แชร์

Bab 210

ผู้เขียน: Liazta
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2024-12-06 21:11:54

Eliza memandang kantor pengadilan agama, tempat dimana hakim akan memberikan keputusan cerai untuknya.

Yang selalu dibayangkan, suatu kebahagiaan. Di mana dia hidup bahagia bersama anak-anak beserta Sandy, pria yang begitu sangat dicintainya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Tidak pernah terlintas dipikirannya untuk datang ke tempat ini dan duduk mendengar keputusan hakim.

Tapi ya sudahlah, yang terpenting kedepannya. Eliza ingin akan berusaha menciptakan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Ya, sekarang ia benar-benar sendiri. Putra kesayangannya sudah tiada. Kedua orang sudah meninggal dan dia pun akan mengakhiri pernikahannya bersama dengan Sandy.

Namun bayangan wajah yang begitu sangat menggemaskan. Seorang bayi kecil yang mampu mengobati luka-luka di hatinya. Bayi mungil yang selalu tersenyum ketika terbangun di pagi hari. Seorang pemuda tampan berukuran mini yang selalu meminta perhatian dan kasih sayang darinya.

"Aku lupa, sekarang aku memiliki keluarga. Aku punya Noha
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (19)
goodnovel comment avatar
Diah Yanti
kl GK slh waktu Sandy dtng temui Eliza ksh buku nikah ke Eliza itu pas Ibnu anak Eliza sdh meninggal jg bw selingkuhan sekaligus istri ke 2
goodnovel comment avatar
Dhiva Aulia
Baru ngeh, bukannya eliza nikah siri doang ya sama sandy? Kenapa ke pengadilan? Nikah siri kan cuma perlu talak aja dari suaminya
goodnovel comment avatar
Sri Marliyati
Nama Baby nya Noah kak,Author nya Typo kak.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 579

    Rizky tiba di sekolah dengan wajah pucat pasi. Kiara menempel di lengannya, matanya masih basah oleh air mata. Para guru dan staf sekolah menunggu dengan ekspresi cemas.“Apa benar anak saya tidak masuk kelas sejak pagi?” suara Rizky bergetar, namun matanya tajam menusuk setiap orang.Guru kelas Yura menunduk dengan wajah penuh rasa bersalah. “Benar, Dokter. Awalnya saya pikir Yura izin sakit. Tapi setelah saya tahu Yura sudah berangkat dan terlihat sampai di depan gerbang sekolah, kami langsung mencarinya. Toilet, aula, setiap gedung—semua sudah kami periksa. Tidak ada.”“Tidak ada yang melihat Yura keluar?!” bentak Rizky, hingga beberapa guru bergidik ketakutan.Kepala sekolah mencoba menengahi. “Kami sudah meminta keterangan teman-temannya, tapi tidak ada yang memperhatikan.”Napas Kiara tercekat, emosinya memuncak. “Ini sekolah unggulan, bukan sekolah murah! Bahkan kami adalah donatur tetap di sini. Bagaimana mungkin pengawasan bisa seburuk ini?”Guru serta kepala sekolah terdiam

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 577

    Pagi itu suasana sekolah begitu ramai. Anak-anak berseragam putih merah berlarian kecil menuju kelas masing-masing, suara tawa riang terdengar di udara.Di antara keramaian itu, Yura tampak cantik dengan rambut dicepol dua, membawa tas ransel ungu muda. Gadis kecil itu melambaikan tangan kepada sopir keluarga sebelum berbalik masuk ke gerbang sekolah.“Selamat belajar ya, Nona Kecil, Yura” ucap sopir itu sambil tersenyum hangat.Yura mengangguk dengan wajah sumringah. “Iya, Om! Nanti aku cerita kalau aku dapat bintang di kelas.”Pria yang menjadi supir pribadi itu tersenyum dan kemudian mengangkat jempolnya. Setelah itu ia masuk ke mobil dan meninggalkan Yura yang sudah berjalan menuju ke gerbang sekolah. Sudah menjadi kebiasaan guru kelas Yura untuk memberikan stiker bintang bagi murid yang mendapat nilai bagus. Hari ini, Yura yakin sekali bisa pulang dengan bangga sambil menempelkan bintang di bukunya.Namun, sebelum sempat masuk ke gerbang sekolah, seorang pria berseragam petugas

