harga tinggi untuk membeli jasa Raja Fei dan Cai Lun. Seandainya Gao Yan tinggal di Mansion Yan, mungkin Raja Fei dan Cai Lun tak lagi diperlukan. Tetapi mengingat Desa Xinlong berada di wilayah perbatasan, keahlian Gao Yan dan Li San sangat diperlukan sementara untuk menjaga rumah. “Aku kembalikan semua uangmu, sekarang pulang bersamaku! Sebenarnya wanita macam apa yang bisa membuatmu bodoh seperti ini, hah!?” “Mei Anqi, siapa lagi?” Zhen Xuan tercengan

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #180. Bertani

    “Ayah! Ayo, Ayah!” Jiali melambaikan tangannya dari gerobak sapi yang Gao Yan pinjam dari Kepala Desa. Sebenarnya mereka punya kereta kuda pribadi, tetapi Zhen Ming meninta Gao Yan mencarikan gerobak sapi agar anak-anak bisa merasakan nuansa baru. Mei Anqi datang menyusul mengenakan hanfu sederhana polos berwarna coklat. Ia sengaja memilih warna gelap karena bekerja diladang rawan kotor. Beberapa warga desa menyapa sopan melihat keluarga kecil yang baru pindah ke Desa Xinlong itu. Mei Anqi membalas semua sapaan dengan ramah. Lalu naik ke gerobak sapi, bergabung menemani anak-anak di susul Zhen Ming. Gao Yan dan Li San duduk dikemudi depan. Zhen Ming memangku Jiali, ia terkejut melihat anak itu menyapa nama setiap anak tetangga yang mereka lewati. “Kamu menghafal nama dan wajah mereka secepat itu?” Jiali berkedip polos, mata bulatnya bersinar bingung. “Memang kenapa, Ayah? Ingatakanku memang bagus, tahu! Ibu selalu memujiku!” Tatapan terkejut Zhen Ming berikan pada Mei

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #179. Ladang

    “Aku bercanda, tenanglah,” kata Zhen Ming seraya terkekeh ringan. Mei Anqi membuang muka, menolak menerima fakta bahwa pria itu sedang bercanda. Leluconnya tidak lucu sama sekali! “Marah?” Mei Anqi bergeming. “Maafkan aku,” Zhen Ming mengalah dengan patuh. Memuaskan sifat keras kepala wanita kecilnya. Kesigapan Zhen Ming dalam mengalah berhasil meredakan amarah menggebu Qiqi. “Lain kali jangan diulangi. Saya bisa memaafkan tindakan lancang anda hari ini. Tetapi tidak dilain hari.” “Baiklah, aku mematuhi perintah ’nyonya’. Apapun yang kamu katakan selalu benar.” Panggilan ‘nyonya’ mengejutkan Anqi. Bukan hanya dia, Li San yang masih terjaga dan duduk di atap kamar Anqi ikut tertegun. Dengan memanggil Nona Mei sebagai ‘nyonya’ menyiratkan kesediaan Zhen Ming menyerahkan posisi pengelola utama Mansion Yan. Selain itu, panggilan ‘nyonya’ dari seorang suami kepada sang istri membuktikan betapa pria itu menghormati dan patuh ke pihak wanita. Pria bangsawan dari tingk

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #178. Menggoda Qiqi

    Lewat setengah jam, Gao Yan dan Li San pulang membawa seorang tabib tua dari pusat kota. Keduanya mempersilahkan tabib masuk. Anak-anak lekas diperiksa sang tabib segera setelah memasuki ruang kamar. Mei Anqi memberitahu kondisi anak-anak serta menjelaskan beberapa detail medis yang ia ketahui. “Lambung anak kecil sangat rentan, jadi reaksi tubuhnya lebih parah dari orang dewasa. Tidak apa-apa, kondisi mereka telah membaik.” Mei Anqi menghela napas lega diikuti semua orang di ruangan. “Ngomong-ngomong tabib, di mana saya bisa membeli bahan herbal?” Tabib tua memberitahu dua hingga tiga toko khusus penyedia tanaman herbal, kemudian meresepkan obat. Lalu pulang diantarkan Li San. Zhen Ming meminta semua orang beristirahat sedangkan ia dan Mei Anqi tetap di kamar menemani anak-anak. “Maafkan aku,” ucapnya sesal ketika ruangan telah sunyi. Zhen Ming mengulurkan tangannya memeluk wanita itu, namun urung saat jarak keduanya tinggal sejengkal. Mei Anqi menaikkan selimut d

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #177. Menasihati Tegas

    “Ibu, sakit ... sangat sakit ...” Jiali merengek sedih merasakan keram perut. “Aku tidak mau makan sup daging lagi ... hik!” Mei Anqi memeriksa denyut nadi putrinya, memastikan tubuhnya baik-baik saja. Hatinya tersayat mendengar rintihan sakit si bungsu. Zhen Ming di seberang ranjang membantu menenangkan Hongyi yang begitu dramatis melebihi Jiali. “Wah ...” Hongyi mengerang kesal sekaligus kesakitan. “Ibu, umurku sepertinya tidak lama lagi. Aku bisa melihat pintu surga dari sini, Ibu ... Ibu ... aku mungkin akan mati. Biarkan aku menulis wasiatku dulu, berikan aku kertas dan pena ...” Xiao Bai dan Xiao Yun memutar bola mata mereka bebarengan. Wanita acuh sekelas Xiao Bai bahkan sakit kepala menghadapi sikap dramatis tuan kecilnya. Jiali marah mendengar ocehan ngelantur saudaranya, tanpa belas kasihan lantas turun dari pelukan Mei Anqi dan menginjak mulut Hongyi dengan kaki telanjang. Zhen Ming terkesiap kaget melihat tindakan brutal putri kecilnya. “Jiali, tidak sopan!”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status