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 576

    Suasana ruang makan, pagi itu begitu ramai. Aroma roti hangat, sup ayam, steak daging, dan kopi memenuhi udara, bercampur dengan suara gelak tawa dari berbagai sudut meja panjang keluarga besar itu. Olivia, putri bungsu Albert, duduk di samping Aruna. Gadis remaja itu tampak ceria sekali, tidak berhenti bercerita tentang hal-hal kecil yang membuatnya bahagia. Sesekali ia merangkul lengan Aruna, seolah ingin menunjukkan betapa gembiranya memiliki ibu baru. Setelah kepergian ibunya, Olivia merasa sangat sepi. Tidak ada lagi tempat dia untuk curhat. Curhat dengan kedua kakak laki-lakinya, atau dengan sang ayah, pastilah tidak bisa sebebas ketika bercerita dengan sesama wanita. “Mommy, setelah ini kita belanja baju bareng ya? Aku mau beli baju seperti mommy Aruna!” katanya dengan mata berbinar. Aruna hanya tertawa, sementara Albert di sampingnya menatap keduanya dengan penuh kasih. Pasangan pengantin baru itu tampak begitu serasi, senyum mereka tidak pernah lepas sejak kemarin. Di sis

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 575

    Pagi itu, rumah keluarga Hermawan, terasa lebih ramai dari biasanya. Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing. Anak-anak kecil berlarian, sementara orang dewasa berbincang tentang rencana masa depan.Di tengah suasana itu, Michael duduk di sofa dengan wajah pasrah. Di pangkuannya, seorang gadis kecil berusia delapan tahun tampak santai memakan es krim.“Yura… itu es krim keberapa?” Michael mengernyit, menatap bocah mungil itu dengan serius.Yura menengok dengan polos, wajahnya belepotan cokelat. “Baru dua… eh tiga…”Michael menepuk jidat. “Ya Tuhan, nanti sakit perut lagi kamu. Kalau sakit perut, yang dituduh siapa? Aku lagi!”Michael tidak lupa, tadi malam Yura sakit perut. Dokter Rizky, langsung memarahinya, karena tidak melarang Yura makan eskrim.Gadis kecil itu malah tertawa geli, lalu menyandarkan kepala di dada Michael. “Semalam makan eskrim sampai 6.”Michael tercengang mendengar pengakuan dari Yura. Padahal semalam Yura hanya mengakui 2 saja. "Anak kecil gak boleh bohong

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 574

    Samuel terbangun lebih awal dari biasanya. Biasanya ia bangun karena alarm, tapi kali ini suara “babbling” kecil sudah lebih dulu memanggilnya.“Sam.. Sam …”Mata Samuel yang masih berat langsung terbuka begitu mendengar suara itu. Ia menoleh ke samping, dan benar saja, Violet sudah bangun setengah merangkak dan duduk diatas perutnya. Bayi kecilnya, menatap Samuel dengan mata bulat berbinar.Samuel langsung tersenyum, wajahnya berbinar seketika. “Oh my little princess… sudah bangun, ya? Padahal aku baru tidur tiga jam.”Violet menjawab dengan tertawa kecil, lalu menarik rambut Samuel. "Ya ampun sayang, sakit sekali." Samuel berpura-pura kesakitan. Violet melepaskan tangannya saat melihat Samuel kesakitan. Bayi cantik itu kemudian mengoceh dan menunjuk ke arah pintu..Samuel bangkit, lalu menggendong Violet ke dalam dekapannya. “Aduh… beratnya nambah lagi ya. Jangan cepat-cepat gede dong, abang belum siap.”Bayi itu menepuk-nepuk pipi Samuel dengan tangan mungilnya, membuat Samuel t

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 573

    Usai acara akad nikah Albert dan Aruna, tiba-tiba wajah Eliza menegang. Sebuah kegelisahan melintas di benaknya.“By… Violet di mana? Kenapa Liza tidak melihatnya?” suara Eliza terdengar panik, membuat Nathan yang berdiri di sampingnya ikut terkejut.Nathan baru tersadar. Sejak tadi ia terlalu larut dalam suasana acara hingga tak menyadari bahwa salah seorang bayi kecil mereka tak terlihat. Ia segera menyapu pandangannya ke seluruh ruangan, mencari sosok mungil yang biasanya selalu menempel pada Eliza.Marcel, yang kebetulan mendekat, langsung menenangkan mereka.“Paman, Bibi… tenang saja. Violet bersama Samuel. Tadi dia sudah sangat mengantuk, jadi Samuel membawanya ke kamarnya. Aku lihat sendiri mereka keluar dari ballroom.”Eliza langsung menghela napas panjang, sementara Nathan memejamkan mata sejenak, merasa lega. Memang sejak kedatangan mereka dari Paris siang tadi, Samuel seakan tak mau melepaskan Violet dari pelukannya. Bocah delapan tahun itu begitu sabar mengasuh sang bayi,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status